PASUKAN PANJI HITAM THE BLACK BANNER

Wednesday, May 4, 2011

Alter Terahsia Bangsa Melayu IX

Kembali bertemu di Gua Rahsia kita!Tuan-tuan dan Puan-puan,apakah gerangan hajat kalian kali ini?Tidak puaskah dengan Rahsia Dari Wangi-wangian yang hamba bukakan untuk kalian?Rahsia Keris Bersepuh Emas dan Tanah Para Dewa?Bukankah kalian sudah mencium haruman dari kamar diraja Firaun?

Tuesday, May 3, 2011

Tanpa Bukti, Amerika Sesumbar Bunuh Bin Ladin

Rabu, 04 Mei 2011 
Pemerintah Presiden Amerika Serikat Barack Obama hingga kini belum mau, atau tepatnya belum berani, mempublikasikan foto mayat Usamah bin Ladin, yang diklaim Washington telah berhasil mereka bunuh.

Sebagaimana dilansir Reuters, Pejabat Gedung Putih memberikan pandangan dan komentar yang berbeda-beda tentang hal itu.

Direktur CIA Leon Panetta mengatakan pemerintah akan pasti akan merilis foto mayat Bin Ladin.

Jurubicara Gedung Putih hanya berani mengatakan, "Saya akan terus terang. Ada masalah sensitif di sini terkait penerbitan foto Usamah bin Ladin."

"Bisa dikatakan bahwa itu foto yang menyeramkan," kata Jay Carney jurubicara Gedung Putih, seolah-olah memberikan alasan pembenaran Washington tidak menerbitkan gambar mayat Bin Ladin.

Sepertinya sudah menjadi kebiasaan Obama untuk menyembunyikan bukti yang diminta publik. Sebagaimana diketahui, masyarakat Amerika dibuat bertanya-tanya tentang sertifikat kelahirannya. Sekarang, masyarakat internasonal menuntut bukti kematian Usamah bin Ladin untuk menerbitkan bukti "sertifikat kematian" Usamah bin Ladin.

Tapi mungkin yang lebih masuk akal adalah penjelasan dari John Brennan, yang menunjukkan kekhawatiran dan rasa takut Amerika Serikat yang mengaku sebagai negara adidaya itu, sehingga tidak mau menunjukkan bukti kematian Bin Ladin.

"Yang tidak ingin kami lakukan adalah menerbitkan apapun yang mungkin disalahpahami atau yang mungkin bisa menimbulkan masalah lain," kata Brennan, penasihat kontra-terorisme Presiden Obama.

Para pejabat Amerika Serikat kepada media mengatakan bahwa mereka telah melakukan identifikasi wajah Usamah bin Ladin dengan bantuan perangkat lunak. Pemerintah juga telah melakukan tes DNA, yang menunjukkan kebenaran mayat Bin Ladin itu.

Sebagaimana telah dilaporkan media, pengumuman hasil tes DNA oleh pemerintah Amerika Serikat atas mayat Usamah Bin Ladin dilakukan hanya beberapa jam setelah Obama mengumumkan pasukannya berhasil membunuh Bin Ladin.

Padahal tes DNA di laboratorium tidak cuma memerlukan waktu 1-2 jam. Belum lagi waktu perjalanan untuk mengirim sampel yang diperlukan dan hasil tes tersebut.

Alih-alih menunjukkan bukti konkrit bahwa Usamah bin Ladin yang asli telah dibunuh, Washington justru terus berdebat tentang betapa seramnya gambar mayat sehingga mengerikan untuk ditampilkan, dan bahkan mengumumkan kepada publik bahwa mayat Bin Ladin tak lama setelah dibunuh langsung dimakamkan di laut. *

Apa dan Siapa Bangsa Moro


Penduduk Philipina Selatan, sebagaimana halnya warga Thailand Selatan, sebagian Malaysia, Singapura, Brunai Darussalam, serta sebagian penduduk Indonesia berasal dari rumpun antropologi yang sama yaitu Austronesian / Malayo Polenesian. Maka.tak heran jika memiliki kesamaan ciri-ciri fisik dan bahasa yang hampir sama. Dalam bahasa Tagalog ( Filipino ) yang kini menjadi bahasa  nasional Philipine, terdapat kurang lebih 5000 kata-kata yang hampir  sama dengan bahasa melayu ( Indonesia ) walau kadang artinya berbeda. Seperti pintu, kanan, murah, mahal, gunting, aku( ako ), kita, balai dan hitungan angka ( 1 sampai 10 )yang amat mirip dengan bahasa Indonesia, Jawa dan Sunda sekaligus.
Kesamaan ini semakin kental ketika kebetulan mereka sama-sama beragama Islam.  Ketika muslim Melayu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand Selatan, Brunei dan Philippina berkumpul bersama-sama, katakanlah ketika ibadah haji di tanah suci, maka tak ada yang dapat memastikan asal kewarganegaraan mereka. Selain, ketika mereka mulai berbicara tentunya.

LINK DOWNLOAD

1.SEJARAH PERKEMBANGAN ARSITEKTUR NUSANTARA
http://e-course.usu.ac.id/content/teknik2/sejarah/textbook.pdf 

2. Sejarah Islam Nusantara
 http://idb2.wikispaces.com/file/view/mn2018.pdf

3.MASUKNYA PENGARUH ISLAM DI INDONESIA
http://elcom.umy.ac.id/.../1/materi/Sejarah/MASUKNYA PENGARUH ISLAM DI INDONESIA.pdf

4.Kunjungan Cheng Ho ke Nusantara
http://www.budpar.go.id/filedata/3092_1037-ChengHo1.pdf

5.Politik Mindanao Sebelum Masuknya Islam
http://surwandono.staff.umy.ac.id/.../2010/07/Politik-Mindanao-Sebelum-Masuknya-Islam.pdf

6.KERAJAAN ISLAM Bukti masuknya Islam ke Indonesia Faktor pendorong
http://www.quin.web.id/file/102109105501.pdf

7.SEJARAH ISLAM DI JEPANG
http://idb2.wikispaces.com/file/view/sf.2011.pdf

Bangsamoro di Mindanao : Roh Islam Melayu di Jasad Pinay




Hampir semua orang Indonesia yang pernah ke Philippina,utamanya ke Mindanao, Philippina Selatan,  hampir pasti akan disangka sebagai orang Philippina. Lalu akan diajak berbicara dalam bahasa setempat, apakah Tagalog (Philippino) ataupun Visayan. Sama halnya dengan orang Philippina yang ke Indonesia. Kendati bertahan mati-matian mengaku sebagai orang Philippina, tetap saja orang Indonesia tak akan percaya. “You are a hundred percent Filipino,” ujar Ruby, rekan Filipino penulis di Davao, Mindanao. “You look like Pinoy !” ujar Melissa, rekan Filipino lain yang tinggal di Manila.

Alter Terahsia Bangsa Melayu VIII

"Once upon a time..."


Pada masa dahulu...sebelum kedatangan etnik-etnik utara,Benua Siam (IndoChina) diduduki oleh sukukaum bangsa Mala.Bangsa Mala yang menonjol membina kerajaan-kerajaan secara amnya dikenal sebagai bangsa Melayu.Bangsa Mala ini dikenal telah membina kerajaan-kerajaan sama ada sesama mereka mahupun bersama kaum-kaum kecinaan yang terawal,contohnya Mon dan Khmer.Namun begitu jika dikaji secara mendalam lagi kemungkinan juga Mon dan Khmer ini adalah hasil asimilasi bangsa Mala dengan kaum-kaum selatan China semenjak kaum Viet itupun menurut pakar arkeologi mungkin berasal dari Indonesia

Alter Terahsia Bangsa Melayu VII

Pada tahun 1998,seorang sarjana kelahiran British telah menerbitkan kajiannya yang berjudul Eden in the East: The Drowned Continent of Southeast Asia,telah mengungkapkan konsep Sundaland,berdasarkan bukti-bukti geografi dan antropologi mengatakan bahawa penduduk Nusantara berasal dari satu peradaban purba yang maju disebut Sundaland ini.Kemudian akibat dari sebab-sebab perubahan cuaca dan geografi seperti bencana alam,bangsa Sundaland ini telah berpindah ke lain-lain kawasan di dunia dan menimbulkan kaum-kaum baru.Teorinya telah menimbulkan kegemparan dan kontroversi di kalangan cendekiawan arkeologi dan antropologi sejak ramai sarjana mula berminat dengan teori tamadun manusia sebenarnya bermula di kawasan Asia Tenggara bukannya di Timur Tengah,atau sekurang-kurangnya wujud pada selang masa yang tidak begitu jauh.

Alter Terahsia Bangsa Melayu VI

Mengapakah wajah Melayu mengalami variasi yang kompleks?Jika kita melihat kepada bangsa Cina,kita tahu 'trademark' wajah mereka,begitu juga dengan orang India.Tetapi wajah Melayu adalah yang paling 'international'.Apakah maksud 'Nusantara'?Jika kita terbalikkan perkataan ini kepada 'antara nusa',apakah yang dapat kita fikirkan.Mungkin yang tercetus adalah perkataan 'antarabangsa'.Pernahkah anda mendengar istilah 'nusa bangsa'?Bangsa Mala adalah satu bangsa yang mengandungi beratus-ratus etnik dan juga bahasa daerah.Tinggal di SISTEM KEPULAUAN TERBESAR DUNIA menjadikan interaksi antarabangsa bangsa Mala dengan empayar-empayar purba seperti Judea (Kerajaan Nabi Sulaiman dan Nabi

Monday, May 2, 2011

Alter Terahsia Bangsa Melayu V

Mari menyusun seroja
Bunga seroja

Hiasan sanggul remaja

Puteri remaja
Rupa yang elok
Di manja jangan dimanja

Puja lah ia sekadar
Oh sekadar saja
Mengapa kau bermenung
Oh adik berhati binggung

Mengapa kau bermenung

Oh adik berhati binggung

Lupakan saja asmara
Pada asmara...

Lupakan saja asmara

Pada asmara...

Mari menyusun seroja

Bunga seroja

Hiasan sanggul remaja

Puteri remaja

Rupa yang elok

Di manja jangan dimanja

Puja lah ia sekadar

Oh sekadar saja


(S. Effendy)

Selamat datang ke 'Gua Rahsia'.Tuan-tuan dan Puan-puan!...di sini terdapat beberapa peti.Peti-peti ini telah disimpan di sini sejak sekian lama,tetapi awas!ada pihak yang mahu mengambil peti ini dan menyimpannya di tempat mereka.Mari kita lihat peti-peti ini.

Alter Terahsia Bangsa Melayu IV

PuteriGunungLedang

Siapakah Melayu?Darimanakah asalnya Melayu itu?Ketika ramai pengkaji memperdebatkan kaum-kaum yang hilang seperti The Lost Tribe of Israel,Atlantis,Lemuria,Sodom and Gomorrah malah masih mencari-cari siapakah Gog and Magog,rahsia bangsa misteri ini masih terpelihara di dalam tabut rahsia sejak beribu-ribu tahun.Tiada siapa yang tahu dari mana asalnya bangsa ini.Bagaimana bangsa ini boleh wujud di tanah paling selatan benua Asia,'di penghujung dunia'.Bangsa yang hilang masih tidur dan ditidurkan.'Di hujung dunia',setelah penat mengembara,bangsa misteri berehat dan berehat...tidur dengan lenanya...senyap sunyi tanpa siapa mengganggu walaupun Hitler telah pergi ke Tibet menjejak bangsa misteri,tetapi dia juga ketinggalan jejak mereka...dimanakah bangsa misteri ini meneruskan perjalanan mereka?Masih adakah masa lagi untuk menjejaki mereka?

Alter Terahsia Bangsa Melayu III

Rahsia yang terpendam beribu tahun tentang satu bangsa pengembara yang mencari 'Tanah yang Dijanjikan' semakin lama semakin terbongkar dengan penemuan pelbagai artifak yang penuh misteri dan mengundang pertanyaan seperti penemuan keris di sebuah kuil purba di Okinawa Jepun,kendi purba yang sama di Vietnam,Kemboja dan Pahang,penemuan kota purba yang dinamakan Jawi/Jawa di Jordan dan juga penemuan keris purba di Rusia selain gendang Dong Son dan Kapak Tua Asia Tengah yang popular itu.APA MAKSUD KEPADA SEMUA MISTERI INI?

Alter Terahsia Bangsa Melayu II

Perbezaan pendapat di antara para pengkaji Barat dan Timur tentang asal-usul bangsa Melayu begitu memeningkan.Sehingga kini kajian terus dilakukan dan pelbagai teori dikemukan sehingga antara yang terbaru adalah kajian dari penyelidik Pusat Pengajian Sains Kesihatan, Universiti Sains Malaysia (USM), Dr Zafarina Zainuddin.

Dibawah ini adalah sambungan kepada artikel 'Alter Terahsia Bangsa Melayu'

Selamat membaca

Jasad Osama Bin Laden Dikubur di Laut?

Senin, 02 Mei 201
 
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengklaim mereka memiliki jasad Osama bin Laden yang tewas dalam operasi militer AS di Pakistan. Menurut seorang pejabat AS, jasad Osama telah dikuburkan di laut.
Belum jelas kebenaran dari penguburan jasad pemimpin jaringan teroris Al Qaeda ini. Namun pejabat tersebut dengan yakinnya bahwa jasadnya telah dikubur di laut.
"Osama bin Laden sudah dikubur di laut. Jasadnya ditangani dengan tradisi Islam," pejabat AS seperti dikutip CNN, Senin (2/5/2011).
Sementara pejabat AS yang tidak diketahui namanya ini, tidak menjelaskan secara resmi dari penguburan Osama bin Laden tersebut. Mereka juga menolak memberikan detail mengenai kabar penguburan di laut tersebut.

Foto Mayat Osama Bin Laden Yang Tewas Ditembak Tentara AS

Proses montase wajah foto Osama bin Laden yang mungkin digunakan dalam foto ini. Wajah Osama bin Laden yang tewas berlumuran darah tersiar di Internet. AFP menyebutkan foto tersebut sangat mungkin rekayasa.
Foto jenazah Osama Bin Laden. Coba anda bandingan dengan gambar tanpa diedit. Sangat mirip

Informasi tewasnya Osama bin Laden membuat banyak orang mencari foto mayat atau jenazahnya. Seperti Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF) Mustofa B Nahrawardaya yang mempertanyakan bukti forensik meninggalnya Osama.

Saat Asaborneo mencoba mencari gambar atau foto mayat Osama Bin Laden, ada sebuah situs yang memuat foto tersebut. Menurut pengamatan saya foto ini sangat terlihat hasil rekayasa. Coba anda lihat dan bandingkan dengan foto tanpa hasil editan.

Tuk benarkan propaganda, media sekuler pasang foto palsu Syeikh Usamah bin Ladin


Senin, 02/05/2011 Kematian Usamah dan Strategi Geopolitik Washington (1)

Jumat, 29 April 2011, sebuah informasi TOP SECRET sampai di tangan Presiden AS Barrack Obama. Isinya tentu sangat penting, namun kali ini benar-benar penting: Tempat persembunyian Usamah telah diketahui. Sesuai dengan prosedur standar Gedung Putih yang rumit, sejumlah petinggi Washington kemudian telah berkumpul dalam tempo yang sangat singkat, di antaranya Kepala Staf Gabungan, penasehat senior masalah keamanan negara, pucuk tertinggi dinas intelijen, dan Obama sendiri. Secepat kilat mereka menggelar rapat dan akhirnya Obama memerintahkan Kepala Staf Gabungan agar secepatnya mengirimkan tentaranya ke satu titik merah di luar Islamabad, Pakistan.

Metode Pengangkatan Khalifah

Salah satu pertanyaan yang sering dilontarkan seputar Khilafah adalah bagaimana tata cara (metode) untuk pengangkatan Khalifah. Tidak sedikit yang menolak sistem Khilafah dengan alasan di dalam Islam tidak ada ketentuan yang jelas tentang mekanisme pengangkatan Khalifah. Berikut ini tulisan tentang hal itu yang diambil dari kitab ajhizatu ad Daulah al Khilafah (Struktur Negara Khilafah ). Kitab ini dikeluarkan dan diadopsi oleh Hizb at-Tahrir. (redaksi)
Ketika syara’ mewajibkan umat Islam untuk mengangkat seorang Khalifah, syara’ juga telah menentukan metode yang harus dilaksanakan untuk mengangkat Khalifah. Metode ini ditetapkan dengan al-Kitab, as-Sunah dan Ijmak Sahabat. Metode itu adalah baiat. Maka pengangkatan Khalifah itu dilakukan dengan baiat kaum muslim kepadanya untuk (memerintah) berdasarkan Kitabullah dan Sunah Rasulullah. Yang dimaksud kaum muslim disini adalah kaum muslim yang menjadi rakyat Khalifah sebelumnya jika Khalifah sebelumnya itu ada. Atau kaum muslim penduduk suatu wilayah yang disitu diangkat seorang Khalifah, jiak sebelumnya tidak ada Khalifah.
Kedudukan baiat sebagai metode pengangkatan Khalifah telah ditetapkan dari baiat kaum muslim kepada Rasulullah saaw dan dari perintah beliau kepada kita untuk membaiat seorang imam. Baiat kaum muslim kepada Rasul saw, sesungguhnya bukanlah bait atas kenabian, melainkan baiat atas pemerintahan. Karena baiat itu adalah baiat atas amal dan bukan baiat untuk mempercayai kenabian. Beliau dibaiat tidak lain dalam kapasitas sebagai penguasa, bukan dalam kapasitas sebagai nabi dan rasul. Sebab pengakuan atas kenabian dan kerasulan adalah masalah iman, bukan baiat. Maka baiat kepada Beliau itu tidak lain adalah baiat dalam kapasitas beliau sebagai kepala negara.

Si Gubernur Miskin di masa Khalifah Umar Bin Khottob Rodliyallohu’anhu

Inspeksi mendadak Sang Khalifah Umar bin Khoththob. Sebenarnya inspeksi semacam ini bukan hal yang aneh bagi kaum muslimin pada zaman itu. Pasalnya, khalifah yang satu ini memang terkenal suka melakukan peninjauan langsung terhadap kinerja seluruh staf-staf kenegaraannya. Apabila ada hal yang tidak beres dia tidak segan-segan memecat dan mengganti pegawainya.
Begitu tiba di kota Hims, Umar meminta kepada beberapa staf setempat untuk mensurvey nama-nama fakir miskin di wilayah tersebut. Beberapa saat kemudian, para pegawai kembali dengan sebuah laporan tertulis berisi daftar nama-nama fakir miskin. Disaat membuka buku laporan itu lembar demi lembar, tiba-tiba pandangannya terhenti pada sebuah nama, “Sa’id bin ‘Amir” . Sejenak, dia berkelana didalam memori kepalanya, membongkar tumpukan nama-nama orang yang pernah ia kenal, sembari mencocokan nama orang ini: “Sa’id bin ‘Amir”, sepertinya nama ini tidak asing baginya.
“siapa yang kalian maksud dengan Sa’id bin ‘Amir disini?” Tanya Umar keheranan.
“ wahai amirul mukminin, dia itu gubernur kami” jawab mereka.
“apa..!? gubernur kalian…!? “
Mendengar jawaban itu ubun-ubun Umar bagai disambar petir. Ternyata dugaannya benar, orang ini memang sangat tidak asing baginya.

Khilafah Dalam Pandangan Barat

Jika Anda ingin berbicara tentang Khilafah dalam pandangan Barat, itu artinya Anda akan berbicara tentang tamatnya dominasi negara-negara itu dan tamatnya penjajahannya atas dunia, sekaligus Anda akan berbicara tentang rancangan hadhârah (peradaban) yang amat kuat dasarnya (qawiyy al-autâd), amat kokoh kesadaran akan harga diri dan identitasnya (shalb al-syakîmah) yang akan bangkit menjadi tantangan internasinal (tahaddiy[an] ‘âlamiyy[an] bagi hadharah Barat, bahkan akan menggusurnya. Artinya, Anda akan berbicara tentang sebuah sistem universal yang baru; model ideologi yang akan mengganti ideologi liberal-sekular Barat.
Jika Anda berbicara tentang Khilafah, itu artinya Anda sedang berbicara tentang sebuah mimpi buruk yang menghantui ketenangan Barat dan menjadikan mereka terjangkiti insomnia pada saat tidur maupun terjaga. Artinya, Anda berbicara tentang ‘Kerajaan Islam Universal’ –meminjam ungkapan para pemimpin Barat –yang akan menaungi negeri-negeri Islam saat ini maupun di masa lampau, yang akan membentang dari Eropa ke Afrika utara, ke Timur Tengah, dan ke Asia Tenggara. Dimana hal ini akan kembali menjadikannya mampu untuk memimpin dunia.
Jika Anda berbicara tentang Khilafah, itu artinya Anda berbicara tentang penerapan syari’at dan penyatuan negeri-negeri kaum Mulimin sekaligus mencabut campurtangan penjajahan yang ada di sana. Inilah sebuah perkara yang tidak akan ditoleransi oleh negara-negara Barat. “Memimpinnya syari’at Islam di dunia Arab dan ditegakkannya satu kekhilafahan di seluruh negeri-negeri kaum Muslim serta lenyapnya campur tangan Barat dari negeri-negeri tersebut adalah perkara yang tidak akan ditoleransi oleh Barat dan sama sekali tidak mungkin dibiarkan oleh mereka” .
Menghancurkan Khilafah adalah sebuah cita-cita yang selamanya akan menjadi tujuan Barat. Barat telah pernah mewujudkan cita-cita ini setelah perang dunia kedua. Lord Curzon, menteri luar negeri Inggris pada masa runtuhnya Khilafah mengatakan, “Kita telah menghancurkan Turki dan Turki tidak mungkin akan kembali bangkit. Sebab kita telah menghancurkan dua kekuatannya; yakni Islam dan Khilafah”. Saat ini, cita-cita itu kembali mengantui Barat setelah kaum Muslim kembali menyatukan tekad untuk mengembalikan Khialfah ke atas pentas negara.
Berikut ini beberapa statemen, komentar dan analisa yang berkaitan dengan ketakutan dan depresi Barat terhadap kembalinya Khilafah:
Putin, Presiden Rusia, pada bulan Desember tahun 2002 mengumumkan, “Terorisme internasional telah mengumumkan peperangannya atas Rusia dengan tujuan merampas sebagian wilayah Rusia dan mendirikan Khilafah Islamiah”. Pada kesempatan itu, Putin berbicara dalam sebuah acara dialog di sebuah setasiun televisi yang disiarkan secara langsung (live). Pada keempatan itu ia menjawab lima puluh pertanyaan yang terpilih diantara dua juta pertanyaan via telepon dari penduduk Rusia.
Situs, “Mufakkirah al-Islâm www.islamemo.com pada akhir 2002 M memberitakan sebuah kabar dengan judul “Lembaga Inteljen Jerman Memperingatkan Berdirinya Khilafah”. Dalam situs itu tertulis sebagai berikut: “Kepala Lembaga Inteljen Jerman, August Hanning, melakukan penelusuran di beberapa negara Arab yang dimulai dari wilayah Teluk dimana disana ia bertemu dengan beberapa pemimpin lembaga-lembaga inteljen Arab. Set data Iraq dan kelompok Fundamentalis Islam adalah merupakan topik yang paling menonjol bagi seorang lelaki yang mengepalai salah satu dari kegiatan lembaga-lembaga inteljen negara itu. Dalam kaitannya dengan kelompok fundamentalis Islam, para pengamat inteljen Jerman mengkhawatirkan, mengantisipasi (dan meramalkan) akan munculnya serangan yang meluas dari ribuan pendukung gerakan-gerakan Islam di Uzbekistan, Tajikistan dan Kyrgyz dengan tujuan mendirikan Daulah Khilafah Islamiah di wilayah tersebut. Para eksekutif Jerman memberikan kepercayaan dan kredibilitas yang amat besar terhadap kehawatiran, antisipasi (dan ramalan) lembaga-lembaga inteljen tersebut”.
Henry Kissinger dalam sebuah pidatonya di India pada 6 November 2004 M dalam Konfrensi Hindustan Times yang kedua, kepada para pemimpin ia menyampaikan, “Ancaman-ancaman itu sesungguhnya tidak datang dari teroris, sebagaimana yang kita saksikan pada 11 September. Akan tetapi, ancaman itu sesungguhnya datang dari Islam fundamentalis ekstrim yang berusaha menghancurkan Islam moderat yang bertentangan dengan pandangan pandangan kelompok radikal dalam masalah Khilafah Islamiah”.
Kissinger juga mengatakan, “Musuh utama, sejatinya adalah kelompok ekstrim Fundamentalis yang aktif dalam Islam dimana dalam saat yang sama ingin mengubah masyarakat Islam moderat dan masyarakat lain yang dianggap sebagai penghalang penegakan Khilafah”. (Surat Kabar Newsweek edisi VIII November 2004)
Surat kabar al-Hayât, pada 15/01/2005 M, mempublikasikan sebuah laporan yang dipublikasikan oleh Reuters di Washinton. Laporan itu berisi prediksi-prediksi berdasarkan pada hasil muyawarah yang dihadiri oleh seribu ahli dari lima benua seputar ramalan masa-masa yang akan datang hingga 2020 M. Laporan itu bertujuan untuk mewujudkan kontribusi dari para intelejen dan politisi untuk menghadapi tantangan-tantangan tahun-tahun yang akan datang. Laporan itu menghawatirkan “masih terus berlangsungnya serangan terorisme”. Laporan itu membicrakan tentang empat skenario yang mungkin akan terus berkembang di dunia. Skenario ketiga yang diperingatkan oleh laporan itu adalah al-Khilafah al-Jadîdah (Khilafah Baru Yang Akan Muncul). Demikian laporan itu menyebutnya.
Mantan perdana mentri Inggris, Tony Blair, di hadapan Konferensi Umum Partai Buruh pada 16/07/2005 M mengatakan, “Kita sesungguhnya sedang menghadapi sebuah gerakan yang berusaha melenyapkan negara Israel dan mengusir Barat dari dunia Islam serta menegakkan Daulah Islam tunggal yang akan menjadikan syari’at Islam sebagai hukum di dunia Islam melalui penegakan Khilafah bagi segenap umat Islam”.
Demikian pula pada September 2005 M, Blair dengan terang-terangan mengatakan, “Keluar kita dari Iraq sekarang ini akan menyebabkan lahirnya Khilafah di Timur Tengah”.
Pada 06/10/2005 M, dengan terang-terangan Bush mengisyaratkan adanya strategi kaum Muslim yang bertujuan mengakhiri campurtangan Amerika dan Barat di Timur Tengah. Bush mengatakan, “Sesungghunya, ketika mereka menguasai satu negara saja, hal itu akan menarik (menghimpun) seluruh kaum Muslim. Dimana hal ini akan memungkinkan mereka untuk menghancurkan seluruh sistem di wilayah-wilayah itu, dan mendirikan kerajaan fundamentalis Islam dari Spanyol hingga Indonesia”.
Mentri Dalam negeri Inggris, Charles Clark, dalam sebuah sambutannya di Institute Heritage mengatakan, “Tak mungkin ada kompromi seputar kembalinya Daulah Khilafah, dan tidak ada perdebatan seputar penerapan syari’at Islam”.
Dalam sebuah pidatonya kepada bangsa Amerika, pada 08/10/2005 M, George W.Bush mengatakan dengan tegas, “Para pasukan perlawanan bersenjata itu menyakini bahwa dengan menguasai satu negara, mereka akan dapat menuntun bangsa Islam dan menghancurkan seluruh negara moderat di wilayah-wilayah itu. Dari situ, mereka akan mendirikan sebuah kerajaan Islam ekstrim yang membentang dari Spanyol hingga Indonesia”.
Pada 05/12/2005 M, menteri pertahanan Amerika, Donald Rumsfeld, dalam sebuah komentarnya seputar masadepan Iraq –pada saat itu ia berada di Universitas John Hopkins –mengatakan, “Iraq tak ubahnya adalah tempat lahirnya Khilafah Islamiah baru yang akan membentang mencakup seluruh Timur Tengah dan akan mengancam pemerintahan-pemerintahan resmi di Eropa, Afrika dan Asia. Inilah rencana mereka. Mereka telah menegaskan hal ini. Kita akan mengakui sebuah kesalahan yang amat menakutkan jika kita gagal mendengar dan belajar”.
Surat kabar Milliyet Turki, pada 13/12/2005 M, dengan mengutip dari The New York Times menyebutkan bahwa, “Para pemimpin dalam pemerintahan Bsuh, akhir-akhir ini terus menerus mengulang-ulang kata Khilafah seperti permen karet. Pemerintahan Bush kini menggunakan kata Khilafah untuk menyebut kerajaan Islam yang pada abad ke VII membentang dari Timur Tengah hingga Asia Selatan, dan dari Afrika utara hingga Spanyol”.
Seorang komentator Amerika, Karl Vic di surat kabar Washinton Post, 14/01/2006 M menulis sebuah laporan yang amat panjang dimana di dalamnya ia menyebutkan bahwa “kembalinya Khilafah Islamiah yang selalu diserang oleh presiden Amerika, George Bush, benar-benar sedang menggema di tengah-tengah mayoritas kaum Muslim”. Karl Vic juga menuturkan bahwa, “kaum Musilin (saat ini) memang benar-benar menganggap diri mereka bagian dari satu umat yang akan membentuk esensi Islam, sebagaimana mereka melihat Khalifah adalah sebagai sosok yang layak untuk mendapatkan penghormatan”. Sang komentator ini memberikan isyarat bahwa, “Hizbut Tahrir yang bergerak berbagai negeri lintas dunia itulah yang dengan terang-terangan menegaskan bahwa tujuannya adalah mengembalikan Khilafah sebagaimana masa dahulu”.
Dr. Ahmad al-Qadidy, seorang warga Tunisia yang berdomisili di luar negeri, dalam sebuah tulisannya yang dimuat oleh surat kabar al-Syrq al-Quthriyyah yang terbit pada Ahad 17/05/2006 M, dengan judul “Para Ahli Amerika Memprediksikan Kembalinya Khilafah Pada 2020 M”, mengatakan, “Pada halaman 83 dari sebuah laporan penting yang terbit pada hari-hari ini dari yayasan “Robert Lafon” untuk publikasi Paris, dengan judul “Bagaimana Pandangan Inteljen Amerika Terhadap Dunia Pada Tahun 2020 M?”, kita dapat membaca paragraf berikut ini: “Islam politik mulai hari ini hingga 2020 M akan mengalami penyebaran yang amat luas di pentas dunia internasional. Kita memprediksikan akan adanya penyatuan gerakan-gerakan Islam Rasisme dan Nasionalisme dan bergerak bersama untuk mendirikan sebuah kekuasaan yang akan melintasi batas-batas nasional. Al-Qadidy melanjutkan ungkapannya, “Hal inilah –dengan sangat akurat –adalah apa yang diperediksikan oleh para ahli Amerika, khsusnya seorang sosiolog dan senior para ahli prediksi masadepan, Alvin Toffler, pemilik buku “Shadamat al-Mustaqbal /Future Shock (Benturan Masa Depan)”, Ted Gordon, tohoh senior ahli rancangan, Millennium Project yang telah direalisasikan oleh organisasi PBB, seorang ahli, Jim Dewar, dari yayasan Rand Corporation, Jad Davis, desainer semua program Shell Petroleum Company, dan para ahli yang lainnnya yang tak diragukan lagi kemampuan mereka dalam memprediksi masadepan. Ahmad al-Qadidy menambahkan, “Dan tentu saja, para ahli dan pakar itu telah bekerja dalam beberapa waktu untuk kepentingan agen pusat inteljen di Washinton. Mereka telah menghasilkan sebuah laporan yang amat penting dan dapat dipercaya yang akan menggariskan corak dunia setelah lima belas tahun sejak hari ini, sebagaimana yang mereka lihat melalui berbagai indikasi yang ada di depan mereka.
Pemimpin pasukan koalisi Salib yang bergabung di Iraq, Richard Myers, mengatakan, “Bahaya sejati dan terbesar yang mengancam keamanan Amerika Serikta (AS) sesungguhnya adalah ektrimesme yang bercita-cita mendirikan Khilafah sebagaimana pada abad ketujuh Masehi. Kelompok ekstrimesme ini telah tersebar di berbagai wilayah yang jutrsu lebih banyak dari pada di Iraq. Akan tetapi, mereka juga bergerak di Iraq dan tersebar di dalamnya serta selalu mendorong pasukan perlawanan untuk menggunakan aktifitas-aktifitas fisik untuk melawan Amerika di Iraq.
Pada 31/01/2006 M, situs al-Syâsyah al-I’lâmiyah al-‘Âlamiyah (Media Monitors) menyebarkan sebuah artikel yang ditulis oleh Nu’man Hanif. Dalam artikle ini terdapat sebuah kajian yang amat mendalam, pendapat yang kuat dan pandangan kedepan mengenai akhir pertempuran antara Barat dan Islam. Dimana, dengan pandangannya ini, Nu’man Hanif akan sampai pada satu kesimpulan, bahwa, “Tidak ada pilihan lain bagi Barat kecuali menerima kepastian hadirnya Khilafah”. Dalam sebuah artikelnya yang berjudul “Khilafah; Tantangan Islam Kepada Sistem Dunia”, tertulis sebuah pernyataan, “Dalam gerakan Islam ekstrim, terkait dengan legitimasi Daulah Khilafah, terdapat semacam keyakinan agama yang mendominasi mereka bahwa Khilafah adalah sebuah benteng yang akan mengembalikan kekuatan Islam dan sebagai wasilah yang akan menantang dominasi Barat. Berdasarkan sumbernya dari al-Quran dan sejarah Islam, Gerakan-gerakan Islam itu memang mengalami perbedaan seputar metode menghidupkan Khilafah; dengan aktifitas jihad, perbaikan atau politik. Akan tetapi, mereka –dengan seluruh khayalannya –semuanya sepakat pada tujuan mengembalikan Khuilafah”.
Nu’man Hanif mengatakan, “Khilafah, sesuai dengan definisinya dalam pandangan Gerakan Islam Sunni, adalah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum Muslim untuk menerapkan hukum-hukum Syari’ah Islam dan mengemban Rislah Islam ke seluruh dunia”. Nu’man kembali mengatakan, “Gerakan Islam itu telah sukses memberikan sebuah ideology alternatif pengganti ideologi Libral-Skular Barat kepada mayoritas kaum Muslim dimana sample ini sesuai dengan al-Quran. Sementara itu, menghidupakan kembali Khilafah adalah puncak sample tersebut sekaligus satu-satunya sarana untuk menantang tatanan internasional yang didominasi pihak Barat”.
Nu’man juga mengatakan, “Pada faktanya, perkataan bahwa Islam politik telah gagal dikarenakan ketidak mampuannya menyesuaikan diri dengan kemajuan Barat dan kontruksi politik Barat, sesungguhnya tidak dapat dianggap sebagai vonis kegagalan Islam politik. Namun, hal itu justru merupakan bukti lain bahwa Islam dan tatanan politik Barat tidak dapat saling menyesuaikan sampai dari akarnya. Dari sisi lain, berdirinya gerakan-gerakan Islam dengan menyuguhkan frame Khilafah sebagai ganti politik dan sistem model Barat Skular saat ini, sesungguhnya menjadi bukti kesuksesan Islam politik”.
Nu’man kembali mengatakan, “Politik yang tegak diatas penyerangan terhadap ide Khilafah dengan mengaitakannya dengan kekerasan politik gerakan jihad sesungguhnya tidak akan dapat menggeser legalitasnya (Khilafah) yang digali dari al-Quran. Barangkali dunia Islam tidak sepenuhnya setuju dengan metode-metode mengangkat senjata gerakan jihad. Akan tetapi, tentu tidak akan ada lagi perdebatan mengenai legalitas (disyari’atkannya) Khilafah di dalam al-Quran. Sementara itu, gerakan Islam yang mengemban pemikiran politik dan menjauh dari cara-cara kekerasan memiliki seruan yang lebih dalam dan luas. Dimana ia menganggap dirinya sebagai penjaga ide menghidupkan kembali Khilafah. Serangan apapun yang ditujukan kepada Khilafah dianggap sebagai serangan kepada Islam”.
Pada 05/09/2006 M, George W.Bush kembali membicarakan Khilafah. Bush mengatakan, “Mereka itu sesungguhnya berusaha menegakkan kembali negara mereka yang amat unggul, Khilafah Islamiah. Dimana, semuanya akan dipimpin dengan ideologi yang sangat dibenci itu. Sistem Khilafah itu akan mencakup seluruh negeri-negeri Islam yang ada saat ini”.
Dalam konfrensi pers di gedung putih yang terselenggara pada 11/10/2006 M, Bush junior itu membicarakan tentang, “sebuah dunia dimana di dalamnya kelompok ekstrim berupaya merekrut para intlektual untuk merevolusi pemerintahan moderat dan mendirikan Khilafah sebagai gantinya”. Bush menambahkan, “Mereka menginginkan kita pergi, mereka ingin merevolusi pemerintahan dan mereka ingin membentangkan Khilafah Idiologis yang tidak memiliki prinsip-prinsip kebebasan alami dalam keyakinannya.
Situs pemberitaan Gedung Putih pada 20/10/2006 M, mempublikasikan sebuah ungkapan George Bush, “Orang-orang fundamentalis itu bercita-cita mendirikan Daulah Khilafah sebagai sebuah negara hukum dan menginginkan menyebarkan akdiah mereka dari Indonesia hingga Spanyol”.
Mentri pertahanan Amerika, Donald Rumsfeld, dalam sebuah acara perpisahannya mengatakan “Mereka ingin menghancurkan dan menggoyahkan sistem pemerintahan Islam moderat dan mendirikan Daulah Khilafah”.
Dalam sebuah buku yang terbit pada 2007 M dengan judul, “Suqûth wa Shu’ûd al-Daulah al-Islâmiyah (Runtuh dan Berdirinya Daulah Islam)”, karya seorang dosen hukum di Universitas Harvard yang amat terkenal, Prof. Noah Feldman, dikatakan, “Dapat ditegaskan bahwa meningkatnya dukungan rakyat (Islam) terhadap sayri’ah Islam pada kali yang lain pada dewasa ini –meskipun pernah mengalami keruntuhan –akan dapat mengantarkan pada wujudnya Khilafah Islamiah yang sukses”. Dalam bukunya ini, Noah Feldman mengatakan bahwa, ketika suatu kerajaan dan sistem pemerintahan itu telah mengalami keruntuhan, maka sesungguhnya kerajaan dan sistem pemerintahan itu telah runtuh dan tidak akan kembali, sebagaimana yang terjadi pada Sosialisme dan Monarki yang berkuasa, kecuali dalam dua keadaan saja yang sedang terjadi pada saat ini. Pertama, adalah sistem Demokrasi yang dulu telah pernah mendominasi di kerajaan Romania, dan dalam keadaan negara tersebut adalah Negara Islam”.
Penulis ini mengamati sebuah fenomena besar, kuat dan terus berkembang dari Marokko hingga Indonesia; yakni bangsa-bangsa Islam yang menuntut kembalinya Syari’at Islam. Khusunya di negara-negara yang berpenduduk besar, seperti, Mesir dan Pakistan. Penulis ini bertanya-tanya, “Mengapa orang-orang sekarang menuntut kembalinya syari’ah Islam dan tertarik kepadanya? Padahal pendahulu mereka, pada masa kontemporer ini telah membuangnya dan mensifatinya sebagai warisan masa lalu yang telah usang”. Penulis ini kembali mengatakan, “Penyebab yang tersembunyi adalah bahwa para penguasa saat ini telah mengalami kegagalan dalam pandangan bangsa-bangsa itu. Termasuk Barat. Dan sementara itu, bangsa-bangsa Islam saat ini sangat membutuhkan keadilan”. Terlebih lagi, sampai saat ini, tidak ada jajaran ulama’ atau para qadhi sejati sebagaimana dalam masa pemerintahan Islam.
Pusat kajian strategi di Universitas Yordan pernah melakukan sebuah survey yang disebar pada April 2007 M di empat negara besar di dunia Islam (Marokko, Mesir, Indonesia dan Pakistan) seputar:
a) Dukungan penerapan syari’ah Islam di dunia Islam
b) Bersatu dengan negara-negara lain di bawah bendera seorang Khalifah atau Khilafah
c) Menolak penjajahan asing dan politik negara-negara Barat secara umum
d) Menolak penggunaan kekerasan melawan rakyat sipil
Hasil survey ini membuktikan bahwa prosentasi keseparakatan atas ide-ide di atas mencapailebih 75% pada beberapa maslah. Di Marokko para pendukung penerapan Islam, syari’ah dan Khilafah mencapai 76%, di Mesir 74%, di Pakistan 79% dan di Indonesia 53%.(http://www.hizb.org.uk./hizb/resources/issu…slim-word.html)
Surat kabar al-Hayât, pada 28/07/2007 M, menyebutkan bahwa Zalmay Khalilzad, delegasi Amerika Serikat di PBB, dalam pembicaraannya kepada surat kabar Die Presse Austrian memperingatkan “bahwa, pergolakan di Timur Tengah dan Hadharah Islam dapat menyebabkan terjadinya perang dunia ketiga”. Zalmay menambahkan, “Bahwa Timur Tengah kini sedang melewati sebuah fase transfomasi yang sulit menuju sebuaha ghâyah (puncak tujuan) yang akan menampakkan kekuatan ekstrimisme dan mempersiapkan lahan yang subur bagi terorisme”. Zalmay juga mengatakan, “Dunia Islam akan menggabungkan diri pada sebuah aliran arus Internasional (al-tiyâr al-duwaly) yang sedang mendominasi. Akan tetapi, hal itu tentu membutuhkan waktu yang cukup”.
Zalmay Khalilzad menambahkan kembali, “Orang-orang kolot itu kini telah memulainya. Akan tetapi mereka tidak memiliki kesepakatan pendapat terkait posisi mereka. Sebagian mereka menginginkan kembali pada abad ke enam dan ketujuh Masehi, pada abad dimana Nabi Muhammad di lahirkan”. Zalmay Khalilzad kembali melanjutkan, “Masalah ini mungkin membutuhkan beberapa dekade, sehingga sebagian mereka itu memahami bahwa mereka sesungguhnya dapat tetap menjadi orang-orang Muslim dan dalam waktu yang sama juga dapat bergabung dengan dunia yang baru”.
Pada 24/08/2007 M, Presdiden Prancis, Sarkozy, mengatakan, “Rasanya tidak perlu menggunakan bahasa kayu (kekerasan). Sebab, konfrontasi semacam ini justru disukai oleh kelompok ekstrim yang bermimpi menegakkan Khilafah dari Indonesia hingga Nigeria . Mereka tidak pernah menerima bentuk keterbukaan apapun, mereka juga tidak pernah menerima modernitas dan keberagaman apapun”. Demikian asumsi Sarkozy. Pada waktu ia juga mengatakan, “Sesungguhnya tidak dapat diremehkan adanya kemungkinan konfrontasi antara Islam dan Barat”.
Ketua Dewan Duma (Parlemen Rusia), Mikael Boreyev, menegaskan bahwa “dunia kini sedang menuju penyatuan menjadi lima negara besar; Rusia, Cina, Khilafah Islamiah dan Konfederasi yang mencakup Amerika”. Mikael Boreyev menambahkan, “dan ditambah satu lagi, yaitu India, apabila ia sukses melepaskan diri dari kekuatan Islam yang amat kuat yang mengepungnya”. Demikian Boreyev menuturkan. Pemuatan sebuah peta dunia pada sampul sebuah buku berjudul, “Rusia Emperium Ketiga (al-Rusiya Imbrathuriyah al-Tsâlitsah)”, karya Boreyev nampak sekali disana hanya terdapat sejumlah negara. Sementara, Eropa akan berada dibawah Rusia yang diprediksikan oleh penulis akan menjadi emperyor ketiga (Setelah masa Kekasisaran dan Sosialisme). Boreyev, sebagaimana dirilis oleh surat kabar al-Khalîj al-Imâratiyah, memprediksi negaranya akan kembali menjadi negara emperyor dan akan mendominasi Benua Eropa yang diprediksikan akan segera terhapus negaranya dan runtuh peradabannya. Boreyev memberikan sinyalemen bahwa ia tidak bisa secara pasti meyakini bahwa Rusia akan menduduki benua Eropa. Akan tetapi, ia yakin bahwa hadharah Eropa sedang menuju kehancuran. Dan hal ini pasti akan di duduki atau diperangi oleh negara ini (Rusia) atau negara itu (Khilafah Islamiah atau negara-negara besar lainnya). Ketua Dewan Duma ini memprediksikan bahwa dengan datangnya tahun 2020 M, mayoritas negara-negara di dunia (yang saat ini ada) akan mengalami kehancuran. Dia memberikan isyarat bahwa nanti hanya akan ada lima negara besar, atau emperyor, saja. Yakni; Rusia yang telah menggabungkan Eropa kedalamnya; Cina, yang akan mendominasi negara-negara Timur Tengah dengan kekuatan ekonomi dan militernya; Khilafah Islamiah yang akan membentang dari Jakarta hingga Tangier dan mayoritas daerah Afrika selatan padang pasir; dan Konfederasi yang menggabungkan benua Amerika Utara dan Amerika Selatan. Boreyev melihat bahwa India juga mungkin akan menjadi negara besar jika ia mampu menghadapi kekuatan Islam yang meliputinya.

Benteng Kolonel Gaddafi di Tripoli

Pasukan Gaddafi menjaga ketat seluruh kompleks Bab al-Aziziya di Tripoli

Pemimpin Libia Kolonel Muammar Gaddafi memiliki kompleks pribadi dan dinas yang dibangun seperti benteng di Tripoli.

Kompleks Bab al-Aziziya, pusat syaraf rezim Gaddafi, sudah lama menjadi lambang sikap tidak genar sang pemimpin.
Kompleks kepresidenan yang luas di bagian tengah kota Tripoli itu menampung fasilitas pribadi Gaddafi, barak militer, dan beberapa fasilitas lain.
Di tengah kompleks ada puing-puing kediaman lama Gaddafi. Bangunan itu hancur pada 1986 akibat bom 'pintar'' Amerika yang dipandu dengan teknologi laser.
Kolonel Gaddafi mengatakan, putri angkatnya tewas dalam serangan militer yang diperintahkan oleh Presiden AS kala itu, Ronald Reagan.

Sunday, May 1, 2011

Bush Confirms Death of Osama Bin Laden

President Bush, verifying the death of Al Qaeda commander Osama Bin Laden


Washington, DC (APE) - President Bush early this morning confirmed rumors of the death of Osama bin Laden, stating that, reluctantly, Bin Laden had died at the hands of foreign interrogators, not affiliated with the CIA. Bush stated that the CIA had been working fairly closely with the unnamed foreign government agency, but assumed no responsibilities for the treatment of Bin Laden.

Bush displayed pictures of the deceased bin Laden and stated that the body would be released to family members in time for full respect of Muslim burial customs, perhaps seeking to soften an anticipated backlash from Islamic extremists.
Rumors of Bin Laden's death had been spreading among major news associations today, citing sources from Saudi Arabia and France who had suggested that he had died earlier this month from typhus. The White House stated that it was simply trying to keep the record straight, while critics pointed to the announcement as possibly an effort to rebuke criticism over the administration's perceived lack of concern over Bin Laden and Al Qaeda prior to this November's coming election.
                                      Autopsy photos of Bin Laden showing post mortem markings from various "stress postion" interrogation techniques  "While this administration does not condone torture of any type," stated Bush, "this evil killer seems to have gotten what he deserved... the Lord, or Allah works in mischievous ways. This just further illustrates the need for Congress to whip into shape and pass this administration's anti-terror legislation. Who knows what kind of useful information we could have gotten from him if his interrogation had been done right."

Bush brushed off questions of the announcement as being an anticipated "October Surprise" for the coming elections. "Well, he didn't really last until October, now did he?" Bush quipped with reporters, "We finally got number one, and we're looking forward to the next one... bring 'em on."

The administration refused to answer questions as to how long Bin Laden had been in the custody of the unnamed foreign security agency, or what, if any information, Bin Laden had given up, citing security concerns. 

Popular Posts