PASUKAN PANJI HITAM THE BLACK BANNER

Wednesday, April 25, 2012

Barbarosa Pahlawan Islam Yang Menjadi Korban Propaganda Jahat Barat



Anda yang gemar membaca komik Asterix dan anda yang pernah menonton film ‘Pirates of The Carribean’, tentu ingat karakter jahat ‘Barbarossa’ bukan? Sejak zaman pertengahan, aneka macam karya fiksi Eropa dan Amerika biasa menggunakan nama Barbarossa untuk menamai karakter seorang penjahat –biasanya seorang bajak laut jahat. Makna negatif Barbarossa terus dipropagandakan hingga zaman sekarang, meski di dalam setting-setting yang berbeda. Tak ada asap jika tak ada api, kebiasaan para penulis fiksi Eropa dan Amerika ini tentu ada sebabnya.

The Barbarosa Brothers

Pada abad ke-15 masehi, di Laut Mediterania ada dua bajak laut bersaudara yang disebut The Barbarossa Brothers. Kedua tokoh ini menjadi legenda dalam dunia ‘per-bajak-laut-an’ dan merupakan tokoh bahari yang sangat ditakuti orang-orang Eropa pada zamannya. Kebiasaannya ialah membajak barang-barang berharga yang diangkut oleh kapal-kapal milik kerajaan-kerajaan Eropa yang melintasi Laut Mediterania. Awak kapal yang dibajak biasanya diberi dua pilihan; mati karena melawan atau hidup dengan menyerah secara sukarela.
Siapakah sebenarnya Barbarossa yang sangat ditakuti oleh orang-orang Eropa selama berabad-abad itu? Mengapa hingga zaman sekarang nama itu terus menghantui benak dan pikiran mereka?

Barbarossa bukanlah sebuah nama. Barbarossa merupakan kata dalam bahasa Latin –gabungan dari kata barber (janggut) dan rossa (merah). Jadi Barbarrossa berarti janggut merah. Barbarossa merupakan julukan yang diberikan oleh para pelaut Eropa kepada kakak-beradik Aruj dan Khairuddin dari Turki. Kedua kakak beradik ini hanyalah pelaut-pelaut biasa yang rutin berlayar di wilayah perairan Yunani dan Turki.

Awal Gerakan Barbarosa

Pada suatu hari, tanpa sebab yang jelas, kapal milik keluarga mereka diserang secara brutal oleh kapal militer Knight of Rhodes. Dalam peristiwa ini, adik bungsu Aruj dan Khairuddin tewas terbunuh. Aruj dan Khairuddin sangat terpukul dengan kematian adik bungsu mereka. Sejak saat itu, mereka melakukan aksi bajak laut kepada semua kapal-kapal militer milik kerajaan-kerajaan Kristen. Aksi-aksi mereka sangat menggemparkan dan membuat mereka ditakuti militer Kristen. Aruj dan Khairuddin pun kemudian dikenal sebagai The Barbarossa Brothers Pirates karena keduanya berjanggut merah.

Kaum Eropa menyebut Barbarossa sebagai bajak laut, meskipun tidak ada bendera hitam dan tengkorak yang menjadi simbol bajak laut. Bendera yang dipasang Aruj dan Khairuddin di kapal mereka adalah sebuah bendera berwarna hijau berisi kaligrafi doa Nashrun minallaah wa fathun qariib wa basysyiril mu’miniin, ya Muhammad, empat nama khulafaur rasyidin, pedang Zulfikar dan bintang segi enam Yahudi (Bintang David). Awak kapal yang dipimpin kedua bersaudara ini terdiri atas orang-orang Islam dari bangsa Moor, Turki, dan Spanyol, serta beberapa orang Yahudi.
Pada tahun 1492 M, Andalusia yang sejak tahun 756 M dikuasai oleh Daulah Khilafah Islamiyah, jatuh ke tangan Pasukan Salib yang terdiri atas pasukan gabungan Aragon DAN Spanyol. Dalam peristiwa penaklukan Andalusia ini, jutaan orang Islam dan Yahudi tewas dibantai pasukan yang dipimpin Raja Ferdinand II dari Aragon.

PERJUANGAN JIHAD BARBAROSA
Peristiwa itu mengubah haluan misi dendam Aruj dan Khairuddin menjadi misi Jihad Islam. Bahu-membahu bersama sekelompok milisi bangsa Moor, mereka kemudian menyelamatkan puluhan ribu Umat Islam dari Spanyol ke Afrika utara (Maroko, Tunisia dan Aljazair). Kemudian mereka membangun basis pertahanan laut di Aljazair untuk menghadang gelombang serangan Pasukan Salib dari jalur Afrika Utara menuju Tanah Suci Palestina.

Khalifah Islam saat itu, Sulaiman I, mendengar cerita-cerita heroik Barbarossa bersaudara. Sulaiman I sangat kagum pada heroisme mereka. Karena prestasi mereka di lautan, akhirnya Sulaiman I mengangkat Aruj dan Khairuddin sebagai Kapudan Pasha (Panglima Angkatan Laut) Khilafah Islamiyyah untuk membenahi Angkatan Laut Daulah Khilafah Islamiyah yang amburadul.

ADU DOMBA FIHAK SEPANYOL 

Pada tahun 1518 Spanyol berhasil menghasut Amir kota Tlemcen (Tilmisan) untuk melancarkan pemberontakan kepada kepemimpinan Aruj. Aruj kemudian menyerahkan pemerintahan Aljazair kepada Khairuddin untuk sementara. Lalu ia memimpin pasukan untuk berangkat ke Tlemcen. Hati Aruj sangat pilu karena ia malah berperang dengan saudara sendiri sesama Muslim. Akibatnya ia kurang berkonsentrasi dan pasukannya kocar-kacir. Aruj sempat lolos, namun banyak pasukannya yang tertangkap. Karena hubungan emosionalnya dengan anak buahnya, Aruj kembali ke Tlemcen untuk bertempur dan ia gugur dalam pertempuran tersebut.

Dengan gugurnya Aruj, kepemimpinan Angkatan Laut Daulah Khilafah Islamiyah beralih ke tangan Khairuddin. Spanyol mengira bahwa era kejayaan Barbarossa di Laut Tengah telah berakhir. Lalu, dengan percaya dirinya, Spanyol mengirim 20.000 tentaranya ke Aljazair. Pertempuran hebat pun terjadi, namun Khairuddin berhasil menghajar pasukan laut tersebut.

Sejarah dan Kehebatan Pasukan Janissary 
Guna meminimalisir ancaman dari negeri sekitar Aljazair, selain ancaman utama Spanyol, Khairuddin kemudian meminta kepada Khalifah Sulaiman I agar kekuasaan Amir Tunisia dan Tlemcen dialihkan kepadanya. Sulaiman I pun setuju. Pada 1519, Khalifah mengangkat Khairuddin sebagai beylerbey (Bakhlair Baik) atau wakil Khalifah untuk wilayah Aljazair dan sekitarnya. Kemudian Khairuddin juga ditugasi memimpin pasukan pasukan elit Daulah Khilafah Islamiyah, Pasukan Janissary.

Dalam masa kepemimpinan Khairuddin, Pasukan Janissary berhasil melakukan banyak penyelamatan Umat Islam di Andalusia. Tercatat mereka melakukan 7 kali pelayaran dengan 36 buah kapal untuk mengangkut Umat Islam Spanyol yang diburu bagai hewan oleh Ferdinand II dan Pasukan Salibnya.

Pertengahan dekade 1520-an, Pasukan Darat Janissary yang dipimpin langsung Khalifah Sulaiman I berhasil memenangkan semua pertempuran darat. Pada saat bersamaan, Pasukan Laut Janissary di bawah pimpinan Khairuddin juga berhasil mengontrol lalu lintas pelayaran di Laut Tengah sepenuhnya. Kondisi ini membuat Pasukan Salib Kristen Eropa menjadi pusing tujuh keliling.

Awal Mula Minuman Capucchino
Dalam suasana putus asa, pada tahun 1529 di pulau Penon, Spanyol menembakkan meriam ke menara masjid saat Adzan sedang berkumandang. Maka terjadilah peperangan hebat di Penon dan setelah 20 hari pulau tersebut berhasil dikuasai kembali oleh Khairuddin. Sementara di daratan, Sulaiman I membombardir Wina (Ibukota Austria) dengan dua kali serangan namun keduanya gagal. Pasukan Islam yang mundur dari pertempuran meninggalkan beberapa karung kopi yang kemudian mengubah aturan Paus Roma yang sebelumnya mengharamkan minuman yang biasa diminum kaum muslim itu. Kemudian mereka menyebut minuman itu sebagai dengan nama cappuccino.

Pada tahun 1535 Pasukan Salib Gabungan Spanyol dan Genoa di bawah pimpinan Charles V dan Andrea Doria (Knight of Malta) menyerang Tunisia dengan kekuatan 25.000 orang pasukan dan 500 kapal. Pertempuran pun berjalan tidak imbang hingga Tunisia pun jatuh ke tangan Spanyol. Pada tahun-tahun selanjutnya, Khairuddin Sang Barbarossa mengalami banyak kekalahan. Namun ia berhasil menduduki kepulauan Beleares dan merampas kapal-kapal Portugis dan Spanyol di selat Gibraltar.

Akhir Gemilang Barbarosa Sebelum Tutup Usia

Tahun 1538, Pasukan Salib Gabungan Italia-Spanyol menyerang Preveza yang saat itu merupakan pelabuhan penting di Laut Tengah. Andrea Doria memimpin 40 kapal dan Barbarossa hanya memimpin 20 kapal. Namun dengan kecerdikannya, Barbarossa memecah armadanya ke tiga arah dan menjebak Pasukan Andrea Doria di tengah untuk kemudian membombardir armada Andrea Doria habis-habisan. Andrea Doria dan armada lautnya pun lari dari pertempuran. Walau begitu, Khairuddin tak mengejarnya karena ia tak ingin berperang di laut lepas, mengingat kapal-kapal armada laut Spanyol mempunyai peralatan yang lebih canggih. Apalagi ia hanya memimpin 20 kapal.

Tiga tahun kemudian, Pasukan Salib Gabungan Spanyol-Genoa kembali menyerang Aljazair dengan kekuatan 200 kapal. Mereka sengaja melancarkan serangan di luar musim berlayar, untuk menghindari pertemuan dengan Pasukan Barbarossa. Rakyat Aljazair di bawah komando Hasan Agha berjuang sekuat tenaga untuk mempertahankan Aljazair. Charles V dan Andrea Doria yang memimpin serangan tak mengira bahwa pertahanan dan strategi perang Hasan Agha sangat matang, sehingga armadanya pun kacau-balau. Ketika itu pula tiba-tiba badai laut dahsyat menghantam Laut Mediterania. Andrea Doria dan Charles V berhasil selamat, dan kembali ke negerinya dengan kekalahan pahit.

Tahun 1565, dalam usia senja, Khairuddin Barbarossa memimpin pasukan untuk merebut Malta dari tangan Knight of St. John. Namun dalam pertempuran itu, Khairuddin gugur. Kemudian Khairuddin dimakamkan di Istanbul. Di dekat kuburannya didirikan masjid dan madrasah untuk mengenangnya. Hingga kini makam tersebut masih terawat untuk menjadi bukti kepahlawanan Khairuddin alias Barbarossa yang namanya masih ditakuti bangsa Eropa hingga zaman sekarang.

Tuesday, April 24, 2012

Tanah berbendera Tauhid : Perjalanan seorang jurnalis Barat menuju Yaman selatan

"Al Qaeda, mereka tidak memiliki sebuah negara," ujar penjaga keamanan Yaman yang mendampingi saya saat kami melewati pos pemeriksaan militer ketiga belas dan terakhir sepanjang jalan yang kasar dan berlubang-lubang yang mengarah ke kota Jaar (kini Waqar-red), kubu Al Qaeda terbaru di Yaman selatan.  "Ketika mereka melihat tempat-tempat yang tenang dari pegawai pemerintah yang malas, mereka pergi ke sana."
Di bawah nama Ansar al-Sharia, Al Qaeda dengan mudah merebut Jaar pada bulan Maret 2011.  Mereka dengan cepat mengganti nama kota tersebut menjadi Waqar, berarti rasa hormat atau keagungan, menurut salah satu penghuni batu dan melembagakan pemerintahan Islam.
Penaklukan kota-dimana Mujahidin bersikeras menyebutnya Waqar selama kunjungan saya-hanya penaklukan terbaru dari serangkaian keuntungan yang diraih Ansar al-Sharia.  Kelompok ini telah berhasil mengeksploitasi gejolak di Yaman selama tahun lalu untuk merebut kontrol dari banyak provinsi di Yaman selatan, termasuk Abyan

Friday, April 20, 2012

Dibalik Pengerahan Pasukan AS di Darwin, Australia

Ada sinyalemen beberapa tokoh politik di Indonesia mulai menjadikan dokumen-dokumen kontrak Bung Karno tahun 1960 terhadap sektor migas sebagai materi UU Migas yang baru pada perseteruan politik menjelang Kampanye Pemilu 2012.


Beberapa tokoh politik penting bahkan akan menjadikan isu UU Migas berkedaulatan dengan role model Venezuela sebagai kampanye politiknya. Tindakan ini belum mencuat ke publik karena beberapa tokoh ini sedang melakukan negosiasi politik dengan berbagai pihak untuk mendukung aksi gagasan politik Bung Karno terhadap UU Migas. 
Mereka menyebut ini dengan kode politik : "Sukarno Operation". Beberapa penggede politik yang berasal dari Partai Konservatif juga mulai banyak menyetujui ide agresif UU Migas yang baru.
Munculnya isu 'Sukarno Operation' membuat Amerika Serikat berkeputusan memperkuat pangkalan militernya di Darwin, Australia, alasannya adalah 'sengketa dengan RRC' tapi yang tidak banyak orang tahu, bahwa kehadiran pasukan Marinir AS adalah bagian dari antisipasi perkembangan politik di Indonesia. 
Menurut hitung-hitungan mereka, di tahun 2014, tokoh politik lama 60% sudah menghilang, tokoh politik lama ini terdiri dari orang-orang yang memiliki hubungan erat dengan Amerika Serikat, memiliki koneksi langsung dengan Washington dan sangat Amerika Sentris. Sementara di lain pihak mulai muncul generasi muda politik baru yang mulai mengakar, menyusul hancurnya sistem politik muda bentukan partai besar yang korup. Generasi muda korup ini dicemooh dan tidak mendapatkan tempat di kalangan aktivis, walaupun mungkin di kalangan rakyat masih banyak pendukungnya.

Menurut data pula, pada Pemilu 2014 tidak lagi diramaikan artis-artis televisi yang dungu secara politik dan tidak mengerti ilmu sejarah, geopolitik, Hukum dan Tata Negara. Pada Pemilu 2014 mulai muncul generasi baru yang paham ilmu politik, sejarah, geopolitik dan ilmu yang mendukung bernegara secara agresif dan konstitusional. Kelompok ini rata-rata bergaris kiri, militan dan berpaham dasar sosialis. 
Kelompok ini akan serius profesional di bidang politik. Penguasaan modal yang sejak tahun 2000-an dikuasai penerus Orde Baru lewat akuisisi perusahaan murah jaman BPPN dulu, dan kini jadi pengusaha mapan, mulai dibidik lewat ancaman nasionalisasi dan gebukan pajak oleh kelompok kiri.
Kelompok kiri yang awalnya tidak memiliki pendanaan politik, mulai mendapatkan pendanaan lewat gerakan rakyat diam-diam, dan beberapa penggede partai yang awalnya sangat kanan, juga diam-diam mulai beralih ke kiri. Beberapa partai besar bahkan mulai memasukkan anggaran dasar rumah tangga mereka menjadi warna kiri dengan sentrum yang mengacu Pasal 33 UUD 1945. 
Gerakan infiltrasi kiri dan sosialisme inilah yang amat mengancam kepentingan asing, gerakan ini akan meledak dan menjadi trend di tahun 2016. Sementara kelompok konglomerasi dan neoliberal semakin terpojok posisinya karena tak mampu merembes di kalangan rakyat. Kelompok lama yang dulu begitu menguasai peta politik Indonesia selama lebih dari 50 tahun, mulai terkikis dan mengarahkan seluruh daya kekuatan politiknya untuk ikut-ikutan ke kiri.
Kelompok muda Kiri ini punya hubungan langsung ke Venezuela, Cina dan Rusia juga punya basis massa yang kuat. Kegiatan mereka amat teratur, terorganisir dan bakal mengagetkan banyak pihak. Acuan politik mereka adalah Sukarnoisme. Apabila sepuluh tahun sebelumnya mereka sangat gandrung dengan Stalin, dengan Lenin, dengan Mao, mereka mengacu pada pemikiran Gramsci atau Trotsky, kini mereka sangat hapal dan lihai menjadikan alat Sukarnoisme dan Tan Malaka sebagai bentuk paling material perjuangan politik mereka. 
Kelompok ini sangat militan dan menjadikan hukum-hukum revolusi Sukarno sebagai doktrin baku, total dan harga mati. Perjuangan mereka adalah menasionalisasi sumber-sumber daya alam ke dalam struktur negara, basis argumentasi mereka adalah Pasal 33 UUD 1945.
Mereka tidak takut dengan perang melawan AS, mereka adalah generasi muda baru yang tercerahkan. Jaringan politik mereka merangkai ke seluruh lini partai politik dan ormas mulai dari sekuler sampai agama, tapi sampai sekarang mereka tidak terbaca kekuatannya. 
Pemerintahan Amerika Serikat sangat takut dengan kekuatan ini, mereka sudah mengantisipasi jangan sampai Indonesia jadi 'Bolivia kedua' suatu negara satelit AS yang kemudian terpengaruh paham Chavezian. Adanya pangkalan militer di Darwin bagi kelompok muda ini juga menyalahi aturan KIAPMA, KIAPMA adalah nama Konferensi yang pernah digelar Bung Karno, sebagai bentuk Konferensi Internasional Anti Pangkalan Militer Asing. 
Bersiaplah Indoenesia memasuki jaman politik baru yang keras, sebuah fase paling genting dari Demokrasi Liberal.

Menyiasati Bahaya Syi’ah di Kalangan Nahdlatul Ulama (2, habis)


Oleh KH. Abdul Hamid Baidlowi
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Wahdah Lasem Rembang Jawa Tengah
  1. III.        BAHAYA SYI’AH II
Kepercayaan Syi’ah Terhadap Imam-imam Mereka yang Melampaui Batas.
Syi’ah Imamiah Istna Asyariyah Ja’fariyah berkepercayaan bahwa imam-imam mereka mengetahui hal-hal ghaib lagi pula maksum. Imam-imam mereka mempunyai derajat lebih tinggi daripada Nabi dan utusan Allah, mereka tidak mati atas kehendak sendiri. Golongan Syi’ah menempat-kan martabat para imam setaraf dengan derajat ketuhanan sebagaimana mereka katakan: bahwa para imam mengetahui hal-hal yang sudah terjadi dan segala yang akan terjadi, mengetahui segala isi surga dan neraka dan tidak ada sesuatu-pun yang samar atas mereka. Kebohongan dan kedustaan atas nama Allah membuat orang yang berakal sehat dan berjiwa bersih, berdiri bulu romanya di saat menukil ucapan mereka. Tetapi peserta halaqoh akan menemukan semuanya itu di dalam buku induk karangan tokoh Syi’ah yang paling mereka percayai. Berikut ini saya akan nukilkan keyakinan dan pendapat-pendapat meraka dari kitab-kitab tokoh Syi’ah agar peserta halaqoh mengetahui secara dengan jelas.
  1. Dari Mufaddol bin Umar dari Abdillah AS, Amirul Mukminin berkata “aku adalah penyalur antara surga dan neraka. Aku adalah Agung antara haq dan batil. Akulah pemilik tongkat Musa dan setempelnya. Dan telah mengakui diriku semua malaikat dan ruh serta Rasul-rasul, sebagaimana mereka melakukan pengakuan itu kepada Nabi Muhammad SAW. Telah dipikulkan amanat kepadaku seperti yang dipikulkan kepadanya, yaitu amanat Tuhan. Dan sesungguhnya Rasulullah pernah dipanggil lalu serta dia diajak bicara dan akupun diajak bicara, sehingga aku mengucapkan sesuai apa yang diucapkannya. Aku telah diberi beberapa pemberian yang belum pernah diberikan kepada siapapun sebelum aku. Aku mengetahui kematian dan bencana serta selirih silsilah keturunan dan kata-kata pemutus, sehingga apa yang terlebih dahulu daripada aku tidak luput dari diriku. Dan tiada sesuatu yang jauh dariku dapat terlepas dari pengetahuanku. Aku memberi kabar gembira dengan izin Allah yang telah menempat-kannya pada diriku dengan ilmu-Nya” (Al Kaafi Fil Usul halaman 196-197, juz 1 cetakan Teheran).

Thursday, April 19, 2012

Kenapa Zionis-Yahudi Berlomba Tanami Pohon Gharqad di Tanah Palestina?

Kaum Zionis, apakah mereka yang berada di Tanah Palestina maupun yang tersebar di Amerika dan Eropa, sangat yakin bahwa era millenium ketiga ini merupakan pintu gerbang pada akhir zaman.
Dengan sengaja, kasus WTC 911, di mana Menara Kembar WTC yang dilihat dari jauh bagaikan sebuah gerbang, diruntuhkan, maka seakan terbukalah suatu era baru bagi keyakinan ini.

Legenda Tembok Kaukasus dan Dua Kesatria ( Caucasian Wall )


Berlokasi di Selatan Laut Caspian, berdiri tembok pemisah bagi Bangsa Misterius akhir zaman. Berbagai versi Kitab Suci menceritakan hal yang kurang lebih sama, Bangsa keturunan Nabi Nuh yang terdampar di Puncak Kaukasus dan menguasai Utara Asia Timur. Derbent adalah lokasi yang diduga sebagai tempat mengisolirnya, diapit oleh pegunungan Azerbaijan dan Armenia menjadi Penjara bagi Ya'jud dan Ma'jud atau Gog dan Ma Gog dalam Kitab lainnya.

Menyiasati Bahaya Syi’ah di Kalangan Nahdlatul Ulama (1)

  • Para peserta halaqoh yang saya hormati, upaya baja kelompok Syi’ah untuk memecah belah umat Islam, dan menjauhkan Islam dari ajaran-ajaran yang benar dengan mengganti ide-ide keji yang telah direncanakan dan ditata rapi masih terus dilakukan sampai akhir abad ini. Tak luput dari Nahdlatul Ulama yang Ahlussunnah wal Jamaah, berusaha dirobek-robek aqidah keimanannya dengan berbagai cara.
  • Sementara, hanya sedikit dari kita yang menyadarinya. Dan lebih sedikit lagi dari kita yang dengan nyata melakukan upaya penanggulangannya.
  • Untuk itu pada kesempatan ini saya sampaikan salut dan bangga atas kejelian dan keberanian IPNU Cabang Jombang dalam upaya menyelamatkan ajaran Islam dari racun-racun ajaran Syi’ah. Semoga langkah IPNU Jombang ini mampu jadi teladan dalam memerangi ajaran Syi’ah.
  • Untuk itulah dalam kesempatan ini saya Insya Allah akan menyampaikan pokok-pokok  masalah yang berkaitan dengan bahanya ajaran-ajaran Syi’ah yang sesat dan menyesatkan, upaya-upaya yang telah mereka lakukan untuk merobek-robek aqidah keimanan Jamaah Nahdlatul Ulama.
  •  Khumaini mengatakan “Sesungguhnya Al-Imam mempunyai kedudukan yang mulia dan derajat yang agung dan kekuasaan yang alamiah di mana semua unsur alam tunduk pada imam dan telah menjadi ketetapan kami, bahwa imam-imam kami itu mempunyai kedudukan pangkat yang tiada dapat dicapai oleh malaikat yang dekat dengan Allah maupun utusan Allah” (Al Hukumatul Islamiyah halaman 52).
  • Di sini kembali Khumaini menghina Rasulullah SAW. dengan meletakkan derajat Nabi di bawah imam-imam Syi’ah maupun derajat  para malaikat yang dekat dengan Allah SWT. Dan paling tinggi Khumaini meletakkan derajat Nabi SAW. di urutan yang ke empat belas. Sedangkan Arswendo Atmowiloto yang meletakkan Nabi Muhammad SAW. Pada urutan ke sebelas tokoh-tokoh  populer dunia itu saja mengakibatkan tabloitnya dibredel. Apalagi kitab-kitab Khumaini dan tokoh-tokoh Syi’ah lainnya yang sudah jelas menghina Nabi SAW. Oleh karena itu saya menghimbau pemerintah melalui Menteri Agama supaya dengan tegas melarang kitab-kitab Syi’ah yang menyesatkan itu beredar di Indonesia.

Syi’ah, Holocaust dan Clash of Civilization

MESKI KEKEJAMAN pemerintahan syi’ah di Iran dan di Suriah sudah sedemikian nyata, para misionaris syi’ah di Indonesia masih saja berusaha meyakinkan umat Islam Indonesia, bahwa syi’ah itu agama damai, syi’ah itu salah satu madzhab dalam Islam yang diakui dunia internasional, bahwa syi’ah itu Islam juga.
Terhadap kekejaman syi’ah di Suriah, kalangan syi’ah cenderung membela diri, bahwa yang dibunuhi itu adalah rakyat yang memberontak kepada pemerintah, bahwa Bashar Assad itu bukan penganut syi’ah, dan sebagainya.
Selain itu, para misionaris syi’ah juga cenderung mencari “pihak ketiga” yang bisa dijadikan musuh bersama yaitu paham wahabi. Menurut para misionaris syi’ah, paham wahabi bahkan memposisikan syi’ah dan sunni (ahlus sunnah) sama-sama sesat. Mereka juga mengatakan, sebagaimana pernah dikatakan Zen Al-Hady narasumber Radio Silaturahim (Rasil), Kerajaan Saudi yang berpaham Wahabi itu bahkan memposisikan ormas NU sebagai berpaham sesat.
Menurut misionaris syi’ah, musuh umat Islam bukanlah syi’ah karena syi’ah bagian dari Islam. Tetapi, selain paham wahabi musuh Islam adalah: mereka yang membuat karikatur yang menghina Nabi Muhammad saw; penulis buku ayat-ayat setan dan yang melindungi penerbitan buku itu; mereka yang menganggap Islam sebagai agama kekerasan dan barbar; mereka yang menguasai Masjidil Aqsha, kiblat pertama kaum muslimin dan menjadikannya sebagai ibu kotanya.
Begitulah propaganda misionaris syi’ah, yang antara lain bisa ditemukan pada sebuah surat terbuka berjudul “Surat terbuka Ayatullah Makarim Syirazi kepada ulama Wahabi” yang bisa ditemui di situs penganut syi’ah Alwi Husein (alwihusein.multiply.com)

Monday, April 16, 2012

VISI PERADABAN, BE A TEACHER OF UNIVERSE/sebelum munculnya the man from the east

Saya sangat suka bermimpi, dan sungguh sangat banyak mimpi-mimpi saya… tapi saya telah tetapkan, Arsitek peradaban adalah muara dari derasnya arus mimpi-mimpi itu… Arsitek Peradaban adalah kata yang saya fikir bisa mewakili semua mimpi-mimpi saya..ya, arsitek peradaban.. mudah-mudahan Allah SWT melimpahkan karunia kekuatanNya kepada kita untuk segera mewujudkannya. Untuk segera menjemput kejayaan itu, kejayaan yang niscaya kita raih..insyaallah..
Ikhwah fillah, kebangkitan islam menuju sebuah kejayaan yang dijanjikan adalah impian kita semua sebagai kader dakwah. Dan terlibat langsung dalam prosesnya adalah harapan yang sungguh tiada terkira besarnya. Mudah-mudahan Allah SWT., memperkenankan kepada kita sebagai ujung tombaknya.
Pada mulanya, ketika prediksi besar kebangkitan itu akan dimulai dari wilayah timur, para ulama saat itu memperkirakan bahwa negeri di timur itu adalah khurasan, karena itulah wilayah islam yang diketahui paling timur saat itu. Tapi seiring berjalannya waktu, diketahui bahwa masih ada wilayah negeri islam yang lebih timur,lebih besar, dan lebih potensial. Yakni Indonesia tercinta.
Telah banyak disinggung dan dijelaskan akan rasionalisasi teori kebangkitan islam ini,teori kebangkitan dari Indonesia, negara islam terbesar di dunia. dalam banyak forum kajian, buku dan forum-forum motivasi. Dan percayalah, saya sangat percaya dan optimis itu benar,dan kian dekat.
saya sangat meyakini dan optimis bahwa janji itu akan dimulai dari negeri kita. Dari negeri islam wilayah timur.indonesia. Sampai akhir april 2010, keyakinan saya hanya baru sebatas itu semua. Walaupun demikian itu menjadi sumber motivasi luar biasa. Walaupun saya akui masih agak abstrak saat itu. (Belum mendapatkan pola yang sesuai untuk mewujudkannya).
Kemudian Allah memberikan kesempatan memperjalankan saya melalui sebuah invitation dalam sebuah program research grant dan study career, juga studi komparasi dakwah kampus.
Setalah menjalaninya, ternyata sungguh sangat luar biasa, apa yang saya dapatkan sungguh duluar espektasi awal yang siperhitungkan. Yang saya dapatkan bukan hanya sekedar jaringan scholarship atau kunjungan perusahaan dan study career, tapi lebih dari itu semua adalah sebuah MIMPI BESAR. Sebuah pola yang mengarahkan kita untuk mencapai sebuah Visi KEBANGKITAN dan KEJAYAAN ISLAM, Ustadziatul ‘alam.
Disana saya mencoba melakukan studi komparasi dari 3 negara serumpun, saya banyak berdiskusi terkait perkembangan, potensi, permasalahan, kesamaan, kultur, seni dan budaya,ekonomi, politik, sampai perkembangan ilmu pengetahuan. Melihat bagaimana pola dan peradaban serta mimpi diantara kita bersama. Diskusi tersebut sungguh luar biasa banyak memberikan inspirasi dan ide-ide “raksasa” yang siap untuk di bangun.
Saya semakin yakin bahwa Kebangkitan dan kejayaan islam akan dimulai dari wilayah islam bagian timur,dan Keyakinan saya akan itu semua semakin terteguhkan. Kebangkitan islam dari nusantara. Ya, dari nusantara, bukan hanya dari Indonesia,tapi nusantara. Indonesia, Malaysia,brunei Darussalam.
Selama ini kita terlalu terpaku pada ashobiah dan jebakan konspirasi pengkotak-kotakan Negara islam. Padahal sungguh sangat besar potensi ke-3 negara ini untuk disatukan dan dikembangkan. Tak terkira seperti apa kekuatannya bila ke-3 negara islam ini bersatu dan saling bahu membahu. Subhanallah…
Dimulai dari Indonesia, Malaysia dan brunei Darussalam. Kemudian merambah melalui Thailand,Vietnam dan terus merambah melalui deretan wilayah ke utara. Melalui papua menuju terus ke selatan menuju Australia.
Bayangkan, bila Indonesia, Malaysia dan brunei ini bersatu dalam satu hal saja, perdagangan, dan itu solid, wilayah jalur perdagangan asia, eropa dan Australia akan dikuasai. Bagaimana tidak, jalur perdagangan dunia yang paling murah, pendek, cepat dan aman saja melalui nusantara.
Coba perhatikan jalur perdagangan dunia berikut,
Semua jalur perdagangan melewati wilayah nusantara, bila kita mau dan solid, kita bisa menguasai selat malaka dengan membuat pusat-pusat transit perdagangan di sepanjangnya. jalurnya tidak hanya lagi tertumpu di singapura, kita bisa membuat jalur baru. Jika Indonesia Malaysia sepakat untuk memblok selat malaka saja, perekonomian dunia pasti akan collaps. Bahkan bisa jadi memicu perang dunia dan kembali terjadi perebutan wilayah. Karena amerika, china, jepang dan Negara-negara besar lainnya sangat bergantung pada selat ini untuk keperluan transportasi supply energinya. Seperti terlihat pada peta di atas, selat malaka, sunda dan Lombok adalah jalur tercepat dan aman yang paling mungkin digunakan sebagai jalur transportasi dunia. Jadi sebenarnya kita mempunyai daya tawar yang sungguh sangat luar biasa besar, kita bisa kenakan pajak jalan untuk melewati jalur kita, stinggi apapun pasti akan di penuhi. Karena apa, karena kalau tidak melewati jalur kita, mereka harus menggunakan jalan memutar, dan tentunya dengan biaya dan resiko yang lebih besar.
Bila kita lihat peta selat malaka di atas, batam sebenarnya tidak kalah strategis  dibandingkan singapura. Batam ada di tengah-tengah ujung selat malaka, sedangkan singapura di pojok. Bukan Cuma batam, tapi pulau bintan, karimun, dan natuna juga tidak kalah strategis dan potensial. selain posisi nya yang strategis, juga memiliki kekayaan alam yang mencukupi. Bila singapura yang padahal hanya untuk mendapatkan air bersih (yang merupakan kebutuhan primer manusia) harus membeli dari johor Malaysia -Karena jelas singapura bahkan tidak memiliki hutan- bisa sangat begitu berkembang, apalagi wilayah kita yg sudah jelas lebih unggul dalam hal kekayaan alam dan fasilitas alaminya yg subhanallah luar biasa, mestinya menjadi daya tawar yang sungguh luar biasa hebat untuk bersaing dengan singapura. Ini adalah kunci awal untuk bisa memotong dominasi kekuatan amerika. Singapura Yang selama ini menjadi ujung tombak westernisasi bisa kita minimalisir atau bahkan di eliminir. Dan kita substitusi dengan keindahan budaya islam. Singapura yang dengan “amerika”nya sungguh sangat sombong dan merendahkan Negara-negara islam kini, bisa kita tekan “ego”nya. Sepakati saja bersama Malaysia untuk menutup selat malaka, dan hentikan supply air bersih ke singapura, collaps pasti, lalu buat tawaran. Atau ide-ide lainnya yang insyaallah akan datang seiring  prosesnya.
Untuk jalur perdagangan utara kita bisa membuka jalur alternatif baru melalui Kalimantan, brunei, philipina dan terus ke utara. Dengan tetap mempertahankan jalur lama, tapi tentunya dengan menaikan posisi tawar Batam –yang katanya dalam proses menjadi hongkong asia- sebagai pusat transit selain singapura. – disinilah mengapa kita harus menguasai kebijakan, karena ini sangat tergantung juga dengan kekuatan politik -
Sudah dipastikan Indonesia dengan mutlak bisa menguasai jalur selatan meuju Australia. lurus terus keselatan melawati batam, menyusuri sumatera, melewati selat karimata, melalui laut jawa, selat Lombok, dan terus sampai jalur Australia. Dengan begitu tempat strategis perdagangan antar bangsa itu bukan lagi tertumpu pada singapura,tapi negara2 nusantara kita. subhanallah, sepanjang jalur baru itu akan menjadi tumpuan jalur perdagangan dunia dan menjadikan Negara islam sangat KUAT.
Dan Nusantara yang akan memegang kendali, karena kitalah yang memegang kunci jalur perdagangan. Lihatlah peta di samping, betapa potensialnya Negara kita untuk menjadi jalur utama perdagangan, dengan Malaysia dan brunei sebagai pintu gerbang dan penyokongnya. 

Lihat peta diatas, lalu coba buat pola jalur pelayaran yang paling aman dan dekat yang menghubungkan belahan benua amerika,eropa, dan asia menuju Australia? Jalur mana selain nusantara yang bisa di gunakan? Yang paling aman dan dekat. Ada? Tidak ada jawabannya.. nusantaralah yang paling tepat.
Siapa yang menguasai jalur perdagangan,dia yang akan menguasai perekonomian, siapa yang menguasai perekonomian, dialah yang memiliki kendali besar, yang memiliki kendali besar itu dialah yang berkuasa untuk membuat pola, yang akan menjadi trendsetter,ustadziatul ‘alam. cita-citaku, cita-citamu, cita-cita kita semua kader dakwah.
Dan saudaraku, percayalah, ini harus dimulai. Dan tidak akan ada yang memulai bila tidak kita yang memulai. Jadi marilah kita mulai. Segalanya harus direncanakan bukan? Jadi mari kita rencanakan. Untuk menyambut kejayaan itu, saat dimana islam menjadi pusat kendali dunia, menjadi guru peradaban dunia. Dimulai dari kita, dari tangan kita.
Darisana saya mencoba mencari kunci-kunci utama (miftah= isim alat dari fataha yang artinya kunci,n_nv), ternyata kita harus memulainya dari 3 negara utama seperti yang saya sebutkan di atas. Indonesia,Malaysia,bruneidarussalam. (ini versi miftah, monggo bila ada referensi lain..). Dan saya menyebut konsep ini dengan konsep “Kebangkitan Islam dari Nusantara”.
Untuk visi besar ini,dan dengan didasari dengan segala paparan diatas, saya membuat suatu pusat komunikasi 3 negara ini, walau hanya baru via milist. Disini harapannya bisa saling mengeksplore perkembangan dakwah satu sama lain di Negara masing2…bukan sekedar itu tentunya, juga menghasilkan konsep2 besar.. resolusi bersama, untuk menggapai visi peradaban itu..insyaallah…
Ini mimpi besar saya, mimpi yang saya rasa kian nyata, kian dekat, kian jelas jalannya. Yang tadinya belum terpola arahnya, kini bukan lagi hanya sekedar kata abstrak., Alhamdulillah sketsanya sudah mulai berpola… DA’I GLOBAL… mimpi yang kian meneguhkan cita-cita saya, menjadi seorang ARSITEK PERADABAN.
Sungguh sangat besar cintaNya pada kita, konsep inilah yang di ajarkan Allah pada saya dalam jaulah singkat saya ke Negara tetangga… ini konsep dasarnya, dan subhanallah, Allah juga menunjukkan dan memberikan perangkat pendukungnya.. banyak mimpi dan konsep yang Allah berikan sebagai bekal. Tentunya Allah mengajarkan ini dengan tujuan besar,untuk bekal membangun sebuah tatanan peradaban besar nantinya. Peradaban islami.peradaban qur’ani. Peradaban madani. insyaallah…
Mungkin inilah mimpi saya yang mudah-mudahan menjadi spirit bersama.

Sebagai penutup, izinkanlah saya menyampaikan sebuah kisah seorang sahabat nabi,
Diriwayatkan dari Syidad bin al-Had radhiallahu ‘anhu bahwasanya seorang lelaki dari Arab Badui datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam –kemudian beriman kepadanya dan mengikuti ajarannya– lalu orang itu berkata kepada Nabi, “Aku berhijrah untuk mengikuti ajaranmu.” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berpesan kepada para sahabat tentang orang tersebut.
Setelah kembali dari suatu peperangan, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memperoleh harta rampasan perang. Rampasan tersebut dibagi-bagi untuk nabi dan para sahabat. Orang Badui tersebut juga mendapat bagian. Tetapi ia tidak kelihatan. Ketika suatu hari ia berada di tengah-tengah sahabat. Para sahabat memberikan jatah tersebut kepadanya.
Ia bertanya, “Apa ini?”
Para sahabat menjawab, “Bagian (jatah) mu yang telah disisihkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.” Ia mengambil jatah tersebut lalu mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seraya bertanya, “Apakah ini?” Beliau menjawab, “Aku telah menyisihkannya untukmu.”
Dia berkata, “Aku mengikutimu bukan untuk memperoleh seperti ini, tetapi agar aku terkena anak panah di sini -sambil mengisyaratkan ke lehernya- sehingga aku menemui ajalku dan masuk Surga.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika Engkau jujur kepada Allah, niscaya Allah percaya dan akan menyampaikan keinginanmu.”
Ia terdiam sejenak, kemudian bangkit untuk ikut serta memerangi musuh. Setelah itu datang seseorang menggotongnya sambil membawa pedang, dia terluka pada bagian sebagaimana yang ia isyaratkan, lehernya.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Apakah ini orang Badui yang itu?” Para sahabat menjawab, “Benar.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian bersabda, “Ia jujur kepada Allah maka Allah memenuhi permintaannya.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengkafaninya dengan baju jubah beliau, kemudian menshalatkannya. Di antara doa yang dipanjatkan Nabi untuknya adalah, “Ya Allah, ini adalah hambaMu, keluar dari kabilahnya untuk berhijrah menuju jalanMu, kemudian mati syahid karena terbunuh, dan aku menjadi saksi atas yang demikian itu.” ( Shahih Sunan an-Nasa’i, hal. 420.)

Dan ikhwah fillah rahimakumullah, insyaallah tulisan ini adalah bentuk kejujuran saya kepada Allah swt yang maha agung, mudah-mudahan Allah memperkenankannya… amiin..

Menaksir Cina: Bertarung di Perang Dunia III

Latar belakang tulisan ini ialah pro-kontra prakiraan Perang Dunia (PD) III yang semakin mengental auranya, entah di Jalur Sutra (Selat Hormuz) atau bergeser di Laut Cina Selatan dan lainnya. Entahlah. Telah banyak telaah tentang trendmapping dan negara mana kelak terlibat di dalamya. Global Future Institute (GFI), Jakarta perlu menurunkan artikel tentang kekuatan para adidaya atau negara yang akan terlibat, baik sisi peluang, ancaman, kekuatan maupun kelemahanya. Cina sebagai adidaya baru dipastikan ---baik langsung maupun tak langsung--- bakal terlibat secara masif dalam PD nanti. Dengan merujuk berbagai sumber pustaka baik buku, diskusi-diskusi di internal GFI maupun data yang berserak di dunia maya, maka inilah ulasan kami sesuai judul di atas

Vladimir Putin, Sosok “Satrio Paningit” Rusia, Inspirasi Bagi Indonesia

Sepertinya aura Perang Dunia (PD) III semakin kental di depan mata. Geliat para adidaya dan banyak  negara mempertontonkan hal yang sama. Terutama Amerika Serikat (AS), gerak lajunya akhir-akhir ini justru mengisyaratkan tanda-tanda bahwa bakal terjadi pergeseran lokasi PD, dari perkiraan semula di Timur Tengah (Selat Hormus) berubah di Asia Tenggara (Laut Cina Selatan). Sebagaimana dua tulisan sebelumnya yang bertajuk “Mengurai Skema, Langkah dan Modus Operasi Amerika Serikat sebagai Superpower” (03-02-2012) dan kajian soal Cina berjudul “Menaksir Cina: Bertarung di Perang Dunia III” (14-03-2012) di website GFI, bisa dijadikan rujukan kecil. Kali ini, GFI menurunkan kajian tentang Rusia, salah satu adidaya yang di-“gadang-gadang” bakal mengganti peran Amerika Serikat (AS) sebagai superpower pasca PD III nanti.


Urgensi Global Future Institute (GFI), menerbitkan kajian kekuatan para adidaya yang bakal bertempur nanti ialah dalam rangka pemahaman trend, mapping dan kelompok negara mana kelak yang terlibat termasuk kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluangnya. 
Dengan merujuk berbagai sumber pustaka baik buku, diskusi-diskusi internal maupun data yang berserak di dunia maya, inilah ulasan GFI sesuai judul di atas.  
Antara Satrio Paningit, “Revolusi” dan Demokrasi ala Rusia
Membahas masa silam Rusia memang terlalu panjang. Tulisan ini kita awali saja dari sejak keruntuhan Uni Soviet (komunis) dekade 1991-an.  Ya. Usai Perang Dingin (1947 - 1991), Rusia sempat hendak "gulung tikar" dan hampir-hampir menjadi negara gagal. Inflasi meroket, ekonomi ambruk serta dikuasai segolongan oligarch, kriminalitas dan mafia kejahatan merajalela, sistem sosial berantakan dan lainnya.  
Tatkala Januari 2000-an Presiden Boris Yeltsin menunjuk Vladimir Putin sebagai Perdana Menteri (PM), hampir mayoritas rakyat Rusia belum mengenalnya. Ibarat mitos “Satrio Paningit” yang dirindu berbagai kalangan di Indonesia, agaknya Putinlah orangnya di Rusia. Ia bukan hanya pemimpin hebat bagi Beruang Merah, tetapi juga ahli strategi.
Terdapat dua hal pokok yang mendorong ia berhasil. Pertama, kenaikan harga minyak dunia diatas 90 dollar per barel merupakan keberuntungan Putin. Betapa produksi minyak Rusia mencapai 10 juta barel per hari. Ia mampu memenuhi sendiri kebutuhan energinya terutama gas, dimana negara-negara Eropa tergantung ekspor gas dari Rusia. Kedua, kepemimpinan yang tegas dan tak ragu-ragu.Ini membuat semua kebijakan berhasil. Ia dikelilingi oleh orang-orang terpercaya dari St Petersburg daerah asalnya. Sangat berbeda dengan rezim sebelumnya, dimana anak-anak Yeltsin serta menantunya turut campur tangan dalam politik.  
Dalam dua periode masa jabatannya (8 tahun) dahulu, hampir sekitar 20 juta rakyat Rusia dientaskan dari kemiskinan, kemudian sistem pendidikan serta kesehatan diperbaiki, industri strategis dinasionalisasi, pengangguran dikurangi, korupsi bisa berkurang, pembayar pajak meningkat, utang luar negeri 200 miliar dollar dilunasi, mata uang rubel menguat, cadangan devisa menjadi 450 dollar AS (nomor tiga di dunia pada dekade 2007-an). Dan yang paling membahagiakan bahwa Putin dinilai rakyat berhasil membangun kembali martabat Rusia Raya sehingga disegani oleh dunia. 
Hasil survei The Wall Street Journal, 2007 lalu menyebutkan bahwa tingkat kepuasan dan dukungan rakyat terhadap Putin relatif stabil yakni 85 %.  Adapun prosentase fluktuasi tahun 2000 = 80 %,  2001 = 84 %,  2002 = 86 % dan tahun 2003 = 85 %. Hasil survei tadi tersirat makna bahwa rakyat Rusia "terbiasa" dengan rezim otoriter, bahkan takut kembali kacau seperti dekade 1990-an doeloe. Rakyat tidak peduli dengan sistem yang diterapkan Putin apakah demokratis atau tidak, yang penting rakyat merasa sejahtera dan citra negara terpandang di mata dunia.  
Harus diakui, “seni” kepemimpinan yang diterapkan menerima banyak kritik dari berbagai pihak (terutama negara Barat) selama bertahun-tahun karena dianggap otoriter. Bahkan Freedom House (2006) menilai Rusia sebagai negara yang "tak bebas". Akan tetapi Rusia tidak peduli, karena rakyatnya sendiri lebih menginginkan stabilitas dan kesejahteraan daripada demokrasi. Urusan perut dinilai lebih penting dibanding sekedar kebebasan. Hal pokok menjadi modal Putin kala itu adalah latar belakang dan pengalaman rakyat Rusia di masa lalu telah terbiasa dengan sistem otoriter. Mungkin warisan sejarah, bahwa partisipasi politik masyarakat di Rusia dari doeloe (1991) hingga kini sangat minimal dan elitis. Hampir dua pertiga rakyatnya tak pernah langsung berpartisipasi dalam politik. Maka wajar jika sampai sekarang belum pernah muncul civil society. Sepertinya rakyat hanya ingin memiliki negara kuat dan dapat menjamin hak-hak individu, keamanan dan kesejahteraannya. 
Oleh karena itu, “revolusi” oleh Putin yang menjadikan Rusia super centralized state melalui kepemimpinan mahakuat guna menjalankan dictatorship of law diterima oleh mayoritas rakyat, sebab individualisme dan humanisme liberal tidak punya akar kuat di Rusia. Sebaliknya kolektivisme serta korporasi senantiasa diatas hak-hak individu. Paternalisme menempatkan kepentingan masyarakat diatas hak individu. “Negara tanpa hukum akan menjadikan negara lemah, individu tidak bebas dan tidak bisa mempertahankan diri, maka semakin kuat negara akan semakin bebas pula individu”, kata Putin.
Langkah pertama Putin dengan demokrasi ala Rusia adalah "mempreteli" kekuasaan gubernur (sebelumnya gubernur bak raja-raja kecil) dari dipilih langsung oleh rakyat diubah total ditunjuk langsung presiden serta dapat disetujui atau ditolak DPRD-nya. Banyak opini menyatakan, penunjukan gubernur oleh presiden dianggap tidak demokratis, namun anehnya kini banyak negara barat yang dikenal demokratis (Belgia, Finlandia, Portugal dst) justru menirunya. Akhirnya opini yang ditebar oleh Barat ibarat meraung-raung di ruang hampa. Antara ada dan tiada. Hanya bergema tetapi tak berpengaruh apa-apa.  
Ya. Langkah Putin dianggap Barat sangat otoriter. Seperti kontrol negara terhadap media, menaikkan electoral threshold dari lima menjadi tujuh persen yang menyebabkan partai-partai kecil pro-liberal yang didukung Barat menjadi tersisih. Tetapi Putin tak peduli. Gak ngurus! Rakyatnya pun tidak terpengaruh "angin surga" demokrasi ala Barat.
Jangankan demokrasi, kekuasaan model apapun serta dimanapun di dunia niscaya mengenal check and balance. Hal ini yang mungkin kurang di Rusia. Kekuasaan presiden begitu dominan. Ia di atas kekuasaan eksekutif (dijalankan PM dan kabinet) dan legestatif (Duma dan Majelis Tinggi/Dewan Federasi), sementara yudikatif pun dikontrol presiden. Dan presiden membawahi langsung angkatan bersenjata, kepolisian, jaksa agung, dinas rahasia dan perang melawan teroris. Namun sistem demokrasi ala Beruang Merah justru membuat Rusia tak cuma makmur secara fisik bahkan rakyatnya pun kini dibolehkan keluar negeri dalam rangka kegiatan bisnis, wisata, keagamaan dan lainnya dimana hal ini ditabukan oleh rezim otoriter terdahulu.
Melalui dictatorship of law ---bukan supremacy of law--- seperti di Indonesia yang ternyata hanya macan kertas, hukum keras ditegakkan, meskipun belum sepenuhnya berhasil karena mafia kejahatan masih kuat, setidak-tidaknya telah terwujud stabilitas Rusia dibawah kepemimpinan Putin. Terpilihnya sebagai Person of The Year 2007 oleh majalah Time merupakan ujud pengakuan dunia atas kepemimpinan Putin yang mampu membawa Beruang Merah kembali menjadi negara kelas satu di muka bumi. 
Kebijakan Non Ideologis, “Selancar” di Antara Negara yang Bertikai
"Setiap sistem dominasi tergantung kekuatan militer, tetapi selalu membutuhkan pembenaran ideologis" -Jean Bricmont.
Di era Putin, kebijakan keluar Rusia cenderung non ideologis. Ini bertolak-belakang dengan rezim-rezim sebelumnya. Ada kesepakatan baik di bidang militer, diplomatik maupun energi antara Rusia, negara-negara Arab dan Israel tanpa memihak salah satu, termasuk kedekatan dengan Hamas dan Iran. 
Dalam perspektif hegemoni Rusia, karena ia sendiri merupakan negara produsen minyak, maka kawasan Timur Tengah bukanlah tujuan utama sehingga pendekatannya cenderung pragmatis. Tetapi dalam jangka panjang, sepertinya Rusia ingin menancapkan pengaruh agar dianggap sebagai “kekuatan besar lagi nyata”. Putin menyadari, mustahil membawa kembali Rusia seperti zaman Uni Soviet tempo doeloe, mendekati saja sudah cukup. 
Melalui pargmatisme, fokusnya lebih pada peran tradisional sebagai pemasok senjata, sekaligus mengakses pasar seluas-luasnya bagi perusahaan-perusahaan energi. Bila sebelumnya hanya membeli minyak dari Irak kemudian menjual kembali ke Eropa dan AS, kini melangkah jauh lagi baik ke Arab Saudi, Iran, Syria, Yordania maupun Israel dan lainnya. 
Selama kepemimpinan Putin, kerjasama non ideologis dengan Israel berjalan signifikan. Maka selain bidang energi, industri berat, penerbangan serta obat-obatan, bahkan semenjak tahun 1989-an hampir satu juta orang Yahudi bekas Uni Soviet telah berimigrasi sehingga populasi Israel naik 20 %. Tatkala terjadi terorisme di Beslan 2004 yang menewaskan 300-an orang lebih, Israel yang pertama mengecam teroris dan mengucapkan belasungkawa kepada Rusia.
Disamping terus mengurai kerja sama dengan Israel, ia juga menjalin hubungan dengan Hamas dan Iran, musuh-musuh bebuyutan Isarel. Misalnya proyek enam reaktor nuklir dari Iran senilai $ 10 Milyar dianggap “berkah” karena memperkerjakan ribuan ilmuwan Rusia dan menghidupkan kembali pasar teknologi nuklir yang menyusut. Hubungan bertambah erat tatkala Iran membeli satelit komunikasi, jet-jet tempur serta munculnya gagasan agar proyek minyak dan gas Iran dikelola sepenuhnya oleh perusahaan-perusahaan Rusia. Kemudian juga penjualan senjata-senjata ke Syria dan lainnya. 
Ada beberapa alasan Isreael untuk khawatir atas hubungannya dengan Syria, Hamas dan Iran yang cukup harmonis, terutama selain program nuklir bahwa Ahmadinejad-lah satu-satunya kepala negara yang mengusulkan Israel dihapus dari peta. Termasuk penolakan Putin memasukkan Hamas dan Hizbullah sebagai organisasi teroris serta membiarkan uang mengalir bebas dari Rusia kepada dua musuh Israel tadi. Itulah seni Putin. Sebuah sikap “kemunafikan” ditampilkan karena hubungan mesra dengan “para teroris” yang justru ingin kehancuran Israel. Kendati hubungannya tetap terlihat “baik-baik saja”, tetapi beberapa Komunitas Pertahanan di Israel curiga atas sikap Rusia selama ini di Timur Tengah, bahkan ada yang menyebut sebagai “penyesatan”. Oleh sebab tahun 2002 Putin pernah berjanji, bahwa tidak akan membantu musuh-musuh Israel.
Ada nostalgia berkembang di jajaran negara Arab agar kebijakan Rusia di Timur Tengah hendaknya lebih “Soviet” lagi. Aspirasi serta hasrat ini, sering muncul baik melalui pernyataan di publik maupun pribadi. Bahkan ketika memberi kuliah di  Institut Negeri Hubungan Internasional, Moskow (2005) pun, Bashar al Assad berkata: " .. peran Rusia di dunia sangat besar dan memiliki otoritas kolosal, terutama di negara-negara Dunia Ketiga. Ada harapan besar di negara-negara bahwa Rusia akan mengembalikan posisi awal dalam urusan dunia". Gayung bersambut, Aljazair pun menyatakan harapan yang sama, bukan karena motivasi pengampunan utang era Soviet doeloe sebesar $ 7,5 Milyar, namun semata untuk kepentingan “pendinginan” suasana panas di Timur Tengah akibat geliat Israel selaku organ pemecah di Jazirah Arab versi Henry Bannerman, PM Inggris (1901). 
Hal lain yang menarik di Rusia ialah keberpihakan kuat Putin kepada Islam, ini bisa dilihat dari statement dan kebijakan menutup media massa yang memuat kartun Nabi Muhammad sewaktu Hamas akan berkunjung ke Moskow, ia menyatakan, “Rusia selalu mejadi bek paling setia, dapat diandalkan dan konsisten terhadap kepentingan Islam”. Tak dapat disangkal, bahwa tingkat kelahiran dan perkembangan Islam di Rusia sekarang ini lebih tinggi dari sebelumnya.
Dinamika politik Rusia terlihat dramatis. Memang, setiap hubungan apapun tak berlangsung di ruang hampa. Dengan Israel misalnya, niscaya ada efek langsung dan tidak langsung. Atau dengan Iran, Syria, Hamas dan seterusnya. Menjadi logis ketika “kepentingan nasional”-nya didahulukan terkait kebijakan non ideologis di Timur Tengah. Itulah yang harus disadari bersama. 
Kekuatan Militer
Di bawah kepemimpinan Putin, perekonomian Rusia bangkit kembali. Sehingga Rusia berhasil memodernisasikan kembali Angkatan Bersenjatanya secara bertahap sesuai dengan pola ancaman yang dihadapi dan strategi yang diterapkan. Bahkan di era kepresidenan Dmitry Medveded sekarang, Rusia terus mengembangkan kekuatan militernya, termasuk memproduksi rudal dan kapal selam berkapasitas nuklir generasi baru.
Moskow juga siap mengucurkan dana US$ 140 miliar untuk anggaran militernya hingga 2011. Suatu jumlah anggaran yang cukup fantastis dan tertinggi sejak runtuhnya Uni Soviet. 
Mei 2007 lalu, Rusia berhasil menguji coba RS-24 rudal generasi baru yang mampu merontokkan tameng rudal Amerika Serikat, Bahkan menurut informasi, Presiden Medvedev sempat  mengerahkan rudal jarak pendek untuk menandingi tameng rudal Amerika di Polandia.
Postur pertahanaan Rusia semakin disegani lawan-lawannya dari Eropa Barat ketika pada April 2007 salah satu dari 12 kapal selam kelas Borel baru (proyek 955) diluncurkan. Kapal selam yang kemudian mulai dioperasikan seja November 2008 itu akan dilengkapi dengan 12 rudal Bulava baru. Yang mana satu rudal mampu membawa enam hulu ledak. 
Rusia memang punya alasan untuk unjuk kekuatan kembali di matra militer. Dari data yang berhasil dihimpun oleh Tim Riset Global Future Institute, postur angkatan bersenjata Rusia perkembangannya memang cukup fantastis. Berikut data kekuatan militer Rusia.

PERSONNEL
Total Population: 138,739,892 [2011]
Available Manpower: 69,117,271 [2011]
Fit for Service: 46,812,553 [2011]
Of Military Age: 1,354,202 [2011]
Active Military: 1,200,000 [2011]
Active Reserve: 754,000 [2011]

ANGKATAN DARAT
Total Land Weapons: 91,715
Tanks: 22,950 [2011]
APCs / IFVs: 24,900 [2011]
Towed Artillery: 12,765 [2011]
SPGs: 6,000 [2011]
MLRSs: 4,500 [2011]
Mortars: 6,600 [2011]
AT Weapons: 14,000 [2011]
AA Weapons: 4,644 [2011]
Logistical Vehicles: 12,000

ANGKATAN UDARA
Total Aircraft: 2,749 [2011]
Helicopters: 588 [2011]
Serviceable Airports: 1,213 [2011]

SUMBER DAYA ALAM
Oil Production: 10,120,000 bbl/Day [2011]
Oil Consumption: 2,740,000 bbl/Day [2011]
Proven Reserves: 74,200,000,000 bbl/Day [2011]

LOGISTIK
Labor Force: 75,550,000 [2011]
Roadway Coverage: 982,000 km
Railway Coverage: 87,157 km

FINANSIAL (USD)
Defense Budget: $56,000,000,000 [2011]
Reserves of Foreign Exchange & Gold: $483,100,000,000 [2011]
Purchasing Power: $2,223,000,000,000 [2011]

GEOGRAFIS
Waterways: 102,000 km
Coastline: 37,653 km
Square Land Area: 17,098,242 km
Shared Border: 20,241 km

ANGKATAN LAUT
Total Navy Ships: 233
Merchant Marine Strength: 1,097 [2011]
Major Ports & Terminals: 7
Aircraft Carriers: 1 [2011]
Destroyers: 14 [2011]
Submarines: 48 [2011]
Frigates: 5 [2011]
Patrol Craft: 60 [2011]
Mine Warfare Craft: 34 [2011]
Amphibious Assault Craft: 23 [2011]
Fakta inilah yang akhirnya berhasil memicu ketakutan negara-negara NATO, sehingga pada 27 Juni lalu negara-negara anggota pakta pertahanan Eropa Barat tersebut sepakat untuk kembali menjalin kerjasama militer dengan Rusia setelah sempat terhenti selama sepuluh bulan. 
Ini suatu bukti nyata bahwa reputasi Rusia di Eropa Timur masih tetap disegani dan diperhitungkan sebagai lawan yang cukup berbahaya. Rupanya NATO berangapan bahwa merangkul Rusia dalam jalinan kerjasama strategis akan mencegah Rusia untuk memainkan skemanya sendiri di kawasan Eropa Timur. 
Serangan militer Rusia ke Georgia untuk melindungi dua provinsi yang bermaksud melepaskan diri dari Georgia yaitu Ossetia Selatan dan Abkhazia. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov telah mendesak NATO untuk menghargai aspirasi kedua provinsi di Georgia tersebut untuk memisahkan diri dari Georgia sebagaimana ketika Georgia dahulu melepaskan diri dari Uni Soviet. 
Selain itu, Rusia sepertinya juga tidak takut-takut untuk memprotes mitranya dari eropa barat atas keputusannya untuk menerima keanggotaan Ukraina dan Georgia sebagai negara-negara anggota NATO. Masuknya kedua negara bekas bagian Uni Soviet tersebut memang bikin Rusia tidak nyaman. Maklum, Georgia dan Ukraina sepertinya memang bermaksud menantang Rusia, dan terang-terangan mengundang dukungan dan bantuan dari Amerika dan sekutnya dari Eropa Barat. 
Bahkan, bertepatan dengan hari kemenangan Angkatan Bersenjata Soviet menghancurkan Jerman pada Perang Dunia Kedua, Amerika dan NATO sepertinya sengaja memprovokasi Rusia dengan menggelar latihan militer bersama di negara Georgia yang berbatasan langsung dengan wilayahn kedaulatan Rusia. 
Bukan itu saja. Bahkan Rusia mengecam rencana pembangunan tameng rudal Amerika di Republik Ceko dan Polandia. Semua ini dinilai Rusia tidak saja merupakan provokasi terhadap Rusia, tapi juga bisa membahayakan kedaulatan wilayah Rusia secara keseluruhan. 
Karena itu, ketika Georgia ada gelagat akan menghancurkan Ossetia Selatan dan Abkhazia karena bermaksud memerdekakan diri dari Georgia, dengan serta merta Rusia langsung mengirim pasukan militernya menggempur Georgia. 
Inilah untuk kali pertama Rusia mengerahkan pasukannya ke luar negeri sejak pasca keruntuhan Uni Soviet pada 1991. Dan NATO, nampaknya berpikir dua kali untuk memenuhi seruan Georgia agar membantu membalas serangan militer Rusia. 
Tapi apa mau di kata, Rusia sejak di bawah kepemimpinan Putin dan Medvedev ternyata telah kembali memulihkan reputasinya sebagai negara adidaya di bidang militer.  
Dan yang paling penting dari semua itu, Rusia berani menentang keras rencana NATO ketika bermaksud membangun tameng rudal di Eropa dan menilai hal itu sebagai faktor penghambat ke arah baru hubungan Rusia-Amerika-NATO. 
Bagi Amerika dan para sekutu baratnya, jelas ini merupakan perkembangan yang cukup krusial.  Sehingga Washington dan sekutu sekutu baratnya selalu melancarkan propaganda lewat media massa arus utama yang disponsori para konglomerat raksasa di AS, bahwa gaya kepemimpinan Rusia ala Putin tidak  bisa diterima dan bertentangan dengan demokrasi. 
Namun Putin pun sejak masa kepresidenan yang dia pimpin sebelumnya, juga tak kalah keras dalam menyerang balik Amerika. Berkali-kali Putin memperingatkan AS supayatidak menjadi kekuatan tunggal yang mendominasi dunia secara sepihak. Karena menurut Putin, hegemoni Amerika justru bakal membawa dunia ke dalam  ketidakseimbangan. 
Bisa jadi, inilah yang membuat ”mantra Obama” di Rusia menjadi tidak mempan sama sekali. Ini terlihat jelas ketika Obama berkunjung ke Rusia, disambut dengan dingin dingin saja. Kecaman Obama bahwa Putin masih berpikir dalam kerangka Perang Dingin,  di mata masyarakat Rusia justru menunjukka bahwa Putin memiliki kepekaan intuitif dalam membaca konstalasi politik internasional.
Putin sepertinya bisa membaca gelagat bahwa di balik retorika Obama agar Rusia melepaskan diri pola pikir Perang Dingin, sebenarnarnya tersembunyi sebuah agenda untuk menata-ulang hegemoni Amerika di pentas dunia internasional.   
Karena itu, pernyataan konfrontatif Obama beberapa waktu berselang, yang menyerang Putin sebagai sosok pemimpin yang salah satu kakinya masih berada di era Perang Dingin, nampaknya justru tidak banyak membantu dalam mencairkan komunikasi politik antara Amerika dan Rusia.
Rekomendasi GFI, secara politik, ekonomi dan militer Rusia layak menjadi superpower pengganti AS karena selain memiliki energy security yang anti embargo karena bisa memenuhi kebutuhan energinya tanpa harus impor, kemudian kemajuan teknologi di berbagai bidang, dan terutama kekuatan militernya dapat diandalkan. Dan layak untuk jadi bahan pelajaran penting bagi para pemegang otoritas politik, ekonomi dan militer Indonesia. 
Dengan demikian, asumsi Bricmont di atas masih berlaku bagi Rusia, hanya oleh Putin dipenggal kalimat bagian belakangnya: sistem dominasi memang tergantung kekuatan militer! 
Bukan itu saja. Bagi Indonesia, yang sedang merindu lahirnya pemimpin dan kepemimpinan baru pada 2014 mendatang, sosok Putin sebagai satrio piningit, kiranya bisa menjadi inspirasi untuk menghadirkan kembali sosok kepemimpinan yang mampu menjiwai aspiras rakyat dan bangsanya.

Kehadiran Militer AS di Mindanao dan Kepulauan (Filipina) Sulu dan Putra Jaya (Malaysia), Pertajam Rivalitas AS-Cina di Laut Cina Selatan

Informasi terkini dari jaringan saya di beberapa negara ASEAN, mengabarkan bahwa Pasukan Amerika sudah mulai menduduki Mindanao dan Kepulauan Sulu. Bahkan mulai mengambil posisi di Putra Jaya,  Malaysia.  Perkembangan ini semakin memperkuat prediksi saya dalam beberapa artikel sebelumnya bahwa kehadiran militer AS di Darwin, Australia, bertujuan untuk menyiagakan segala kemungkinan bila terjadi Perang Terbuka antara Amerika Serikat versus Cina di kawasan Asia Tenggara.


Dalam beberapa artikel saya sebelumnya, jelas ada indikasi kuat semakin menajamnya konflik daerah perbatasan antara Filipina dan Cina terkait dengan daerah di sekitar Laut Cina Selatan yang diyakini kaya akan sumberdaya alam seperti minyak, gas dan tambang.
Lalu  apa sisi strategis terkait informasi kehadiran militer AS di Kepulauan Sulu? Mari kita kilas balik sejenak. 
Meski selama 400 tahun tidak pernah jadi bagian wilayah jajahan bangsa mana pun, Perjanjian Paris (10 Desember 1898), secara sepihak menyatakan bahwa Sulu dijual oleh Spanyol kepada AS sebagai pemenang. Perjanjian ini membuka pintu invasi militer AS ke Kesultanan Sulu, 19 Mei 1899, tapi tak mengalahkannya. Kekuasaan AS secara sepihak menyatukan Kesultanan Sulu dan Mindanao, sebagai satu wilayah. Sementara Sabah dijadikan bagian dari wilayah Malaysia.
Dari fakta sekilas ini saja, jelas lah sudah bahwa Amerika secara  merasa memiliki hak sejarah untuk menguasai Kepulauan Sulu. Tapi, benarkah Amerika semata-mata bermaksud mengincar Kepulauan Sulu? 
Sumber kami dari Kepulauan Sulu, membenarkan bahwa kehadiran militer Amerika di Jolo, Sulu Darul Islam, karena adanya dorongan kuat untuk menguasai Kepulauan Spratly di Laut Cina Selatan. Bila perlu mengambil resiko terjadinya Perang terbuka antara Amerika Serikat dan Cina. 
Karena menurut prediksi dan pengamatan dari beberapa network associate di Kepulauan Sulu kepada The Global Review, Amerika sepertinya sangat berkepentingan untuk mengobarkan perang agar bisa lari dari kejatuhan mata uang dolar(krisis ekonomi) di dalam negeri. Dalam kerangka skema strategis ini, menguasai Kepulauan Sulu menjadi salah satu sasaran yang cukup penting.
Namun menariknya, berdasarkan studi pustaka yang dilakukan oleh Tim Riset Global Future Institute, Kepulauan Sulu sejatinya lebih dekat dengan Indonesia daripada dengan Filipina. 
Kesultanan Sulu berada di sebuah Pulau Kecil, tak jauh dari Kalimantan Utara, yang merupakan bagian dari Nusantara. Wilayah Nusantara sendiri aslinya meliputi Kesultanan Pattani (Thailand Selatan), sejumlah Kesultanan di Semanjung Malaysia (saat ini tersisa Sembilan Kesultanan), Kesultanan Tumasik, sejumlah Kesultanan di Kepulauan Indonesia, Kesultanan Brunei, dan Kesultanan Sulu sendiri, yang kini menjadi bagian dari Filipina Selatan.
Berdirinya Kesultanan Sulu berlangsung hampir bersaman dengan berdirinya Kesultanan lain di wilayah ini, yaitu di abad ke 13 M.
Sialnya, ada fase dalam sejarah ketika Kesultanan Sulu sendiri sempat memberi ruang pada Amerika untuk menguasai secara geografis daerah tersebut. 
Misal, dalam masa transisi kekuasaan AS kepada pemerintahan nasional Filipina, Sultan Jamalul Kiram II, 9 Juni 1921, mengajukan petisi agar Kepulauan Sulu dijadikan Wilayah Permanen AS. Sebuah petisi lain menyusul, Deklarasi Hak dan Tujuan, 1924, menyatakan keinginan rakyat Sulu untuk secara permanen menjadi bagian dari teritori AS atau sebagai 'kesultanan independen dengan sebutan Bangsa Moro. Maret 1935, para pemimpin Sulu mengeluarkan Deklarasi Dansalan dengan tegas menolak aneksasi Tanah Moro oleh Republik Filipina, yang disiapkan kemerdekaannya dan dinyatakan merdeka oleh AS  pada 1946.
Sebutan 'Bangsa Moro' sesungguhnya mengacu kepada beberapa etnis Muslim yang berbeda. Bangsa Moro setidaknya terbagi dua etnis besar, Bangsa Tau Sug, yang mukim di Kepulauan Sulu, dan Bangsa Mindanao, yang mukim di sebagian besar P Mindanao, di sebelah utaranya. Keduanya merupakan Kesultanan Islam yang terpisah (Sulu dan Magindanao). Di luar dua etnis utama ini masih ada berbagai etnis lain, Yakan, Kagayan, Iranum, Kalibungan, serta Suku Bajo, yang sebagian juga hidup di wilayah Malaysia dan Indonesia.
Sultan Muizzudin II didaulat sebagai Sultan pada 19 Maret 2009, sebelumnya namanya adalah Datu Ladjamura bin Datu Wasik Aranan. Pada 17 November 2010 rakyat Sulu telah kembali menegaskan dan menyatakan diri sebagai kesultanan merdeka, Kesultanan Sulu Darul Islam, dengan kota Jolo sebagai ibu kotanya.
Namun saya belum bisa memprediksi seberapa krusial isu kemerdekaan Kesultanan Sulu ini akan memicu semakin rumitnya krisis di kawasan Asia Tenggara. Karena jika informasi sumber the Global Review ini benar, kehadiran militer AS di Kesultanan Sulu tersebut, tetap harus dibaca dalam kerangka persekutuan tradisional AS-Filipina sejak negara Paman Sam ini mengambil-alih Filipina dari tangan Spanyol. 
Dalam situasi ketika persekutuan Filipina dan Amerika terbilang cukup solid, maka adanya isu kemerdekaan Kesultanan Sulu justru akan kontra produktif dibandingkan pecahnya Indonesia menjadi 7 bagian sebagaimana rekomendasi yang pernah diajukan oleh Rand Corporation kepada Presiden Bill Clinton pada 1998. 
Lantas, seberapa valid informasi kehadiran militer AS di Kepulauan Sulu dan Mindanao serta Putra Jaya, Malaysia? 
Selain masih terdapat sedikit masalah ekonomi akibat krisis, persoalan militer Cina ternyata lumayan juga. Bahwa pertahanannya tergantung pada laut lepas, sementara konfigurasi Laut Cina Selatan dan Laut Cina Timur sangat mudah diblokade dari luar.
Misalnya Laut Timur terbentang di antara pulau-pulau Korea, Jepang dan Taiwan, kemudian Laut Cina Selatan lebih tertutup lagi yakni pada bentangan antara Taiwan, Filipina, Indonesia dan Singapura. Keprihatinan besar Beijing saat ini adalah rencana blokade oleh AS yang bakalan berdampak signifikan terhadap perekonomian Cina secara menyeluruh. Maka informasi di atas benar adanya, kemungkinan dalam percepatan blokade Laut Cina Selatan yang akan menggoyahkan perekonomian Cina nantinya. Istilahnya ditebar shock and awe dulu, setelah kepayahan baru digempur. Lagu  lama ala AS memang. 
Namun demikian, di tengah semakin memanasnya pertarungan perebutan pengaruh antara AS dan Cina di Luat Cina Selatan dan Selat Malaka, soal Kesultanan Sulu yang ingin lepas dari kedaulatan Filipina kiranya perlu menjadi  perhatian intensif kita bersama.

Popular Posts