Abu Omar al-Shishani has a
fierce, gorgeous Chechen bride. He learned intelligence operations from
the U.S. And his older brother may be the real genius of ISIS.
Sunday, October 18, 2015
The Secret Life of an ISIS Warlord
Ramzan Kadyrov: Chechen warlord accused of brutal rule
When Chechnya’s ruler Ramzan Kadyrov
ordered his security forces last week to open fire on any Russian
policeman who appeared on his territory without prior approval, he
openly stated a rule that many of his subjects have suffered under for
several years: inside the North Caucasus republic, he, and he alone, is
master.
Even though war officially ended six years ago, the Chechen republic continues to be one of the most violent places in Russia.
Local residents and human rights advocates accuse the former warlord
of imposing a brutal rule. There are frequent disappearances and
killings and no avenues for redress.
Friday, October 16, 2015
Monday, October 12, 2015
TANDA-TANDA PERANG DUNIA KETIGA TELAH DIMULAI SEJAK PERANG SURIAH
Fenomena ARAB SPRING yang tadinya di iklankan membawa jargon demokrasi liberal dan dimulai dari Tunisia yang kemudian menjalar ke Libya dan MESIR (dimana sekarang ini menjadi pemerintahan diktator dan otoriter setelah kudeta militer atas Mursi yang terpilih secara Demokratis dan transparan) yang kemudian “Arab spring” dengan iklan demokrasi liberalnya sebagai sistem yang paling sempurna dalam kehidupan manusia yang memang dari watak dasarnya selalu ingin saling kuasa- menguasai atau hegemoni diantara suku bangsa ataupun dalam suatu lingkungan keluarga dalam lingkup kecil dan terbatas.
Pergerakan
Arab Spring yang dimulai dari media social tersebut ternyata terhenti dan
berkecamuk menjadi perang penggulingan rezim As’ad di Suriah lalu meluas ke
irak, yaman, libanon dan sekitar wilayah timur-tengah lainnya, dan terkini
meluas ke ukraina, Azerbaijan serta wilayah Armenia dan sekitarnya. Tentunya
dalam hal konflik di beberapa wilayah timur tengah dan kaukasia yang menjadi
bekas wilayah uni soviet bagi masyarakat awam hal tersebut tidak berkaitan atau
tiada konektifitas. Apa yang ada dibenak anda, jikalau saya katakan semua hal
itu ada konektifitas saling terkait sehubungan dengan keterlibatan terselubung
amerika dan sekutunya dalam konflik suriah sebagai penyokong kelompok pemberontak
bersenjata dan wilayah timur tengah lainnya, dan aliansi Rusia, china,
Iran yang mendukung Rezim Bashar al-as’ad untuk tetap berkuasa walau tidak
secara langsung seperti halnya Amerika dan sekutunya yang tidak secara
langsung turut dalam konflik suriah tersebut.
Update/misteri-tentang-pemuda-bani-tamim
![]() |
| Pemuda dari timur pembawa panji hitam |
Biasanya bila pengkaji masalah akhir zaman khususnya bila sampai pada tema al- mahdi maka akan meng-kaji atau setidaknya akan menyinggung soal panji panji hitam, sufyani dan bani tamim. disadari atau tidak, biasanya ketika mengkaji masalah tertentu akan di pengaruhi oleh latar belakang manhaj atau cara dalam beragama. Misalnya ketika seorang yang mempunyai latar belakang sufi maka ia akan membawa manhajnya ke dalam apa yang sedang ia kaji.
Misalnya
tentang bani tamim, yang orang orang di malaysia begitu semangat mengkajinya
hingga ada pendapat yang mengatakan seseorang dari bani tamim yang dalam hadis
akan berjuang bersama al mahdi (dalam konteks tersebut al mahdi belum di baiat)
adalah seorang wali. Padahal hadis hadis nya saja masih dipermasalahkan
keshahihanya.
Saudi Kirim 500 Rudal TOW Untuk Mujahidin Berikut Ulasan Selengkapnya
Wartawan BBC Frank Gardner menuliskan dilaman twitter-nya bahwa seorang pejabat Saudi telah mengkonfirmasi pengiriman 500 rudal anti-tank tipe TOW kepada Mujahidin Suriah.
Mujahidin Suriah saat ini sedang diperangi dari segala arah oleh militer Suriah, serangan udara Rusia, dan termasuk ISIS.
Sunday, October 11, 2015
AS Coba Halangi Niat China Bantu Rusia Perangi ISIS
MOSKOW - Amerika Serikat (AS) dikabarkan akan mengirimkan sebuah kapal perang ke Kepulauan Spratly yang ada di Laut China Selatan. Seorang jurnalis menilai, langkah itu diambil karena AS mempunyai niatan untuk menghentikan Beijing membantu Moskow dalam memerangi ISIS di Suriah.
Lintasi Langit Irak dan Iran, Ini Rudal-rudal Rusia Pembuat Kesal AS
Lintasi Langit Irak dan Iran Ini Rudal rudal Rusia Pembuat Kesal AS
Rudal-rudal yang ditembakkan kapal-kapal perang Rusia terhadap ISIS di Suriah melewati wilayah Irak dan Iran. | (Daily Mail)
A+ A-
MOSKOW - Kapal—kapal perang Rusia telah menembakkan sekitar 26 rudal jelajah dengan target ISIS di Suriah pada 7 Oktober 2015 lalu. Menurut analis militer Amerika Serikat (AS) salah satu rudal Kremlin itu adalah SS-N-30.
Saturday, October 10, 2015
Siapa Yang Bermain Di Suriah ?
Dalihnya, itu masalah politik, di mana rakyat yang tidak puas dan memberontak kepada penguasanya yang kemudian disambut aksi represif rezim penguasa. Sekali lagi, ini masalah politik, demikian kesimpulan mereka.
Padahal, semua kezaliman yang menimpa umat Islam dari dulu hingga kini motifnya selalu politik. Yang pasti, bila melihat dari kacamata agama Islam itu sendiri, perintah membantu, menolong dan melindungi sesama Muslim itu tidak harus dipilah dulu motif-motif per kasus.
Unshur akhaka zaliman aw mazluman, demikian perintah Nabi Muhammad SAW—tolonglah saudaramu, baik yang pelaku tindak zalim maupun yang korban yang terzalimi. Jasad dikubur hidup-hidup, bagian tubuh disayat-sayat sebelum dibunuh, penyembelihan kolosal—sebagaimana terjadi belum lama ini di daerah Tartus—serta tragedi kemanusiaan lainya yang banyak dipertontonkan lewat media online sudah menjadi bukti yang cukup bahwa: rakyat Suriah terzalimi. Namun mengapa masih ada simpang siur pemahaman dan kesimpulan?
Pertama, banyak kaum Muslimin di Indonesia yang tidak mengenal ideologi rezim yang penguasa dan rakyat Suriah pada umumnya. Yang dipahami, Suriah itu negeri Islam. Basyar Asad itu seorang Muslim, rakyatnya pun Muslim. Yang perlu dikritisi dari pemahaman di atas adalah klaim bahwa Basyar Asad Muslim. Dia, dan juga rezim yang berkuasa di Suriah berideologikan Nusairiyah.
Perang Suci di Akhir Zaman, dan Tewasnya Panglima Garda Revolusi Iran Jenderal Hamdani di Aleppo
Perang Suci di Akhir Zaman, dan Tewasnya Panglima Garda Revolusi Iran Jenderal Hamdani di Aleppo
ALEPPO (voa-isla.com) - Panglima Garda Revolusi Iran telah tewas di dekat Aleppo, di mana ia berperan sebagai penasihati pasukan tentara Suriah, saat berkecamuknya pertempuran yang sangat dahsyat melawan pejuang Daulah Islamiyah (IS), kata seorang pejabat Iran, Jum'at, 9/10/2015.Jenderal Hussein Hamedani tewas pada hari Rabu, kata pernyataan itu. Di mana Jenderal Hamedani adalah sekutu utama kawasan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Hamedani telah berulangkali terjun dalam kancah perang di Suriah menghadapi para pejuangn Islam yang menginginkan penggulingan Bashar al-Assad. Iran adalah sekutu utama Bashar al-Assad, dan telah memberikan dukungan militer dan ekonomi selama perang empat tahun Suriah.
Sementara itu, milisi Hesbullah selama perang yang berlangsung hampir empat tahun, sudah kehilangan 15.000 anggotanya yang tewas di Suriah. Di Lebanon kelompok Syiah, terutama para pendukung Syiah Hesbulah menolak dan menentang pengiriman milisi Hesbullah ke Suriah ikut bertempur melawan IS. Mereka sudah merasakan pahitnya berperang di Suriah.
Di tengah kabar tewasnya Jenderal Hussien Hamedani itu, Rusia terus melancarkan serangan udara, darat, dan serangan dari kapal induk yang berada di pantai Latakia. Kapal induk Rusia sudah menembakkan puluhan rudal jelajah yang diarahkan ke posisi-posisi para pejuang Islam, terutama di Aleppo dan Raqa.
Perang di Suriah menjadi tanda-tanda 'perang akhir zaman'. Perang antara kaum kafir musyrik Yahudi dan Nasrani melawan kaum Mukminin yang berjuang ingin menegakkan panji tauhid. Tak kurang pemimpin Kristen Ortodok Rusia, mengatakan bahwa perang yang dijalankan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin itu, sebagai 'Perang Suci' (Holy War).
Suriah yang dikenal sebagai 'Biladus Syam', yang mencakup wilayah Jordania, Suriah, dan Palestina, sekarang terjadi pergolakan yang sangat dahsyat. Bukan hanya di Suriah terjadi peperangan antara kafir musyrik (Yahudi, Kristen, dan Majusi/Syiah), tapi sekarang terjadi berkecamuknya perang antara Yahudi dan para Mujahidin Palestina di Yerusalem, dan sangat luar biasa.
Sekarang sudah lengkap bukan hanya di tanah Suriah darah Mujahidin tertumpah, tapi juga di Palestina, khususnya di Yerusalem. Di mana para Mujahidin dengan 'batu' melawan pasukan Zionis yang berusaha menghancurkan tempat suci umat Islam, yaitu al-Aqsha. Perang yang sangat luar biasa antara pasukan Zionis dengan Mujahidin, dan terus akan berlangsung sampai akhir zaman, dan dapat mengalahkan Zionis.
Sekarang seluruh kekuatan kafir musyrik (Yahudi dan Nasrani) sudah 'tumplek blek' (secara total) berada di medan perang di bumi 'Bilandus Syam", dan berhadap-hadapan dengan para Mujahidin yang menghararpkan kematian yang penuh kemuliaan, yaitu sebagai 'martyr' (syuhada). Para Mujahidin berlomba-lomba menyongsong para kafir musyrik (Yahudi dan Nasrani), yang ingin menghancurkan negeri Muslim, 'Bilandus Syam', termasuk al-Aqsha.
Jadi hakekat perang yang terjadi di Suriah, Irak, dan Palestina, sejatinya hanyalah skenario atauh kehendak Allah, dipertemukan antara kekuatan kafir musyrik dengan para pejuang Islam, para Mujahidin. Ini bagian dari perjuangan menjelang datangnya akhir zaman. Dengan tanda-tanda kekalahan kafir musyrik oleh orang-orang Mukmin. Mari kita songsong kafir musyrik, dan kita kalahkan mereka. Wallahlu'alam.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/opini/2015/10/09/39698/perang-suci-di-akhir-zaman-dan-tewasnya-panglima-garda-revolusi-iran-jenderal-hamdani-aleppo/#sthash.VV0tcfJb.KSzAFe0G.dpuf
Perang Suci di Akhir Zaman, dan Tewasnya Panglima Garda Revolusi Iran Jenderal Hamdani di Aleppo
ALEPPO (voa-isla.com) - Panglima Garda Revolusi Iran telah tewas di dekat Aleppo, di mana ia berperan sebagai penasihati pasukan tentara Suriah, saat berkecamuknya pertempuran yang sangat dahsyat melawan pejuang Daulah Islamiyah (IS), kata seorang pejabat Iran, Jum'at, 9/10/2015.Jenderal Hussein Hamedani tewas pada hari Rabu, kata pernyataan itu. Di mana Jenderal Hamedani adalah sekutu utama kawasan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Hamedani telah berulangkali terjun dalam kancah perang di Suriah menghadapi para pejuangn Islam yang menginginkan penggulingan Bashar al-Assad. Iran adalah sekutu utama Bashar al-Assad, dan telah memberikan dukungan militer dan ekonomi selama perang empat tahun Suriah.
Sementara itu, milisi Hesbullah selama perang yang berlangsung hampir empat tahun, sudah kehilangan 15.000 anggotanya yang tewas di Suriah. Di Lebanon kelompok Syiah, terutama para pendukung Syiah Hesbulah menolak dan menentang pengiriman milisi Hesbullah ke Suriah ikut bertempur melawan IS. Mereka sudah merasakan pahitnya berperang di Suriah.
Di tengah kabar tewasnya Jenderal Hussien Hamedani itu, Rusia terus melancarkan serangan udara, darat, dan serangan dari kapal induk yang berada di pantai Latakia. Kapal induk Rusia sudah menembakkan puluhan rudal jelajah yang diarahkan ke posisi-posisi para pejuang Islam, terutama di Aleppo dan Raqa.
Perang di Suriah menjadi tanda-tanda 'perang akhir zaman'. Perang antara kaum kafir musyrik Yahudi dan Nasrani melawan kaum Mukminin yang berjuang ingin menegakkan panji tauhid. Tak kurang pemimpin Kristen Ortodok Rusia, mengatakan bahwa perang yang dijalankan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin itu, sebagai 'Perang Suci' (Holy War).
Suriah yang dikenal sebagai 'Biladus Syam', yang mencakup wilayah Jordania, Suriah, dan Palestina, sekarang terjadi pergolakan yang sangat dahsyat. Bukan hanya di Suriah terjadi peperangan antara kafir musyrik (Yahudi, Kristen, dan Majusi/Syiah), tapi sekarang terjadi berkecamuknya perang antara Yahudi dan para Mujahidin Palestina di Yerusalem, dan sangat luar biasa.
Sekarang sudah lengkap bukan hanya di tanah Suriah darah Mujahidin tertumpah, tapi juga di Palestina, khususnya di Yerusalem. Di mana para Mujahidin dengan 'batu' melawan pasukan Zionis yang berusaha menghancurkan tempat suci umat Islam, yaitu al-Aqsha. Perang yang sangat luar biasa antara pasukan Zionis dengan Mujahidin, dan terus akan berlangsung sampai akhir zaman, dan dapat mengalahkan Zionis.
Sekarang seluruh kekuatan kafir musyrik (Yahudi dan Nasrani) sudah 'tumplek blek' (secara total) berada di medan perang di bumi 'Bilandus Syam", dan berhadap-hadapan dengan para Mujahidin yang menghararpkan kematian yang penuh kemuliaan, yaitu sebagai 'martyr' (syuhada). Para Mujahidin berlomba-lomba menyongsong para kafir musyrik (Yahudi dan Nasrani), yang ingin menghancurkan negeri Muslim, 'Bilandus Syam', termasuk al-Aqsha.
Jadi hakekat perang yang terjadi di Suriah, Irak, dan Palestina, sejatinya hanyalah skenario atauh kehendak Allah, dipertemukan antara kekuatan kafir musyrik dengan para pejuang Islam, para Mujahidin. Ini bagian dari perjuangan menjelang datangnya akhir zaman. Dengan tanda-tanda kekalahan kafir musyrik oleh orang-orang Mukmin. Mari kita songsong kafir musyrik, dan kita kalahkan mereka. Wallahlu'alam.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/opini/2015/10/09/39698/perang-suci-di-akhir-zaman-dan-tewasnya-panglima-garda-revolusi-iran-jenderal-hamdani-aleppo/#sthash.VV0tcfJb.KSzAFe0G.dpuf
ALEPPO Panglima Garda Revolusi Iran telah tewas di dekat Aleppo, di mana ia berperan sebagai penasihati pasukan tentara Suriah, saat berkecamuknya pertempuran yang sangat dahsyat melawan pejuang Daulah Islamiyah (IS), kata seorang pejabat Iran, Jum'at, 9/10/2015.
Jenderal Hussein Hamedani tewas pada hari Rabu, kata pernyataan itu. Di mana Jenderal Hamedani adalah sekutu utama kawasan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Hamedani telah berulangkali terjun dalam kancah perang di Suriah menghadapi para pejuangn Islam yang menginginkan penggulingan Bashar al-Assad. Iran adalah sekutu utama Bashar al-Assad, dan telah memberikan dukungan militer dan ekonomi selama perang empat tahun Suriah.
Friday, October 9, 2015
Yahudi Budidayakan Pohon Ghorqod – inilah Spesifikasinya , Lanjutan
Penjelasan ini diterjemahkan oleh Ustadz M. Syuaib al-Faiz Lc. MSi.dari makalah
POHON GHORQOD
Mereka sekarang ini berlomba-lomba menanamnya di berbagai tempat dari negeri jajahan di Palestina. Itu semua tidak dilakukan, kecuali karena mereka tahu dan yakin dengan apa yang dikabarkan oleh Nabi kita Muhammad saw.
Kita semua mengetahui bahwa Yahudi akan bersembunyi di belakang batu dan pohon, dan batu serta pohon-pohon akan mengatakan, “Wahai hamba ALLAH, wahai muslim, ini ada Yahudi sedang bersembunyi di belakangku, kemari dan bunuhlah dia!” Kecuali pohon Ghorqod, karena ia adalah pohon Yahudi. Akan tetapi sedikit dari kita yang tahu bentuk dan rupa pohon yang satu ini.
Mengenang Perjuangan Muslim Chechnya Yang Belum Usai…
Rusia mengumumkan pada 16 April 2009 bahwa mereka telah mengakhiri perang di Chechnya. Pengumuman itu sebagian besar hanyalah simbolis karena dalam waktu yang lama, telah tidak ada bentrokan yang berarti di Grozny.
Perang tersebut diklaim pihak Rusia telah dimenangkan Rusia , tetapi solusi atas konflik yang berkepanjangan itu membutuhkan kompromi, tapi di Chechnya hal ini tidak terjadi.
Katanya dalam sebuah demokrasi di mana hak asasi manusia siapapun dihormati, dan penggunaan kekuatan adalah jalan terakhir yang terpaksa dilakukan . Tapi di Chechnya, juga tidak terjadi. Rusia menggunakan kekuatan tempur melampaui batas. Rusia memerangi pejuang Chechnya yang dianggap sebagai pemberontakan internal.
Dengan bangganya Rusia , setelah perang selama 15 tahun, mereka katakan pemberontak telah punah !.
Memang tidak ada perang di ibukota Chechnya Grozny hari ini. Para mujahidin beroperasi di daerah pegunungan berbatasan Dagestan dan Ingushetia, dua wilayah yang didominasi umat Muslim, sama seperti Chechnya, dalam kekuasaan federasi Rusia.
Thursday, October 8, 2015
AS Ancam Tinggalkan Irak Jika Baghdad Berani Minta Bantuan Militer Ke Rusia
Seorang sumber Kedutaan Besar AS di ibukota Baghdad mengungkapkan bahwa Washington mengancam akan meninggalkan Irak jika pemerintah PM Haider Al Abadi berani meminta bantuan militer Rusia dalam memerangi Negara Islam.
Dalam keterangan sumber yang tidak mau disebutkan namanya kepada Sputnik pada hari Kamis (08/10) kemarin mengatakan, “Dalam pertemuan dengan PM Haider Al Abadi dan pejabat penting Irak lainnya pada beberapa waktu yang lalu, AS menyatakan penolakan mereka terhadap kerjasama perang melawan teroris antara pemerintah Irak dengan aliansi Rusia yang terdiri dari Iran dan Suriah.”
Apa Motif Dari Sepak Terjang Putin di Suriah?
DAMASKUS
Presiden Rusia Vladimir Putin
semakin memperlihatkan dukungannya kepada Bashar Asad. Militernya, yang sudah terlibat
sejak awal 2013 meskipun dalam perannya sebagai pemasok senjata dan penasihat,
telah meluncurkan kampanye pengeboman pertama di Suriah. Seperti rekan
Amerika-nya Barak Obama, Putin menyatakan bahwa militer Rusia berada di Suriah
untuk memerangi ISIS.
Wednesday, October 7, 2015
Ruslan Gelayev, Komandan Mujahidin Chechnya Yang Dijuluki “Sang Malaikat Hitam”
Tak banyak aktivis Jihadi Nusantara yang mengenal komandan Mujahidin Chechnya yang satu ini. Gelayev adalah semacam guru sekaligus komandan dari Amirul Mukminin Dokka Umarov sebelum berdirinya Imarah Islam Kaukasus.
Sosoknya sebagai pemimpin yang kuat mulai dikenal luas pada tahun 1996 ketika memimpin sebuah operasi penyergapan terkenal sepanjang sejarah di wilayah Shatoy. Dalam aksi itu, satu baris puluhan tank lapis baja penjajah Rusia hancur. Dan lebih dari seratus tentara Federal Rusia tewas hanya dalam serangan penyergapan berdurasi 15 menit tersebut. Allahu Akbar!
Ruslan Gelayev atau yang memiliki nama lain Hamzah Gelayev lahir pada tahun 1964 di desa Komsomolskoye (Saadi – Kotar) dekat Urus – Martan, 10 tahun setelah orang tuanya kembali dari lokasi pengasingan warga Chechnya di masa Stalin di Asia Tengah. Pada tahun 1992 – 1993, Gelayev bergabung dengan dengan Milisi bersenjata Konfederasi Rakyat Pegunungan Kaukasus di bawah komando Syamil Basayev.
Tuesday, October 6, 2015
Ini Kesaksian Mengerikan Warga Diyala yang Selamat dari Pembantaian Milisi Syiah
Pembantaian mengerikan itu terjadi pada Senin dini hari (26/01), setelah milisi Syiah dan militer pemerintah memastikan berhasil memukul mundur Daulah Islamiyah dari seluruh provinsi Diyala.
Mereka mendatangi sebuah desa mayoritas Ahlu Sunnah dan melakukan pembantaian itu di tengah kegelapan malam. Sekitar 72 warga dilaporkan terbunuh dalam pembantaian itu.
Dilansir dari CNN Indonesia, Kamis (28/01), seorang saksi sekaligus warga Barwanah, Abu Omar, bercerita melalui telepon pada Reuters tentang kengerian yang disaksikannya pada Senin berdarah itu. Saat itu, kata Omar, sekitar pukul 3:30 dini hari datang 10 mobil Humvee yang membawa puluhan tentara di dalamnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Popular Posts
-
PEMUDA BANI TAMIM SUDAH MUNCUL ? MARI KENALI BANI TAMIM Ucapan Rasulullah SAW tentang Bani Tamim Hadith Nabi SAW : ...
-
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh saya ingin bertanya, mengapa Malaysia yang katanya negara Islam tapi sering kali melakuka...
-
Pasca kemenangan Mujahidin ini seluruh kekuatan barat yang sekarang ini ada di sekeliling Suriah seperti AS, NATO, Rusia,Cina dan di tamba...
-
AKANKAH IMAM MAHDI AKAN MUNCUL DALAM BEBERAPA SAAT LAGI Mari kita lihat fakta-fakta berikut ini Dunia dewasa ini berada pa...
-
Beberapa tanda-tanda yang menunjukkan awal dari Hari Akhir akan segera Mulai meliputi: 1. Arab Revolutions (Musim Semi Arab) yang dimulai ...
-
Dalam salah satu artikel yang ditulis seorang hamba Allah tentang khilafah di akhir zaman, ada tersebut dari pendapat beliau ...
-
Innalhamdalillah nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruh. Wa na’udzubillahiminsyururi anfusina wa min sayyiaati ‘amalina. Mayyahdihilla...
-
SEBELUM SAUDARA SAUDARI TERPERANJAT SAYA CADANGKAN DIRIKANLAH SOLAT HAJAT DAN BACAKANLAH ISTIGHFAR MEMOHON KEPADANYA AGAR MENDAPAT PERTU...
-
saya khawatir raja salman memang akan meninggal dalam waktu yang tidak lama lagi, mengenai kapan tepatnya hanya Allah SWT yang tahu. tetap...
-
Oleh Mohd Samsuddin bin Harun Pendahuluan Tajuk ini menjadi sensitif kepada penganut Syiah Melayu serta kalangan mereka yangpro-I...









