Oleh: Ali Akbar bin Agil
NYARIS tidak ada satupun manusia yang tidak ingin memperoleh warisan harta duniawi. Harta warisan dari orangtua memang sangat menggiurkan. Keadaan seperti itu dialami juga oleh orang-orang yang hidup tidak lama sepeninggal Nabi Muhammad Shallahu `alaihi wa Sallam.
Pada suatu pagi, Abu Hurairah Radhiyallahu `anhu pergi ke sebuah pasar. Di situ beliau melihat sebagian orang tenggelam dalam aktivitas bisnis. Mereka asyik melakukan transaksi jual-beli. Melihat hal itu, Abu Hurairah ingin mengingatkan mereka agar tidak terjebak dalam masalah duniawai melupakan aspek ukhrawi.
Bolehlah dunia dicari namun akhirat jangan lupa untuk diburu.
Abu Hurairah berkata, “Wahai penghuni pasar, alangkah lemahnya kalian.”
Mereka bertanya penasaran, “Apa maksudmu, wahai Abu Hurairah?”
“Itu warisan Rasulullah Shallahu `alaihi wa Sallam sedang dibagikan sementara kalian masih di sini. Mengapa kalian tidak pergi ke sana untuk mengambil jatah kalian darinya?”
“Di mana?” Abu Hurairah menjawab: “Di masjid.” Maka mereka keluar dengan cepat. Abu Hurairah berdiri menjaga barang mereka sampai mereka kembali. Setelah para penghuni kembali dari masjid, Abu Hurairah bertanya, “Ada apa dengan kalian?”
Mereka menjawab, “Wahai Abu Hurairah, kami telah datang ke masjid, kami masuk ke dalamnya tapi tidak ada yang dibagi.”
Abu Hurairah bertanya, “Apa kalian tidak melihat seseorang di masjid?” Mereka menjawab, “Kami melihat orang-orang yang shalat, membaca Al-Qur’an, dan orang yang mempelajari halal-haram.”
Abu Hurairah berkata, “Celaka kalian, itulah warisan Muhammad Shallahu `alaihi wa Sallam.”
***
Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabari dalam kitabnya Al-Awsath ini memberikan banyak pelajaran berharga tentang pentingnya memburu warisan yang telah diwariskan oleh Nabi Muhammad Shallahu `alaihi wa Sallam.
Bukan harta benda, uang, kendaraan mewah, rumah megah, gemerincing uang dinar yang menjadi warisan. Warisan yang ada jauh lebih abadi, berlaku sepanjang masa, itulah warisan berupa mengerjakan shalat, membaca Al Qur`an, dan mempelajari halal-haram.
Warisan pertama adalah shalat. Shalat merupakan tiang agama. Shalat menjadi amal yang pertama kali diaudit oleh Allah. Ia menjadi amal yang dimintai pertanggungjawaban oleh-Nya. Manakala shalat kita baik, amal ibadah selanjutnya akan menjadi baik. Sebaliknya, ketika amal shalat kita terpuruk, berlubang di waktu-waktu dalam hayat kita, seperti itulah konsekuensi amal lainnya, minus dan penuh kecacatan.
Rasulullah Shallahu `alaihi wa Sallam menggambarkan seorang mukmin yang menunaikan ibadah shalat wajib seperti orang yang mandi sebanyak lima kali di waktu pagi, siang, petang, dan malam. Ia selalu berada dalam kebersihan, bersih dari noda dan kotoran, dosa-dosanya rontok bersama iringan bacaan dan gerakan shalatnya.
Kedudukan shalat menjadi semakin penting saja, saat perintah pelaksanaannya disampaikan langsung oleh Allah Subhanahu Wa Ta`ala kepada Rasul Shallahu `alaihi wa Sallam dalam peristiwa isra`-mi`raj.
Imam Ahmad bin Hajar Al-Haitamiy dalam kitabnya Al-Zawajir mengetengahkan sebuah hadits yang menyebutkan sejumlah kemuliaan bagi yang melaksanakan shalat dan kehinaan bagi yang meninggalkannya.
Secara singkat, dalam hadits yang dikutip oleh Imam Ibnu Hajar tersebut, disebutkan bahwa Allah memberikan 5 kemuliaan pada orang yang melaksanakan shalat:
Pertama. Allah akan angkat kesulitan dari kehidupannya
Kedua. Dilindungi dari azab kubur
Ketiga. Catatan amalnya diberikan di tangan kanannya
Keempat. Melewati jembatan akhirat secepat kilat
Kelima. Masuk surga tanpa hisab.
Masih dalam hadits yang sama, ada 15 kehinaan bagi orang yang meremehkan shalat terdiri dari 6 kehinaan di dunia, 3 saat kematian datang, 3 di alam kuburnya, dan 3 saat dibangkitkan dari alam kubur.
6 kehinaan di dunia : Diangkatnya keberkahan dari umurnya, dihapuskannya tanda-tanda kaum shalihin dari wajahnya, setiap perbuatan yang ia kerjakan tidak mendapatkan pahala dari Allah, doanya tidak diangkat ke langit, tidak masuk dalam bagian doa orang-orang shaleh, dan mudah menyimpan kebencian pada orang lain.
3 kehinaan saat datang kematian: mati dalam keadaan hina, meninggal dalam keadaan kelaparan, mati dalam keadaan kehausan meski lautan di dunia diminumkan kepadanya. 3 kehinaan di alam kubur : kuburnya akan menghimpitnya hingga meremukkan tulang-tulangnya, dinyalakan api dalam kuburnya di waktu siang dan malam hari, dan disisipkan ular dalam kuburnya. Sedangkan 3 kehinaan setelah dibangkitkan dari alam kubur adalah: menghadapi hisab (perhitungan) yang sangat berat, mendapatkan murka Allah, dan masuk ke dalam api neraka.
Inilah warisan pertama Rasulullah Shallahu `alaihi wa Sallam yang beliau berikan kepada kita. Dalam shalat ada komunikasi dan dialog dengan Tuhan, momentum untuk menumpahkan segala asa dan perasaan, bersimpuh sujud, memohon petunjuk, dan hidayah-Nya. Dinamakan shalat, kata Habib Alwi bin Syahab, karena ia adalah shilah (penghubung) antara seorang hamba dengan Tuhannya. Jika shalatnya terputus, maka hubungan seorang hamba menjadi terputus juga.
Sayangnya, tidak sedikit umat Islam yang meremehkan waktu-waktu shalat yang terwujud dalam sikap dalam menunda melaksanakannya, tidak bersungguh-sungguh, hanya sekadar menggugurkan kewajiban, bahkan sampai pada taraf meninggalkannya. Imam Abdullah bin Alwi Al-Haddad mengatakan, “Di antara perbuatan yang bisa menyebabkan kematian yang buruk (su`ul khatimah) adalah meninggalkan shalat.”
Warisan kedua Rasulullah Shallahu `alaihi wa Sallam adalah membaca Al-Qur`an. Al Qur`an merupakan kitab rujukan utama. Tidak ada satu kitabpun di dunia ini yang lebih indah susunan kata-katanya, jelas dalam memberikan keterangan, mencakup segala aspek, bersih dari tangan-tangan jahil, melebihi Al-Qur`an.
Al Qur`an diturunkan untuk menjadi pedoman dalam hidup. Ia menjadi kitab yang paling banyak diperbincangkan sejak dulu hingga kini. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, membaca Al Qur`an semakin terpinggirkan, kalah riuh oleh kegaduhan musik. Anak-anak kita semakin pandai dan cakap saja dalam melantunkan lirik-lirik lagu bertema ‘pacaran’, bercinta, ajakan kepada maksiat, kegelisahan, putus cinta, dan sebagainya.
Di sisi lain, orangtua lebih sibuk untuk membuat putra-putri mereka sukses di dunia daripada memikirkan kehidupan mereka selepas mereka hidup dunia ini. Al-Qur`an menjadi perhatian hanya di masa bangku sekolah dasar, itupun cukup di TPQ, sementara para orangtua tidak merasa bersalah ketika mereka tidak memberi contoh membaca Qur`an karena ketidakmampuannya.
Selepas Sekolah Dasar, anak-anak tak lagi berhasrat atau tidak dimotivasi untuk memperdalam Al Qur`an. Mereka dikondisikan untuk lebih fokus dengan materi pelajaran yang tidak seimbang antara kebutuhan spiritual dan intelektual. Imam Abu `Amr bin Shalah dalam Fatawa-nya mengatakan bahwa, “Membaca Al Qur`na merupakan sebuah kemuliaan yang dengannya Allah memuliakan manusia.
Malaikatpun tidak diberi kemuliaan seperti itu, padahal mereka sangat menginginkannya setelah mendengar manusia membacanya.”
Oleh karena itu, menjadi sebuah keniscayaan bagi setiap muslim untuk mampu membaca, memahami, merenungi, mengamalkan, dan mengajarkan Al-Qur`an. Inilah warisan kedua yang ditinggalkan oleh Rasul Shallahu `alaihi wa Sallam kepada kita, umatnya, agar kita terbimbing dalam jalan kebenaran, tidak terseok-seok dalam kesesatan. Sayidina Abdulah bin Mas`ud Radhiyallahu `anhu pernah berucap, “Jika kalian menginginkan ilmu, maka sebarluaskan Al-Qur`an sebab di dalamnya tersimpan ilmu orang-orang terdahulu dan yang akan datang.”
Warisan berikutnya adalah mengetahui status halal-haram. Warisan terakhir ini memberi hikmah kepada kita tentang pentingnya mengenal status halal-haramnya suatu barang, makanan, atau perbuatan yang akan kita lakukan. Sayidina Umar bin Khaththab Radhiyallahu `anhu, selaku Amirul Mukminin, pernah berkata kepada seluruh pedagang di pasar kota Madinah, “Tidak ada yang boleh berjualan di pasar kami (yaitu) orang yang belum memiliki ilmu sebab orang yang tidak berilmu ia bisa memakan riba` tanpa menyadarinya.”
Sikap kehati-hatian dalam halal-haram tampak dari sikap Sayidina Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu `anhu. Suatu hari, usai kembali dari pasar beliau meminum segelas susu. Beliau meminum susu tersebut tanpa curiga sedikitpun tentang asal-usul segelas susu tersebut. Saat itu, pembantu beliau masuk rumah dan menyaksikan tuannya telah menghabiskan segelas susu yang dia letakkan di atas meja, selanjutnya ia berkata, “Ya Tuanku, biasanya sebelum engkau memakan dan meminum sesuatu pasti menanyakan lebih dulu asal-muasal makanan dan minuman tersebut, mengapa sewaktu meminum susu tadi engkau tidak bertanya sedikit pun tapi langsung meminumnya?”
Dengan rasa kaget, Abu Bakar bertanya, “Memangnya susu ini dari mana?”
Pembantunya menjawab, “'Begini, ya Tuanku, pada zaman jahiliyah dulu dan sebelum masuk Islam, saya adalah kahin (dukun) yang menebak nasib seseorang.
Suatu kali setelah saya ramal nasib seorang pelanggan, dia tidak sanggup membayar karena tidak punya uang, tapi dia berjanji suatu saat akan membayar.
Tadi pagi saya bertemu di pasar dan dia memberikan susu itu sebagai bayaran untuk utang yang dulu belum sempat dia bayar.”
Mendengar itu, langsung Abu Bakar memasukkan jari telunjuknya ke dalam mulut dan mengoyang-goyangkan anak lidah agar muntah. Beliau berusaha untuk mengeluarkan susu tersebut dari perutnya, dan tidak ingin sedikit pun tersisa.
Bahkan dalam riwayat itu disebutkan, beliau sampai pingsan karena berusaha memuntahkan seluruh susu yang telanjur beliau minum lalu berkata, “Walaupun saya harus mati karena mengeluarkan susu ini dari perut saya, saya rela. Saya mendengar Rasulullah Shallahu `alaihi wa Sallam bersabda, “Setiap daging yang tumbuh dari sumber yang haram maka neraka adalah tempat yang pantas baginya.”
Tidak hanya itu, istri para As-salaf ash-shalih (para pendahulu kita yang baik) bila suaminya keluar dari rumahnya, iapun berpesan, “Jauhi olehmu penghasilan yang haram, karena kami mampu bersabar atas rasa lapar tapi kami tak mampu bersabar atas neraka.”
Ketiga warisan nabi yaitu menunaikan shalat, membaca Al-Qur`an, dan mengatahui hal-hal yang halal dan haram, merupakan warisan yang harus kita jaga dengan sungguh-sungguh. Shalat tepat pada waktunya dengan berjama`ah. Membaca Al Qur`an sesuai tajwid lalu berusaha memahami dan mengamalkannya, dan mengetahui status halal-haram pada suatu barang dengan tepat dan teliti.
Jika warisan duniawi begitu disukai meski bersifat sementara, yang akan sirna seiring berlalunya waktu, maka tiga warisan di atas harus lebih kita utamakan dari masa ke masa, karena ketiga warisan ini akan mendatangkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Friday, April 13, 2012
Suasana Keagamaan Semakin Tumbuh di Kosovo
Suasana relijiusitas semakin tumbuh di Kosovo sehingga meningkatkan perdebatan panas di negara termuda Eropa yang berpenduduk mayoritas Muslim ini. Tren relijiusitas disebabkan oleh beberapa dampak khususnya pertumbuhan badan-badan amal muslim di negara tersebut.
"Anda lihat lebih banyak perempuan mengenakan jilbab dan lebih banyak orang memanjangjan jenggot," kata Brikena Hoxha dari Inisiatif Stabilitas Kosovo, sebuah lembaga think tank berbasis di Pristina, The Times Irlandia melaporkan pada Kamis kemarin (12/4).
"Ini adalah hal yang baru bagi kami."
Banyak warga Kosovo mengatakan bahwa negara mereka yang baru lahir telah menyebabkan muncul dan meningkatnya arah yang lebih "konservatisme".
Mereka berpendapat bahwa kecenderungan ini bertentangan dengan apa yang mereka gambarkan sebagai "Islam-lite" di negara ini.
"Kami adalah Muslim tapi kami berpikir dengan cara Eropa," kata Xhabir Hamiti, seorang profesor studi Islam dan presiden Majelis Komunitas Islam Kosovo, sebuah badan pengawas resmi yang memilih dan melatih para imam.
Kubu sekuler mengutip adaya upaya oleh Partai Keadilan yang berhaluan Islam pada musim panas lalu yang berusaha mengamandemen konstitusi, yang menyatakan Kosovo adalah negara sekuler, dalam upaya untuk memungkinkan jilbab bisa dipakai di sekolah umum.
"Jilbab di Kosovo bukan merupakan elemen dari identitas kita," kata wakil menteri luar negeri Vlora Citaku kepada BBC pada tahun 2010 dalam membela keputusan pemerintah untuk melarang jilbab di sekolah.
Kelompok sekuler juga mengutip kontroversi atas seruan untuk membangun sebuah masjid besar di ibukota Pristina karena meningkatnya jumlah jamaah di negara ini.
Pristina adalah rumah bagi 22 masjid, tapi kebanyakan terlalu kecil, memaksa para jamaah untuk shalat di jalan-jalan pada hari Jumat.
"Kami tidak melihat Islam sebagai hambatan untuk bergabung dengan Uni Eropa," kata Hamiti.
Albania Muslim lebih dari 95 persen dari dua juta penduduk Kosovo.
Provinsi, yang dijalankan oleh PBB sejak kampanye militer NATO 1999 mengakhiri pembersihan etnis oleh pasukan Serbia, mengumumkan kemerdekaan mereka pada tahun 2008.
Beberapa warga Kosovo melihat atribut kesalehan tumbuh karena dampak maraknya lembaga amal Muslim di negara mereka.
Ada beberapa LSM Muslim yang beroperasi di Kosovo untuk membantu membangun kembali negara itu setelah serangan pemboman NATO terhadap pasukan Serbia pada tahun 1999.
Mereka membantu membangun kembali masjid yang hancur selama perang, serta menawarkan bantuan keuangan kepada anak yatim korban perang.
LSM Muslim juga terlibat dalam proyek-proyek kesehatan dan pendidikan di negara yang baru didirikan tersebut.
Namun kritikus mengatakan bahwa LSM Muslim menggunakan pengaruh mereka untuk menarik warga Kosovo miskin untuk mengikuti ideologi mereka.
"Anda lihat lebih banyak perempuan mengenakan jilbab dan lebih banyak orang memanjangjan jenggot," kata Brikena Hoxha dari Inisiatif Stabilitas Kosovo, sebuah lembaga think tank berbasis di Pristina, The Times Irlandia melaporkan pada Kamis kemarin (12/4).
"Ini adalah hal yang baru bagi kami."
Banyak warga Kosovo mengatakan bahwa negara mereka yang baru lahir telah menyebabkan muncul dan meningkatnya arah yang lebih "konservatisme".
Mereka berpendapat bahwa kecenderungan ini bertentangan dengan apa yang mereka gambarkan sebagai "Islam-lite" di negara ini.
"Kami adalah Muslim tapi kami berpikir dengan cara Eropa," kata Xhabir Hamiti, seorang profesor studi Islam dan presiden Majelis Komunitas Islam Kosovo, sebuah badan pengawas resmi yang memilih dan melatih para imam.
Kubu sekuler mengutip adaya upaya oleh Partai Keadilan yang berhaluan Islam pada musim panas lalu yang berusaha mengamandemen konstitusi, yang menyatakan Kosovo adalah negara sekuler, dalam upaya untuk memungkinkan jilbab bisa dipakai di sekolah umum.
"Jilbab di Kosovo bukan merupakan elemen dari identitas kita," kata wakil menteri luar negeri Vlora Citaku kepada BBC pada tahun 2010 dalam membela keputusan pemerintah untuk melarang jilbab di sekolah.
Kelompok sekuler juga mengutip kontroversi atas seruan untuk membangun sebuah masjid besar di ibukota Pristina karena meningkatnya jumlah jamaah di negara ini.
Pristina adalah rumah bagi 22 masjid, tapi kebanyakan terlalu kecil, memaksa para jamaah untuk shalat di jalan-jalan pada hari Jumat.
"Kami tidak melihat Islam sebagai hambatan untuk bergabung dengan Uni Eropa," kata Hamiti.
Albania Muslim lebih dari 95 persen dari dua juta penduduk Kosovo.
Provinsi, yang dijalankan oleh PBB sejak kampanye militer NATO 1999 mengakhiri pembersihan etnis oleh pasukan Serbia, mengumumkan kemerdekaan mereka pada tahun 2008.
Beberapa warga Kosovo melihat atribut kesalehan tumbuh karena dampak maraknya lembaga amal Muslim di negara mereka.
Ada beberapa LSM Muslim yang beroperasi di Kosovo untuk membantu membangun kembali negara itu setelah serangan pemboman NATO terhadap pasukan Serbia pada tahun 1999.
Mereka membantu membangun kembali masjid yang hancur selama perang, serta menawarkan bantuan keuangan kepada anak yatim korban perang.
LSM Muslim juga terlibat dalam proyek-proyek kesehatan dan pendidikan di negara yang baru didirikan tersebut.
Namun kritikus mengatakan bahwa LSM Muslim menggunakan pengaruh mereka untuk menarik warga Kosovo miskin untuk mengikuti ideologi mereka.
Friday, April 6, 2012
Pengakuan musuh akan kekalahannya di perang Afghan
Pekan lalu, CBS News dan New York Times menyatakan dalam sebuah survei gabungan bahwa 69 % warga Amerika Serikat (AS) menentang perang di Afghanistan, dan dalam beberapa bulan terakhir, kemarahan terhadap perang ini meningkat dengan cepat. Sebelumnya, seorang pejabat militer AS kolonel Denial Davis telah menulis dalam artikelnya bahwa para pejabat Amerika menipu kedua bangsa dan kongres mereka mengenai perang Afghan. Dia mengatakan, "kenyataan lapangan tidak seperti yang digambarkan oleh para Jenderal Pentagon kepada para anggota Kongres dan Senator dan ini telah sangat merusak gengsi Amerika di seluruh dunia."
Dia adalah pejabat Pentagon, yang telah menjabat di militer Amerika selama 17 tahun, mengatakan bahwa dia telah dikirim ke Afghanistan empat kali selama tugas militer dan telah melakukan perjalanan sepanjang 15000 km. Dia mengatakan bahwa setelah perjalanan dan pengalaman panjang di Afghanistan, dia telah mencapai kesimpulan bahwa perang Afghan tidak dapat dimenangkan dan dia tidak mengerti berapa lama lagi perang ini akan berlangsung, yang belum ada akhirnya.
Demikian pula beberapa bulan lalu, dalam sebuah analisis Intelijen Nasional Amerika, yang terdiri dari 100 halaman, yang mengakui bahwa perang Afghan adalah jalan buntu.
Semua dari mereka (musuh) berpikir bahwa perjuangan militer Amerika tengah berada dalam kesia-siaan di Afghanistan dan tidak memiliki hasil yang bermanfaat. Alasan yang diungkapkan mereka bahwa Amerika tidak dapat mendirikan sebuah pemerintahan yang sukses di Kabul tidak juga militer yang kuat. Pemerintahan Kabul sangat terlibat dalam korupsi dan manajemen puncaknya secara langsung terlibat dalam penyelundupan atau memiliki hubungan rahasia dengan para penyelundup. Anehnya, para pembuat keputusan Amerika mengalihkan mata buta mereka kepada realita yang terjadi ini dengan tampil dalam persnya sendiri.
Hari-hari sebelumnya, Sekretaris Pertahanan AS Leon Panetta mengatakan bahwa perang ini dilancarkan atas dasar strategi daripada berdasarkan opini publik. Disisi lain, mereka menyebut diri mereka sendiri dengan sangat memalukan, juara Demokrasi itu menyatakan bahwa "Demokrasi adalah Pemerintahan dari Rakyat, Untuk Rakyat dan oleh Rakyat".
Tetapi ketika 69 persen rakyatnya mengatakan bahwa "Kami tidak menginginkan perang di Afghanistan", mereka melupakan Demokrasi (yang mereka katakan) dan mengatakan bahwa opini publik tidak dapat memutuskan kebijakan perang. Para penerima manfaatnya (dari perang Afghan -red) hanyalah segelintir kecil dari kalangan investor, kontraktor, produsen senjata dan organisasi intelijen. Kenyataannya, para penjajah Amerika telah kehilangan gengsi internasional mereka dengan menginvasi Afghansitan dan masyarakat dunia telah menyadari bahwa ada perbedaan banyak sekali antara kata-kata dan perbuatan.
Kami sekali lagi menyeru kepada para pembuat keputusan di Gedung Putih dan Pentagon bahwa perang Afghan (yang mereka lancarkan -red) adalah perang yang tanpa tujuan bahkan sejak dari awal. Sekarang, masyarakat internasional dan rakyat kalian sendiri telah menyadari bahwa perang ini dilancarkan untuk tujuan kolonialisme dan tidak ada hubungannya dengan apa yang disebut "TERORISME".
Orang-orang yang berperang melawan kalian, adalah orang-orang yang berjuang dan berkorban untuk sebuah tujuah yang sah. Mereka memiliki hak untuk menikmati hidup berdasarkan keyakinan mereka sendiri, budaya dan tradisi yang dimiliki oleh bangsa-bangsa merdeka lainnya. Oleh karena itu, sebelum kehilangan militer, ekonomi, dan reputasi politik kalian di masyarakat internasional. Sebaiknya kalian meninggalkan tanah Afghan ini untuk rakyat Afghan sendiri dan menyingkir dari kuburan para kerajaan dunia ini.
Dia adalah pejabat Pentagon, yang telah menjabat di militer Amerika selama 17 tahun, mengatakan bahwa dia telah dikirim ke Afghanistan empat kali selama tugas militer dan telah melakukan perjalanan sepanjang 15000 km. Dia mengatakan bahwa setelah perjalanan dan pengalaman panjang di Afghanistan, dia telah mencapai kesimpulan bahwa perang Afghan tidak dapat dimenangkan dan dia tidak mengerti berapa lama lagi perang ini akan berlangsung, yang belum ada akhirnya.
Demikian pula beberapa bulan lalu, dalam sebuah analisis Intelijen Nasional Amerika, yang terdiri dari 100 halaman, yang mengakui bahwa perang Afghan adalah jalan buntu.
Semua dari mereka (musuh) berpikir bahwa perjuangan militer Amerika tengah berada dalam kesia-siaan di Afghanistan dan tidak memiliki hasil yang bermanfaat. Alasan yang diungkapkan mereka bahwa Amerika tidak dapat mendirikan sebuah pemerintahan yang sukses di Kabul tidak juga militer yang kuat. Pemerintahan Kabul sangat terlibat dalam korupsi dan manajemen puncaknya secara langsung terlibat dalam penyelundupan atau memiliki hubungan rahasia dengan para penyelundup. Anehnya, para pembuat keputusan Amerika mengalihkan mata buta mereka kepada realita yang terjadi ini dengan tampil dalam persnya sendiri.
Hari-hari sebelumnya, Sekretaris Pertahanan AS Leon Panetta mengatakan bahwa perang ini dilancarkan atas dasar strategi daripada berdasarkan opini publik. Disisi lain, mereka menyebut diri mereka sendiri dengan sangat memalukan, juara Demokrasi itu menyatakan bahwa "Demokrasi adalah Pemerintahan dari Rakyat, Untuk Rakyat dan oleh Rakyat".
Tetapi ketika 69 persen rakyatnya mengatakan bahwa "Kami tidak menginginkan perang di Afghanistan", mereka melupakan Demokrasi (yang mereka katakan) dan mengatakan bahwa opini publik tidak dapat memutuskan kebijakan perang. Para penerima manfaatnya (dari perang Afghan -red) hanyalah segelintir kecil dari kalangan investor, kontraktor, produsen senjata dan organisasi intelijen. Kenyataannya, para penjajah Amerika telah kehilangan gengsi internasional mereka dengan menginvasi Afghansitan dan masyarakat dunia telah menyadari bahwa ada perbedaan banyak sekali antara kata-kata dan perbuatan.
Kami sekali lagi menyeru kepada para pembuat keputusan di Gedung Putih dan Pentagon bahwa perang Afghan (yang mereka lancarkan -red) adalah perang yang tanpa tujuan bahkan sejak dari awal. Sekarang, masyarakat internasional dan rakyat kalian sendiri telah menyadari bahwa perang ini dilancarkan untuk tujuan kolonialisme dan tidak ada hubungannya dengan apa yang disebut "TERORISME".
Orang-orang yang berperang melawan kalian, adalah orang-orang yang berjuang dan berkorban untuk sebuah tujuah yang sah. Mereka memiliki hak untuk menikmati hidup berdasarkan keyakinan mereka sendiri, budaya dan tradisi yang dimiliki oleh bangsa-bangsa merdeka lainnya. Oleh karena itu, sebelum kehilangan militer, ekonomi, dan reputasi politik kalian di masyarakat internasional. Sebaiknya kalian meninggalkan tanah Afghan ini untuk rakyat Afghan sendiri dan menyingkir dari kuburan para kerajaan dunia ini.
Tuesday, April 3, 2012
88 Tahun Tanpa Khilafah : From Imarah To Khilafah
2012 tahun ini genap 88 tahun kaum Muslimin hidup tanpa naungan Khilafah. Musthafa Kamal Attaturk, antek barat keturunan yahudi yang lahir di Salanik atau Salonika (1880 M/1296 H) ini pada tanggal 3 Maret 1924 melalui sidang Dewan Perwakilan Nasional, memecat Khalifah, membubarkan sistem Khilafah, dan menghapus sistem pemerintahan Islam yang telah berjalan ribuan tahun tersebut dari Khilafah Ustmaniyyah di Turki.
Sejak peristiwa 3 Maret 1924, kaum Muslimin hidup tanpa naungan Khilafah, terpecah belah menjadi sekitar 60-an negara nasionalis yang tidak terikat satu sama lain dengan ikatan yang shahih (aqidah Islam), dihinakan, wilayahnya diduduki penjajah, darahnya ditumpahkan, kehormatannya dilecehkan, dan agamanya dinistakan.
Kini, setelah 88 tahun berlalu, gaung kebangkitan Islam yang sejak lama diperjuangkan mulai menampakkan hasilnya. Kaum Muslimin di seluruh penjuru dunia melihat secercah harapan kembalinya kejayaan dan keberkahan hidup di bawah naungan syariat Islam di bawah sistem pemerintahan Islam, Khilafah Islamiyyah.
Nubuwwah dari Rasulullah SAW., yang memberitakan akan berakhirnya masa kepemimpinan para diktaktor yang kejam dan bengis dan menjadi awal kemunculan sistem Khilafah Islamiyyah yang mengikuti metode kenabian mulai terlihat tanda-tandanya.
Keruntuhan rezim diktaktor Tunisia, disusul Mesir, Libya, dan kini Suriah menjadi tanda dan bukti benarnya berita kenabian Rasulullah SAW. Sementara itu, fenomena kemunculan negara-negara Islam atau yang lebih dikenal dengan Imarah Islam, seperti Imarah Islam Afghanistan, Imarah Islam Kaukasus, Imarah Islam Somalia, dan Daulah Islam Iraq menjadi penanda dan bukti yang menguatkan bahwa masa kedatangan Khilafah Islamiyyah yang mengikuti metode kenabian sudah semakin dekat. Karena seluruh Imarah Islam yang ada bercita-cita mewujudkan Khilafah Islamiyah mengikuti metode kenabian. Insya Allah!
Bagaimana Khilafah Islam Diruntuhkan ?
Syekh Abdullah Azzam rahimahullah dalam bukunya ‘Al Manarah Al Mafqudah’ (Pelita Yang Hilang) menjelaskan penyebab runtuhnya kekhilafahan. Menurut beliau, orang-orang Eropa berpendapat bahwa cara yang paling mudah untuk mematikan Islam adalah melayangkan pukulan mematikan memlalui tangan putra-putranya yang mengaku sebagai kaum Muslimin.
Musthafa Kamal Attaturk datang mewujudkan impian yang belum pernah terbayangkan sebelumnya oleh orang-orang Eropa yakni memecat Khalifah, membubarkan sistem Khilafah, dan menghapus sistem pemerintahan Islam yang telah berjalan ribuan tahun dari Khilafah Ustmaniyyah di Turki.
Menurut Syekh Abdullah Azzam dalam ‘Al Manarah Al Mafqudah’ buku beliau yang diterbitkan di Shada, perbatasan Afghanistan pada 26 Juni 1987 tersebut, Musthafa Kamal Attaturk lahir di kota Salonika atau kota Yahudi, yang berpenduduk 140.000 jiwa, dimana 80.000 diantaranya adalah orang-orang Yahudi Espana dan 20.000 lagi adalah orang-orang Yahudi Aldunama, yakni kaum Yahudi yang berpura-pura masuk Islam (dokumen duta Inggris, Lother, tanggal 29-5-1910), diterbitkan oleh Majalah Al-Mujtama’ no. 425-529, 1978.)
Musthafa Kamal Attaturk adalah agen dan antek orang-orang kafir Eropa, terutama Inggris. Musthafa mengawali pengkhianatannya ketika berada di Palestina, dengan mengadakan perjanjian dengan Allenby, panglima pasukan Inggris. Dari pengkhianatan itu disepakati Musthafa menarik pasukannya dari Palestina dan memberi kesempatan kepada Allenby untuk masuk bersama pasukannya dalam keadaan tenang dan damai. Pasukan Allenby akhirnya memukul mundur pasukan ke IV Turki dengan pukulan yang mematikan. Akibat dari pengkhianatan awal Musthafa, kekuatan Turki hancur untuk selama-lamanya dimana hasil pertempuran sangat memilukan, jumlah tawanan mendekati seratus ribu tentara, di luar jumlah mereka yang mati oleh peluru orang-orang Druze dan Armenis (Ar Rajulu Ash-Shanamu)
.
Syekh Abdullah Azzam membeberkan dalam ‘Pelita yang Hilang’ bukti-bukti pengkhianatan Musthafa Kamal Attaturk dan kesepakatannya dengan Inggris.
1. Mundurnya Musthafa Kamal dari posisi strategis yang terlindung kuat, yakni di timur Nabulus, yang dilakukan persis di malam masuknya pasukan Allenby, 19 September 1917, dengan mendadak dan dalam waktu yang singkat.Dhabith Tarki Sabiq, mantan jenderal Turki, penulis buku Ar Rajulu Ash-Shanamu, Kamal Attaturk (Manusia Berhala, Kamal Attaturk), menyatakan : “Di sini terjadi kesepakatan antara Mustafa Kamal dengan panglima pasukan Inggris, Jenderal Allenby, secara rahasia. Isi kesepakatan tersebut ialah Musthafa Kamal akan menarik mundur pasukannya secara mendadak, sehingga tentara Turki tidak mampu melakukan pertahanan. Tentu saja hal itu menyebabkan mereka jatuh ke tangan musuh.
2. Inggris mengadakan hubungan dengan Musthafa Kamal pada waktu dia masih menjadi panglima pasukan di Palestina. Mereka membujuk Musthafa Kamal untuk mengadakan pemberontakan terhadap Sultan dan Inggris berjanji untuk membantu rencana tersebut.
3. Setelah Allenby merebut kemenangan, maka ia datang ke Istambul. Dia meminta Daulah Turki yang kalah untuk mengangkat Musthafa Kamal sebagai panglima pasukan ke IV dekat wilayah Maushil (kota di Iraq), dimana pengaruh Inggris dan daerah minyak terletak. Tujuannya supaya Musthafa Kamal dapat melindungi berbagai kepentingan Inggris dan mengamankan mereka di sana.
4. Musthafa Kamal, setelah kekalahan besar yang diderita Turki dan sesudah kembali ke Turki, mempunyai hubungan rahasia dengan pastor yang dikenal dengan nama Frid, seorang kapala intelejen Inggris di Turki.
5. Sandiwara kemenangan yang gemilang di Anatolie, khususnya di wilayah Sicoria, Azmir, dan Avion yang menjadikan Musthafa Kamal melambung ketenarannya bagaikan sebuah lagenda. Maka sempurnalah sandiwara tersebut dengan penampilan yang menghipnotis dan merampas perasaan hati itu. Inggris telah menekan Khalifah sedemikian rupa sehingga dia nampak lemah dan tak berdaya. Sementara di sisi lain mereka berpura-pura lemah menghadapi Musthafa Kamal agar nampak bahwa dia adalah pahlawan satu-satunya di Turki.
Akhirnya pada tanggal 3 Maret 1924, Musthafa Kamal, sang agen dan antek Inggris turunan Yahudi tersebut mengusulkan rencana untuk menghapus, membubarkan khilafah, memisahkan antara agama dan negara, serta mengganti Mahkamah Syariah dan Undang-Undang Syariah dengan Mahkamah Modern (Thaghut) dan Undang-Undang Modern (Thaghut).
Syekh Abdullah Azzam mengomentari tindakan keji Musthafa Kamal tersebut: “Sungguh Musthafa Kamal telah mencabut bangunan yang tinggi dari pondasinya. Bangunan yang selama lima abad menjadi menara petunjuk bagi kaum Muslimin, menjadi pelita yang menerangi kaum Muslimin di bumi Turki.”
Syekh Abdul Qadim Zallum, dalam bukunya “How The Khilafah Destroyed” (Kaifa Hudimat al-Khilafah) menceritakan detik-detik dimana Khilafah Islam terakhir di Turki diruntuhkan oleh antek dan agen Inggris, Musthafa Kamal Attatruk.
“Pada pagi hari tanggal 3 Maret 1924, diumumkan bahwa Majelis Nasional telah menyetujui penghapusan Khilafah dan pemisahan agama dari urusan-urusan negara. Pada malamnya, Musthafa Kamal mengirimkan perintah kepada gubernur Istambul yang menetapkan bahwa Khalifah Abdul Majid harus meninggalkan Turki sebelum fajar hari berikutnya. Pada tengah malam, gubernur bersama satu pasukan dari kesatuan polisi dan militer mendatangi istana Khalifah. Khalifah dipaksa masuk ke dalam mobil yang kemudian membawanya melintasi perbatasan menuju Swiss. Setelah ia dibekali satu kopor berisi beberapa potong pakaian dan sejumlah uang. Dua hari kemudian, Musthafa mengumpulkan seluruh pangeran dan putri Sultan, kemudian mendeportasinya ke luar negeri. Seluruh peran agama dihapuskan dan waqaf kaum Muslimin menjadi milik negara. Sekolah-sekolah agama diubah menjadi sekolah umum di bawah pengawasan kementerian pendidikan. Demikianlah bagaimana caranya Khilafah diruntuhkan. Khilafah benar-benar runtuh, dan ikut runtuh pula Islam dalam kapasitasnya sebagai konstitusi negara, sebagai sumber perundang-undangan umat, serta sebagai pedoman hidup. Semuanya itu adalah perbuatan Inggris melalui kaki tangan dan agen mereka, si pengkhianat Musthafa Kamal Pasha.”
Lihat apa yang diucapkan Musthafa Kamal dalam pidatonya yang disampaikan pada anggota dewan:
“Dengan harga apa yang harus dibayar untuk menjaga Republik yang terancam ini dan menjadikannya berdiri kokoh di atas prinsip ilmiah yang kuat? Jawabannya Khalifah dan semua keturunan keluarga Utsman harus pergi (dari Turki), pengadilan agama yang kuno dan undang-undangnya harus diganti dengan pengadilan dan undang-undang modern, sekolah-sekolah kaum agamawan harus disterilkan tempatnya untuk dijadikan sekolah-sekolah negeri yang non agama.”
Dan Umat Islam pun Tercerai Berai
Pasca diruntuhkannya Khilafah Islam yang terakhir di Turki, umat Islam tercerai berai, bagai anak ayam kehilangan induknya. Kaum Muslimin terpecah belah menjadi sekitar 60-an negara nasionalis yang tidak terikat satu sama lain dengan ikatan yang shahih (aqidah Islam).
Setelah Khilafah Islam diruntuhkan, kaum Muslimin berpecah belah dan menyebar pada jalan yang berbeda-beda laksana domba di malam hujan, dimana kemudian kawanan serigala menerkam kaum Muslimin yang tercerai berai tersebut. Semua musuh mencabut senjatanya dan menghunuskan pedangnya untuk menyembelih siapapun dan dengan cara bagaimanapun yang mereka sukai. Khilafah Islam, sang pelindung umat sudah tiada lagi.
Syekh mujahid, Usamah bin Ladin rahimahullah dalam “Taujih Manhajiyah 2” menggambarkan derita umat akibat tercerai berai dan tidak memiliki pemimpin.
“ Pada saat darah orang-orang Islam mengalir dan ditumpahkan, di Palestina, Chechnya, Philipina, Kashmir dan Sudan, dan anak-anak kita mati lantaran embargo Amerika di Irak. Dan ketika luka-luka kita belum sembuh, sejak serangan-serangan salib terhadap dunia Islam pada kurun yang lalu, dan yang merupakan hasil dari kesepakatan Saix-Piccot antara Inggris dan Prancis, yang menyebabkan dunia Islam terbagi-bagi menjadi potongan-potongan, sedangkan para kakitangan salib masih berkuasa di dalamnya sampai hari ini, tiba-tiba keadaan yang serupa menghadang kita dengan kesepakatan Saix-Piccot, yaitu kesepakatan Bush-Blair, akan tetapi kesepakatan itu di bawah bendera yang sama, dan tujuannya juga sama. Benderanya adalah bendera salib, dan tujuannya adalah merampas dan menghancurkan umat Nabi kita shollallohu ‘alai wa sallam yang dicintai.
Sesungguhnya kesepakatan Bush-Blair mengaku ingin menghancurkan teroris, namun tidak samar lagi, meskipun bagi orang awam sekalipun, bahwa kesepakatan itu bertujuan untuk menghancurkan Islam, namun demikian para penguasa negara-negara kawasan timur tengah tetap saja menyatakan dukungan mereka, melalui berbagai ceramah dan tulisan, terhadap terhadap Bush di dalam memerangi teroris, yaitu memerangi Islam dan kaum muslimin, dalam sebuah pengkhianatan yang jelas terhadap Islam dan umatnya, dengan dukungan restu dari para ulama’ pemerintah dan para menterinya.”
Kesepakatan atau Perjanjian Saix-Piccot adalah kesepakatan rahasia yang berlangsung pada tahun 1334 H ketika perang dunia pertama antara Inggris dan Prancis, atas persetujuan Rusia untuk memecah-belah Daulah ‘Utsmaniyah dan membagi daerah-daerah yang tunduk di bawah kekuasaan ‘Utsmaniyah --- yaitu Suriah, Irak, Lebanon dan Palestina --- ke daerah-daerah yang tunduk kepada kekuasaan Prancis, sedangkan yang lainnya tunduk kepada kekuasaan Inggris. Kesepakatan tersebut dinamakan dengan nama tersebut karena dinisbatkan kepada pelakunya yaitu Marlk Saix orang Inggris dan George Piccot, orang Perancis.
Syekh Usamah rahimahullah melanjutkan :
“Dan sesungguhnya diantara tujuan terpenting dari serangan salibis baru ini adalah mempersiapkan kondisi negara-negara di wilayah timur tengah, setelah dilakukan pembagian, untuk mendirikan negara Israel Raya, yang mencakup sebagian besar Irak dan Mesir melewati Suria, Lebanon, Yordan, seluruh daerah Palestina dan sebagian besar dari negeri haromain (dua tanah suci).
Lalu, bagaimana caranya agar umat Islam yang tercerai berai tersebut bisa bersatu kembali di bawah naungan Khilafah Islamiyyah? Bagaimana pula caranya menahan keganasan orang-orang kafir yang membantai kaum Muslimin ?
Syekh mujahid, Usamah bin Ladin menjawabnya:
“Maka jalan untuk menahan kekuatan orang-orang kafir adalah jihad fi sabilillah, sebagaimana firman Alloh SWT:
" Maka berperanglah kamu pada jalan Alloh, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mu'min (untuk berperang). Mudah-mudahan Alloh menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Alloh amat besar kekuatan dan amat keras siksaan (Nya)." (An Nisa’: 84)
Sesungguhnya umat Islam pada hari ini, atas karunia Alloh SWT, mempunyai kekuatan yang sangat besar yang cukup untuk menyelamatkan Palestina dan menyelamatkan negeri-negeri umat Islam yang lain. Akan tetapi kekuatan ini terbelenggu, maka kita harus berusaha untuk melepaskannya. Selain itu, sebenarnya umat ini telah mendapat janji kemenangan, sehingga jika kemenangan itu tertunda maka hal itu disebabkan oleh dosa-dosa kita dan berpangkutangannya kita dari membela Alloh SWT. Alloh SWT berfirman:
"… jika kamu menolong (agama) Alloh, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (Muhammad: 7)
Bahkan umat ini juga dijanjikan kemenangan atas orang-orang Yahudi, sebagaimana sabda Rosululloh shollallohu ‘alai wa sallam:
"Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga kaum muslimin memerangi orang-orang yahudi, lalu kaum musliminpun membunuh mereka, sampai-sampai ada seorang yahudi yang bersembunyi dibalik batu dan pohon, lalu batu atau pohon itu berkata: 'wahai orang Islam, wahai hamba Alloh ini orang yahudi dibelakangku, kemarilah bunuhlah dia!. Kecuali pohon ghorqod, sesungguhnya ghorqod itu pohon orang-orang yahudi." (HR. Muslim)
Maka di dalam hadits ini juga terdapat peringatan bahwasanya pertarungan yang menentukan dengan musuh itu, terjadi dengan cara pambunuhan dan peperangan, bukan dengan cara membuang-buang kekuatan umat selama puluhan tahun, dengan melalui jalan lain, seperti tipu daya demokrasi dan yang lainnya.
Gelombang Tsunami Revolusi Menghantam Kekuasaan Para Diktaktor
Kini, setelah 88 tahun berlalu, gaung kebangkitan Islam yang sejak lama diperjuangkan mulai menampakkan hasilnya. Kaum Muslimin di seluruh penjuru dunia melihat secercah harapan kembalinya kejayaan dan keberkahan hidup di bawah naungan syariat Islam di bawah sistem pemerintahan Islam, Khilafah Islamiyyah.
Nubuwwah dari Rasulullah SAW., yang memberitakan akan berakhirnya masa kepemimpinan para diktaktor yang kejam dan bengis dan menjadi awal kemunculan sistem Khilafah Islamiyyah yang mengikuti metode kenabian mulai terlihat tanda-tandanya.
"Dari Nu'man bin Basyir dari Hudzaifah bin Yaman radliallahu 'anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Masa kenabian itu ada di tengah-tengah kamu sekalian, adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (KHILAFAH 'ALAA MINHAJIN NUBUWWAH), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa Kerajaan yang Diwariskan (MULKAN ADLON), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa Pemerintahan Diktaktor yang bengis (MULKAN JABARIYYAH), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (KHILAFAH 'ALAA MINHAJIN NUBUWWAH)". Kemudian beliau (Nabi) diam." (H.R. Ahmad dan Al Baihaqi. Misykatul Mashabih: Bab Al Indzar wa Tahdzir, Al Maktabah Ar Rahimiah, Delhi, India. Halaman 461. Musnad Ahmad, juz 4, halaman 273)
Syekh Hasan Umar hafizhahullah dalam artikelnya yang berjudul “Ruha al-Islam Dairah” (Roda Islam terus berputar) menjelaskan fase-fase dari Nubuwwah Rasulullah SAW., secara panjang lebar dan terperinci.
“Nabi SAW., memberitahukan, pada saat itu masa kenabian, bahwa masa kenabian beliau akan berlangsung di tengah umatnya ini sampai masa beliau wafat. Setelah itu datang masa khilafah rasyidah yang akan bertahan di tengah umat ini selama masa waktu tertentu. Kemudian Allah SWT., akan mengangkat masa tersebut.
Hal itu ternyata benar-benar terjadi. Kemudian muncul masa raja ‘adhun, yaitu kerajaan yang diwariskan. Masa tersebut terjadi sejak era Mu’awiyah bin Abi Sufyan RA, saat ia mengambil baiat untuk anaknya Yazid bin Mu’awiyah padahal saat itu Mu’awiyah masih hidup. Kerajaan yang diwariskan menjadi milik Bani Umayyah, lalu menjadi milik daulah Abbasiyah sampai selesai, kemudian daulah Mamluk, dan daulah Utsmaniyah. Daulah Utsmaniyah kemudian berakhir di tangan seorang sekuleris militeris, Musthafa Kamal Attaturk. Negara-negara Eropa berperan besar dalam menjatuhkan daulah Utsmaniyah, sehingga khilafah Utsmaniyah runtuh pada bulan Maret 1924 M.
Era kerajaan yang diwariskan (monarchi) telah berakhir, digantikan oleh pemerintahan militer atas negeri-negeri Islam pada abad 20 M. Bahkan, meski pihak militer yang tidak naik ke kursi kekuasaan, namun sisa-sisa kerajaan yang diwariskan seperti Arab Saudi, Yordania, dan Maroko mempergunakan bantuan kekuatan militer yang besar, dengan peralatan dan persenjataan modern untuk memberangus pihak oposisi dan siapa pun yang membenci penguasa tersebut. Pemerintahan tersebut secara realita adalah pemerintahan diktator, meski secara nama masih berupa kerajaan yang diwariskan.
Kekuasaan sepenuhnya digenggam oleh pemerintahan-pemerintahan diktator tersebut dengan banyak metode. Metode yang paling penting adalah: - aparat keamanan yang kuat yang menjaganya, memberangus para oposisi, mempergunakan media massa dan para jurnalis untuk ‘mencetak’ (membentuk) akal pemikiran rakyat sesuai kehendak para penguasa, suatu cara yang bisa disebut ‘operasi pencucian otak’. Mereka memenuhi otak rakyat dengan pemikiran-pemikiran yang mendukung para penguasa atau melalaikan rakyat dari dien Allah dan problematika-problematika umat yang paling menentukan nasib mereka, yaitu media massa memberikan porsi yang sangat besar untuk aspek seni, olahraga, lagu-lagu (musik), lawakan, dan seterusnya.
Para tokoh agama yang berubah menjadi para pegawai pemerintahan. Ketika melihat kemungkaran, mereka memegang prinsip: ‘Saya tidak melihat, tidak mendengar, dan tidak mengatakan’. Mereka berperan seperti para pendeta yang menganggap suci para penguasa, bukan berperan sebagai tokoh iman yang mengingkari kemungkaran penguasa dan meluruskan kekeliruannya, bukan pula berperan sebagai pemimpin umat yang mengembalikan hak-hak umat yang hilang.
Diantara metode terpenting para penguasa diktator tersebut adalah mengikuti kemauan Barat di bidang politik dan militer, dengan mencampakkan persoalan Palestina dari realita perjuangan, karena mereka semua sibuk menjalin perdamaian dengan Israel.
Maka kekuatan militer Amerika dipersilahkan bercokol di Kuwait, Teluk, dan Arab Saudi. Sikap politik negara-negara kawasan Teluk berada di bawah payung politik Amerika. Amerika bahkan melakukan intervensi sangat dalam, sampai taraf menentukan para penguasa di beberapa negeri Islam. Para penguasa tersebut meminta bantuan kekuatan adidaya (salibis Amerika dan Eropa) ini dan mereka menindas rakyat mereka sendiri. Maka mereka layak menyandang nama ‘Pemerintahan Diktator’.
Kini nasib para pemerintahan diktator ini mulai sempoyongan dan hendak roboh, dengan dimulainya revolusi rakyat di Tunisia, lalu di Mesir, lalu demonstrasi-demonstrasi dan bentrokan-bentrokan terjadi di Yaman, Libya, dan lain-lain. Semuanya terjadi secara berentetan, dengan kecepatan yang mengagumkan. Semuanya memiliki kemiripan dan beraksi secara cepat.
Kita tidak melihat ada penafsiran atas berbagai kejadian ini yang lebih jujur dari penafsiran Nabi SAW, yang telah memberitahukan kepada kita bahwa pemerintahan diktator akan menguasai umat ini selama masa yang Allah kehendaki. Allah kemudian akan mengangkatnya jika Allah telah menghendakinya.”
88 Tahun Tanpa Khilafah : From Imarah To Khilafah
Kini kita melihat dengan jelas permulaan hilangnya pemerintahan diktator, dan dengan izin Allah semua pemerintahan diktaktor tersebut akan lenyap. Jika pemerintahan diktator telah hilang, niscaya akan digantikan oleh fase khilafah yang berjalan di atas minhaj (metode) kenabian, seperti yang telah diberitahukan oleh nabi Muhammad SAW.
Gelombang tsunami revolusi Islam yang awalnya muncul di Tunisia telah melanda Timur Tengah dan kini menghantam kekuasaan pemerintahan diktaktor. Keruntuhan rezim diktaktor Tunisia, disusul Mesir, Libya, dan kini Suriah menjadi tanda dan bukti benarnya berita kenabian Rasulullah SAW.
Sementara itu, fenomena kemunculan negara-negara Islam atau yang lebih dikenal dengan Imarah Islam, seperti Imarah Islam Afghanistan, Imarah Islam Kaukasus, Imarah Islam Somalia, dan Daulah Islam Iraq menjadi penanda dan bukti yang menguatkan bahwa masa kedatangan Khilafah Islamiyyah yang mengikuti metode kenabian sudah semakin dekat. Karena seluruh Imarah Islam yang ada bercita-cita mewujudkan Khilafah Islamiyah mengikuti metode kenabian.
Imarah Islam, seperti Imarah Islam Afghanistan, Imarah Islam Kaukasus, Imarah Islam Somalia, dan Daulah Islam Iraq, dalam timbangan syar’i masuk dalam kategori “Imarah Khos” atau Imarah Khusus, yakni sebuah kekuasaan spesifik (Khusus) dari sebuah kepemimpinan Islam atas wilayah yang khusus pula, dimana syariat Islam diterapkan di wilayah tersebut.
Imarah Khos (Imarah Khusus) ini suatu saat bisa berkembang dan akhirnya mampu bi idznillah untuk menegakkan “Imarah Aam” (Imarah Umum) atau yang kita kenal dengan nama Khilafah untuk seluruh kaum Muslimin di dunia yang akan mewujudkan ketentraman, kesejahteraan, dan turunnya rahmat Allah SWT., tidak hanya kepada umat Islam, melainkan juga kepada umat non Muslim, bahkan kepada seluruh alam semesta.
Di saat itulah Nubuwwah Rasulullah SAW., kembali terbukti, dengan munculnya masa atau fase Khilafah ala Minhajin Nubuwah, yakni Khilafah yang mengikuti metode kenabian pasca runtuhnya pemerintahan diktaktor, dan diawali dengan kemunculan Imarah Islam. From Imarah To Khilafah, Insya Allah!
By: M. Fachry
International Jihad Analysis
Sejak peristiwa 3 Maret 1924, kaum Muslimin hidup tanpa naungan Khilafah, terpecah belah menjadi sekitar 60-an negara nasionalis yang tidak terikat satu sama lain dengan ikatan yang shahih (aqidah Islam), dihinakan, wilayahnya diduduki penjajah, darahnya ditumpahkan, kehormatannya dilecehkan, dan agamanya dinistakan.
Kini, setelah 88 tahun berlalu, gaung kebangkitan Islam yang sejak lama diperjuangkan mulai menampakkan hasilnya. Kaum Muslimin di seluruh penjuru dunia melihat secercah harapan kembalinya kejayaan dan keberkahan hidup di bawah naungan syariat Islam di bawah sistem pemerintahan Islam, Khilafah Islamiyyah.
Nubuwwah dari Rasulullah SAW., yang memberitakan akan berakhirnya masa kepemimpinan para diktaktor yang kejam dan bengis dan menjadi awal kemunculan sistem Khilafah Islamiyyah yang mengikuti metode kenabian mulai terlihat tanda-tandanya.
Keruntuhan rezim diktaktor Tunisia, disusul Mesir, Libya, dan kini Suriah menjadi tanda dan bukti benarnya berita kenabian Rasulullah SAW. Sementara itu, fenomena kemunculan negara-negara Islam atau yang lebih dikenal dengan Imarah Islam, seperti Imarah Islam Afghanistan, Imarah Islam Kaukasus, Imarah Islam Somalia, dan Daulah Islam Iraq menjadi penanda dan bukti yang menguatkan bahwa masa kedatangan Khilafah Islamiyyah yang mengikuti metode kenabian sudah semakin dekat. Karena seluruh Imarah Islam yang ada bercita-cita mewujudkan Khilafah Islamiyah mengikuti metode kenabian. Insya Allah!
Bagaimana Khilafah Islam Diruntuhkan ?
Syekh Abdullah Azzam rahimahullah dalam bukunya ‘Al Manarah Al Mafqudah’ (Pelita Yang Hilang) menjelaskan penyebab runtuhnya kekhilafahan. Menurut beliau, orang-orang Eropa berpendapat bahwa cara yang paling mudah untuk mematikan Islam adalah melayangkan pukulan mematikan memlalui tangan putra-putranya yang mengaku sebagai kaum Muslimin.
Menurut Syekh Abdullah Azzam dalam ‘Al Manarah Al Mafqudah’ buku beliau yang diterbitkan di Shada, perbatasan Afghanistan pada 26 Juni 1987 tersebut, Musthafa Kamal Attaturk lahir di kota Salonika atau kota Yahudi, yang berpenduduk 140.000 jiwa, dimana 80.000 diantaranya adalah orang-orang Yahudi Espana dan 20.000 lagi adalah orang-orang Yahudi Aldunama, yakni kaum Yahudi yang berpura-pura masuk Islam (dokumen duta Inggris, Lother, tanggal 29-5-1910), diterbitkan oleh Majalah Al-Mujtama’ no. 425-529, 1978.)
Musthafa Kamal Attaturk adalah agen dan antek orang-orang kafir Eropa, terutama Inggris. Musthafa mengawali pengkhianatannya ketika berada di Palestina, dengan mengadakan perjanjian dengan Allenby, panglima pasukan Inggris. Dari pengkhianatan itu disepakati Musthafa menarik pasukannya dari Palestina dan memberi kesempatan kepada Allenby untuk masuk bersama pasukannya dalam keadaan tenang dan damai. Pasukan Allenby akhirnya memukul mundur pasukan ke IV Turki dengan pukulan yang mematikan. Akibat dari pengkhianatan awal Musthafa, kekuatan Turki hancur untuk selama-lamanya dimana hasil pertempuran sangat memilukan, jumlah tawanan mendekati seratus ribu tentara, di luar jumlah mereka yang mati oleh peluru orang-orang Druze dan Armenis (Ar Rajulu Ash-Shanamu)
.
Syekh Abdullah Azzam membeberkan dalam ‘Pelita yang Hilang’ bukti-bukti pengkhianatan Musthafa Kamal Attaturk dan kesepakatannya dengan Inggris.
1. Mundurnya Musthafa Kamal dari posisi strategis yang terlindung kuat, yakni di timur Nabulus, yang dilakukan persis di malam masuknya pasukan Allenby, 19 September 1917, dengan mendadak dan dalam waktu yang singkat.Dhabith Tarki Sabiq, mantan jenderal Turki, penulis buku Ar Rajulu Ash-Shanamu, Kamal Attaturk (Manusia Berhala, Kamal Attaturk), menyatakan : “Di sini terjadi kesepakatan antara Mustafa Kamal dengan panglima pasukan Inggris, Jenderal Allenby, secara rahasia. Isi kesepakatan tersebut ialah Musthafa Kamal akan menarik mundur pasukannya secara mendadak, sehingga tentara Turki tidak mampu melakukan pertahanan. Tentu saja hal itu menyebabkan mereka jatuh ke tangan musuh.
2. Inggris mengadakan hubungan dengan Musthafa Kamal pada waktu dia masih menjadi panglima pasukan di Palestina. Mereka membujuk Musthafa Kamal untuk mengadakan pemberontakan terhadap Sultan dan Inggris berjanji untuk membantu rencana tersebut.
3. Setelah Allenby merebut kemenangan, maka ia datang ke Istambul. Dia meminta Daulah Turki yang kalah untuk mengangkat Musthafa Kamal sebagai panglima pasukan ke IV dekat wilayah Maushil (kota di Iraq), dimana pengaruh Inggris dan daerah minyak terletak. Tujuannya supaya Musthafa Kamal dapat melindungi berbagai kepentingan Inggris dan mengamankan mereka di sana.
4. Musthafa Kamal, setelah kekalahan besar yang diderita Turki dan sesudah kembali ke Turki, mempunyai hubungan rahasia dengan pastor yang dikenal dengan nama Frid, seorang kapala intelejen Inggris di Turki.
5. Sandiwara kemenangan yang gemilang di Anatolie, khususnya di wilayah Sicoria, Azmir, dan Avion yang menjadikan Musthafa Kamal melambung ketenarannya bagaikan sebuah lagenda. Maka sempurnalah sandiwara tersebut dengan penampilan yang menghipnotis dan merampas perasaan hati itu. Inggris telah menekan Khalifah sedemikian rupa sehingga dia nampak lemah dan tak berdaya. Sementara di sisi lain mereka berpura-pura lemah menghadapi Musthafa Kamal agar nampak bahwa dia adalah pahlawan satu-satunya di Turki.
Akhirnya pada tanggal 3 Maret 1924, Musthafa Kamal, sang agen dan antek Inggris turunan Yahudi tersebut mengusulkan rencana untuk menghapus, membubarkan khilafah, memisahkan antara agama dan negara, serta mengganti Mahkamah Syariah dan Undang-Undang Syariah dengan Mahkamah Modern (Thaghut) dan Undang-Undang Modern (Thaghut).
Syekh Abdullah Azzam mengomentari tindakan keji Musthafa Kamal tersebut: “Sungguh Musthafa Kamal telah mencabut bangunan yang tinggi dari pondasinya. Bangunan yang selama lima abad menjadi menara petunjuk bagi kaum Muslimin, menjadi pelita yang menerangi kaum Muslimin di bumi Turki.”
Syekh Abdul Qadim Zallum, dalam bukunya “How The Khilafah Destroyed” (Kaifa Hudimat al-Khilafah) menceritakan detik-detik dimana Khilafah Islam terakhir di Turki diruntuhkan oleh antek dan agen Inggris, Musthafa Kamal Attatruk.
“Dengan harga apa yang harus dibayar untuk menjaga Republik yang terancam ini dan menjadikannya berdiri kokoh di atas prinsip ilmiah yang kuat? Jawabannya Khalifah dan semua keturunan keluarga Utsman harus pergi (dari Turki), pengadilan agama yang kuno dan undang-undangnya harus diganti dengan pengadilan dan undang-undang modern, sekolah-sekolah kaum agamawan harus disterilkan tempatnya untuk dijadikan sekolah-sekolah negeri yang non agama.”
Dan Umat Islam pun Tercerai Berai
Pasca diruntuhkannya Khilafah Islam yang terakhir di Turki, umat Islam tercerai berai, bagai anak ayam kehilangan induknya. Kaum Muslimin terpecah belah menjadi sekitar 60-an negara nasionalis yang tidak terikat satu sama lain dengan ikatan yang shahih (aqidah Islam).
Setelah Khilafah Islam diruntuhkan, kaum Muslimin berpecah belah dan menyebar pada jalan yang berbeda-beda laksana domba di malam hujan, dimana kemudian kawanan serigala menerkam kaum Muslimin yang tercerai berai tersebut. Semua musuh mencabut senjatanya dan menghunuskan pedangnya untuk menyembelih siapapun dan dengan cara bagaimanapun yang mereka sukai. Khilafah Islam, sang pelindung umat sudah tiada lagi.
Syekh mujahid, Usamah bin Ladin rahimahullah dalam “Taujih Manhajiyah 2” menggambarkan derita umat akibat tercerai berai dan tidak memiliki pemimpin.
Sesungguhnya kesepakatan Bush-Blair mengaku ingin menghancurkan teroris, namun tidak samar lagi, meskipun bagi orang awam sekalipun, bahwa kesepakatan itu bertujuan untuk menghancurkan Islam, namun demikian para penguasa negara-negara kawasan timur tengah tetap saja menyatakan dukungan mereka, melalui berbagai ceramah dan tulisan, terhadap terhadap Bush di dalam memerangi teroris, yaitu memerangi Islam dan kaum muslimin, dalam sebuah pengkhianatan yang jelas terhadap Islam dan umatnya, dengan dukungan restu dari para ulama’ pemerintah dan para menterinya.”
Kesepakatan atau Perjanjian Saix-Piccot adalah kesepakatan rahasia yang berlangsung pada tahun 1334 H ketika perang dunia pertama antara Inggris dan Prancis, atas persetujuan Rusia untuk memecah-belah Daulah ‘Utsmaniyah dan membagi daerah-daerah yang tunduk di bawah kekuasaan ‘Utsmaniyah --- yaitu Suriah, Irak, Lebanon dan Palestina --- ke daerah-daerah yang tunduk kepada kekuasaan Prancis, sedangkan yang lainnya tunduk kepada kekuasaan Inggris. Kesepakatan tersebut dinamakan dengan nama tersebut karena dinisbatkan kepada pelakunya yaitu Marlk Saix orang Inggris dan George Piccot, orang Perancis.
Syekh Usamah rahimahullah melanjutkan :
“Dan sesungguhnya diantara tujuan terpenting dari serangan salibis baru ini adalah mempersiapkan kondisi negara-negara di wilayah timur tengah, setelah dilakukan pembagian, untuk mendirikan negara Israel Raya, yang mencakup sebagian besar Irak dan Mesir melewati Suria, Lebanon, Yordan, seluruh daerah Palestina dan sebagian besar dari negeri haromain (dua tanah suci).
Lalu, bagaimana caranya agar umat Islam yang tercerai berai tersebut bisa bersatu kembali di bawah naungan Khilafah Islamiyyah? Bagaimana pula caranya menahan keganasan orang-orang kafir yang membantai kaum Muslimin ?
Syekh mujahid, Usamah bin Ladin menjawabnya:
“Maka jalan untuk menahan kekuatan orang-orang kafir adalah jihad fi sabilillah, sebagaimana firman Alloh SWT:
" Maka berperanglah kamu pada jalan Alloh, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mu'min (untuk berperang). Mudah-mudahan Alloh menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Alloh amat besar kekuatan dan amat keras siksaan (Nya)." (An Nisa’: 84)
Sesungguhnya umat Islam pada hari ini, atas karunia Alloh SWT, mempunyai kekuatan yang sangat besar yang cukup untuk menyelamatkan Palestina dan menyelamatkan negeri-negeri umat Islam yang lain. Akan tetapi kekuatan ini terbelenggu, maka kita harus berusaha untuk melepaskannya. Selain itu, sebenarnya umat ini telah mendapat janji kemenangan, sehingga jika kemenangan itu tertunda maka hal itu disebabkan oleh dosa-dosa kita dan berpangkutangannya kita dari membela Alloh SWT. Alloh SWT berfirman:
"… jika kamu menolong (agama) Alloh, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (Muhammad: 7)
Bahkan umat ini juga dijanjikan kemenangan atas orang-orang Yahudi, sebagaimana sabda Rosululloh shollallohu ‘alai wa sallam:
"Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga kaum muslimin memerangi orang-orang yahudi, lalu kaum musliminpun membunuh mereka, sampai-sampai ada seorang yahudi yang bersembunyi dibalik batu dan pohon, lalu batu atau pohon itu berkata: 'wahai orang Islam, wahai hamba Alloh ini orang yahudi dibelakangku, kemarilah bunuhlah dia!. Kecuali pohon ghorqod, sesungguhnya ghorqod itu pohon orang-orang yahudi." (HR. Muslim)
Maka di dalam hadits ini juga terdapat peringatan bahwasanya pertarungan yang menentukan dengan musuh itu, terjadi dengan cara pambunuhan dan peperangan, bukan dengan cara membuang-buang kekuatan umat selama puluhan tahun, dengan melalui jalan lain, seperti tipu daya demokrasi dan yang lainnya.
Gelombang Tsunami Revolusi Menghantam Kekuasaan Para Diktaktor
Kini, setelah 88 tahun berlalu, gaung kebangkitan Islam yang sejak lama diperjuangkan mulai menampakkan hasilnya. Kaum Muslimin di seluruh penjuru dunia melihat secercah harapan kembalinya kejayaan dan keberkahan hidup di bawah naungan syariat Islam di bawah sistem pemerintahan Islam, Khilafah Islamiyyah.
"Dari Nu'man bin Basyir dari Hudzaifah bin Yaman radliallahu 'anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Masa kenabian itu ada di tengah-tengah kamu sekalian, adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (KHILAFAH 'ALAA MINHAJIN NUBUWWAH), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa Kerajaan yang Diwariskan (MULKAN ADLON), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa Pemerintahan Diktaktor yang bengis (MULKAN JABARIYYAH), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (KHILAFAH 'ALAA MINHAJIN NUBUWWAH)". Kemudian beliau (Nabi) diam." (H.R. Ahmad dan Al Baihaqi. Misykatul Mashabih: Bab Al Indzar wa Tahdzir, Al Maktabah Ar Rahimiah, Delhi, India. Halaman 461. Musnad Ahmad, juz 4, halaman 273)
Syekh Hasan Umar hafizhahullah dalam artikelnya yang berjudul “Ruha al-Islam Dairah” (Roda Islam terus berputar) menjelaskan fase-fase dari Nubuwwah Rasulullah SAW., secara panjang lebar dan terperinci.
“Nabi SAW., memberitahukan, pada saat itu masa kenabian, bahwa masa kenabian beliau akan berlangsung di tengah umatnya ini sampai masa beliau wafat. Setelah itu datang masa khilafah rasyidah yang akan bertahan di tengah umat ini selama masa waktu tertentu. Kemudian Allah SWT., akan mengangkat masa tersebut.
Hal itu ternyata benar-benar terjadi. Kemudian muncul masa raja ‘adhun, yaitu kerajaan yang diwariskan. Masa tersebut terjadi sejak era Mu’awiyah bin Abi Sufyan RA, saat ia mengambil baiat untuk anaknya Yazid bin Mu’awiyah padahal saat itu Mu’awiyah masih hidup. Kerajaan yang diwariskan menjadi milik Bani Umayyah, lalu menjadi milik daulah Abbasiyah sampai selesai, kemudian daulah Mamluk, dan daulah Utsmaniyah. Daulah Utsmaniyah kemudian berakhir di tangan seorang sekuleris militeris, Musthafa Kamal Attaturk. Negara-negara Eropa berperan besar dalam menjatuhkan daulah Utsmaniyah, sehingga khilafah Utsmaniyah runtuh pada bulan Maret 1924 M.
Era kerajaan yang diwariskan (monarchi) telah berakhir, digantikan oleh pemerintahan militer atas negeri-negeri Islam pada abad 20 M. Bahkan, meski pihak militer yang tidak naik ke kursi kekuasaan, namun sisa-sisa kerajaan yang diwariskan seperti Arab Saudi, Yordania, dan Maroko mempergunakan bantuan kekuatan militer yang besar, dengan peralatan dan persenjataan modern untuk memberangus pihak oposisi dan siapa pun yang membenci penguasa tersebut. Pemerintahan tersebut secara realita adalah pemerintahan diktator, meski secara nama masih berupa kerajaan yang diwariskan.
Kekuasaan sepenuhnya digenggam oleh pemerintahan-pemerintahan diktator tersebut dengan banyak metode. Metode yang paling penting adalah: - aparat keamanan yang kuat yang menjaganya, memberangus para oposisi, mempergunakan media massa dan para jurnalis untuk ‘mencetak’ (membentuk) akal pemikiran rakyat sesuai kehendak para penguasa, suatu cara yang bisa disebut ‘operasi pencucian otak’. Mereka memenuhi otak rakyat dengan pemikiran-pemikiran yang mendukung para penguasa atau melalaikan rakyat dari dien Allah dan problematika-problematika umat yang paling menentukan nasib mereka, yaitu media massa memberikan porsi yang sangat besar untuk aspek seni, olahraga, lagu-lagu (musik), lawakan, dan seterusnya.
Para tokoh agama yang berubah menjadi para pegawai pemerintahan. Ketika melihat kemungkaran, mereka memegang prinsip: ‘Saya tidak melihat, tidak mendengar, dan tidak mengatakan’. Mereka berperan seperti para pendeta yang menganggap suci para penguasa, bukan berperan sebagai tokoh iman yang mengingkari kemungkaran penguasa dan meluruskan kekeliruannya, bukan pula berperan sebagai pemimpin umat yang mengembalikan hak-hak umat yang hilang.
Diantara metode terpenting para penguasa diktator tersebut adalah mengikuti kemauan Barat di bidang politik dan militer, dengan mencampakkan persoalan Palestina dari realita perjuangan, karena mereka semua sibuk menjalin perdamaian dengan Israel.
Maka kekuatan militer Amerika dipersilahkan bercokol di Kuwait, Teluk, dan Arab Saudi. Sikap politik negara-negara kawasan Teluk berada di bawah payung politik Amerika. Amerika bahkan melakukan intervensi sangat dalam, sampai taraf menentukan para penguasa di beberapa negeri Islam. Para penguasa tersebut meminta bantuan kekuatan adidaya (salibis Amerika dan Eropa) ini dan mereka menindas rakyat mereka sendiri. Maka mereka layak menyandang nama ‘Pemerintahan Diktator’.
Kini nasib para pemerintahan diktator ini mulai sempoyongan dan hendak roboh, dengan dimulainya revolusi rakyat di Tunisia, lalu di Mesir, lalu demonstrasi-demonstrasi dan bentrokan-bentrokan terjadi di Yaman, Libya, dan lain-lain. Semuanya terjadi secara berentetan, dengan kecepatan yang mengagumkan. Semuanya memiliki kemiripan dan beraksi secara cepat.
Kita tidak melihat ada penafsiran atas berbagai kejadian ini yang lebih jujur dari penafsiran Nabi SAW, yang telah memberitahukan kepada kita bahwa pemerintahan diktator akan menguasai umat ini selama masa yang Allah kehendaki. Allah kemudian akan mengangkatnya jika Allah telah menghendakinya.”
88 Tahun Tanpa Khilafah : From Imarah To Khilafah
Kini kita melihat dengan jelas permulaan hilangnya pemerintahan diktator, dan dengan izin Allah semua pemerintahan diktaktor tersebut akan lenyap. Jika pemerintahan diktator telah hilang, niscaya akan digantikan oleh fase khilafah yang berjalan di atas minhaj (metode) kenabian, seperti yang telah diberitahukan oleh nabi Muhammad SAW.
Gelombang tsunami revolusi Islam yang awalnya muncul di Tunisia telah melanda Timur Tengah dan kini menghantam kekuasaan pemerintahan diktaktor. Keruntuhan rezim diktaktor Tunisia, disusul Mesir, Libya, dan kini Suriah menjadi tanda dan bukti benarnya berita kenabian Rasulullah SAW.
Sementara itu, fenomena kemunculan negara-negara Islam atau yang lebih dikenal dengan Imarah Islam, seperti Imarah Islam Afghanistan, Imarah Islam Kaukasus, Imarah Islam Somalia, dan Daulah Islam Iraq menjadi penanda dan bukti yang menguatkan bahwa masa kedatangan Khilafah Islamiyyah yang mengikuti metode kenabian sudah semakin dekat. Karena seluruh Imarah Islam yang ada bercita-cita mewujudkan Khilafah Islamiyah mengikuti metode kenabian.
Imarah Khos (Imarah Khusus) ini suatu saat bisa berkembang dan akhirnya mampu bi idznillah untuk menegakkan “Imarah Aam” (Imarah Umum) atau yang kita kenal dengan nama Khilafah untuk seluruh kaum Muslimin di dunia yang akan mewujudkan ketentraman, kesejahteraan, dan turunnya rahmat Allah SWT., tidak hanya kepada umat Islam, melainkan juga kepada umat non Muslim, bahkan kepada seluruh alam semesta.
Di saat itulah Nubuwwah Rasulullah SAW., kembali terbukti, dengan munculnya masa atau fase Khilafah ala Minhajin Nubuwah, yakni Khilafah yang mengikuti metode kenabian pasca runtuhnya pemerintahan diktaktor, dan diawali dengan kemunculan Imarah Islam. From Imarah To Khilafah, Insya Allah!
By: M. Fachry
International Jihad Analysis
Tuesday, March 27, 2012
Pernahkah Syiah Melawan Zionis?
Salah satu alasan yang membuat kaum Syiah Rafidhah selalu berbunga-bunga ialah sebagai berikut…
[=] Syiah adalah musuh terbesar Amerika dan Israel.
[=] Syiah adalah musuh utama Zionis Yahudi yang sangat ditakuti karena punya intalasi nuklir.
Sejarah Syiah: "Selalu Menusuk Ahlus Sunnah dari Belakang. Dan Tak Pernah Perang Melawan Orang Kafir."
[=] Hizbullah adalah sosok kekuatan Syiah yang selalu gagah-berani menghadang barisan Zionis Israel.
[=] Sementara Saudi, Kuwait, dan Qatar, selalu bermanis-manis kata dengan dedengkot Yahudi, yaitu Amerika.
[=] Revolusi Khomeini adalah revolusi Islam yang menginspirasi perjuangan gerakan-gerakan Islam di dunia.
Ya, kurang lebih begitu klaim para aktivis agama Persia (Syiah Rafidhah) ini. Di berbagai forum, kesempatan, termasuk dalam diskusi di blog ini, alasan-alasan itu selalu mereka munculkan. Seakan-akan, tidak lagi alasan bagi Syiah untuk tetap eksis di muka bumi, selain klaim-klaim seperti itu.
Lalu bagaimana pandangan kita sebagai Ahlus Sunnah tentang klaim kaum Syiah ini?
Mari kita bahas secara ringkas dan praktis, dengan memohon pertolongan Allah Al Hadi…
PERTAMA. Kaum Syiah Rafidhah itu terus bekerja keras dan sangat nafsu, agar mereka tetap diakui sebagai Islam, tetap dipandang sebagai Muslim, tetap menjadi bagian dari kaum Muslimin sedunia. Hal ini adalah hakikat siksaan spiritual yang Allah timpakan atas hati-hati mereka, selamanya. Mereka telah sangat berdosa karena mencaci, melecehkan, mengutuk, dan mendoakan keburukan atas isteri-isteri Nabi, para Khulafaur Rasyidin, dan para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum. Maka Allah pun menjadikan mereka selalu gelisah, takut, dan sangat menginginkan diberi label Islam atau Muslim. Mereka selalu dalam kebingungan seperti ini, layaknya Bani Israil yang kebingungan selama 40 tahun di Padang Tiih, karena telah menghina Musa ‘Alaihissalam dan Allah Ta’ala. Lihatlah manusia-manusia pemeluk agama Persia (Rafidhah) itu…mereka kemana-mana membawa laknat atas doa-doa laknat yang mereka bacakan untuk mengutuki manusia-manusia terbaik dari para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum.
KEDUA. Dalam sejarahnya, sejak zaman Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu sampai hari ini, ketahuilah bahwa Syiah Rafidhah (agama Persia) ini tidak pernah berjihad melawan kaum kufar, baik itu Nashrani, Yahudi, musyrikin, dan orang-orang atheis. Syiah tidak punya sejarah jihad menghadapi kaum kufar. “Jihad” kaum Syiah sebagian besar diarahkan untuk menyerang kaum Sunni, sejak zaman dahulu sampai saat ini.
Mula-mula Syiah di Kufah mengundang Husein Radhiyallahu ‘Anhu datang ke Kufah, katanya mau dibaiat. Karena Husein sudah berangkat ke Kufah, oleh penguasa kala itu (Yazid bin Muawiyah) Husein dianggap bughat, sehingga boleh ditumpas. Waktu tiba di Kufah, tak satu pun kaum Syiah keluar untuk membaiat, menolong dan mendukung Husein. Posisi Husein sangat terjepit, akan kembali ke Madinah, dia sudah dianggap bughat. Meminta bantuan Kufah, tak satu pun Syiah yang akan menolong. Akhirnya, Husein ditumpas di Padang Karbala. Bahkan kala penumpasan itu, tak satu pun hidung Syiah menampakkan diri, walau sekedar untuk menolong korban dari pihak Husein dan keluarganya. Nah, peristiwa pembantaian Husein oleh kaum Syiah itulah yang selalu mereka rayakan dan nikmati dalam momen-momen Asyura. Air mata mereka mengutuk para pembunuh Husein, sedangkan hati mereka berucap: “Alhamdulillah Husein dan keluarganya telah binasa di Karbala.”
“Jihad” kaum Syiah berikutnya ialah membantu Hulagu Khan (penguasa Mongol) untuk menumpas Khilafah Abbassiyah. Kemudian mereka berusaha melenyapkan kaum Sunni di Mesir, tetapi berhasil ditumpas oleh Nuruddin Mahmud Zanki. Mereka terus menikam perjuangan Shalahuddin Al Ayyubi. Mereka juga selalu menjadi musuh Khilafah Turki Utsmani, selalu kerjasama dengan negara-negara Nashrani Eropa untuk melemahkan Khilafah Turki. Di zaman kontemporer, Revolusi Khomeini di Iran telah menumpas Ahlus Sunnah di Iran. Mereka juga menikam perjuangan mujahidin di Afghanistan. Mereka membantai Ahlus Sunnah di Irak, Libanon, Suriah, Yaman, bahkan mereka hampir menguasai Bahrain.
Singkat kata, tidak ada Jihad kaum Syiah dalam sejarah, selain “jihad” yang diarahkan untuk memusnahkan dan menghancur-leburkan kaum Sunni. Sejarah klasik dan modern sudah memaparkan fakta. Bahkan dalam kasus Iran Contra Gate terbongkar skandal besar. Ternyata, di balik gerakan Kontra di Nikaragua, Amerika memasok senjata kepada para gerilyawan itu. Darimana dananya? Dari hasil kerjasama jual-beli minyak dengan Iran. Padahal dalam kampanye dunia, sudah dimaklumkan bahwa Amerika itu sedang konflik dengan Iran. Tetapi di balik itu ada sandiwara “jual-beli minyak” yang menggelikan. Kasus ini sangat terkenal, sehingga seorang kolonel Amerika dikorbankan sebagai tumbalnya.
KETIGA. Apa sih yang dilakukan Hizbullah (Syiah Rafidhah) di Libanon kepada Israel? Apakah dia terlibat perang terbuka dengan Israel? Apakah dia menduduki wilayah Israel dan berusaha mengusir penduduk Yahudi? Ternyata, aksi-aksi Hizbullah itu hanya melepaskan tembakan mortir ke arah pasukan Israel atau wilayah Israel. Atau mereka melakukan tembakan senapan, atau tembakan rudal anti tank. Hanya itu saja. Mereka tidak pernah terlibat perang terbuka vis a vis, seperti para pejuang Ahlus Sunnah di Irak, Afghanistan, Chechnya dan lainnya. Jadi singkat kata, aksi-aksi Hizbullah itu hanya semacam “main-main” untuk membuang amunisi-amunisi ringan. Itu saja kok.
KEEMPAT. Dalam sejarah perang Arab-Israel, sejak merdeka tahun 1948 Israel sudah berkali-kali bertempur dengan pasukan Arab. Yang terkenal adalah perang tahun 48, perang tahun 67, dan perang tahun 70-an. Ia kerap disebut perang Arab-Israel. Setelah itu belum ada lagi perang yang significant. Dalam sejarah ini, lagi-lagi tiada peranan Iran sama sekali. Bahkan ketika Ghaza dihancur-leburkan Israel pada tahun 2008-2009 lalu, Iran lagi-lagi tidak terlibat apa-apa. Jadi, apa yang bisa dibanggakan dari manusia-manusia pemeluk agama Persia (Syiah Rafidhah) itu?
KELIMA. Menurut Ustadz Farid Okbah, di Iran itu sangat banyak orang-orang Yahudi. Menurut informasi, jumlahnya bisa mencapai 50.000 jiwa. Mereka bisa hidup aman dan sentosa di Iran, sedangkan Ahlus Sunnah hidupnya sangat menderita disana. Iran bersikap welcome kepada kaum Yahudi, dan sangat ofensif kepada kaum Muslimin. Ini adalah realitas yang sangat menyedihkan. Makanya tidak salah kalau ada yang mengatakan, Rafidhah lebih sadis dari orang-orang kafir lain.
Contoh yang sangat unik ialah kerjasama antara Hamas dan Iran. Banyak orang menyebutkan, Hamas kerap kerjasama dengan Iran. Hal itu konon berdasarkan sikap Syaikh Al Bana yang dulunya pernah berujar, bahwa Syiah adalah sesama saudara Muslim juga. Mereka sama-sama Ahlul Qiblah. Tetapi realitasnya, Ikhwanul Muslimin di Suriah dibantai puluhan ribu manusia disana oleh regim Hafezh Assad. Ternyata, regim itu dan anaknya, dibantu oleh Iran juga. Nah, ini kan sangat ironis. Hamas kerjasama dengan Iran, sementara Al Ikhwan di Suriah dibantai oleh regim Suriah yang didukung oleh Iran.
KEENAM. Propaganda bahwa Syiah Rafidhah itu musuh Zionis Israel, semua ini hanya propaganda belaka. Sejatinya mereka itu teman-karib, sahabat dekat, saling tolong-menolong, sebagian menjadi wali atas sebagian yang lain. Mereka ini selamanya tak akan pernah terlibat dalam peperangan. Kaum Yahudi membutuhkan Iran, sebagai seteru Ahlus Sunnah. Sedangkan Iran membutuhkan Yahudi, juga sebagai seteru Ahlus Sunnah. Dalam hadits Nabi Saw juga disebutkan bahwa kelak dajjal akan muncul dari Isfahan (salah satu kota di Iran yang saat ini banyak dihuni Yahudi) dengan 70.000 pasukan. Yahudi membutuhkan Iran, karena darinya akan muncul pemimpin mereka. Dan dalam literatur-literatur Syiah, sosok dajjal itu sebenarnya adalah sosok “Al Mahdi Al Muntazhar” yang selalu mereka tunggu-tunggu. Begitulah, banyak kesamaan kepentingan antara Syiah dan Yahudi.
KETUJUH. Fakta berikutnya yang sangat mencengangkan. Ternyata Syiah Iran juga menjalin kerjasama dengan China dan Rusia, dua negara dedengkotnya Komunis. Mereka ini umumnya kerjasama dalam soal industri, perdagangan, dan jual-beli senjata. Ketika Amerika berniat menjatuhkan sanksi akibat instalasi nuklir Iran, segera China dan Rusia memveto niatan itu. Kedua negara terang-terangan membela Iran. Begitu juga China dan Rusia juga membela regim Bashar Assad (semoga Allah Al Aziz segera memecahkan kepala manusia durjana satu ini, amin ya Mujibas sa’ilin) dari ancaman sanksi internasional. Sedangkan kita tahu, regim Suriah sangat dekat koneksinya dengan Iran. Jadi, kita bisa simpulkan sendiri posisi Iran di mata China, Rusia, dan regim Suriah.
Jadi kalau kemudian kita mendengar propaganda Syiah anti Yahudi, Syiah anti Amerika, Syiah anti Zionis, dan sebagainya…ya sudahlah, saya akan ketawa saja. Tidak usah dianggap serius. Anggaplah semua itu hanya “olah-raga kata-kata” saja (meminjam istilah seorang politisi busuk). Syiah selamanya akan berkawan dengan kaum kufar dan sangat apriori dengan kaum Muslimin (Ahlus Sunnah). Mereka itu lahir dari sejarah kita, tetapi wujud dan hatinya milik orang kafir. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.
Semoga artikel sederhana ini bermanfaat. Semoga kita semakin sadar, bahwa Syiah Rafidhah bukanlah kawan. Mereka membutuhkan istilah kawan selagi masih lemah. Nanti kalau sudah kuat, mereka akan menghancur-leburkan Ahlus Sunnah. Tetapi cukuplah Allah Ta’ala sebagai Wali, Pelindung, dan Penolong kita. Dialah sebaik-baik Pelindung dan Penjaga. Walhamdulillahi Rabbil a’alamiin
Saturday, March 24, 2012
Awas... Rudal Korut diarahkan ke Asia Tenggara dan Australia
SEDELAIDE, Amerika Serikat memperingatkan bahwa peluncuran rudal Korea Utara di bulan April mendatang diarahkan ke Asia Tenggara dan Australia untuk pertama kalinya. Peringatan tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Kurt Campbell dalam pertemuan dengan Menlu Australia, Bob Carr di Sydney hari Jumat (23/3/2012) kemarin.
Selama ini, rudal jarak jauh Korea Utara selalu diarahkan ke arah timur, ke arah Jepang. Namun sekarang menurut laporan dinas intelejen Amerika Serikat, arah peluncuran rudal itu untuk pertama kalinya adalah ke selatan.
"Bila peluncuran itu berjalan seperti yang direncanakan Korea Utara, maka kami perkirakan daerah yang menjadi sasaran adalah di wilayah antara Australia, Indonesia, dan Filipina," kata Kurt Campbell yang merupakan Wakil Menlu AS untuk Asia Timur dan Pasifik, seperti dilaporkan harian The Sydney Morning Herald.
"Kami tidak pernah melihat arah peluncuran seperti ini sebelumnya. Oleh karenanya, kami sudah memperingatkan kepada negara-negara ini dan meminta mereka mengecam rencana peluncuran rudal dan mendesak Korea Utara guna menghentikannya." tambah Dr Campbell.
Setelah pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri Australia, Bob Carr mengatakan, rencana peluncuran rudal jarak jauh Korea Utara tersebut merupakan ancaman nyata terhadap keamanan kawasan dan Australia.
Menurut laporan koresponden Kompas di Australia, L. Sastra Wijaya, Perdana Menteri Australia Julia Gillard dan juga Presiden AS Barack Obama bersama 50 pemimpin lainnya akan bertemu di ibukota Korea Selatan, Seoul hari Senin guna mendiskusikan program perlucutan senjata nuklir Korea Utara.
Pengumuman dari Korea Utara minggu lalu bahwa mereka akan meluncurkan rudal jarak jauh tanggal 15 April mendatang diperkirakan akan menjadi topik utama pembicaraan.
Selama ini, rudal jarak jauh Korea Utara selalu diarahkan ke arah timur, ke arah Jepang. Namun sekarang menurut laporan dinas intelejen Amerika Serikat, arah peluncuran rudal itu untuk pertama kalinya adalah ke selatan.
"Bila peluncuran itu berjalan seperti yang direncanakan Korea Utara, maka kami perkirakan daerah yang menjadi sasaran adalah di wilayah antara Australia, Indonesia, dan Filipina," kata Kurt Campbell yang merupakan Wakil Menlu AS untuk Asia Timur dan Pasifik, seperti dilaporkan harian The Sydney Morning Herald.
"Kami tidak pernah melihat arah peluncuran seperti ini sebelumnya. Oleh karenanya, kami sudah memperingatkan kepada negara-negara ini dan meminta mereka mengecam rencana peluncuran rudal dan mendesak Korea Utara guna menghentikannya." tambah Dr Campbell.
Setelah pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri Australia, Bob Carr mengatakan, rencana peluncuran rudal jarak jauh Korea Utara tersebut merupakan ancaman nyata terhadap keamanan kawasan dan Australia.
Menurut laporan koresponden Kompas di Australia, L. Sastra Wijaya, Perdana Menteri Australia Julia Gillard dan juga Presiden AS Barack Obama bersama 50 pemimpin lainnya akan bertemu di ibukota Korea Selatan, Seoul hari Senin guna mendiskusikan program perlucutan senjata nuklir Korea Utara.
Pengumuman dari Korea Utara minggu lalu bahwa mereka akan meluncurkan rudal jarak jauh tanggal 15 April mendatang diperkirakan akan menjadi topik utama pembicaraan.
Muslim Bertambah, Tapi Masjid Justru Kurang
-Di suatu hari yang dingin di bulan Maret, ribuan umat Muslim melakukan sholat Jumat di luar masjid tertua di jalan Bolshaya Tatarskaya pusat kota Moskow. Mereka melaksanakan sholat di jalanan yang tertutup salju.
Suara klakson mobil terdengar di jalan tersebut dan masyarakat lokal berupaya untuk melintasi jalur tersebut.
Pemandangan yang sama terjadi di seluruh masjid yang ada di Moskow yang berjumlah empat buah, ketika puluhan ribu umat Muslim melaksanakan sholat Jumat.
Lebih dari dua juta Muslim saat ini tinggal dan bekerja di Moskow. Dan menjadi salah satu negara dengan komunitas muslim terbesar di Eropa dan tak lagi dapat ditampung masjid yang ada di kota tersebut.
Para Muslim yang sebagian besar adalah pemuda imigran dari negara bekas Uni Soviet, Asia Tengah dan Kaukakus.
Kemiskinan dan konflik memaksa mereka untuk mengadu nasib di Rusia, mereka sebagian besar berasal dari Uzbekistan, Tajikistan dan Kirgistan yang bekerja dan mendapatkan tempat tinggal baru di Moskow.
"Ada banyak sekali dari (negara) kami," kata Ulugbek, seorang migran dari Uzbekistan. "Kami harus bersyukur bahwa ada masjid di Moskow. Kota yang tidak disiapkan dengan kedatangan jutaan dari kami yang secara tiba-tiba," ujarnya dikutip BBC, Kamis (22/03/2012).
Tetapi yang lain berpikir bahwa otoritas mengabaikan kebutuhan penduduk Muslim.
Hasan Fakhritdinov, imam masjid bersejarah di Moskow, mengatakan bahwa fasilitas yang ada tidak cukup.
"Kami meminta kepada otoritas untuk mengijinkan kami membangun masjid baru, tetapi mereka mengabaikan keinginan kami," kata dia. "Sekarang orang harus sholat di luar di tengah hujan atau salju."
Masjid Tatar yang merupakan tertua di Moskow sudah berubah menjadi bangunan baru. Tetapi meski demikian tetap tidak dapat menampung orang yang beribadah.
"Moskow-abad"
Pendapat masyarakat di Moskow akan kebutuhan masjid untuk penduduk Muslim pun terpecah.
"Moskow berkembang dan itu menarik lebih banyak migran yang menjadi Muslim," seperti disampaikan dua perempuan muda yang berjalan dekat masjid tua."Rusia membangun gereja dan tidak boleh seorang pun menghentikan Muslim untuk membangun masjid mereka".
Tetapi warga lainnya khawatir jika terlalu banyak pendatang akan mengubah budaya dan gaya hidup Rusia.
"Orang melontarkan gurauan Moskow telah menjadi Moskow-abad," kata Yuri Gorsky, seorang aktivis dari kelompok nasionalis Russovet, yang meminta kedatangan imigran diperketat.
"Saat ini tidak banyak wajah Slavik yang anda lihat di jalanan. Saya tidak keberatan imigran dari negara Slavik tetapi kita harus menyetop Muslim ini."
Dulu pernah terjadi serangan xenophobia (ketakutan terhadap orang asing) terhadap imigran muslim di Rusia, tetapi jumlah itu menurun secara drastis selama beberapa tahun terakhir.
Kelompok HAM Rusia, Sova Center melaporkan tujuh orang tewas dan 28 lain terluka akibat serangan pada tahun 2011, sementara pada tahun 2008 jumlah korban tewas mencapai 57 dan 196 mengalami luka pada 2008.
Kota Samosa
Samosa yang berasal dari Asia Tengah menjadi makanan yang populer di Moskow.
Banyaknya jumlah imigran di Moskow, juga memberikan perubahan dan pekerjaan baru.
Sejumlah toko Halal dan cafe dibuka di sejumlah wilayah di kota tersebut, dari restoran mahal dimana anda dapat menghabiskan US$200 untuk makan siang, sampai toko yang menjual makanan murah untuk dibawa pulang.
Penjualan panganan khas Asia Tengah juga marak, seperti roti dan samosa.
Samosa halal menjadi makanan yang populer di Moskow. Tetapi bukan hanya makanan halal dan masjid yang penuh yang menunjukan kehadiran Islam disana.
Kehidupan masyarakat di ibukota Rusia pun berubah.
Zarif, yang berasal dari Tajikistan, dan istrinya yang orang Rusia Yelena tinggal di sebuah apartemen tanpa kamar di bagian utara Moskow.
Seperti keluarga lainnya, keduanya memiliki pekerjaan dan berupaya untuk pindah ke tempat tinggal yang lebih besar.
Zarif yang Muslim dan Yelena yang berasal dari keluarga Kristen Ortodoks, mengatakan awalnya pernikahan mereka sulit untuk mendapatkan dukungan, tetapi sekarang semua sudah berubah.
Muslim meningkat
Jumlah orang Rusia yang menganut Islam pun meningkat, di antara mereka adalah Ali Vyacheslav Polosin, mantan pendeta Ortodok dan politisi.
Dia merupakan salah seorang yang berada di garis depan dalam mengkampanyekan agar Hari Natal Ortodok menjadi hari libur nasional di Rusia.
Tetapi 12 tahun yang lalu, dia pindah agama dan sekarang menjalankan pusat dukungan Muslim di Moskow, mengajar dan memberikan nasihat kepada orang Rusia yang baru menganut Islam atau Mualaf.
Ayesha Larisa, yang bekerja untuk pusat dukungan itu, mengatakan telah memiliki anggota sebanyak 10.000 orang perempuan mualaf.
"Mereka butuh bantuan dan nasihat kami," kata Ayesha. "Kami mengajari mereka cara beribadah, atau membantu mereka jika memiliki masalah dengan anggota keluarganya."
Islam menjadi agama terbesar kedua di Rusia, tetapi tidak pernah terlihat di Moskow seperti saat ini.
Kondisi itu tampaknya akan berkembang, karena penduduk Rusia semakin terlihat sedikit dengan meningkatnya imigran dari negara Muslim bekas Uni Soviet.
Monday, March 19, 2012
Sumber Oposisi Sebut Pasukan Khusus Rusia Telah Tiba di Pelabuhan Suriah
Pasukan khusus Rusia telah tiba di kota pelabuhan Mediterania Suriah Tartus, sumber-sumber oposisi mengatakan kepada Al Arabiya, Senin kemarin (19/3).
Situs informasi intelijen militer Israel DEBKAfile juga melaporkan bahwa dua kapal angkatan laut Rusia telah berlabuh di pelabuhan Suriah Tartus.
Situs ini mengutip laporan dari markas Laut Hitam di Sevastopol Rusia. Misi dari kapal itu tidak diungkapkan, tapi dilaporkan membawa satu unit "marinir anti-teroris" dan yang lainnya sebuah kapal militer yang bergabung sebagai pengintai angkatan laut Rusia dan kapal pengawas yang sudah berlabuh di Tartus.
Pelabuhan Suriah Tartus sekarang merupakan pangkalan angkatan laut yang dimiliki Rusia di luar Uni Soviet. Sebuah skuadron angkatan laut Rusia melakukan manuver di sana pada bulan Januari lalu dalam apa yang dipandang oleh banyak orang sebagai tanda dukungan kepada Assad.
Juga di bulan Januari, sebuah kapal Rusia diduga membawa berton-ton amunisi untuk Suriah.
Wakil Menteri Pertahanan Rusia Antonov sebelumnya mengatakan bahwa personil militer dan teknisi Rusia hadir di Suriah dan mengatakan negaranya akan mematuhi kontrak yang sudah ada untuk memberikan senjata ke Suriah meskipun adanya tindakan keras Assad kepada oposisi.
Antonov mengatakan pasokan senjata Rusia ke Suriah ini sejalan dengan hukum internasional dan akan terus berlanjut. "Kerjasama militer Rusia-Suriah adalah sah," katanya menegaskan.
"Satu-satunya yang mengkhawatirkan kami saat ini adalah keamanan warga negara kami," kata Antonov dalam referensi ke personil militer Rusia di Suriah yang melatih warga Suriah dalam penggunaan senjata yang dipasok oleh Rusia.
Dia menolak untuk mengatakan berapa banyak dari mereka yang saat ini ditempatkan di Suriah.
"Itu bagian dari kewajiban kontrak kami," kata Antonov, yang mengawasi kerja sama teknis militer dengan negara-negara asing. "Ketika kami suplai senjata, kami juga harus menyediakan pelatihan.
Situs informasi intelijen militer Israel DEBKAfile juga melaporkan bahwa dua kapal angkatan laut Rusia telah berlabuh di pelabuhan Suriah Tartus.
Situs ini mengutip laporan dari markas Laut Hitam di Sevastopol Rusia. Misi dari kapal itu tidak diungkapkan, tapi dilaporkan membawa satu unit "marinir anti-teroris" dan yang lainnya sebuah kapal militer yang bergabung sebagai pengintai angkatan laut Rusia dan kapal pengawas yang sudah berlabuh di Tartus.
Pelabuhan Suriah Tartus sekarang merupakan pangkalan angkatan laut yang dimiliki Rusia di luar Uni Soviet. Sebuah skuadron angkatan laut Rusia melakukan manuver di sana pada bulan Januari lalu dalam apa yang dipandang oleh banyak orang sebagai tanda dukungan kepada Assad.
Juga di bulan Januari, sebuah kapal Rusia diduga membawa berton-ton amunisi untuk Suriah.
Wakil Menteri Pertahanan Rusia Antonov sebelumnya mengatakan bahwa personil militer dan teknisi Rusia hadir di Suriah dan mengatakan negaranya akan mematuhi kontrak yang sudah ada untuk memberikan senjata ke Suriah meskipun adanya tindakan keras Assad kepada oposisi.
Antonov mengatakan pasokan senjata Rusia ke Suriah ini sejalan dengan hukum internasional dan akan terus berlanjut. "Kerjasama militer Rusia-Suriah adalah sah," katanya menegaskan.
"Satu-satunya yang mengkhawatirkan kami saat ini adalah keamanan warga negara kami," kata Antonov dalam referensi ke personil militer Rusia di Suriah yang melatih warga Suriah dalam penggunaan senjata yang dipasok oleh Rusia.
Dia menolak untuk mengatakan berapa banyak dari mereka yang saat ini ditempatkan di Suriah.
"Itu bagian dari kewajiban kontrak kami," kata Antonov, yang mengawasi kerja sama teknis militer dengan negara-negara asing. "Ketika kami suplai senjata, kami juga harus menyediakan pelatihan.
Tuesday, March 13, 2012
How does Gog and Magog/Jajuj Majuj relate to Armageddon?
Sebelum anda membaca semua artikel dibawah ini saya jelaskan ini adalah pandangan atau pendapat dari
author Cristian / Nasrani..biar kita bisa bandingkan semoga kita bisa mengerti ...selamat membaca ..admin.

Rev 20:8 And [Satan] shall go out to deceive the nations which are in the four quarters of the earth, Gog and Magog, to gather them together to battle: the number of whom [is] as the sand of the sea.
The Scythians were an Iranian nomadic people who spoke Iranian language, but their origins is unknown. The Sakas are considered to be a branch of Scythians by most scholars. Saka is the usual Persian term, while Scythian is a Greek term. (i.e. Saka in Persian is Scythian in Greek).
Further studies have identified the overall current region named Baluchistan as the old Magog/Gitya, and it is actually divided today between three countries: Iran, Pakistan and Afghanistan. In western Pakistan, there’s also a province names Baluchistan, next to the Iranian Baluchistan. They have also concluded that Gog, is not from Magog, but that Gog and Magog are 2 different nations, and that there will be a war between the 2 of them.

author Cristian / Nasrani..biar kita bisa bandingkan semoga kita bisa mengerti ...selamat membaca ..admin.
How does Gog and Magog relate to Armageddon?
-
Many are discussing an upcoming, final world war, even if they are unbelievers in Christ. How does the biblically predicted battle of Gog and Magog fit into this scenario?
-
-
Definitions:
First of all, it appears that the battle of Gog and Magog is NOT the battle of Armageddon (the final war of nations).
-
-
Armageddon – attack first from the east, and then an attack by the entire world. They come to one place:
Rev 16:12 the kings east of the Euphrates come.
Rev 16: 14 the kings of the earth and the whole world come (this would include Gog and Magog)
*** I personally think that the “whole world” is not literal. I think it means all those who are personally against Israel, or the Antichrist. If current attitudes prevail at that time, the “whole world” will be represented by those who have an interest in the region, the power that would go with it, and the willingness to fight.
Certain countries, especially Europe, have demonstrated such a cowardice and passivity to terrorism, and other real threats, that they would choose to allow the enemies to invade their countries, rather than fight back. It would be hard to imagine tiny neutral countries, like Iceland and the Philippines, to be involved at all.
I think this passage refers to such a massive amount of troops, that it seems like the “whole world” is involved. But maybe I am wrong.
Rev 16: 16 they all gather in the valley of Armageddon. (Har Megiddo)
*** the Battle of Armedeggon is also described in Zechariah 12-14, where “all nations” come against Jerusalem. The Messiah comes at this point to the Mount of Olives, an earthquake occurs, and Israel is delivered from her enemies, who are destroyed. The Lord strikes the enemies with a plague, and their flesh dissolves.
-
-
Gog and Magog – Attack from the north only, which covers the land:
Eze 38:2 Son of man, set thy face against Gog, the land of Magog, the chief prince of Meshech and Tubal, and prophesy,
Eze 38:3 And say, Thus saith the Lord GOD; Behold, I [am] against thee, O Gog, the chief prince of Meshech and Tubal:
***Gog, Magog, Meshech and Tubal are associated in some way. The English translation adds “against him” after the word “prophesy,” but the Hebrew does not say this. These could be 4 separate, but geographically close, regions with their own rulers. Originally, in ancient times, they were all associated with the Middle eastern countries, especially Turkey. Also remember that the Ottoman empire used to control the region.
Gog’s alliance with certain countries only
Eze 38:4 And I will turn thee back, and put hooks into thy jaws, and I will bring thee forth, and all your army, horses and horsemen, all of them clothed with all sorts [of armor, even] a great company [with] bucklers and shields, all of them handling swords:
***think about who, in modern times, would use swords in battle.
***notice he is using horses. The fall of Babylon is associated with a battle using horses (Rev. 14:20).
Why would modern forces use horses?????
Has a missile defense system knocked out the power, and reduced the area to the 19th century conditions?
Eze 38:5 Persia, Ethiopia, and Libya with them; all of them with shield and helmet
***Persia is Iran. Ethiopia and Libya are in North Africa.
Eze 38:6 Gomer, and all his bands; the house of Togarmah of the north quarters, and all his bands: [and] many people with thee.
***Gomer – descendent of Japheth, son of Noah. Gomerites were found in Galatia, which is in modern Turkey. Togarmath is a descendent of Gomer. With general migration of population, many interpret Gomer as Europe. Some interpret Magog as “north” but the bible does not give a location.
-
-
Gog’s attack against Israel and his defeat
Eze 38:15 And thou [Gog] shall come from thy place out of the north parts, thou, and many people with thee, all of them riding upon horses, a great company, and a mighty army:
***Notice Gog is north of Israel. Many believe that Russia is also involved as descendents of Japeth, and because Russia is also north, with cities named after ancient origins.
Eze 38:18 And it shall come to pass at the same time when Gog shall come against the land of Israel, says the Lord GOD, [that] my fury shall come up in my face.
Eze 39:4 Thou shall fall upon the mountains of Israel, thou, and all thy bands, and the people that [is] with thee: I will give thee unto the ravenous birds of every sort, and [to] the beasts of the field to be devoured.
***Gog gets destroyed in the mountains, not a valley like Megiddo, and becomes bird food.
-
-
Magog is destroyed by fire
Eze 39:6 And I will send a fire on Magog, and among them that dwell carelessly in the isles: and they shall know that I [am] the LORD.
Eze 39:9 And they that dwell in the cities of Israel shall go forth, and shall set on fire and burn the weapons, both the shields and the bucklers, the bows and the arrows, and the hand staves, and the spears, and they shall burn them with fire seven years:
*** there are islands close to Magog. There are islands in the Red Sea near Ethiopia, one of Gog’s allies. Also, there are numerous small islands in the Persian Gulf.
*** what kind of weapons take 7 years to burn? This is one possibility: http://www.cnn.com/2003/US/South/08/09/anniston.chemical.burn/index.html
-
-
-
-
-
-
–
-
-
-
-
-
The general evil nature of Gog and Magog will persist until the very end when Satan is loosed once more after 1000 years for a final battle.
Rev 20:8 And [Satan] shall go out to deceive the nations which are in the four quarters of the earth, Gog and Magog, to gather them together to battle: the number of whom [is] as the sand of the sea.
-
-
Gog and Magog today
The nations of Ezekiel 38 must be taken literally. When that is the case, you find that Magog, the place where Antichrist comes from, is right in the heart of the territory that Satan has always controlled. Ezekiel’s Gog is the enemy from the north (Ezechiel 38:15). In the Old Testament, the king of the north has reference to the areas of Syria, Turkey, and Iraq (Babylon).
****Iran is to the north east, and is involved. Persia (Iran) is mentioned in the attack as an ally.
**** also an ally are 2 kings from the south in this battle – Ethiopia and Libya.
That territory has come down through history in the hands of many nations: Assyria, Babylon, Medo-Persia, Grecia, Rome, Muslim and Hashemite. Those are the Empires and Kingdoms that have occupied the land of the Bible.
-
-
Possible Location # 1 of Gog and Magog
Meshech, Tubal, Togarmah, Dedan and Syria traded with Tyre six centuries before Christ [Ezek.27:13-16]. These lands clearly define the north. The fact that some scholars equate the names of ancient Middle East cities with modern English cognates seems wrong. Meshech is NOT Moscow; Moscow just had its 850th birthday. The Hebrew word ‘rosh’ is translated head or chief 423 times in the Old Testament. Rosh is not Russia. Although it may be involved in end time events, the kings of the north have historically acted against Israel, whether Russia helped or not.
All atlases of the Bible printed before the 1940′s [and the Russian scare] show the land of Gog to be in Turkey, and Magog to be in the Northern part of modern day Iraq, just north of Bagdadd. Meshech and Tubal are in the area that today is Turkey and portions of northern Syria as well as northern Iraq. This is the center of the former Ottoman empire, which could re-form.
However, if the view is correct that these groups have spread out over time, and went “more north,” then the following maps might represent the Gog and Magog areas.
-
-
-
-
-
-
-
-
Possible Location # 2 of Magog
Jewish Talmudic studies however, identify the regions of southern Iran, Afghanistan, and all of Pakistan as the “land of Magog.” Magog is Germania/Germaya/Gitya, which is a province in Persia. (Jerusalemite Talmud, tractate Megila, chapter 1, Halacha 9, page 10A). According to Josephus, Magog founded those that from him were named Magogites, but who are by the Greeks called Scythians. (Antiquities 6:1) The Scythians were an Iranian nomadic people who spoke Iranian language, but their origins is unknown. The Sakas are considered to be a branch of Scythians by most scholars. Saka is the usual Persian term, while Scythian is a Greek term. (i.e. Saka in Persian is Scythian in Greek).
Further studies have identified the overall current region named Baluchistan as the old Magog/Gitya, and it is actually divided today between three countries: Iran, Pakistan and Afghanistan. In western Pakistan, there’s also a province names Baluchistan, next to the Iranian Baluchistan. They have also concluded that Gog, is not from Magog, but that Gog and Magog are 2 different nations, and that there will be a war between the 2 of them.
***It looks like Gog is from Turkey and Magog is from Iran/Pakistan/Afganistan. There may be a battle still between Sunni and Shiite Muslims or regions over whose leader will be their final Mahdi. The winner takes the territory over. There is a passage in Daniel 7 where it describes the “little horn” taking over 3 regions. Maybe if there is a battle between Gog and Magog, it is related to the battle waged by the little horn. If so, then the players (Gog and Magog) will be better identified.
Gog is the president of one of the nations, whom Rabbenu Saadia Gaon compared to the Moslem Caliph in his days, because Gog will also rule many peoples. Gogana used to be the name of a port city on the Persian Gulf, which is today called Bandar-e Kangan, in Iran. Therefore Gog, in this view, represents Iran, and Magog represents the Baluchistan regions of Iran, Pakistan and Afghanistan. Magog, in this viewpoint, covers the territory that al Qaeda occupies. Short term consequence of the defeat
Since Gog and its allies will experience a major defeat, this weakens them to conflicts with neighboring nations. Possibly, a Shitte nation like Iran (Persia), an ally of Gog, would be weakened to such a point that it could be overcome by neighboring Sunni countries. This could allow the Mahdi, if a Sunni, to consolidate his kingdom, or empire.
A united Arab world under a Mahdi
It is possible, from either Location #1 or #2, that the next Islamic leader (Gog) will be from Iran or Iraq/Turkey, and that he will become the chief prince. He would rule Turkey and the northern part of Syria along with Iran/Iraq, which is a good part of the Old Hashemite Kingdom [currently only represented by Jordan, and Saudi Arabia, which pays due to Jordan].
Note that the areas that make up the “head” on the map below of the ancient Grecian “empire map.” This is the general area predicted by Daniel the prophet to produce the last ruler that opposes Israel.
An effort to make a reasonable evaluation of this
This is the Muslim world now, which includes the areas under discussion
Only the dark green area is Shiite. The rest of the Muslim area (light green) is Sunni. It would be reasonable to assume that if Islam had a ruler who would unite the Arab world, it would NOT be a Shiite, but a Sunni. The Shiites have a more elaborate anticipation of the Mahdi, but sheer numbers indicate that the Sunni world will not follow a Shitte leader. As much as the Shiites think otherwise, it appears more reasonable that Iran and its Shiite satellite groups would eventually integrate into the Sunnis to be under one leader. However, I could be wrong. Sometimes a smaller, but more determined group can win against a larger, more passive enemy.
Where would the Mahdi live?
The book of Daniel indicates the ruler and empire that would be most active against Israel will be from the area of the ancient Grecian empire. This narrows the location of the Mahdi. Also, it would be a Sunni area. From other Biblical prophesies (Rev 16), I would also expect the leader to be from a region that is close to the Euphrates River. This narrows it down again.
Conclusion
This area of origin for the Mahdi (area of united Gog/Magog) would be Saudi Arabia, Jordan, Syria, Iraq, Turkey, Iran, Kuwait, and the other surrounding areas. Notice the primary Shiite area, Iran, is not near the Euphrates. It is fed by the Tigris River instead. So, it is my opinion that the Mahdi, to the disappointment of Ahmadinejad, will not be from Iran. But time will tell if I am right or wrong.
Islams’ view of Gog – just to make this more interesting.
“Muhammad has foretold the return of Jesus (Isa in Arabic), who will materialize when a false claimant to divinity (the Dajjal-Christians) will attempt to misguide humanity into worshiping him.
Jesus will descend from the heavens in Damascus, pray behind Imam Mahdi, pursue and kill the Dajjal (Christians), destroy the savage and unbelieving armies of Gog and Magog and bring peace and brotherhood to the world. Christians will recognize the truth, and accept him only as a Messenger of God; the religion of God (Islam) will justly rule the world.”
Curious Note:
It is so odd to me, that the Christians think of the Muslims as unbelievers, and the Muslims think of Christians as the unbelievers. It amazes me that the Muslims think that Jesus would destroy the Christians, his own followers. I will be glad when Jesus gets here to straighten all this out. It is strange to me as a Christian, that the Muslims think they will be fighting the “unbelieving armies of Gog and Magog,” when, from all biblical definitions, THEY ARE Gog and Magog.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Popular Posts
-
PEMUDA BANI TAMIM SUDAH MUNCUL ? MARI KENALI BANI TAMIM Ucapan Rasulullah SAW tentang Bani Tamim Hadith Nabi SAW : ...
-
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh saya ingin bertanya, mengapa Malaysia yang katanya negara Islam tapi sering kali melakuka...
-
Pasca kemenangan Mujahidin ini seluruh kekuatan barat yang sekarang ini ada di sekeliling Suriah seperti AS, NATO, Rusia,Cina dan di tamba...
-
AKANKAH IMAM MAHDI AKAN MUNCUL DALAM BEBERAPA SAAT LAGI Mari kita lihat fakta-fakta berikut ini Dunia dewasa ini berada pa...
-
Beberapa tanda-tanda yang menunjukkan awal dari Hari Akhir akan segera Mulai meliputi: 1. Arab Revolutions (Musim Semi Arab) yang dimulai ...
-
Dalam salah satu artikel yang ditulis seorang hamba Allah tentang khilafah di akhir zaman, ada tersebut dari pendapat beliau ...
-
Innalhamdalillah nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruh. Wa na’udzubillahiminsyururi anfusina wa min sayyiaati ‘amalina. Mayyahdihilla...
-
SEBELUM SAUDARA SAUDARI TERPERANJAT SAYA CADANGKAN DIRIKANLAH SOLAT HAJAT DAN BACAKANLAH ISTIGHFAR MEMOHON KEPADANYA AGAR MENDAPAT PERTU...
-
saya khawatir raja salman memang akan meninggal dalam waktu yang tidak lama lagi, mengenai kapan tepatnya hanya Allah SWT yang tahu. tetap...
-
Oleh Mohd Samsuddin bin Harun Pendahuluan Tajuk ini menjadi sensitif kepada penganut Syiah Melayu serta kalangan mereka yangpro-I...








