PASUKAN PANJI HITAM THE BLACK BANNER

Friday, August 30, 2013

Tokoh jihad Yordan: Rencana serangan Barat terhadap Suriah untuk mengagalkan proyek Daulah Islam -



AMMAN  Tokoh gerakan jihad Yordania menyatakan serangan Barat yang diprediksikan terhadap Suriah menargetkan “proyek Daulah Islam” yang telah dibangun oleh gerakan jihad di Suriah selama dua setengah tahun ini, laporan koran elektronik Yordania Wathan pada Selasa (27/8/2013).
Pemimpin menonjol gerakan Salafi Jihadi Yordania, Syaikh Muhammad Syalabi Abu Sayyaf mengatakan serangan militer Barat tidak menargetkan rezim Bashar Asad yang kekuatan militernya mulai terbatas pada pasukan darat akibat serangan-serangan mematikan mujahidin. Namun serangan militer Barat menargetkan “proyek Daulah Islam”.
Dalam pernyataannya yang dimuat oleh situs Yordania, Khabirni, Abu Sayyaf menegaskan bahwa “serangan militer Barat yang ditunda-tunda dan terlambat itu memiliki tujuan-tujuan politis, sebenarnya tidak memiliki kepedulian terhadap rakyat Suriah yang telah dibantai selama dua setengah tahun”.
Abu Sayyaf menegaskan bahwa kelompok Jabhah Nushrah yang memiliki lebih dari 100 anggota dari warga Negara Yordania akan membalas setimpal setiap pihak yang menyerangnya.
Jabhah Nushrah, Harakah Ahrar asy-Syam al-Islamiyah, Harakah Al-Fajr al-Islamiyah, Harakah Al-Mutsanna al-Islamiyah, Daulah Islam Irak dan Syam, dan kelompok-kelompok jihad lainnya di Suriah bertujuan menegakkan Daulah Islamiyah di Suriah pasca tumbangnya rezim Nushairiyah Suriah. Secara fakta pemerintahan Daulah Islamiyah telah berjalan di propinsi Aleppo melalui lembaga Haiah Syar’iyah.
Rezim Nushairiyah Suriah semakin sempoyongan setelah basis utama pendukungnya di provinsi Lattakia menerima pukulan-pukulan mematikan mujahidin Islam dan mujahidin FSA sejak pekan keempat bulan suci Ramadhan 1434 H atau awal Agustus 2013 M. Belasan desa Nushairiyah, termasuk kota kelahiran Bashar Asad yaitu Qaradahah, telah jatuh ke tangan mujahidin.
Rezim Nushairiyah Suriah yang panik membalasnya dengan melakukan pembantaian massal dengan senjata kimia di distrik Ghautah Timur, provinsi pinggiran Damaskus dan kota Moadamiyah asy-Syam, provinsi Damaskus pada Rabu (21/8/2013). Lebih dari 1700 warga sipil muslim gugur dan 6000 lainnya cedera akibat serangan biadab tersebut.
Namun mujahidin Islam dan mujahidin FSA melakukan serangan balasan yang membuat rezim Bashar Asad sempoyongan di ibukota Damaskus. Bom mobil Jabhah Nushrah meluluh lantakkan posko militer Tha’mah di jalan raya Zamalka – Qabun, jalan raya yang menuju ibukota Damaskus pada Kamis (22/8/2013) pagi. Jabhah Nushrah juga menghujani desa-desa Nushairiyah di pinggiran Lattakia dengan 28 roket.
Sementara itu sembilan kelompok jihad, dipelopori Daulah Islam Irak da Syam, melancarkan operasi gabungan “gunung api pembalasan”. Selama dua hari, Senin (26/8/2013) dan Selasa (27/8/2013), mujahidin menembakkan lebih dari 100 roket dan mortar terhadap lebih dari 26 markas militer, asrama militer, dan posko militer rezim Nushairiyah Suriah di Damaskus. Gedung kedutaan besar Rusia di Damaskus tidak luput dari serangan mujahidin.
Tanpa ada serangan darat dan laut dari militer AS dan Barat sekalipun, rezim Nushairiyah Suriah telah sempoyongan oleh serangan-serangan mujahidin. Serangan militer AS dan Barat, jika benar akan dilakukan, bertujuan untuk merealisasikan tujuan-tujuan politis AS dan Barat sendiri. AS dan Barat ingin mencuri hasil jihad mujahidin Suriah.

AMMAN (Arrahmah.com) – Tokoh gerakan jihad Yordania menyatakan serangan Barat yang diprediksikan terhadap Suriah menargetkan “proyek Daulah Islam” yang telah dibangun oleh gerakan jihad di Suriah selama dua setengah tahun ini, laporan koran elektronik Yordania Wathan pada Selasa (27/8/2013).
Pemimpin menonjol gerakan Salafi Jihadi Yordania, Syaikh Muhammad Syalabi Abu Sayyaf mengatakan serangan militer Barat tidak menargetkan rezim Bashar Asad yang kekuatan militernya mulai terbatas pada pasukan darat akibat serangan-serangan mematikan mujahidin. Namun serangan militer Barat menargetkan “proyek Daulah Islam”.
Dalam pernyataannya yang dimuat oleh situs Yordania, Khabirni, Abu Sayyaf menegaskan bahwa “serangan militer Barat yang ditunda-tunda dan terlambat itu memiliki tujuan-tujuan politis, sebenarnya tidak memiliki kepedulian terhadap rakyat Suriah yang telah dibantai selama dua setengah tahun”.
Abu Sayyaf menegaskan bahwa kelompok Jabhah Nushrah yang memiliki lebih dari 100 anggota dari warga Negara Yordania akan membalas setimpal setiap pihak yang menyerangnya.
Jabhah Nushrah, Harakah Ahrar asy-Syam al-Islamiyah, Harakah Al-Fajr al-Islamiyah, Harakah Al-Mutsanna al-Islamiyah, Daulah Islam Irak dan Syam, dan kelompok-kelompok jihad lainnya di Suriah bertujuan menegakkan Daulah Islamiyah di Suriah pasca tumbangnya rezim Nushairiyah Suriah. Secara fakta pemerintahan Daulah Islamiyah telah berjalan di propinsi Aleppo melalui lembaga Haiah Syar’iyah.
Rezim Nushairiyah Suriah semakin sempoyongan setelah basis utama pendukungnya di provinsi Lattakia menerima pukulan-pukulan mematikan mujahidin Islam dan mujahidin FSA sejak pekan keempat bulan suci Ramadhan 1434 H atau awal Agustus 2013 M. Belasan desa Nushairiyah, termasuk kota kelahiran Bashar Asad yaitu Qaradahah, telah jatuh ke tangan mujahidin.
Rezim Nushairiyah Suriah yang panik membalasnya dengan melakukan pembantaian massal dengan senjata kimia di distrik Ghautah Timur, provinsi pinggiran Damaskus dan kota Moadamiyah asy-Syam, provinsi Damaskus pada Rabu (21/8/2013). Lebih dari 1700 warga sipil muslim gugur dan 6000 lainnya cedera akibat serangan biadab tersebut.
Namun mujahidin Islam dan mujahidin FSA melakukan serangan balasan yang membuat rezim Bashar Asad sempoyongan di ibukota Damaskus. Bom mobil Jabhah Nushrah meluluh lantakkan posko militer Tha’mah di jalan raya Zamalka – Qabun, jalan raya yang menuju ibukota Damaskus pada Kamis (22/8/2013) pagi. Jabhah Nushrah juga menghujani desa-desa Nushairiyah di pinggiran Lattakia dengan 28 roket.
Sementara itu sembilan kelompok jihad, dipelopori Daulah Islam Irak da Syam, melancarkan operasi gabungan “gunung api pembalasan”. Selama dua hari, Senin (26/8/2013) dan Selasa (27/8/2013), mujahidin menembakkan lebih dari 100 roket dan mortar terhadap lebih dari 26 markas militer, asrama militer, dan posko militer rezim Nushairiyah Suriah di Damaskus. Gedung kedutaan besar Rusia di Damaskus tidak luput dari serangan mujahidin.
Tanpa ada serangan darat dan laut dari militer AS dan Barat sekalipun, rezim Nushairiyah Suriah telah sempoyongan oleh serangan-serangan mujahidin. Serangan militer AS dan Barat, jika benar akan dilakukan, bertujuan untuk merealisasikan tujuan-tujuan politis AS dan Barat sendiri. AS dan Barat ingin mencuri hasil jihad mujahidin Suriah. (muhibalmajdi/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/jihad/tokoh-jihad-yordan-rencana-serangan-barat-suriah-mengagalkan-proyek-daulah-islam.html#sthash.U3NAeS7V.dpuf

Gendang Perang al-Malhamah al-Kubra Bermula

Apakah serangan yang akan di lancarkan oleh US bila-bila masa saja lagi merupakan petanda peperangan besar akhir zaman seperti yang telah dikhabarkan oleh Rasulullah s.a.w dengan beberapa tanda. Terjadinya pertempuran dahsyat antara kaum muslimin melawan nasrani, dan akan terjadi sebelum munculnya imam Mahdi. Nabi s.a.w menamakannya al-malhamah al-kubra, yang padanya kaum muslimin akan menang, kemudian setelah itu mereka akan menuju Kostantinopel untuk merebutnya, kemudian setelah itu barulah muncul dajjal.
Dari Muadz ibn Jabal r.a: bahwasanya Rasulullah s.a.w bersabda: "Pemakmuran Baitul Maqdis merupakan kehancuran bagi Yatsrib, kehancuran Yatsrib akan menyebabkan al-malhamah, dan al-malhamah merupakan pembebasan bagi Kostantinopel, pembebasan Kostantinopel merupakan tanda munculnya dajjal". (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi. Al-Albani menghasankan hadits ini dalam shahih Abu Dawud. Dalam sanad ini, hanya Abdurrahman ibn Tsabit, dari ayahnya, dari Makhul yang meriwayatkannya)
Dalam hadis tersebut antara tanda-tanda bermulanya peperangan al-malhamah al-kubra ialah berlakunya pembangunan di Baitul Maqdis dan kehancuran Yatsrib. Baitul Maqdis dimana terletaknya Masjid al-Aqsa sekarang ini berada di bawah pemerintahan Israel dan dikenali sebagai Jurusalem. Jurusalem sekarang ini merupakan ibu negara haram Israel dan sedang dibangunkan dengan pesat.

Pembangunan sekitar Baitul Maqdis (Jurusalem Tourism Developments)

Pada masa sebelum Islam berkembang, kota Madinah bernama Yatsrib, dikenal sebagai pusat perdagangan. Kemudian ketika Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekkah, kota ini diganti namanya menjadi Madinah sebagai pusat perkembangan Islam sampai beliau wafat dan dimakamkan di sana. Selanjutnya kota ini menjadi pusat kekhalifahan sebagai penerus Nabi Muhammad. Kenapakah berlaku kehancuran di Madinah? Apakah kerana peperangan? Tetapi mengikut riwayat yang lain Madinah ketika itu berada dalam keadaan yang baik.
Dari Abu Hurairah r.a: bahwasanya Rasulullah s.a.w bersabda: “Mereka akan meninggalkan Madinah, padahal dipenuhi oleh kebaikan, ia tidak akan dikunjungi kecuali oleh binatang buas”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Kerja-kerja perobohan bangunan di Masjid Nabawi giat berjalan
Apakah kerja-kerja perobohan yang sedang giat dijalankan ini adalah tanda kehancuran yang dimaksudkan dalam hadits tersebut? Setakat ini mengikut lapuran pihak berkuasa Saudi sebanyak 2/3 bangunan sekitar Masjid Nabawi sudah diruntuhkan. Sebanyak 10 buah bangunan yang besar telah diruntuhkan sejak ia bermula Julai lalu. Antara bangunan yang diruntuhkan ialah bangunan Awkaf, Masjid al-Wiladah dan pasar al-Ansar.
Dalam artikel yang lalu Perang.. Akhir.. Zaman.. akan Bermula.. di Aleppo, saya berpandangan bahawa pada mulanya berlaku persepakatan antara pejuang Islam bersama Rom ( US dan Eropah) dalam menghadapi satu musuh, tetapi akhirnya persepakatan itu bertukar menjadi peperangan setelah berlaku perkhianatan di pihak Rom tersebut. Buat masa ini tentera US sedang melakukan persiapan rapi bagi melancarkan serangan keatas Syria diatas alasan serangan bom kimia yang telah dilakukan oleh rejim Syria.
Pesawat Pengebom Strategik B1
Mengikut sumber Debkafile serangan US itu akan bermula Jumaat malam, atau pada awal Sabtu ini, pada 30 - 31 Ogos. Persiapan giat dijalankan US di pengkalan udara tentera US di Al-Udeid di Qatar. Antaranya persiapan pesawat pengebom B-1B dan pesawat pejuang stealth F-22 Raptor. Begitu juga pihak Israel telah memanggil sebahagian besar tentera simpanannya termasuk persiapan roket, Tentera Udara dan senjata penangkis peluru berpandu. Senjata penangkis Anti-Missilie Arrow, Patriot dan Dome telah ditempatkan secara lebih meluas dari kebiasaan sebelum ini.Walau bagaimanapun menurut maklumat pegawai Israel mereka tidak menjangkakan serangan tentera Syria keatas mereka. 
Manakala di pihak Syria persiapan rapi juga diadakan dengan mengatur aset-aset penting kekubu selamat bagi mengelak dari serangan US. Mengikut Debkafile lagi, pasukan kereta kebal dan meriam ketumbukan ke-4 Syria dan division Pengawal Republik, yang telah melancarkan serangan senjata kimia juga telah dipindahkan kekubu selamat yang baru siap dibina tahun lepas.
Pasukan tentera Syria berpusat di Hom, Hama, Latakia dan Aleppo juga telah bersiap-sedia selepas mendapat maklumat dari perisikan Syria dan Russia bahawa mereka akan diserang pada bila-bila masa sahaja lagi.

Popular Posts