Beredar sebuah analisis bahwa
insiden penembakan kantor Charlie Hebdo, Paris hanya sebuah operasi sandiwara
atau psy ops, sebagaimana dilansir BSR pada Sabtu (10/1/2015).
Dalam sebuah analisis oleh Jim Stone,
seorang jurnalis investigasi independen memaparkan kejanggalan berdasarkan video
penyerangan yang terjadi di Paris tersebut sebelum berita para tersangka pelaku
penembakan meninggal dunia.
Stone mengajak pembaca untuk
memperhatikan adegan bahwa, “Polisi yang ditembak dari jarak dekat tidak
mengeluarkan darah walaupun tepat ditembak di kepalanya dan moncong senjata
mengeluarkan asap putih.”
Yang menarik adalah respon
Pemerintah Perancis setelah sandiwara ini. Mereka dengan mudah melancarkan tema
IS, ISIS, Islam setelah disodorkan terlebih dahulu pada media sosial untuk
membentuk persepsi masyarakat global.
Berikut 10 kejanggalan dalam
kejadian tersebut, ditambah 2 hal yang inkonsisten.



















Abu Ja’far Al Iraqi, mantan anggota Daulah yang bergabung dengan Jabhah Nushrah