PASUKAN PANJI HITAM THE BLACK BANNER

Monday, October 26, 2015

Didukung 12 Pangeran Saudi, Isu Raja Salman Bakal Digulingkan Menguat





RIYADH - Isu untuk menggulingkan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz, semakin menguat, setelah 12 pangeran Saudi putra dari pendiri kerajaan diklaim mendukung rencana kudeta itu. Pangeran Ahmed bin Abdulaziz, 73, saudara dari Raja Salman dan mantan Menteri Dalam Negeri Saudi menjadi tokoh favorit untuk menggantikan Raja Salman.

Kemana Identitas Makkah ?


Betapa berubahnya Mekah. Duduk di salah satu sudut Masjidil Haram ketika matahari meredakan panasnya, kita bisa merasakan bayang-bayang sebuah bangunan yang menjangkau langit dari arah Selatan.
Memang: di seberang gerbang Baginda Abdul Aziz, berdiri sebuah super-gedung, (baru diresmikan Agustus tahun ini), yang disebut Abraj al Bait. Raksasa ini lebih dari 600 meter tingginya: menara waktu yang paling jangkung sedunia. Empat muka jam di puncaknya masing-masing berbentuk mirip Big Ben di London, meskipun mengalahkannya dalam ukuran: diameternya masing-masing 46 m, dengan jarum panjang yang melintang 22 meter. Dan berbeda dari Big Ben, di jidatnya yang diterangi dua juta lampu LED tertulis ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ , “Allahu Akbar.”
Di Abraj al Bait ada 20 lantai pusat perbelanjaan dan sebuah hotel dengan 800 kamar. Juga tempat tinggal. Garasenya bisa menampung 1.000 mobil. Tapi para tamu dan penghuni juga bisa datang dengan helikopter (ada lapangan untuk menampung dua pesawat), karena ini memang tempat bagi mereka yang mampu menyewa, atau memiliki, kendaraan terbang itu. Ongkos semalam di salah satu kamar di Makkah Clock Royal Tower bisa mencapai 7.000.000 rupiah.
Dari ruang yang disejukkan AC itu orang-orang dengan duwit berlimpah bisa memandang ke bawah — ya, jauh ke bawah — mengamati ribuan muslimin yang bertawaf mengelilingi Kaabah bagai semut yang berputar mengitari sekerat coklat.

Arab Saudi bukan “Negara Islam”, Tapi “Negara Tiran Berpaham Wahabi”

Salah satu kehebatan negara Saudi adalah keberhasilannya dalam menipu kaum Muslim, seakan-akan negaranya merupakan cerminan dari negara Islam yang menerapkan al-Quran dan Sunnah. Keluarga Kerajaan juga menampilkan diri mereka sebagai pelayan umat hanya karena di negeri mereka ada Makkah dan Madinah yang banyak dikunjungi oleh kaum Muslim dari penjuru dunia.
Saudi juga terkesan banyak memberikan bantuan kepada kelompok Islam maupun negeri-negeri Islam untuk mencitrakan mereka sebagai pelayan umat dan penjaga dua masjid suci (Khadim al-Haramain). Akan tetapi, citra seperti ini semakin pudar mengingat sepak terjang keluarga Kerajaan selama ini, terutama persahabatannya dengan AS yang mengorbankan (nyawa, harta dan negara) kaum Muslim.
Orang-orang awam selama ini menjadi korban dari berita-berita penipuan yang sengaja disebarkan oleh para pemuja Kerajaan Arab Saudi. Kaum Muslimin lupa, bahwa yang menjadi penguasa Makkah dan Madinah saat ini adalah Keluarga Kerajaan (Alu Saud) yang mengusung paham Khawarij dan Mujassimah, bukan Ahlussunnah. 

Saturday, October 24, 2015

Pertempuran di Hama dan Homs, Mujahidin Timpakan Kerugian Besar pada Rezim Syiah

Foto: Koalisi Mujahidin Pedesaan Homs Berhasil Menyita Tank Pasukan Rezim.
 
Jaisyul Fath pada Kamis (22/10) telah meluncurkan pertempuran baru melawan rezim Nushairiyyah di provinsi tengah Hama, aktivis lapangan mengatakan kepada Zaman Al Wasl.
Aliansi kelompok-kelompok Islam, termasuk Jabhah Nusrah dan Ahrarusy Syam, telah memobilisasi pasukan mencapai 24, 000 Mujahidin di pedesaan timur dan utara Hama untuk mengusir pasukan rezim Assad dan sekutunya milisi Syiah internasional.
Mujahidin berhasil membuat kemajuan di dalam pertempuran Hama, ujar komandan salah satu faksi Mujahidin yang terlibat dalam operasi.
Tembakan artileri Mujahidin Jaisyul Fath mengguncang pangkalan rezim di desa Atshan, Skeik dan Maan. Aktivis juga melaporkan akibat serangan tersebut sejumlah keluarga rezim mengungsi dari desa-desa terdekat.

Mengapa ISIS gencar menyerang Mujahidin dan lebih membiarkan Syiah?





Janes Intelijen, merilis data baru-baru ini yang menyoroti jumlah operasi yang dilakukan oleh kelompok “Daulah Islamiyah” atau Islamic State (IS) yang sebelumnya dikenal sebagai ISIS, dan rezim Bashar Al-Assad.

Ditemukan sekitar 64% dari serangan ISIS telah diverifikasi di Suriah tahun ini (21 November 2013 -21 November 2014) yang menargetkan kelompok pemberontak lainnya (mujahidin). Hanya 13% dari serangan ISIS selama periode yang sama yang ditargetkan kepada pasukan Assad. Hal ini juga ditemukan dalam operasi-operasi kontra-terorisme rezim Assad, lebih dari dua-pertiga serangan udara, sangat condong terhadap berbagai kelompok yang namanya bukan ISIS. Dari 982 operasi kontraterorisme tahun ini, hanya 6% yang secara langsung menargetkan ISIS, lapor The Guardian, sebagaimana dilansir Muqawamah Media pada Senin (8/6/2015).

Friday, October 23, 2015

“Perang” Suriah Dari Masa ke Masa

Di masa depan, Suriah juga akan menjadi saksi kedatangan Dajjal dan Nabi Isa As. Perang akhir zaman ini hanya bisa dibaca dengan cerdas dengan iman
“Perang” Suriah Dari Masa ke Masa
Suriah juga akan jadi saksi kedatangan Dajjal dan Nabi Isa As. Perang akhir zaman ini hanya bisa dibaca dengan cerdas dengan iman.
 Oleh: Nugra – Abu Fatah

SURIAH (Syiria) salah satu negeri tertua dalam sejarah peradaban manusia, dan telah menyaksikan konflik antar imperium dari masa ke masa.
Sebelum lahirnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam, Suriah telah menjadi medan pertempuran besar antara Romawi dan Persia. Satu ronde dimenangkan Romawi dan satu ronde dimenangkan Persia dalam perang besar. Hal tersebut bahkan direkam al-Quran.
Empat tahun setelah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam wafat, Suriah kembali menjadi saksi kemenangan pasukan Muslim di bawah komando Khalid dan Abu Ubaidah. Pasukan dan kekuasaan Bizantium (Romawi Timur) pimpinan Heraklius harus angkat kaki selama-lamanya dari tanah Suriah dan sekitarnya.

Monday, October 19, 2015

Pemakaian Alat Komunikasi Nirkabel Dapat Membahayakan Mujahidin Suriah

Revolusi Suriah telah mengenal penggunaan perangkat sinyal nirkabel (wireless) sejak beberapa bulan pertama dimulainya revolusi Suriah, di mana Mujahidin terpaksa menggunakan alat-alat tersebut yang biasa disebut walkie talkie agar data atau informasi tidak jatuh ke tangan patroli intelijen rezim Assad, dan untuk mengatasi kendala jaringan Internet yang seringkali diputus rezim sebelum melancarkan serangan di setiap daerah, dan kemudian walkie talkie tersebut dalam penggunaannya berkembang menjadi salah satu bagian yang tak terpisahkan dalam pertempuran. 

Pertempuran Sengit di Selatan Aleppo, Mujahidin Pukul Mundur Rezim Syiah Dua Kali

Pedesaan selatan Aleppo menyaksikan pertempuran sengit antara faksi-faksi Mujahidin yang dipimpin oleh koalisi Fathu Halab di satu sisi dan kekuatan rezim Assad yang didukung oleh pesawat militer Rusia di sisi lain; di mana kedua desa Al-Wadihi dan Al-Sabiqiyah menyaksikan pertempuran hebat yang berakhir dengan Mujahidin mampu memperketat kontrol atas daerah mereka. 

Sunday, October 18, 2015

The Kremlin’s Favorite Muslim, Kadyrov, Goes Too Far


Putin’s most ambitious and ruthless supporter in Chechnya appears to be spinning out of control, with deadly consequences.
MOSCOW — Earlier this month, the leader of Chechnya, Ramzan Kadyrov, informed his more than one million followers on social networks that he had become “the happiest man in this land.” Something had come to pass that he never could have dreamed of, he said. He had had a transfusion, he said, from a descendant of the Prophet Mohammed, so now he has the Prophet’s blood flowing through his veins.
In a not-for-attribution conversation last week, a Russian government official told The Daily Beast that the blood transfusion was seen in Moscow, as “something totally insane and wild,” but that it hardly the worst of the bad news about Kadyrov.
The Russian opposition has taken to accusing the Chechen leader, publicly,  of murder.

The Secret Life of an ISIS Warlord


Abu Omar al-Shishani has a fierce, gorgeous Chechen bride. He learned intelligence operations from the U.S. And his older brother may be the real genius of ISIS.
PANKISI GORGE, Georgia—The mother of martyrs, a woman in her fifties, is delicately beautiful and visibly in pain. She covers her hazel eyes and sobs over a photo album as the call to prayer echoes throughout the Georgian village of Jokolo, just south of the Chechen border.The mother’s story involves one of the most notorious jihadists in the world, a man who served in intelligence units trained by Americans and the British, a man who is the face of the ISIS conquests, and a man who took her late son’s wife for his own bride. The mother, Leila Achishvili, tries hard to maintain her poise, even as she discusses the death of both of her boys, Hamzat and Khalid Borchashvili. She is halfway through a box of tissues. Her story has just begun.

Ramzan Kadyrov: Chechen warlord accused of brutal rule

People walk past burnt out kiosks at a street market close to a destroyed building housing the housing the local media known as the Press House, in central Grozny, on December 4, 2014. Heavily-armed gunmen attacked a police post killing several officers before storming a building housing the local media and a school in the capital. AFP PHOTO/ELENA FITKULINA
When Chechnya’s ruler Ramzan Kadyrov ordered his security forces last week to open fire on any Russian policeman who appeared on his territory without prior approval, he openly stated a rule that many of his subjects have suffered under for several years: inside the North Caucasus republic, he, and he alone, is master.
Even though war officially ended six years ago, the Chechen republic continues to be one of the most violent places in Russia.
Gleaming Grozny City Rising From Ruins...GROZNY - JANUARY 20: General view of downtown in Grozny the Russian region of Chechnya on January 20, 2015. The new Grozny City development is the centerpiece of a transformation that has changed the capital of Chechnya from the charred wreckage that was left after the wars of the 1990s and remained until only a few years ago. (Photo by Sefa Karacan/Anadolu Agency/Getty Images)
Six years after the war, the capital city may have been rebuilt but the Chechen republic remains one of the most violent places in Russia
Local residents and human rights advocates accuse the former warlord of imposing a brutal rule. There are frequent disappearances and killings and no avenues for redress.

Monday, October 12, 2015

TANDA-TANDA PERANG DUNIA KETIGA TELAH DIMULAI SEJAK PERANG SURIAH



Fenomena ARAB SPRING yang tadinya di iklankan membawa jargon demokrasi liberal  dan dimulai dari Tunisia yang kemudian menjalar ke Libya dan MESIR (dimana sekarang ini menjadi pemerintahan diktator dan otoriter setelah kudeta militer atas Mursi yang terpilih secara Demokratis dan transparan) yang kemudian “Arab spring” dengan iklan demokrasi liberalnya sebagai sistem yang paling sempurna dalam kehidupan manusia yang memang dari watak dasarnya selalu ingin saling kuasa- menguasai atau hegemoni diantara suku bangsa ataupun dalam suatu lingkungan keluarga dalam lingkup kecil dan terbatas.

TANDA-TANDA PERANG DUNIA KETIGA  TELAH DIMULAI SEJAK PERANG SURIAH
Pergerakan Arab Spring yang dimulai dari media social tersebut ternyata terhenti dan berkecamuk menjadi perang penggulingan rezim  As’ad di Suriah lalu meluas ke irak, yaman, libanon dan sekitar wilayah timur-tengah lainnya, dan terkini meluas ke ukraina, Azerbaijan serta wilayah Armenia dan sekitarnya. Tentunya dalam hal konflik di beberapa wilayah timur  tengah  dan kaukasia yang menjadi bekas wilayah uni soviet bagi masyarakat awam hal tersebut tidak berkaitan atau tiada konektifitas. Apa yang ada dibenak anda, jikalau saya katakan semua hal itu ada konektifitas saling terkait sehubungan dengan keterlibatan terselubung amerika dan sekutunya dalam konflik suriah sebagai penyokong kelompok pemberontak  bersenjata dan wilayah timur tengah lainnya, dan aliansi  Rusia, china, Iran yang mendukung Rezim Bashar al-as’ad untuk tetap berkuasa walau tidak secara langsung seperti halnya Amerika dan sekutunya yang tidak secara langsung  turut dalam konflik suriah tersebut.

Update/misteri-tentang-pemuda-bani-tamim



MISTERI TENTANG PEMUDA BANI TAMIM
Pemuda dari timur pembawa panji hitam

 

 

 

 

 

 

 

  Biasanya bila pengkaji masalah akhir zaman khususnya bila sampai pada tema al- mahdi maka akan meng-kaji atau setidaknya akan menyinggung soal panji panji hitam, sufyani dan bani tamim. disadari atau tidak, biasanya ketika mengkaji masalah tertentu akan di pengaruhi oleh latar belakang manhaj atau cara dalam beragama. Misalnya ketika seorang yang mempunyai latar belakang sufi maka ia akan membawa manhajnya ke dalam apa yang sedang ia kaji.

Misalnya tentang bani tamim, yang orang orang di malaysia begitu semangat mengkajinya hingga ada pendapat yang mengatakan seseorang dari bani tamim yang dalam hadis akan berjuang bersama al mahdi (dalam konteks tersebut al mahdi belum di baiat) adalah seorang wali. Padahal hadis hadis nya saja masih dipermasalahkan keshahihanya.

Saudi Kirim 500 Rudal TOW Untuk Mujahidin Berikut Ulasan Selengkapnya

Seorang pejabat senior Arab Saudi mengungkapkan bahwa kerajaan Saudi telah mengirimkan mujahidin suriah jenis baru dari salah satu senjata yang paling efektif untuk berjuang melawan rezim Assad pekan ini.
Wartawan BBC Frank Gardner menuliskan dilaman twitter-nya bahwa seorang pejabat Saudi telah mengkonfirmasi pengiriman 500 rudal anti-tank tipe TOW kepada Mujahidin Suriah.
Mujahidin Suriah saat ini sedang diperangi dari segala arah oleh militer Suriah, serangan udara Rusia, dan termasuk ISIS. 

Sunday, October 11, 2015

AS Coba Halangi Niat China Bantu Rusia Perangi ISIS





MOSKOW - Amerika Serikat (AS) dikabarkan akan mengirimkan sebuah kapal perang ke Kepulauan Spratly yang ada di Laut China Selatan. Seorang jurnalis menilai, langkah itu diambil karena AS mempunyai niatan untuk menghentikan Beijing membantu Moskow dalam memerangi ISIS di Suriah.

Lintasi Langit Irak dan Iran, Ini Rudal-rudal Rusia Pembuat Kesal AS




Lintasi Langit Irak dan Iran Ini Rudal rudal Rusia Pembuat Kesal AS
Rudal-rudal yang ditembakkan kapal-kapal perang Rusia terhadap ISIS di Suriah melewati wilayah Irak
dan Iran. | (Daily Mail)
A+ A-
MOSKOW - Kapal—kapal perang Rusia telah menembakkan sekitar 26 rudal jelajah dengan target ISIS di Suriah pada 7 Oktober 2015 lalu. Menurut analis militer Amerika Serikat (AS) salah satu rudal Kremlin itu adalah SS-N-30.

Turunya Dajjal Nabi Isa Imam Mahdi Di Akhir Zaman Menjelang Kiamat SYEIKH IMRAN HOSEIN 2015 Terbaru


5 Fase Umat Islam Di Akhir Zaman


Kapan perang Akhir Zaman Akan Di Mulai?? ini jawabannya!!!


Saturday, October 10, 2015

Siapa Yang Bermain Di Suriah ?


Foto Ilustrasi : Google
Bumi Syam – Bila semua sepakat bahwa Palestina dan Muslim etnis Rohingya sedang dizalimi dan harus dibantu, tidak demikian halnya dengan kasus Suriah. Meski kekejaman konflik yang sudah berlangsung lebih dari dua tahun gempar diberitakan media (terutama on-line), masih saja ada belum mau mengakui apa yang terjadi di sana sebagai sebuah tragedi kemanusiaan.
Dalihnya, itu masalah politik, di mana rakyat yang tidak puas dan memberontak kepada penguasanya yang kemudian disambut aksi represif rezim penguasa. Sekali lagi, ini masalah politik, demikian kesimpulan mereka.
Padahal, semua kezaliman yang menimpa umat Islam dari dulu hingga kini motifnya selalu politik. Yang pasti, bila melihat dari kacamata agama Islam itu sendiri, perintah membantu, menolong dan melindungi sesama Muslim itu tidak harus dipilah dulu motif-motif per kasus.
Unshur akhaka zaliman aw mazluman, demikian perintah Nabi Muhammad SAW—tolonglah saudaramu, baik yang pelaku tindak zalim maupun yang korban yang terzalimi. Jasad dikubur hidup-hidup, bagian tubuh disayat-sayat sebelum dibunuh, penyembelihan kolosal—sebagaimana terjadi belum lama ini di daerah Tartus—serta tragedi kemanusiaan lainya yang banyak dipertontonkan lewat media online sudah menjadi bukti yang cukup bahwa: rakyat Suriah terzalimi. Namun mengapa masih ada simpang siur pemahaman dan kesimpulan?
Pertama, banyak kaum Muslimin di Indonesia yang tidak mengenal ideologi rezim yang penguasa dan rakyat Suriah pada umumnya. Yang dipahami, Suriah itu negeri Islam. Basyar Asad itu seorang Muslim, rakyatnya pun Muslim. Yang perlu dikritisi dari pemahaman di atas adalah klaim bahwa Basyar Asad Muslim. Dia, dan juga rezim yang berkuasa di Suriah berideologikan Nusairiyah.

Perang Suci di Akhir Zaman, dan Tewasnya Panglima Garda Revolusi Iran Jenderal Hamdani di Aleppo

Perang Suci di Akhir Zaman, dan Tewasnya Panglima Garda Revolusi Iran Jenderal Hamdani di Aleppo

ALEPPO  (voa-isla.com) - Panglima Garda Revolusi Iran telah tewas di dekat Aleppo, di mana ia berperan  sebagai penasihati pasukan tentara Suriah, saat berkecamuknya  pertempuran yang sangat dahsyat melawan pejuang Daulah Islamiyah (IS), kata seorang pejabat Iran, Jum'at, 9/10/2015.
Jenderal Hussein Hamedani tewas pada hari Rabu, kata pernyataan itu. Di mana Jenderal Hamedani adalah sekutu utama kawasan Presiden Suriah Bashar al-Assad.  Hamedani telah berulangkali terjun dalam  kancah perang di Suriah menghadapi para pejuangn Islam yang menginginkan penggulingan Bashar al-Assad. Iran adalah sekutu utama Bashar al-Assad, dan telah memberikan dukungan militer dan ekonomi selama perang empat tahun Suriah.
Sementara itu, milisi Hesbullah selama perang yang berlangsung hampir empat tahun, sudah kehilangan 15.000 anggotanya yang tewas di Suriah. Di Lebanon kelompok Syiah, terutama para pendukung Syiah Hesbulah menolak dan menentang pengiriman milisi Hesbullah ke Suriah ikut bertempur melawan IS. Mereka sudah merasakan pahitnya berperang di Suriah.
Di  tengah kabar tewasnya Jenderal  Hussien Hamedani itu, Rusia terus melancarkan serangan udara, darat, dan serangan dari kapal induk yang  berada di pantai Latakia. Kapal induk Rusia sudah menembakkan puluhan rudal  jelajah yang diarahkan ke posisi-posisi  para pejuang Islam, terutama di Aleppo dan  Raqa.
Perang di Suriah menjadi tanda-tanda 'perang akhir zaman'. Perang antara kaum kafir musyrik Yahudi dan Nasrani melawan kaum Mukminin yang berjuang ingin menegakkan panji tauhid. Tak kurang pemimpin Kristen Ortodok Rusia, mengatakan bahwa perang yang dijalankan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin itu, sebagai 'Perang Suci' (Holy War).
Suriah yang dikenal  sebagai 'Biladus Syam', yang mencakup wilayah Jordania, Suriah, dan Palestina, sekarang terjadi pergolakan yang sangat dahsyat. Bukan hanya  di Suriah terjadi peperangan antara kafir musyrik (Yahudi, Kristen,  dan Majusi/Syiah), tapi sekarang terjadi berkecamuknya perang antara Yahudi dan para Mujahidin Palestina di Yerusalem, dan sangat luar biasa.
Sekarang sudah lengkap bukan hanya di tanah Suriah darah Mujahidin tertumpah, tapi  juga di Palestina, khususnya di Yerusalem. Di mana para Mujahidin dengan 'batu' melawan pasukan Zionis yang berusaha menghancurkan tempat suci umat Islam, yaitu al-Aqsha. Perang yang sangat luar biasa antara pasukan Zionis dengan Mujahidin, dan terus akan berlangsung sampai akhir zaman, dan dapat mengalahkan Zionis.
Sekarang seluruh kekuatan kafir musyrik (Yahudi dan Nasrani) sudah 'tumplek blek' (secara total) berada di medan perang di bumi 'Bilandus Syam", dan berhadap-hadapan dengan para Mujahidin yang menghararpkan kematian yang penuh kemuliaan,  yaitu sebagai 'martyr' (syuhada). Para Mujahidin berlomba-lomba menyongsong para kafir musyrik (Yahudi dan Nasrani), yang ingin menghancurkan negeri Muslim, 'Bilandus Syam', termasuk al-Aqsha.
Jadi hakekat perang yang  terjadi di Suriah, Irak, dan Palestina, sejatinya hanyalah skenario atauh kehendak Allah, dipertemukan antara  kekuatan kafir musyrik dengan para pejuang Islam, para Mujahidin. Ini bagian dari perjuangan menjelang datangnya akhir zaman.  Dengan tanda-tanda kekalahan kafir musyrik oleh orang-orang Mukmin. Mari kita songsong kafir musyrik, dan kita kalahkan mereka. Wallahlu'alam.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/opini/2015/10/09/39698/perang-suci-di-akhir-zaman-dan-tewasnya-panglima-garda-revolusi-iran-jenderal-hamdani-aleppo/#sthash.VV0tcfJb.KSzAFe0G.dpuf

Perang Suci di Akhir Zaman, dan Tewasnya Panglima Garda Revolusi Iran Jenderal Hamdani di Aleppo

ALEPPO  (voa-isla.com) - Panglima Garda Revolusi Iran telah tewas di dekat Aleppo, di mana ia berperan  sebagai penasihati pasukan tentara Suriah, saat berkecamuknya  pertempuran yang sangat dahsyat melawan pejuang Daulah Islamiyah (IS), kata seorang pejabat Iran, Jum'at, 9/10/2015.
Jenderal Hussein Hamedani tewas pada hari Rabu, kata pernyataan itu. Di mana Jenderal Hamedani adalah sekutu utama kawasan Presiden Suriah Bashar al-Assad.  Hamedani telah berulangkali terjun dalam  kancah perang di Suriah menghadapi para pejuangn Islam yang menginginkan penggulingan Bashar al-Assad. Iran adalah sekutu utama Bashar al-Assad, dan telah memberikan dukungan militer dan ekonomi selama perang empat tahun Suriah.
Sementara itu, milisi Hesbullah selama perang yang berlangsung hampir empat tahun, sudah kehilangan 15.000 anggotanya yang tewas di Suriah. Di Lebanon kelompok Syiah, terutama para pendukung Syiah Hesbulah menolak dan menentang pengiriman milisi Hesbullah ke Suriah ikut bertempur melawan IS. Mereka sudah merasakan pahitnya berperang di Suriah.
Di  tengah kabar tewasnya Jenderal  Hussien Hamedani itu, Rusia terus melancarkan serangan udara, darat, dan serangan dari kapal induk yang  berada di pantai Latakia. Kapal induk Rusia sudah menembakkan puluhan rudal  jelajah yang diarahkan ke posisi-posisi  para pejuang Islam, terutama di Aleppo dan  Raqa.
Perang di Suriah menjadi tanda-tanda 'perang akhir zaman'. Perang antara kaum kafir musyrik Yahudi dan Nasrani melawan kaum Mukminin yang berjuang ingin menegakkan panji tauhid. Tak kurang pemimpin Kristen Ortodok Rusia, mengatakan bahwa perang yang dijalankan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin itu, sebagai 'Perang Suci' (Holy War).
Suriah yang dikenal  sebagai 'Biladus Syam', yang mencakup wilayah Jordania, Suriah, dan Palestina, sekarang terjadi pergolakan yang sangat dahsyat. Bukan hanya  di Suriah terjadi peperangan antara kafir musyrik (Yahudi, Kristen,  dan Majusi/Syiah), tapi sekarang terjadi berkecamuknya perang antara Yahudi dan para Mujahidin Palestina di Yerusalem, dan sangat luar biasa.
Sekarang sudah lengkap bukan hanya di tanah Suriah darah Mujahidin tertumpah, tapi  juga di Palestina, khususnya di Yerusalem. Di mana para Mujahidin dengan 'batu' melawan pasukan Zionis yang berusaha menghancurkan tempat suci umat Islam, yaitu al-Aqsha. Perang yang sangat luar biasa antara pasukan Zionis dengan Mujahidin, dan terus akan berlangsung sampai akhir zaman, dan dapat mengalahkan Zionis.
Sekarang seluruh kekuatan kafir musyrik (Yahudi dan Nasrani) sudah 'tumplek blek' (secara total) berada di medan perang di bumi 'Bilandus Syam", dan berhadap-hadapan dengan para Mujahidin yang menghararpkan kematian yang penuh kemuliaan,  yaitu sebagai 'martyr' (syuhada). Para Mujahidin berlomba-lomba menyongsong para kafir musyrik (Yahudi dan Nasrani), yang ingin menghancurkan negeri Muslim, 'Bilandus Syam', termasuk al-Aqsha.
Jadi hakekat perang yang  terjadi di Suriah, Irak, dan Palestina, sejatinya hanyalah skenario atauh kehendak Allah, dipertemukan antara  kekuatan kafir musyrik dengan para pejuang Islam, para Mujahidin. Ini bagian dari perjuangan menjelang datangnya akhir zaman.  Dengan tanda-tanda kekalahan kafir musyrik oleh orang-orang Mukmin. Mari kita songsong kafir musyrik, dan kita kalahkan mereka. Wallahlu'alam.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/opini/2015/10/09/39698/perang-suci-di-akhir-zaman-dan-tewasnya-panglima-garda-revolusi-iran-jenderal-hamdani-aleppo/#sthash.VV0tcfJb.KSzAFe0G.dpuf



ALEPPO  Panglima Garda Revolusi Iran telah tewas di dekat Aleppo, di mana ia berperan  sebagai penasihati pasukan tentara Suriah, saat berkecamuknya  pertempuran yang sangat dahsyat melawan pejuang Daulah Islamiyah (IS), kata seorang pejabat Iran, Jum'at, 9/10/2015.

Jenderal Hussein Hamedani tewas pada hari Rabu, kata pernyataan itu. Di mana Jenderal Hamedani adalah sekutu utama kawasan Presiden Suriah Bashar al-Assad.  Hamedani telah berulangkali terjun dalam  kancah perang di Suriah menghadapi para pejuangn Islam yang menginginkan penggulingan Bashar al-Assad. Iran adalah sekutu utama Bashar al-Assad, dan telah memberikan dukungan militer dan ekonomi selama perang empat tahun Suriah.

Friday, October 9, 2015

Yahudi Budidayakan Pohon Ghorqod – inilah Spesifikasinya , Lanjutan



Penjelasan ini diterjemahkan oleh Ustadz M. Syuaib al-Faiz Lc. MSi.dari makalah 
 
POHON GHORQOD

Mereka sekarang ini berlomba-lomba menanamnya di berbagai tempat dari negeri jajahan di Palestina. Itu semua tidak dilakukan, kecuali karena mereka tahu dan yakin dengan apa yang dikabarkan oleh Nabi kita Muhammad saw.
Kita semua mengetahui bahwa Yahudi akan bersembunyi di belakang batu dan pohon, dan batu serta pohon-pohon akan mengatakan, “Wahai hamba ALLAH, wahai muslim, ini ada Yahudi sedang bersembunyi di belakangku, kemari dan bunuhlah dia!” Kecuali pohon Ghorqod, karena ia adalah pohon Yahudi. Akan tetapi sedikit dari kita yang tahu bentuk dan rupa pohon yang satu ini.

 

Mengenang Perjuangan Muslim Chechnya Yang Belum Usai…



 

Rusia mengumumkan pada 16 April 2009 bahwa mereka telah mengakhiri perang di Chechnya. Pengumuman itu sebagian besar hanyalah simbolis karena dalam waktu yang lama, telah tidak ada bentrokan yang berarti di Grozny.
Perang tersebut diklaim pihak Rusia telah dimenangkan Rusia , tetapi solusi atas konflik yang berkepanjangan itu membutuhkan kompromi, tapi di Chechnya hal ini tidak terjadi.
Katanya dalam sebuah demokrasi di mana hak asasi manusia siapapun dihormati, dan penggunaan kekuatan adalah jalan terakhir yang terpaksa dilakukan . Tapi di Chechnya, juga tidak terjadi. Rusia menggunakan kekuatan tempur melampaui batas. Rusia memerangi pejuang Chechnya yang dianggap sebagai pemberontakan internal.
Dengan bangganya Rusia , setelah perang selama 15 tahun, mereka katakan pemberontak telah punah !.
 

Memang tidak ada perang di ibukota Chechnya  Grozny hari ini. Para mujahidin beroperasi di daerah pegunungan berbatasan Dagestan dan Ingushetia, dua wilayah yang didominasi  umat Muslim, sama seperti Chechnya, dalam kekuasaan federasi Rusia.

Thursday, October 8, 2015

AS Ancam Tinggalkan Irak Jika Baghdad Berani Minta Bantuan Militer Ke Rusia

 
Seorang sumber Kedutaan Besar AS di ibukota Baghdad mengungkapkan bahwa Washington mengancam akan meninggalkan Irak jika pemerintah PM Haider Al Abadi berani meminta bantuan militer Rusia dalam memerangi Negara Islam.
Dalam keterangan sumber yang tidak mau disebutkan namanya kepada Sputnik pada hari Kamis (08/10) kemarin mengatakan, “Dalam pertemuan dengan PM Haider Al Abadi dan pejabat penting Irak lainnya pada beberapa waktu yang lalu, AS menyatakan penolakan mereka terhadap kerjasama perang melawan teroris antara pemerintah Irak dengan aliansi Rusia yang terdiri dari Iran dan Suriah.”

Apa Motif Dari Sepak Terjang Putin di Suriah?








DAMASKUS

Presiden Rusia Vladimir Putin semakin memperlihatkan dukungannya kepada Bashar Asad. Militernya, yang sudah terlibat sejak awal 2013 meskipun dalam perannya sebagai pemasok senjata dan penasihat, telah meluncurkan kampanye pengeboman pertama di Suriah. Seperti rekan Amerika-nya Barak Obama, Putin menyatakan bahwa militer Rusia berada di Suriah untuk memerangi ISIS.

Interviews with ISIS and al Nusra


Wednesday, October 7, 2015

Ruslan Gelayev, Komandan Mujahidin Chechnya Yang Dijuluki “Sang Malaikat Hitam”


 Tak banyak aktivis Jihadi Nusantara yang mengenal komandan Mujahidin Chechnya yang satu ini. Gelayev adalah semacam guru sekaligus komandan dari Amirul Mukminin Dokka Umarov sebelum berdirinya Imarah Islam Kaukasus.
Sosoknya sebagai pemimpin yang kuat mulai dikenal luas pada tahun 1996 ketika memimpin sebuah operasi penyergapan terkenal sepanjang sejarah di wilayah Shatoy. Dalam aksi itu, satu baris puluhan tank lapis baja penjajah Rusia hancur. Dan lebih dari seratus tentara Federal Rusia tewas hanya dalam serangan penyergapan berdurasi 15 menit tersebut. Allahu Akbar!
Ruslan Gelayev atau yang memiliki nama lain Hamzah Gelayev lahir pada tahun 1964 di desa Komsomolskoye (Saadi – Kotar) dekat Urus – Martan, 10 tahun setelah orang tuanya kembali dari lokasi pengasingan warga Chechnya di masa Stalin di Asia Tengah. Pada tahun 1992 – 1993, Gelayev  bergabung dengan dengan Milisi bersenjata Konfederasi Rakyat Pegunungan Kaukasus di bawah komando Syamil Basayev.

Tuesday, October 6, 2015

Ini Kesaksian Mengerikan Warga Diyala yang Selamat dari Pembantaian Milisi Syiah

KIBLAT.NET, Diyala – Ratusan warga Iraq di desa Barwanah, provinsi Diyala, tak menyangka kemenangan pasukan pemerintah pada Ahad lalu (25/01) di desanya membawa bencana baru yang sangat mengerikan. Puluhan warga dikumpulkan di sebuah ladang oleh milisi Syiah dan militer pemerintah dan dieksekusi secara massal.
Pembantaian mengerikan itu terjadi pada Senin dini hari (26/01), setelah milisi Syiah dan militer pemerintah memastikan berhasil memukul mundur Daulah Islamiyah dari seluruh provinsi Diyala.
Mereka mendatangi sebuah desa mayoritas Ahlu Sunnah dan melakukan pembantaian itu di tengah kegelapan malam. Sekitar 72 warga dilaporkan terbunuh dalam pembantaian itu.
Dilansir dari CNN Indonesia, Kamis (28/01), seorang saksi sekaligus warga Barwanah, Abu Omar, bercerita melalui telepon pada Reuters tentang kengerian yang disaksikannya pada Senin berdarah itu. Saat itu, kata Omar, sekitar pukul 3:30 dini hari datang 10 mobil Humvee yang membawa puluhan tentara di dalamnya.

Popular Posts