PASUKAN PANJI HITAM THE BLACK BANNER

Friday, May 31, 2013

Siapa Ahlul Bait ?

Siapa Ahlul-Bait Rasulullah (saw)?

Berdasarkan dalil-dalil dari ayat-ayat Qur'an dan Hadith Rasulullah SAWA - kebanyakan kitab tafsir dan Hadith menjelaskan bahawa yang dimaksudkan dengan Ahlul Bayt Rasulullah SAW ialah lima orang iaitu Rasulullah SAW, Ali, Fatimah, Hassan dan Husayn.

Riwayat al-Tarmidzi dari Ummu Salamah menyatakan bahawa ayat:

" Sesungguhnya Allah hendak menghilangkan kotoran dari kalian, Ahlul Bayt dan menyucikan kalian dengan sebersih-bersihnya (Quran:33:33)" turun untuk Rasulullah SAW di rumahku ketika aku sedang duduk di sebelah pintu, aku bertanya: " Ya Rasulullah, bukankah aku juga dari Ahlul Baytmu, beliau mejawab: engkau berada dalam kebaikan, engkau dari isteri-isteriku. Ketika itu Rasulullah SAW di rumah bersama Ali, Fatimah, Hassan dan Husayn.Kemudian beliau memasukkan mereka di bawah serban beliau seraya bersabda: " Ya Allah,merekalah Ahlul Baytku, maka hilangkan kotoran dari mereka dan sucikanlah mreka sesuci-sucinya."

Muslim dalam Sahihnya meriwayatkan dalam Kitab Fada'il Sahabat bab Fada'il Ahlul Bayt Nabi SAW, berkata Aisyah bahawa telah keluar Rasulullah SAW pada suatu hari dengan memakai mard marhal daripada bulu berwarna hitam, kemudian datang Hassan bin Ali lalu dimasukkannya ke dalamnya, kemudian datang Husayn lalu dimasukkannya ke dalamnya, kemudian datang Fatimah dan dimasukkan dia ke dalamnya dan akhir sekali datang Ali dan dimasukkan ke dalamnya, lalu beliau SAW membaca ayat Quran:33:33, yang bermaksud:

" Sesungguhnya Allah hendak menghilangkan kalian dari kekotoran dan menyucikan kalian dengan sebersih-bersihnya."

Dalam tafsir Al-Dur Al-Mantsur, Jalaluddin al-Suyuti menyebut dua puluh sanad hadith dengan jalan yang beragam, yang semuanya menunjukkan bahawa yang dimaksudkan dengan Ahlul Bayt di dalam ayat di atas adalah lima orang seperti di atas.

Adakah para isteri Nabi (saw) termasuk dalam Ahlul-Bait ?

Para isteri Nabi (saw) tidak termasuk dalam Ahlul Bayt dalam pengertian yang khusus seperti maksud dan kehendak ayat di atas. Riwayat dari Muslim dari Zaid bin Arqam bahawa:

Pada suatu hari Rasul berpidato di hadapan kami dekat suatu danau bernama Khum di antara Mekah dan Madinah, setelah memuji Allah, beliau mulai menasihati kami dan bersabda yang bermaskud: " Wahai manusia.....ketahuilah bahawa aku meninggalkan pada kalian dua benda yang sangat berharga, Kitabullahyang mengandung cahaya dan bimbingan, maka ambillah Kitabullah dan berpeganglah padanya....beliau meneruskan: " Dan Ahlul Baytku, aku memperingatkan kalian tentang Ahlul Baytku, Aku memperingatkan kalian tentang Ahlul Baytku, aku memperingatkan kalian tentang Ahlul Baytku...."

Perawi hadith bertanya kepada Zaid bin Arqam,

" Siapakah Ahlul Bayt Rasul, adakah isteri-isteri beliau termasuk Ahlul Baytnya? " Zaid menjawab," Tidak, demi Allah, seorang isteri hidup bersama suaminya untuk beberapa waktu dan ketika dicerai ia kembali kepada kaumnya sendiri."

Kesimpulannya

Seperti yang diungkapkan oleh Syed Syarafuddin al-Musawi dalam bukunya al-Kalimah al-Gharra' fi Tafdhil al-Zahra' wal Aqilah al-Wahy bahawa tidak diragukan lagi Ahlul Bayt yang dinyatakan oleh ayat di atas adalah lima orang bergelar " Ashab al-Kisa."

Kenyataan ini cukup untuk menyimpulkan bahawa mereka adalah makhluk yang paling mulia dibandingkan seluruh entiti yang mendiami bumi dan langit.

Selain dari Rasulullah SAW, Ali sepupu Nabi yang dinyatakan dalam al-Qur'an (seperti yang dinyatakan dalam Hadith al-Manzillah) sama kedudukannya seperti kedudukan Nabi (Nabi Harun di sisi Nabi Musa), Fatimah al-Zahra merupakan darah daging Nabi yang Nabi SAW menyatakan bahawa Allah akan marah kerana kemarahannya serta akan rela kerana kerelaannya dan dua buah hati Nabi SAW di dunia serta cucu kandungnya, al-Hassan dan al-Husayn yang terbunuh syahid dan kelak akan menjadi penghulu pemuda disyurga, berdasarkan dalil yang kukuh dan tidak terbantah.
Istilah Ahlul Kisa

Kaum Sufi yang memiliki keterikatan dengan Ahlul Kisa, yaitu keluarga Ali bin Abu Talib dan Fatimah az-Zahra baik secara zhahir (faktor keturunan) dan secara bathin (do'a dan amalan) sangat mendukung keutamaan Ahlul Kisa. Tetapi, Sufi berpendapat bahwa Ahlul Bait bukan hanya Ahlul Kisa sesuai dengan hadits tsaqalayn.

Sufi berpendapat bahwa Ahlul Bait adalah mereka yang haram menerima zakat, yaitu keluarga Ali, Aqil dan Ja'far (yang merupakan putra-putra Abu Thalib) dan keluarga Abbas (Hadits Shahih Muslim dari Zaid bin Arqam). Dengan demikian kaum Sufi dalam hal kekhalifahan memiliki perbedaan tajam dengan kaum Syi'ah.

[sunting] Hadist Shahīh Ahlul Kisa

Shahīh Muslim, vol. 7, hal. 130

Aisyah berkata, "Pada suatu pagi, Rasulullah saw keluar rumah menggunakan jubah (kisa) yang terbuat dari bulu domba. Hasan datang dan kemudian Rasulullah menempatkannya di bawah kisa tersebut. Kemudian Husain datang dan masuk ke dalamnya. Kemudian Fatimah ditempatkan oleh Rasulullah di sana. Kemudian Ali datang dan Rasulullah mengajaknya di bawah kisa dan berkata;

"Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu wahai Ahlul Bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya." (QS. Al-Ahzab [33]:33)

Sunan at-Turmudzi, Kitab al-Manâqib

Ummu Salamah mengutip bahwa Rasulullah saw menutupi Hasan, Husain, Ali dan Fatimah dengan kisa-nya, dan menyatakan, "Wahai Allah! Mereka Ahlul Baitku dan yang terpilih. Hilangkan dosa dari mereka dan sucikanlah mereka!"

Ummu Salamah berkata, "Aku bertanya pada Rasulullah saw, Wahai Rasul Allah! Apakah aku termasuk di dalamnya?" Beliau menjawab, "Engkau berada dalam kebaikan (tetapi tidak termasuk golongan mereka)."

Imam Turmudzi menulis di bawah hadits ini, "Hadits ini shahīh dan bersanad baik, serta merupakan hadits terbaik yang pernah dikutip mengenai hal ini."
SEKILAS TENTANG AHLUL BAIT

Berkembangnya Ahlul-Bait walaupun sepanjang sejarah kekuasaan Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah mengalami penindasan luar biasa, adalah berkah dari do’a Muhammad kepada mempelai pengantin Fatimah putri beliau dan Ali di dalam pernikahan yang sangat sederhana.

Doa Nabi SAW adalah,”Semoga Allah memberkahi kalian berdua, memberkahi apa yang ada pada kalian berdua, membuat kalian berbahagia dan mengeluarkan dari kalian keturunan yang banyak dan baik”

Setelah mengalami titik noda paling kelam dalam sejarah Bani Umayyah, dimana cucu Nabi SAW, al-Husain bersama keluarga dibantai di Karbala, pemerintahan berikutnya dari Bani Abbasiyah yang sebetulnya masih kerabat (diturunkan melalui Abbas bin Abdul-Muththalib) tampaknya juga tak mau kalah dalam membantai keturunan Nabi SAW yang saat itu sudah berkembang banyak baik melalui jalur Ali Zainal Abidin satu-satunya putra Husain bin Ali yang selamat dari pembantaian di Karbala, juga melalui jalur putra-putra Hasan bin Ali.

Setelah berakhirnya Bani Abbasiyah

Menurut berbagai penelaahan sejarah, keturunan Hasan bin Ali banyak yang selamat dengan melarikan diri ke arah Barat hingga mencapai Maroko. Sampai sekarang, keluarga kerajaan Maroko mengklaim keturunan dari Hasan melalui cucu beliau Idris bin Abdullah, karena itu keluarga mereka dinamakan dinasti Idrissiyyah.[6] Selain itu pula, ulama-ulama besar seperti Syekh Abu Hasan Syadzili Maroko (pendiri Tarekat Syadziliyah) yang nasabnya sampai kepada Hasan melalui cucunya Isa bin Muhammad.

Mesir dan Iraq adalah negeri yang ulama Ahlul Baitnya banyak dari keturunan Hasan dan Husain. Abdul Qadir Jaelani seorang ulama yang dianggap sebagai Sufi terbesar dengan julukan ‘Mawar kota Baghdad’ adalah keturunan Hasan melalui cucunya Abdullah bin Hasan al-Muthanna.

Persia hingga ke arah Timur seperti India sampai Asia Tenggara (termasuk Indonesia) didominasi para ulama dari keturunan Husain bin Ali. Bedanya, ulama Ahlul Bait di tanah Parsi banyak dari keturunan Musa al-Kadzim bin Ja'far ash-Shadiq seperti Ayatullah Ruhollah Khomeini karena itu ia juga bergelar Al-Musawi karena keturunan dari Imam Musa al-Kadzim, sedangkan di Hadramaut (Yaman), Gujarat dan Malabar (India) hingga Indonesia ulama Ahlul Baitnya banyak dari keturunan Ali Uraidhi bin Jafar ash-Shadiq terutama melalui jalur Syekh Muhammad Shahib Mirbath dan Imam Muhammad Faqih Muqaddam ulama dan sufi terbesar Hadramaut di zamannya (abad 12-13M).

Walaupun sebagian besar keturunan Ahlul Bait yang ada di Nusantara termasuk Indonesia adalah dari Keturunan Husain bin Ali namun terdapat juga yang merupakan Keturunan dari Hasan bin Ali, bahkan Keturunan Hasan bin Ali yang ada di Nusantara ini sempat memegang pemerintahan secara turun temurun di beberapa Kesultanan di Nusantara ini yaitu Kesultanan Brunei, Kesultanan Sambas dan Kesultanan Sulu sebagaimana yang tercantum dalam Batu Tarsilah / Prasasti dan beberapa Makam dan juga Manuscript yang tersebar di Brunei, Sambas (Kalimantan Barat) dan Sulu (Selatan Filipina)yaitu melalui jalur Sultan Syarif Ali (Sultan Brunei ke-3) yang merupakan keturunan dari Syarif Abu Nu'may Al Awwal.

Kaum Sufi menyepakati bahwa semua pendiri Tariqah Mu'tabaroh mestilah dari golongan Ahlul Bait, yaitu berasal dari keturunan Hasan bin Ali atau Husain bin Ali.

Para masyaikh pendiri tariqah-tariqah Islam setelah wafatnya Rasulullah yang merupakan golongan Ahlul Bait, misalnya:

* As-Sayyid As-Syaikh Bahau'uddin Naqsyabandi (Tariqah Naqsyabandi)
* As-Sayyid Al-Faqih Muqaddam Muhammad bin 'Ali BaAlawi Al-Husaini (Tariqah Al-BaAlawi)
* As-Sayyid As-Syaikh Abdul Qadir Jilani Al-Hasani (Tariqah Qadiriyah)
* As-Sayyid As-Syaikh Ahmad bin Idris Al-Hasani (Tariqah Ahmadiyah Idrissiyah)
* As-Sayyid As-Syaikh Abil Hasan Asy-Syazuli (Tariqah Syadziliyyah)

Silsilah ajaran mereka kebanyakannya melalui Imam Ja'far ash-Shadiq, dan semuanya mendapat sanad dari Ali bin Abi Thalib. Tariqah Naqsyabandiah adalah satu-satunya tariqah yang juga mendapat sanad dari Abu Bakar.

Wednesday, May 29, 2013

Mana Versi Yang Benar Dalam Tempat Turunnya Dajjal?

 



KEMUNCULAN Dajjal merupakan fitnah terbesar dalam sejarah umat manusia di muka bumi. Dalam literatur Islam, disebutkan tentang sifat-sifat Dajjal, yaitu bahwa Dajjal adalah seorang manusia yang buta sebelah matanya. Ia pun terkenal sebagai oknum yang hebat dalam tipu daya hingga banyak umat muslimin mengikuti jejak langkahnya saat memunculkan diri.
“Barangsiapa yang mendengar ada Dajjal, maka hendaklah ia bersmbunyi darinya. Demi Allah, ada seseorang yang mendatanginya dan dia mengira bahwa ia akan tetap beriman lantas dia mengikutinya, karena banyaknya syubhat yang menyertainya.” (HR. Imam Ahmad, Abu Daud, dan Al Hakim)
Imam Bukhari meriwayatkan dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah SAW melihat Dajjal dalam mimpi. Beliau melukiskan “laki-laki berbadan besar, berkulit kemerahan, rambutnya keriting, buta sebelah, matanya seperti sebutir anggur yang menonjol. Manusia yang paling mirip dengannya adalah Ibnu Qothn bin Khuza’ah.”
Perbincangan mengenai di mana turunnya Dajjal memang memiliki banyak penjelasan dan versinya masing-masing. Namun kita harus pandai-pandai dalam menyikapi dan mengumpulkan banyak hadis guna menampilkan gambaran jernih tentang tempat turunnya Dajjal. Dalam penelusuran lebih jauh, riwayat-riwayat yang ada tidak memberikan informasi yang begitu rinci. Hadits Tamim Ad Dari yang diriwayatkan oleh Fatimah binti Qais menjelaskan posisi Dajjal berada di laut Yaman. Sedangkan janji Rasulullah SAW tentang tempat keluarnya Dajjal berada di wilayah Khurasan. Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan Imam Ahmad di mana Rasulullah SAW bersabda, “Dajjal akan keluar di bumi bagian Timur yang disebut Khurasan. Ia diikuti oleh beberapa kaum yang wajah mereka seperti perisai yang dipukuli.”
Menurut Abu Fatiah Al Adnani dalam bukunya Fitnah dan Petaka Akhir Zaman, Khurasan adalah sebuah makna yang berarti tempat terbit matahari. Ia merupakan negeri yang amat luas meliputi beberapa negeri seperti Persia, Afghanistan, dan Turkistan. Khurasan memanjang ke Asia antara sungai Amudariya sebelah utara serta Timur dan Gunung Hindukus sebelah selatan serta beberapa daerah Persi bagian Barat.

IMAM MAHDI SYIAH IALAH MESSIAH DAJJAL

Oleh Mohd Samsuddin bin Harun

 

Pendahuluan


Tajuk ini menjadi sensitif kepada penganut Syiah Melayu serta kalangan mereka yangpro-Iran dan Syiah yang masih meyakini Syiah masih sebahagian daripada satu firqahagama Islam. Ketika penulis melontarkan kajian ini kepada umum menerusi laman al-ahkam.net dan satu laman politik terkemuka tanah air bersama beberapa tulisansebelumnya yang mendedahkan perkerjaan dan peranan Iran yang beragama Syiahdalam kejatuhan Afghanistan dan Iraq, artikel ini mendapat sambutan yang agak baik bagi mereka yang memahami betapa hujah-hujah ini diambil dari riwayat-riwayat darikitab Syiah sendiri. Sementara ada kalangan pembaca yang sudah terjerat denganpermainan retorik ‘permusuhan palsu antara Iran-Amerika’ serta ‘keperwiraan’ Irandalam menentang musuh nombor satu umat Islam ketika ini – Zionist Amerika dannegara Yahudi di Jerusalem, telah membantah kajian ini dengan hujah-hujah rapuhyang menunjukkan mereka tidak pernah mengenal agama Syiah sebenarnya.Bagaimana mungkin mereka mampu membangkang tulisan ini sedangkan mereka tidak pernah menyentuh dan membaca sebuah pun kitab Syiah lebih-lebih lagi kitab palingutama di sisi agama Syiah –
al-Kafi

Sunday, May 12, 2013

Akankah Imam Mahdi Segera Tiba


AKANKAH IMAM MAHDI AKAN MUNCUL DALAM BEBERAPA SAAT LAGI
Mari kita lihat fakta-fakta berikut ini
Dunia dewasa ini berada pada kondisi yang sangat kacau
1.      Situasi timur tengah yang sangat kacau, diktator berguguran, marilah kita simak adanya hadis tentang periode waktu kepemimpinan dunia.
Dari Nu’man bin Basyir Radiallahu ‘Anhu, Rasulullah Sallallahu ‘Alahi Wasallam bersabda:
”Adalah masa Kenabian itu ada di tengah tengah kamu sekalian, adanya atas kehendaki Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya (menghentikannya) apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa Kerajaan yang menggigit (Mulkan ‘Adldlon), adanya atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa Kerajaan yang menyombong (Mulkan Jabariyah), adanya atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya, apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa Khilafah yang menempuh jejak Kenabian (Khilafah ‘ala minhajin nubuwwah).” Kemudian beliau (Nabi) diam.” (HR.Ahmad)

Tuesday, April 30, 2013

18 Days with the Syrian rebels


by Goran Tomasevic
Of course I wanted to go to Syria. When a big story like this shows up, I believe my job is to go there and produce pictures. I gave up going to cover the Olympics. It was two days before my trip to London and I changed my ticket and went to Syria instead. I have been covering conflict for many years, since the Balkans in 1991.
Pictures must show the reality of the war in Syria and that's why I wanted to be as close as I could to the fighters to the very front line to show exactly what they are doing, their emotions, how they run and fire weapons and also how they react to incoming shells. There is a certain amount of risk and you need to take all necessary precautions but if you want to do tell the true story, you have to be there.
We organized everything before entering Syria so members of the Free Syrian Army were waiting for us on the other side of the border. As soon as we crossed we went to a farm which was the rebel base where Arab-speaking journalist Hadeel Al Shalchi spoke with the local commander. On the same day that we crossed the border we managed to get to the front line in Aleppo.
The Free Syrian Army is organized and knows what they are doing. Some members are former Syrian soldiers who defected but most are young civilians, some 16 or 17 years old. They are fighting the Syrian Army with small arms and RPGs and without many supplies but somehow they set up a supply line to get fuel for their vehicles. They are also media friendly. At first they noticed my presence and were a little bit suspicious but after a while they began saying "Goran come here", though they didn't really speak English. They would tell me what missions they were conducting or show me some positions and ask if I wanted to join them.
It's difficult to just jump straight into photographing in an unfamiliar city. Often you are a little bit lost but somehow we ended up in the Salahuddin neighborhood of Aleppo, which was definitely the front line, just a few streets away from the government position.
On August 4th I witnessed a rebel's death from a very accurate Syrian army sniper who found a hole in between sandbags and fired. The sniper shot him in the chest. I think the bullet went through his heart, killing him instantly. I could see the exit hole on the left side of his shirt. I just ran (fast) across the street and took the pictures in really bad light with strong highlights and dark shadows. This rebel was definitely someone who was close to the fighter who'd been shot. He was in bad shape and crying, so I couldn't really ask him any questions.
This guy was shooting at the Syrian army and he started to get really accurate sniper fire. One second he was firing and then he just pulled back into my position safe from sniper fire. He just passed by me so he could get into the secure position. I was next to him, on the ground, and shooting with a 20mm lens.. The rebel has a yellow dot on his forehead, which I think is some sort of mirror effect from my lens.
On the same day we were just talking on the street when we heard shooting and started running into the building. We heard a large explosion and that is when the rebel was hit by shrapnel. He and others entered the room and I was in a little bit of shock and took some out of focus pictures. It was such a small room with not much light that I had to push the camera up to 3000 ISO. I couldn't see much because there was a lot of smoke. It was really difficult technically to take these pictures. Beside the rebel there is a knife on the floor as people had just been eating lunch in the room.
Local rebel commanders told us that if they approached the front line there was heavy tank fire, machine gun fire, mortar shells and sniper fire so they didn't want to come close to the Syrian army. They started to make holes inside the buildings, inside the walls, inside the gates and the fighters would sneak into the houses. They made holes in the buildings to avoid the streets and to be able to go from one house to another to another. Sometimes, I saw some families coming back to take some goods from their homes but most of the time the houses were empty, abandoned as the families sought refuge.
I like these pictures where some fighters took position in a family living room. One rebel sat on the chair eating a chocolate bar as the commander looked out the window to scout the area beside a rebel firing from the window. They told me it was a former Syrian army position and they had killed three soldiers in the house (I could see tracks of blood in the corridor) and taken over their position. There was no one else in the house, except the rebels.
One woman came back with her husband to take goods from her house. Some of the Free Syrian Army fighters told her that she shouldn't go but she ran across the street to her house alone. She started to cry and wanted to come back so one of the fighters ran back across the street with her. She was crying as she ran across the street that was under open fire. This is one of the many Aleppo streets that you cannot stand on because someone can shoot you.


There is a series of three pictures. In the first you can see the tree being hit with the shrapnel. In the second you can see the guy firing the RPG and the third is just after he fired the RPG. All were shot on a 16mm lens. For me, the first one is the most powerful because you can really see the effect of the shrapnel. It was a very dramatic situation with the smoke from the tank shells filling the street behind the fighters.
A lot of bodies were lying in the streets. In this picture a civilian shot dead by sniper fire some days ago is rescued by a rebel commander who needed to drag the body out of the line of fire.



When some of the rebels took over a government position a few of their fighters were killed by government forces. Five rebels decided to go on a rescue mission to recover the bodies of their comrades. I went with them. We were literally crawling for 150 meters. They used a long stick, on which they attached a hook to drag the bodies a few meters off the street and into very narrow alleyways and then carried the bodies through the streets, passing them to one another through the holes in the buildings. The whole process took about 4-5 hours; it was a really long day. The bodies will be sent back to the families. One of the bodies was of the brother of one of the fighters.
I can't describe the situations of war. On my last day in Aleppo one of the fighters was walking around and looking into the buildings and he found the bird in the birdcage. He took it out of the apartment. The bird didn't have any water so they put some in his cage. The rebels did some crazy things, like putting this mannequin in the line of sniper fire on the street and then burning some tires where the government forces were firing tank shells. It was kind of funny and scary at the same time. Because I don't speak Arabic, I didn't understand exactly what they were doing. They would be laughing but then you would see the incoming fire and about 60-70 meters away you'd see the tank shell explode into a building.
When I'm covering conflict situations, I try to follow the ground and find cover for myself. I pray a lot so that keeps me safe. I can't give any advice. Things are changing with the situation in Syria all the time.

Perang Akhir Zaman Bermula di Aleppo

Telah bersabda Rasulullah SAW; "Tidak akan terjadi hari kiamat, sehingga kaum Rom turun di kota Amaq (lembah Antioch, Selatan Turki) dan di Dabiq (dekat Aleppo, Syria). Kemudian datanglah suatu pasukan yang menghadang mereka dari Madinah, yang berasal dari penduduk pilihan bumi. Dan ketika mereka sudah berbaris-baris, maka berkatalah orang Rom, Biarkanlah (jangan kalian halangi) antara kami dengan orang-orang yang memisahkan diri dari kami (yang masuk Islam) untuk kami perangi. Maka kaum Muslimin berkata, Demi Allah, kami tidak akan membiarkan kamu memerangi saudara-saudara kami. Dan ketika mereka (Al-Mahdi serta para pengikutnya) telah sampai di Syam, keluarlah Dajjal. Dan ketika mereka sudah bersiap-siap untuk berperang, mereka berbaris dengan rapi. Tiba-tiba, ketika waktu shalat sudah masuk, turunlah Nabi Isa Ibn Maryam a.s." (HR. Muslim dari Sayidina Abu Hurairah R.A)

Friday, January 11, 2013

Di Saudi Turun Salju; Tanda Jelas Akhir Zaman?



saudi-salju_islampos
SESUATU yang janggal terjadi Rabu (9/1/2012) di Arab Saudi. Worldbulletin menurunkan berita bahwa Tabuk—salah satu lokasi perang yang terjadi di zaman Rasulullah—diguyur salju yang sangat lebat, setelah beberapa jam lamanya dihantam badai yang sangat dahsyat.
Seperti diketahui, Arab Saudi merupakan daerah gurun pasir yang sangat panas. Matahari bersinar sepanjang hari. Turunnya salju menjadi suatu fenomena alam yang langka.
Penduduk Tabuk dan juga orang-orang yang datang dari daerah lain menikmati hujan salju yang jarang terjadi itu. Jalan-jalan terutama yang menuju Gunung Alluz dipenuhi oleh kendaraan bermotor.

Wednesday, December 26, 2012

Memang Ada Makar, tapi Bukan terhadap Basyar…

Pada saat banyak syubhat (keraguan) menyelimuti gejolak di Suriah, yang kita perlukan ialah pandangan lurus yang langsung bersandar kepada al-Qur`an dan as-Sunnah.
Kita memerlukan para pewaris Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam (ulama) mengarahkan kita kepada pandangan lurus yang mantap itu. Dari wawancara kami dengan beberapa ulama Suriah –yang untuk alasan keamanan namanya tidak disebutkan di sini– dapatlah diambil kesimpulan:
Memang ada makar, tetapi bukan terhadap Presiden Basyar Al-Assad. Yang ada adalah makar terhadap Muslimin Sunni (Ahlussunnah wal Jama’ah) yang merupakan penduduk mayoritas di bumi Suriah (73,9%).

Saturday, December 15, 2012

Gabungan Mujahidin Suriah Bersumpah Tegakkan Negara Islam dan Perangi Demokrasi


ALEPPO, SURIAH - Lima kelompok jihad yang berbasis di barat Aleppo telah bergabung bersama dan mengumumkan pembentukan pendukung Khilafah. Kelompok tersebut bersumpah untuk menegakkan sebuah negara Islam dan memerangi demokrasi.

Kelima kelompok tersebut, yang para pejabat AS gambarkan kepada The Long War Journal sebagai unit-unit lokal dalam Jabhat Al-Nusrah, afiliasi Al-Qaidah di Suriah, mengumumkan pembentukan para pendukung Khilafah dalam sebuah video pendek yang dirilis di YouTube pada 12 Desember 2012. Dalam video tersebut, ratusan mujahidin, banyak yang mengenakan pakaian militer dan mengacungkan RPG dan senapan serbu, berdiri pada apa yang tampaknya merupakan sebuah bukit sementara pengumuman itu dibacakan. Sejumlah bendera tauhid juga terlihat dikibarkan oleh para mujahidin tersebut.

"Kami para pemimpin dari brigede berikut, salah seorang komandan yang tidak disebutkan namanya, menyatakan. dia kemudian menyebutkan brigade-brigade seperti Brigade Anshar Al-Sharia, Brigade Rijalullah, Brigade Abdullah Ibn El-Zubeir, Brigade Mustafa Abdul-Razzaq, dan Brigade Suyyuf Ar-Rahman."

Kelompok itu mengatakan "akan berusaha secara aktif untuk menggulingkan kriminal, rezim kafir Baath" Presiden Bashir Al-Assad, dan "akan menolak konspirasi dari komplotan-komplotan, baik dari internal maupun eksternal (ke Suriah), dan untuk menghancurkan rencana licik mereka : rencana mendirikan negara sipil yang demokratis ".

Para pendukung Khilafah juga mengindikasikan bahwa mereka akan berusaha untuk melakukan pertempuran ke luar Suriah.

"Dan kita akan bekerja dengan orang-orang yang tulus dari umat kami [masyarakat Muslim di seluruh dunia] untuk mendirikan negara Khilafah Islam, dan menggunakannya untuk mengakhiri dekade penjajahan dan perbudakan," kata pernyataan itu. "Dan untuk kembali ke jalan kita - sebagai orang yang mulia dari Timur dan Barat."

Para pendukung Khilafah juga memperingatkan "saudara-saudara kami" terhadap mengambil bantuan Barat dan senjata.

"Dan sesungguhnya kami mengundang saudara-saudara kami yang merupakan para pejuang dalam brigade-brigade yang ikhlas sehingga mereka mengikuti jalan kami, dan untuk menyatakan pembebasan mereka dari keterikatan terhadap agen baru [Barat]," kata pernyataan itu. "Dan kami memperingatkan mereka untuk melawan tawaran kompromi dalam agama mereka, demi menerima uang atau senjata. Karena tentu saja, di situlah letak kehancuran mereka.."

Penggabungan kelompok-kelompok jihad Suriah

Para pejabat intelijen AS telah mengatakan kepada The Long War Journal bahwa kelompok-kelompok jihad Suriah terus bersatu di bawah bendera Jabhat Al-Nusrah, yang ditetapkan sebagai Organisasi Teroris Asing pada 11 Desember oleh Amerika Serikat.

Dalam penunjukan terorisme itu, AS menyebut Jabhat Al-Nusrah sebagai "alias baru" untuk Al-Qaidah di Irak, dan mengatakan Jabhat Al-Nusrah berada di bawah kontrol langsung dari Abu Du'a, amir dari kelompok mujahidin Irak.

Dalam sebulan terakhir, kelompok-kelompok jihad telah mengorganisir di bawah bendera Jabhat Al-Nusrah di dua wilayah Aleppo dan Deir al Zour. Pada hari yang sama pemerintah AS mengumumkan bahwa Jabhat Al-Nusrah adalah organisasi teroris, Al-Nusrah dan sembilan kelompok jihad lainnya bersatu di provinsi Suriah Deir al Zour dan membentuk Dewan Syura Mujahidin. Langkah ini mengingatkan Al-Qaidah di Irak dalam penciptaan dari Dewan Syura Mujahidin di Irak pada tahun 2006, suatu perkembangan yang segera diikuti oleh pembentukan Negara Islam Irak, front politik Al-Qaidah.

Dan pada pertengahan November, 14 kelompok jihad yang berbasis di kota Aleppo Suriah bersatu untuk menolak Koalisi Nasional yang baru terbentuk dari Revolusi Suriah dan Pasukan Oposisi. ke 14 kelompok tersebut, yang meliputi Jabhat Al-Nusrah, menyerukan sebagai gantinya untuk pembentukan hanya sebuah "Negara Islam."

Meskipun Jabhat Al-Nusrah dikenal dengan afiliasi Al-Qaidah dan ideologi radikalnya, kelompok oposisi Suriah, termasuk Koalisi yang seharusnya sekuler seperti Koalisi Nasional Suriah, telah mengadakan pawai untuk mendukung Jabhat Al-Nusrah. Dalam beberapa hari terakhir, 29 kelompok oposisi Suriah telah menandatangani petisi yang tidak hanya mengutuk penunjukan Jabhat Al-Nusrah sebagai teroris oleh AS, tetapi mengatakan "kami semua Al-Nusrah," dan mendesak para pendukungnya untuk mengibarkan bendera Jabhat Al-Nusrah.

Wednesday, December 12, 2012

Sosok bercahaya misterius terekam kamera di Masjid Nabawi


MADINAH  Sebuah video yang merekam khutbah Jum'at pekan lalu di Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi, ramai diperbincangkan di jejaring sosial, menyoroti tentang sosok misterius bercahaya terekam kamera.
Video ini merekam shalat Jum'at pada 23 Muharram 1433 H, bertepatan pada 7 Desember 2012, dengan khatib Syaikh dr. Abdul Muhsin al-Qasim dan dipublikasikan di Youtube pada 8 Desember.
Pada saat khutbah berlangsung, kamera yang dipasang di Masjid, menangkap sosok yang seluruh wajah dan tubuhnya putih bercahaya, sosok ini terekam pada menit ke-14 dari video khutbah yang berdurasi 23:32. Namun terlihat tidak ada orang di sekitarnya yang menyadari dan memperhatikannya, dan nampaknya tidak ada orang yang sadar bahwa sosok itu mengeluarkan cahaya.
Sumber-sumber laporan Saudi terkait siapa sosok di video ini berbeda-beda, berbagai dugaan terkait sosok ini menyebar. Ada dugaan, kemungkinan cahaya itu disebabkan oleh pantulan sinar matahari. Namun Menurut keterangan, atap masjid dibuat dari marmer sehingga tidak bisa memantulkan cahaya sinar matahari. 
Di sisi lain, seorang wakil dari Masjid Nabawi, Syaikh Abdul Wahid al-Khattab, mengatakan kepada para wartawan bahwa tidak ada dari administrasi masjid yang melihat sosok bercahaya itu. Dia menduga bahwa mungkin video ini hanya editan yang disebarkan di jejaring sosial.
Sementara direktur stasiun TV Madinah, Saad Aufi, tidak mengesampingkan dugaan bahwa ini hanya pantulan cahaya dari lensa kamera. Stasiun tersebut melaporkan bahwa kamera yang merekam sosok bercahaya itu sedang diperiksa, dan sebelum memastikan apapun, seorang pakar harus menganalisa video ini.
Sedangkan banyak orang juga percaya bahwa sosok bercahaya yang terekam itu adalah malaikat. Wallahu A'lam.

Tuesday, November 27, 2012

Semua kesatuan FSA sepakat mengakui Jabhah Nushrah kelompok paling keras menghajar militer rezim Suriah

Muhib Al-Majdi

ALEPPO Sebuah situs indipenden Suriah merilis laporan lapangan dari dalam kota Aleppo tentang realita kelompok-kelompok jihad yang bertempur di Suriah melawn rezim Nushairiyah Suriah.
Laporan lapangan itu menyimpulkan bahwa kelompok jihad yang paling kuat, paling aktif, paling berpengaruh dan paling keras menghantam militer rezim Suriah adalah kelompok mujahidin Jabhah Nushrah. Jabhah Nushrah diakui secara luas sebagai kelompok jihad yang paling banyak bertahan di front-front pertempuran, paling dipercaya, paling "bersih" dan paling adil.
Laporan lapangan itu dimuat oleh koran elektronik dan situs indipenden Suriah, Zaman Al-Wasl, pada Ahad (25/11).
Wilayah-wilayah Aleppo yang berhasil dibebaskan mujahidin Islam dan FSA
Laporan lapangan itu menyebutkan bahwa wilayah-wilayah yang berhasil dikuasai oleh mujahidin Islam dan FSA dibagi-bagi di antara seluruh brigade dan kesatuan tempur pihak revolusi. Brigade revolusi yang paling menonjol di lapangan adalah mujahidin Liwa' At-Tauhid FSA, Jabhah Nushrah, Ahrar Asy-Syam dan Liwa' Al-Fath.
Layak untuk diketahui bahwa istilahh Free Syrian Army (FSA) sendiri hanyalah istilah dan frame nilai, bukan frame organisasi. Sebab semua brigade dan kesatuan tempur pihak revolusi bekerja secara indipenden atau tunduk kepada "ruangg kerja" yang melibatkan sejumlah brigade dan kesatuan tempur menurut tuntutan kebutuhan di lapangan.
Laporan lapangan situs Zaman Al-Wasl itu menyebutkan bahwa kelompok-kelompok bersenjata yang memiliki pemikiran jihad dan paling menonjol dalam revolusi Suriah adalah Jabhah Nushrah, Brigade Ahrar Asy-Syam, Gerakan Islam Al-Fajr, Liwa' Halb Asy-Syahba', Liwa Dir'ul Ummah, Liwa' 'Andan, Brigade Al-Islam, Liwa' Jaisy Muhammad dan Liwa' An-Nashr.
Di antara keseluruhan kelompok jihad yang ada, Jabhah Nushrah merupakan kelompok yang paling terkenal dan paling meraih dukungan publik. Jabhah Nushrah menjadi bahan pembicaraan dan tulisan masyarakat luas. Sebagian masyarakat yang awam memiliki rasa takut dan kekhawatiran terhadap Jabhah Nushrah.
Di sisi lain Jabhah Nushrah merupakan kelompok jihad yang paling menjauhi media massa umum, paling aktif melakukan operasi serangan, paling keras menghantam militer rezim Suriah, operasinya dilingkupi oleh kerumitan dan nyaris kerahasiaan sempurna, menurut laporan situs Zaman Al-Wasl.

Imam Al Mahdi Update

Tidak ada keraguan bahwa Quran adalah kitab Allah dan seluruh umat Islam di dunia diminta untuk menerima ajaran dan perintahnya. Ketika seseorang membuka Quran dan melihat selintas pada ayat-ayatnya, ia akan menemukan sesuatu yang nampaknya merupakan bentangan masa depan yang luar biasa, menakjubkan dan menggembirakan serta akhir dari alam semesta ini.

Quran menunjukkan bahwa tujuan utama misi rasul agama Islam adalah memenangkan agama Islam atas agama-agama lain di dunia ini dan suatu hari cita-cita ini akhirnya akan tercapai.

Dialah yang telah mengutus rasul-Nya (Muhammad) dengan petunjuk datt agama kebenaran, untuk memenangkan agama-Nya atas agama¬- agama lainmeskipun kaum musyrikin tidak menyukainya.”
(QS. at-Taubah:33).

Kitab suci yang dibawa Rasulullah terakhir berisi kabar gembira bahwa kekuasaan di muka bumi ini pada akhirnya akan dipegang oleh hamba-hamba Allah yang saleh dan taat.

Sesungguhnya muka bumi ini kepunyaan Allah. la mewariskan kepada orang-orang yang Ia sukai, dan akhir yang baik diperuntukkan bagi orang-orang beriman.. “ (QS. al-A’raf:128).

Sesungguhnya Karni tulis dalam Zabur sesudah Kitab Pemberi Peringatan bahwa sesungguhnya hamba-hamba-Ku yang saleh akan mewarisi muka bumi ini.” (QS. al-Anbiya:105).

Dunia yang akan dipenuhi kerusakan, kehancuran dan kebodohan, seperti tubuh tanpa nyawa, akan dibangkitkan dengan cahaya terang keadilan sebagaimana yang ditunjukkan dalam kitab-Nya:

Ketahuilah Allah menghidupkan alam semesta setelah kematian.nya. (QS. al-Hadid : 17)

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan beramal saleh bahwa Ia akan menjadikan mereka khalifah di muka bumi ini sebagaimana Ia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka mewarisi yang lain dan la akan menegakkan bagi mereka agama Yang telah di ridhoi dan menggantikan rasa takut mereka agar mereka menyembah-Ku dan tidak menyekutukan-Ku. (QS. an-Nur : 55)

Mereka berniat memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka tetapi Allah hendak menyempumakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya. (QS. ash-Shaff : 8)

Dan Kami hendak memperlihatkan kebaikan kepada orang-orang yang tertindas di muka bumi ini untuk menjadikan mereka tanda dan pewaris. (QS. al-Qashash : 5)

Pesta kematian padang Karbala



 Ada yang rutin ditemukan pada 'khazanah' tradisi di Indonesia selama mengisi sepuluh hari bulan Muharram. Na'am, beberapa perhelatan massal kerap ditemui rutin di beberapa kota besar. Acara yang digelar tiap tahunnya ini diikuti oleh hampir sebagian besar umat muslim, baik di perkotaan maupun di pelosok dengan usungan tradisi yang berbeda-beda nama. Sebut saja dua macam yang mewakilinya, yaitu perayaan Tabot di Bengkulu dan perayaan Tabuik di Padang, Sumatera Barat.
Dua jenis tradisi ini sangat dikenal di masyarakat dan selalu menyedot antusias masyarakat. Uniknya, hal ini sudah dibakukan menjadi salah-satu 'aset' yang memiliki nilai daya-jual dalam mengundang minat para wisatawan agar bertandang ke daerah yang telah mencanangkan diri sebagai tujuan obyek wisata tersebut. Wajar bila instansi pemerintah yang terkait, juga 'turun-tangan' dalam program yang bisa mendongkrak popularitas budaya dan pariwisata daerahnya tersebut.
Hal ini sesuai pernyataan Kadin Perhubungan Komunikasi & Informatika—Eko Agusrianto, seperti yang dilansir ANTARA Bengkulu (rabu, 7/11/2012), bahwa pemerintah propinsi Bengkulu menyediakan dana sebesar 800 juta rupiah untuk membantu pemerintah kota Bengkulu dalam menggelar festival Tabot, dikatakannya, "Seperti tahun sebelumnya, pemerintah propinsi Bengkulu dan pemerintah kota Bengkulu akan berperan maksimal untuk menyukseskan agenda tahunan ini." Festival yang akan diadakan pada 14-24 November 2012 tersebut memang diharapkan mampu untuk mengangkat khazanah budaya dan pariwisata di Bengkulu.
Serupa dengan Bengkulu yang tengah bersiap mempercantik daerahnya, perayaan Tabuik juga dikatakan selalu 'laku' dalam menarik minat masyarakat. Terbukti dari setiap tahunnya, perayaan bernuansa religi  ini tak pernah sepi kunjungan. Konon, dahulunya perayaan yang sudah dimulai tahun 1824 ini dilakukan oleh para pedagang Islam yang berasal dari Aceh, Bengkulu, India, bahkan negeri Arab.

Monday, November 26, 2012

Menara Sufyani di Jantung Mekah! (Part 2)

Dalam kesempatan singkat ini, tentu sulit untuk memaparkan secara menyeluruh tema-tema Zionisme seperti yang diminta. Selama ini mayoritas umat Muslim (khususnya) telah salah kaprah di dalam menyoroti Zionisme dan bisa dibilang salbut atau tumpang tindih tema-temanya, seperti antara mengkaji Zionisme secara Universal yang menjadi sebab dan Zionisme secara Partikular yang bersifat sektoral-temporal—dan merupakan akibat dari Zionisme Profetik. Tidak pahamnya para pengkaji seputar tema dasar zionisme ini pada akhirnya justru telah membiaskan pandangan zionisme di masyarakat awam. Namun pada dasarnya bisa dijelaskan sesederhana mungkin bahwa pemahaman Zionisme sangat erat dengan tema dasar pemahaman Mesianologi Ibrahimik itu sendiri.

Ada beberapa hal menarik untuk ditinjau secara seksama. Artinya, setelah memantau sisi arsitektur gedung Mecca Tower yang sangat akrab dengan simbol-simbol Suyfanisme (baca: Zionisme) maka selain bentuk besar gedung itu seperti pengacungan jari kotor ala zionis atau F.U.C.K. Dan seperti yang ditambahkan juga oleh seorang kawan dalam diskusi kecil kami bahwa F.U.C.K atau Fornication Under Consent of the King atau arti harfiahnya “percabulan/perzinahan atas sepengetahuan raja” pada dasarnya memiliki akar budaya dan sejarah tersendiri yang tidak mungkin dibahas dalam kesempatan ini dan tentu saja dari sisi lain memiliki kaitan erat dengan wacana-wacana yang tertuang di dalam tema-tema Mesianologi Ibrahimik.
Terlepas dari poros tema utamanya, yakni Sufyanisme atau Zionisme tapi yang perlu diketahui bahwa selain bangunan Menara Setan Sufyani ini menghadap tepat ke Masjidil haram dan Kabah, maka bila kita meninjau melalui google map, bahkan secara awam sekalipun, bisa diketahui secara mudah bahwa bangunan ini ternyata bertengger secara arogan menghadap tepat ke kota Madinah.
Pemetaan Sufyanisme
Saya tidak akan mencoba tebak-tebakan ke arah mana di kota Madinah menara iblis ini mengarahkan acungan jari kotornya. Wa iyazubillah!

Menara Sufyani di Jantung Mekah! (Part 1)

Saya sungguh takjub atau mungkin tepatnya heran ketika melihat sebagian muslim yang terkagum dengan Mekah Tower a.k.a Sufyani Tower di sisi Kabah, tepat di jantung kota Mekah Al-Mukaramah. Selain keberadaan gedung ini layak dinilai sebagai penghinaan terhadap bangunan Ka’bah yang suci dan Masjidil Haram, maka bentuk gedung ini pun jika diperhatikan secara seksama dari sudut yang sejajar tanah dari kedua sisi arahnya akan mirip sekali dengan pengacungan jari kotor ala zionis. Disamping itu, bangunan yang merupakan hotel berbintang 7 ini untuk sementara masih menjadi surga para peziarah Kabah ala borjuis.
“If You Can’t Destroy Kabah the Way You Want it too, So ‘Built’ it the Way You Want it”
Pada dasarnya, bangunan ini merupakan simbol arogansi dan pertanda materialisme telah menguasai kota yang penuh dengan nuansa spiritual seperti Mekah al-Mukaramah. Ia seolah-olah menjadi tonggak yang ingin menyatakan dirinya bahwa imperialis-kapitalis telah masuk ke jantung kota kaum Muslimin yang selama beberapa dekade belakangan ini telah dikuasai oleh Rezim Tanduk Iblis dari Najed. Mekah sedang disulap menjadi kota Babel, sebuah strategi iblis paling mutakhir setelah mereka gagal menghancurkannya +/-1400 tahun silam. Barangkali, ketimbang iblis mesti sibuk menyiapkan pasukannya dari kalangan jin dan manusia untuk menghancurkan Kabah secara terang-terangan, namun kali kini mereka malah semakin membangun daerah disekitarnya dan berharap kelak Tuhan sendirilah yang akan memusnahkan kota Mekah sebagaimana Babel pernah dibinasakan.
Apabila kita perhatikan sisi arsitekturnya secara keseluruhan, maka menara ini bisa dianalisa dari simbol-simbolnya yang bagi setiap pengamat nubuat Akhir Zaman dalam ranah Mesianologi Ibrahimik, mungkin akan melihatnya menjadi salah satu pertanda kemunculan Sufyanisme dan tentunya berujung kepada pribadi Sufyani itu sendiri seperti yang telah dinubuatkan oleh Nabi Muhammad saww.
Lafaz "Allah" di atas jam sengaja saya hapus karena tidak layak ditempatkan di atas tanduk bermata satu ini

‎” MENGAPA ADA LAMBANG TANDUK SETAN DI ATAS KA’BAH “

Sabda Rasululullah SAW;
“Ya Allah, berkatilah Syam kami dan berkatilah Yaman kami”, mereka berkata : “Ya Rasulullah, juga Najd kita..?”, (Beliau diam tapi kemudian kembali berdoa) : “Ya Allah, berkatilah Syam kami dan berkatilah Yaman kami”, mereka berkata : “Ya Rasulullah, juga Najd kita..?”,(Rasulullah diam dan kembali berdoa) : “Ya Allah, berkatilah Syam kami dan berkatilah Yaman kami”, mereka berkata : “Ya Rasulullah, juga Najd kami..??”, beliau SAW kemudian menjawab : “Dari sana (Najd) akan muncul goncangan dan fitnah!, dan dari sana (Najd) akan muncul tanduk setan!” (Sahih Al Bukhari)
  Yazid’Muawiyah Amirul’Munafiqin Laknatullah’s Photos

‎” TANDUK SETAN DI ATAS KA’BAH “
Tidak diragukan lagi bahwa pembangunan menara “tanduk setan” di atas Ka’bah adalah bukti telah berkuasanya zionisme atas kota suci Mekkah.
Maka jadi beralasan jika salah satu misi Imam Mahdi kelak adalah membebaskan Mekkah dari kejahilan dan kemusrikan.
Anda orang Islam yang percaya bahwa lambang bulan sabitnya adalah lambang Islam. Lambang bulan sabit adalah simbol penyembahan berhala Romawi. Adapun bintang lima sebenarnya adalah simbol zionisme yahudi yang diadopsi oleh gerakan komunisme yang juga didirikan oleh orang-orang yahudi. Simbol bulan sabit pertama kali diadopsi oleh orang-orang Turki, yang sebelumnya adalah orang-orang Romawi penyembah simbol bulan sabit.

Namun saya masih belum menemukan orang-orang Islam mana yang pertama memasukkan simbol bintang lima sebagai simbol Islami. Setelah diterima luas di kalangan Islam, simbol bulan bintang kini telah ditinggalkan oleh sebagian umat Islam, terlihat dari masjid-masjid yang tidak lagi menggunakan simbol tersebut di atas menaranya.
Perlu dicatat bahwa Rosulullah dan para sahabat serta para pengikut Islam awal tidak mengenal simbol ini. Demikian juga orang-orang Shiah dari dahulu hingga sekarang. Namun di sisi lain, perkembangan yang lebih mengkhawatirkan juga terjadi. Bulan sabit ditinggalkan, namun diganti dengan simbol tanduk setan. Dan tanduk setan itu kini tengah mengangkangi Ka’bah, tempat paling suci umat Islam di seluruh dunia sepanjang sejarah.
Berbeda dengan bulan sabit, “tanduk setan” sebenarnya telah dikenal oleh umat Islam awal. Dalam kitab hadits “Shahih” tulisan Bukhari yang dianggap sebagai kitab paling afdhol oleh sebagian besar umat Islam disebutkan, suatu hari Rosulullah berkata pada orang-orang sambil menunjuk rumah Aishah (istri Rosulullah): “Di sinilah sumber fitnah, tempat munculnya “tanduk setan”"
Beberapa saat sebelum meninggal, Rosulullah memberikan perintah kepada umat Islam untuk menyingkirkan segala simbol kekotoran dari sekitar kota suci Mekkah dan Jazirah Arab. Untuk itu beliau memerintahkan pengusiran orang-orang kafir dan mushrik dari tanah Arab. Namun kita bisa menyaksikan sendiri saat ini, amanat Rosulullah tersebut telah dikhianati oleh orang-orang Arab Saudi. Mereka mengundang pasukan kafir Amerika untuk membangun markas di Jazirah Arab.
Tidak hanya itu, orang-orang Arab Saudi bahkan mengundang orang-orang kafir dan musrik untuk membangun kota Mekkah dan tinggal di sana hingga kota Mekkah kini hampir tidak berbeda dengan kota-kota maksiat lainnya. Namun semua itu masih belum seberapa dengan pengkhianatan ini: membangun simbol “tanduk setan” raksasa di atas Ka’bah.
Para pembela regim Saudi boleh saja berdalih membela pembangunan Menara Ka’bah yang menempatkan simbol “tanduk setan” di puncaknya dengan dalih Rosulullah pernah bersabda bahwa Dajjal (iblis dalam wujud fisik) tidak bisa memasuki Mekkah yang dijaga ribuan malaikat, jadi tidak mungkin simbol serupa tanduk di atas Menara Ka’bah adalah simbol “tanduk setan”. Fine, tapi Rosulullah juga tidak pernah mengatakan bahwa para penganut iblis tidak bisa memasuki dan menguasai Mekkah.
Setelah penghancuran tempat-tempat bersejarah umat Islam di sekitar Makkah dan Madinah, termasuk penghancuran rumah Rosulullah dan kemudian penempatan prajurit-prajurit kafir Amerika-yahudi di Jazirah Arab maka tidak bisa diragukan lagi bahwa pembangunan menara “tanduk setan” di atas Ka’bah adalah bukti telah berkuasanya zionisme atas kota suci Mekkah. Maka jadi beralasan jika salah satu misi Imam Mahdi kelak adalah membebaskan Mekkah dari kejahilan dan kemusrikan.

Hikayat Simbol Bulan Bintang


Siapa sangka simbol yang kerap diagung-agungkan oleh umat Islam se-dunia itu ternyata berasal dari budaya pagan?
Sangat sulit saat ini untuk memisahkan Islam dengan simbol bulan bintang. Simbol tersebut sudah identik, seperti halnya tanda salib untuk Kristen dan bintang daud untuk Yahudi.
Jauh sebelum kedatangan Islam di tanah Mekah, sekitar 670 SM, orang-orang Byzantium sudah menggunakan simbol ini untuk menggambarkan sang dewi bulan yang bernama Artemis (Romawi mengadopsinya menjadi Diana, dan Kartago mengadopsinya menjadi Tanit).
Pada abad 2 SM, legion Romawi menyerbu Byzantium dan mendirikan Romawi Timur. Kendati menjadi penjajah, tidak serta merta mereka membuang semua yang berbau Byzantium. Beberapa kebudayaan dan keyakinan Byzantium mereka serap ke dalam kebudayaan dan keyakinan mereka.
Salah satu simbol agama yang diadopsi oleh orang-orang Romawi adalah bulan bintang tersebut.Pada masa pemerintahan Kaisar Constantinus I (306-337), bulan bintang dijadikan symbol ibu kota Konstantinopel (Constantinopolis). Di era pemerintahannya: lambang terpasang dimana-mana: mulai di gedung-gedung pemerintahan hingga di tempat-tempat peribadatan agama kaisar tersebut yakni Kristen Timur.
Hal yang sama dilakukan oleh Kesultanan Utsmaniyah (Ottoman) saat mereka menaklukan Konstantinopel pada 1453. Alih-alih menghancur-leburkan seluruh yang berbau Romawi Timur, mereka malah menambahkan lambang bulan bintang di bendera Ottoman yang tadinya hanya berbentuk segitiga berwarna merah polos.
Dari Kesultanan Utsmaniyyah simbol ini lantas menyebar ke negeri-negeri lain dan kerap dihubung-hubungkan dengan agama resmi kesultanan tersebut yakni Islam. Karena itu adalah wajar jika hari ini, ada belasan negara Islam yang memakai lambang bulan bintang dalam benderanya.
Bahkan bukan hanya pada bendera, di tempat-tempat peribadatan orang Islam simbol ini pun dipasang sebagai ekspresi identitas spiritual. Padahal di era Nabi Muhammad pun identitas bendera umat Islam adalah warna hitam, putih atau hijau tanpa lambang atau tulisan apapun. Itu pun digunakan oleh pasukan Nabi, sebagai penanda posisi pasukan semata.

Beginilah Kondisi Terakhir Raja Abdullah dan Pergolakan Takhta Hijaz - Masanya Makin Hampir!

Berita kunjungan keluarga Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz yang menjenguknya di rumah sakit tersebar luas, namun tidak ada foto dan rekaman mengenai pertemuan tersebut.
Sepekan setelah Raja Abdullah menjalani operasi, keluarganya datang untuk menjenguk. Namun anehnya tidak ada foto atau gambar yang dipublikasikan oleh media Saudi mengenai pertemuan itu. Demikian dilaporkan al-Alam, Senin (26/11).
Kantor berita resmi Saudi SPA, dalam laporannya terkait pertemuan tersebut hanya memublikasikan gambar sejumlah pejabat dan anggota keluarga Raja Abdullah di The King Abdulaziz Medical City tanpa menyertakan gambar atau foto pertemuan mereka. Selain itu, SPA tidak menyinggung nama-nama mereka atau kapan Raja Abdullah bisa pulang.
Raja Saudi pada tanggal 16 November menjalani operasi dan menurut sejumlah laporan tidak resmi, kondisinya memburuk.Berdasarkan laporan tidak resmi, kondisi Raja Abdullah tiba-tiba memburuk dan kritis. Tim dokter memasang peralatan pernafasan karena ia telah lama tidak sadarkan diri.
Orang yang dikenal di Arab Saudi dengan nama "Mujtahid" yang berulang kali mengungkap berita-berita rahasia keluarga Al Saud, pada Ahad mengatakan, Raja Abdullah mengalami masalah gagal jantung, ginjal, dan paru-paru akut dan nasibnya akan jelas dalam dua hari mendatang.
Ia menambahkan, Pangeran Muhammad bin Nayef, Menteri Dalam Negeri Saudi memerintahkan pasukan yang dibawahinya untuk siap siaga, namun sebenarnya ia berupaya mengalahkan saingannya jika Raja Abdullah sampai meninggal dunia. Hal ini menunjukkan perselisihan tajam di antara keluarga penguasa Saudi. 

Popular Posts