PASUKAN PANJI HITAM THE BLACK BANNER

Thursday, August 27, 2015

Gerhana Bulan Merah Tanda Kedatangan Imam Mahdi?


Fenomena terjadinya empat Gerhana Bulan Merah Darah atau Tetrad Blood Moon yang muncul secara beruntun pada tahun 2014-2015, yaitu pada 15 April 2014, 8 October 2014, 04 April 2015 dan 28 September 2015 dianggap sebagai pertanda dari langit akan ada peristiwa besar di muka bumi.

Gerhana Bulan yang terjadi pada 4 April 2015 kemarin merupakan Gerhana Bulan ketiga setelah Gerhana Bulan sebelumnya terjadi pada April 2014, September 2014, dan diperkirakan akan terjadi lagi pada 28 September 2015.

Beberapa kalangan dari berbagai penjuru dunia pun terus berspekulasi tentang misteri di balik fenomena Tetrad Blood Moon ini.

Pastur dari Amerika Serikat, John Hagee menyatakan, kemunculan empat Gerhana Bulan Merah Darah tersebut menandakan akan terjadi peristiwa besar yang mengerikan di Bumi.
Haggle juga meyakini fenomena gerhana Bulan yang terjadi bertepatan dengan minggu Paskah menandakan suatu hal dramatis yang akan mengubah keseluruhan dunia. Haggle mempercayai hal tersebut karena telah dituliskan dalam Alkitab.

“Alkitab menyatakan ketika Anda melihat tanda-tanda ini dan empat kali Gerhana Bulan Darah yang terjadi ialah salah satu tanda-tanda signifikan akhir zaman akan datang,” ujar Haggle.
Bukan hanya Haggle, Jaber Bolushi, seorang penulis Muslim Syiah menulis dalam bukunya yang berjudul “Dzuhur al-Mahdi’am 2015 Nubu’ah Qur’aniyah juga mengungkap soal pertanda kedatangan Imam Mahdi Alaihis Salam yang sudah diulas dalam Al Quran.

Tak hanya soal misteri Al Mahdi AS, dalam buku terbitan tahun 2006 yang juga berdedar dalam versi bahasa Indonesia, September 2007 dengan judul “Oktober 2015 Imam Mahdi as Akan Datang” itu, Jaber juga memaparkan berbagai ramalan lainnya dibalik misteri Tetrad Blood Moon ini, ia ungkap kematian Sadam Hussein, meletusnya Perang Dunia III pada tahun 2014, ancaman Asteroid yang akan menabrak bumi pada 2014, terjadinya bencana besar di Jazirah Arab pada tahun 2014, direbutnya Al Quds oleh kaum muslim tahun 2022 hingga turunnya Isa al masih pada tahun 2018.
Semua ramalan Jaber ini merujuk pada rahasia bilangan 19, seperti yang ditemukan Sayyid Bassa Jarrar yang menggunakan perhitungan angka dengan metode al Jumal al Taqlidi dan al Jumal al Shaghir. Bilangan 19 adalah jumlah huruf yang terdapat pada kata Basmallah.

Ia menguraikan, bahwa bilangan 19 merupakan bilangan primer dalam system matematika, karena terdiri dari angka terkecil 1 dan angka terbesar 9.

Beberapa keistimewaan bilangan 19 dalam Al Quran, diantaranya kata Allah terulang dalam Al Quran sebanyak 2698 kali (19X142), kata Rahman terulang dalam Al Quran sebanyak 57 kali (19X3) dan kata Rahim terulang dalam Al Quran sebanyak 114 (19X6).

Menurut Imam Ali bin Abi Thalib as, setiap yang berada pada Al Quran, terhimpun pada surat Al Fatihah. Dan setiap yang ada pada al Fatihah, terhimpun pada kalimat Basmallah. Dan setiap yang ada kalimat basmalah, terhimpun pada huruf Ba. Dan, setiap yang ada pada huruf ‘Ba’, terhimpun pada titik yang berada di bawah huruf tersebut. Karena itulah, Bolushi yakin berbagai misteri ini bisa dipecahkan dengan merujuk pada ayat Al Quran.

Dalam bukunya, Jaber Bolushi meyakini, negara Israel akan hancur pada tahun 2022 M. Hal ini merujuk pada surat al Isra’, jika dihitung mulai dari ayat kedua hingga ayat ketujuh-yang membahas bani Israil, maka jumlahnya 76 kata. Angka ini menujukan penanggalan Masehi jadi 74 tahun. Jika angka 74 ini ditambah dengan tahun berdirinya negara Israel pada 1948, maka hasilnya 2022. Inilah tahun yang diperkirakan Negara Israel akan hancur dan Masjid Al aqsa direbut kembali oleh umat Islam di bawah pimpinan Imam Mahdi AS.

Sedangkan dalam hitungan, pembebasan Masjid Al Aqsa tahun 2022 M bertepatan dengan tahun 1444 H. Tahun hijriyah ini bisa didapatkan dengan melihat kata “Wa Yadkhulu” artinya mereka masuk, dalam surat al Isra. Kata ini berada pada urutan 76 jika dihitung dari ayat 2, yang membahas Bani Israil. Jika angka 76 dikalikan dengan 19 (misteri bilangan dalam Al Quran), maka hasilnya 1444, yang merupakan tahun pembebasan Masjid Al Aqsa dalam hitungan hijriyah.
Jaber Bolushi juga meneliti Surat Al Maidah yang terdiri dari 120 ayat. Di dalamnya, ada beberapa ayat yang menceritakan tentang bani Israil. Tepatnya dari ayat ke-12 sampai ayat 26. Kalau dihitung dari ayat 21 dalam kalimat udkhulul ardhal muqaddasah (dan masuklah ke negeri yang disucikan, yaitu Palestina, red), maka menurut perhitungan al Jumal al Taqidli, hasilnya 1914. Angka ini sama dengan masuknya kembali bangsa Yahudi ke tanah Palestina.

Jika kita menghitung lagi ayat 26 surat Al Maidah, yang artinya “maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, dan selama itu mereka akan berputar-putar di muka bumi”, maka hasilnya menurut perhitungan al Jumal al Taqlidi, adalah 2636. Jumlah ini sama dengan jarak tahun antara kehancuran kerajaan Israel di tahun 722 SM hingga permulanaan tahun migrasi bangsa Yahudi ke Palestina yaitu di tahun 1914 (1914+722=2636).

Begitu jika kita menghitung jumlah surat Al Maidah mulai ayat 1 hingga ayat 26, tepat pada kata yatihuna fil ardhi, maka hasilnya adalah 722 kata. Tahun 722 SM merupakan tahun kehancuran kerajaa Israel pertama di tangan bangsa Assyiria. Dan, jika dikalikan dua, maka hasilnya 1444. Itulah tahun hijriyah yang diprediksikan jadi tahun kehancuran Israel yang kedua. Surat Al Maidah termasuk yang banyak dikaji Bolushi. Di ayat 12 sampai 26 banyak bercerita tentang Bani Israil. Jika dihitung nilai ayat 21, dari kalimat Udkhul ardha al Muqaddasah berdasar perhitungan al Jumal al Taqlidi, maka didapat angka 1914. Itulah tahun masuknya kembali bangsa Yahudi ke tanah Palestina. Jika diteliti ayat 55 dan 56 yang bicara tentang keutamaan Imam Ali bin Abi Thalib as, maka jika 55 dikalikan 56 hasilnya 1045. Angka ini sama dengan selisih jarak masuknya Yahudi ke Palestina dan kelahiran al Mahdi pada tahun 869 M (1914-869=1045).

Masih dalam surat Al Maidah di ayat 22, dimulai pada kata Lan nadkhuluha hatta yakhruju, jika dihitung berdasar al Jumal al Taqlidi, berjumlah 2008. Angka ini menunjukkan bangsa Palestina akan terusir dari tanah mereka (tepi barat). Ayat tersebut bisa ditafsirkan bahwa bangsa Yahudi yang tinggal di luar Israel ridak akan bisa masuk ke Palestina sampai mereka menentukan garis batas Negara. Petunjuk ayat ini cocok dengan kenyataan saat ini, Israel tengah bersepakat untuk menetapkan program perluasan empat pemukiman Yahudi di Tepi Barat. Karena itulah, Perdana Menteri Ehud Olmert berkunjung ke Gedung Putih untuk mendapat dukungan, berkaitan dengan penentuan garis batas akhir Negara Israel.

Israel tidak hanya mengusir bangsa Palestina, juga akan menghancurkan Masjid Al Aqsa, untuk membangun Haikal Sulaiman. Diprediksikan akan terjadi pada tahun 2019. Bolushi bersandar pada ramaah bible dan Al Baqarah ayat 114. Berdasar ramalan Injil, penemuan Haikal Sulaiman terjadi pada 42 bulan, atau 1260 hari, atau 3,5 tahun, sebelum perang armagedon. Dalam prediksi sebelumnya, armagedon yang berakhir dengan pembebasan Masjid Al Aqsa terjadi pada tahun 2022. Jadi, penghancuran al Aqsa pada awal 2019. Angka ini sama dengan jumlah kata dalam surat Al Baqarah dai ayat pertama sampai ayat 114, yang membahas tentang kaum yahudi.

Sampai saat ini belum terungkap secara detail siapakah Jaber Bolushi, penulis buku ini. Namun dalam situs pribadi, banyak yang dipajang, koleksi foto pribadinya. Memang, buku yang mengupas Imam Mahdi sudah banyak bertebaran, baik dari kalangan ulama Syiah atau Sunni. Sebagian besar ulama meyakini kehadiran Imam Mahdi, yang kemudian disusul turunnya Isa al Masih. Namun, tak satupun berani membuat ramalan kapan Imam Mahdi akan muncul.

Tapi, bagi Jaber Bolushi berbagai petunjuk soal kedatangan Imam Mahdi as sudah diulas dalam Al Quran. Tak hanya soal misteri Al Mahdi as, berbagai ramalan lainnya, ia ungkap kematian Sadam Hussein, meletusnya Perang Dunia III pada tahun 2014, ancaman Asteroid yang akan menabrak bumi pada 2014, terjadinya bencana besar di Jazirah Arab pada tahun 2014, direbutnya Al Quds oleh kaum muslim tahun 2022 hingga turunnya Isa al masih pada tahun 2018.

Dikisahkan, pada suatu malam, ketika Jaber Bolushi mulai menulis sebuah buku, ia memohon petunjuk kepada Allah agar tidak memisahkannya dengan keluarga Nabi SAW dan menjadikannya sebagai salah seorang pembantu Imam Mahdi. Usai memanjat doa, ia pun tertidur pulas, kemudian bermimpi.

Dalam mimpinya, ia melihat dua rembulan di langit. Saat itu, seluruh manusia tengah tertuju matanya ke dua rembulan itu, melalui televise. “Tiba-tiba dua rembulan itu menyatu menjadi satu bulan. Lalu, bulan itu bergerak ke tengah langit, tepat berada di kepala. Tiba-tiba, bulan itu terbelah dan keluarlah cahaya yang sangat terang. Lalu, aku terbangun,” ungkap Jaber Balushi, seperti ditulis di bukunya, yang berjudul Dzuhur al-Mahdi’am 2015 Nubu’ah Qur’aniyah.

Buku terbitan tahun 2006 juga diterbitkan dalam versi bahasa Indonesia, September 2007 oleh Penerbit Papyrus, dengan judul “Oktober 2015 Imam Mahdi as Akan Datang”.
Siapa Imam Mahdi?

Jika Jaber Bolushi menyinggung soal pertanda datangnya Imam Mahdi,lantas siapakah Imam Mahdi yang ia maksud?

Imam Mahdī (Arab الإمام المهدي, Al Imam al-Mahdī, Mehdi: “Seseorang yang memandu”) adalah seorang muslim berusia muda yang akan dipilih Allah untuk menghancurkan semua kezaliman dan menegakkan keadilan di muka bumi sebelum datangnya hari kiamat.

Dikatakan, ia pemimpin yang jujur dan adil menggunakan harta kekayaannya yang berlimpah untuk kemajuan umat.

Imam Mahdi sebenarnya adalah sebuah nama gelar, sebagaimana halnya dengan gelar khalifah, amirul mukminin dan sebagainya.
Imam Mahdi dapat diartikan secara bebas bermakna “Pemimpin yang telah diberi petunjuk”. Dalam bahasa Arab, kata Imam berarti “pemimpin”, sedangkan Mahdi berarti “orang yang mendapat petunjuk”.

Nama sebenarnya seperti yang disebutkan dalam hadist, ia bernama Muhammad (seperti nama Nabi Muhammad), nama ayahnya pun sama seperti nama ayahnya rasul yaitu Abdullah. Jadi nama aslinya adalah Muhammad bin Abdullah.

No comments:

Post a Comment

Popular Posts