Sebaliknya, saat menjelang Natal dan Tahun Baru Masehi, tak ada kenaikkan harga. Justru di pasar-pasar harga kebutuhan pokok stabil, dan bahkan di mall-mall, terjadi banting harga. Sungguh umat Islam selalu di azab oleh orang-orang kafir, yang telah menguasai jaringan ekonomi dan kebutuhan pokok di negeri ini.
Friday, July 20, 2012
Mengapa Setiap Ramadhan-Idul Fitri Umat Islam di Azab Orang Kafir?
Sebaliknya, saat menjelang Natal dan Tahun Baru Masehi, tak ada kenaikkan harga. Justru di pasar-pasar harga kebutuhan pokok stabil, dan bahkan di mall-mall, terjadi banting harga. Sungguh umat Islam selalu di azab oleh orang-orang kafir, yang telah menguasai jaringan ekonomi dan kebutuhan pokok di negeri ini.
Thursday, July 19, 2012
HTI : Pembangunan Kedubes AS Jakarta hendak dijadikan Pangkalan Militer
Kamis, 19 Juli 2012
"Ini yang kita pertanyakan, bagaimana membangun kedubes yang mengancam disebut kerjasama koorporasi,"Kata anggota DPP Hizbut Tahrir Indonesia, Farid Wajdi kepada arrahmah.com di sela-sela Halaqoh Islam dan Peradaban di wisma Antara, Jakarta, Rabu (18/7).
Lanjutnya, Pembangunan tersebut dinilai berbahaya karena kedutaan besar suatu negara yang yang semakin besar bangunannya dapat menjadi Pangkalan militer. Sebab,semakin besar kedutaan suatu negara semakin besar pula fungsi kedutaan tersebut baik fungsi ekonomi, politik, kebudayan, intelijen, dan militer.
Tuesday, July 17, 2012
Dalam Penentuan Ramadhan, Siapa yang Harus Diikuti?
Yang diwajib diikuti oleh kaum muslimin dalam penentuan awal Ramadhan, sesungguhnya hanyalah ulil amriMuqaddimah Ad Dustur, 1/21). Sebab hanya khalifah itulah yang memenuhi syarat-syarat sebagai ulil amri yang sah dan wajib ditaati umat, sebagaimana firman Allah SWT : (penguasa) dalam negara Khilafah, yaitu khalifah bukan yang lain. (
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ
”Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-(Nya) dan ulil amri di antara kamu.” (QS An-Nisaa` [4] : 59).
Ulil amri (penguasa) ada dua macam; pertama, ulil amri yang sah menurut syara’ dan wajib ditaati oleh umat Islam. Dalam hal ini umat Islam tidak boleh memberontak (al-khuruj) kepada ulil amri ini serta wajib memberikan nasihat atau muhasabah kepadanya jika dia lalai atau menyalahi Syariah Islam.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ
”Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-(Nya) dan ulil amri di antara kamu.” (QS An-Nisaa` [4] : 59).
Ulil amri (penguasa) ada dua macam; pertama, ulil amri yang sah menurut syara’ dan wajib ditaati oleh umat Islam. Dalam hal ini umat Islam tidak boleh memberontak (al-khuruj) kepada ulil amri ini serta wajib memberikan nasihat atau muhasabah kepadanya jika dia lalai atau menyalahi Syariah Islam.
Cara Rasulullah Sambut Ramadhan
Ilustrasi
Adalah Rasul SAW yang mempersiapkan diri betul menyambut kedatangan setiap bulan Ramadhan.
Persiapan Rasul tersebut bukan hanya bersifat jasmani, melainkan paduan jasmani dan rohani mengingat puasa sebagaimana ibadah yang lain adalah paduan ibadah jasmani dan rohani, di samping ibadah yang paling berat di antara ibadah wajib (fardu) lainnya.
Oleh sebab itu, ia disyariatkan paling akhir di antara ibadah wajib lainnya. Persiapan jasmani tersebut dilakukan oleh Rasul SAW melalui puasa Senin-Kamis dan puasa hari-hari putih (tanggal 13,14 dan 15) setiap bulan sejak bulan syawal hingga Sya’ban.
Lembaga Kemanusiaan: Lebih dari 20 ribu warga muslim Rohingya dibantai di Myanmar
Selasa, 17 Juli 2012
Selasa, 17 Juli 2012 08:40:56
Penduduk muslim Rohingnya saat ini mengalami pembersihan etnis oleh kelompok-kelompok ekstrimis Budha yang merupakan warga mayoritas di Myanmar.
Penasehat Umum Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Sayid Al-Mishri dalam wawancara dengan situs Arab, Skynews, pada Ahad (15/7/2012) melaporkan bahwa kaum muslimin Rohingya mengalami ancaman pembantaian yang sangat keji.
Sayid Al-Mishri mengungkapkan bahwa OKI telah berusaha sekuat tenaga untuk mengirimkan utusan kemanusiaan ke Rohingya, namun junta militer Myanmar yang saat ini berkuasa dan pemerintah Myanmar periode sebelumnya tidak mengizinkan kedatangan utusan kemanusiaan itu.
Lebih lanjut Al-Mishri mengungkapkan bahwa OKI telah menjalin komunikasi dengan PBB dan sejumlah lembaga internasional lainnya untuk menekan junta militer Myanmar. Tanpa tekanan dunia internasional, lembaga-lembaga kemanusiaan kesulitan memberikan bantuan kepada kaum muslimin Rohingya yang dibantai di Myanmar.
Sementara itu Mentri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA), syaikh Abdullah bin Zaid Ali Nahyan dalam pembicaraan via telepon dengan Sekretaris Jendral Organisasi Kerjasama Islam, Akmaludin Ihsan Oghlo, mengungkapkan UEA mendukung usaha OKI yang mengajak lembaga-lembaga internasional untuk melindungi kaum muslimin Rohingya dari aksi serangan, pembantaian, dan pengusiran oleh kelompok-kelompok ekstrimis Budha dukungan junta militer Myanmar.
Thursday, July 5, 2012
Bukti kebesaran Allah pada tulang ekor
Belasan abad lamanya, hadits tersebut menjadi hal yang gaib yang tidak mungkin bisa dijelaskan dengan logika. Seiring berjalannya waktu beberapa penelitian ilmiah mampu menjelaskan kebenaran hadits tersebut dikemudian hari.
"Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?" Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk" (QS. Yasin : 78-79).
Adalah Han Spemann, Ilmuwan Jerman yang berhasil mendapatkan hadiah nobel bidang kedokteran pada tahun 1935. Dalam penelitiannya ia dapat membuktikan bahwa asal mula kehidupan adalah tulang ekor. Darinyalah makhluk hidup bermula. Dalam penelitiannya ia memotong tulang ekor dari sejumlah hewan melata, lalu mengimplantasikan ke dalam embrio Organizer atau pengorganisir pertama.
Wednesday, July 4, 2012
Fase-fase Pertarungan Eksistensi Prahara Akhir Zaman (Bagian I)
P E R A N G E K S I S T E N S I
Oleh: Abu Fatih Abdurrahman S.
(Staff Bidang Perencanaan Markaziyyah JAT)
Prahara
akhir zaman semakin terus menyeruak dan membangunkan kesadaran kaum
muslimin untuk segera mengambil posisi dalam pertarungan eksistensi ini.
Perang-perang
yang seolah-olah dicicil satu demi satu diberbagai wilayah kaum
muslimin terus dilancarkan kekuatan kuffar dunia. Aliansi kafir sedunia
yang melibatkan Yahudi, Nasrani dan kaum musyrikin tampaknya sadar
akan bahayanya kekuatan umat Islam jika bersatu dalam sebuah front
perlawanan terhadap eksistensi dan hegemoni dunia yang mereka pegang
hari ini.
Oleh
sebab itu, melalui pernyataan pongah seorang Fir’aun yang sudah pensiun,
G.W. Bush pasca serangan 9/11, Amerika Serikat sebagai lokomotif
kekufuran dunia, ia mengatakan: “ Either you are with us or with the terorist!”
Amerika
dan sekutunya kemudian menggalang kekuatan negara-negara Internasional
untuk ikut dalam kampanye Gobal War on Terorism (GWOT) yang pada
hakekatnya ditujukan untuk membrangus mujahidin secara cepat dan
terbatas demi memurtadkan seluruh kaum muslimin sedunia secara luas dan
tanpa batas. Yakni kemurtadan yang diakibatkan adanya loyalitas para
penguasa dan rakyat muslim kepada Amerika dan sekutunya .
Perhatikan firman Alloh Azza wa Jalla dibawah ini:
“Mereka
tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan
kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup.
Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu Dia mati
dalam kekafiran, Maka mereka Itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan
di akhirat, dan mereka Itulah penghuni neraka, mereka kekal di
dalamnya.” (QS. Al Baqarah: 217)
Ya'juj dan Majjuj di Akhir Zaman
Akhir Zaman ...
Kebanyakan pembahasan soal akhir zaman dan huru haranya
berkisar pada topik mengenai Fitnah Dajjal dan kemunculan Imam Mahdi,
juga tentang kedatangan Isa Almasih yang kedua kalinya. Namun sangat
jarang orang membahas mengenai Ya'juj dan Majjuj secara mendalam,
kalaupun ada yang membahas hanya sebagai peran figuran saja dalam
peristiwa besar akhir zaman. Padahal, huru hara yang ditimbulkan oleh
kedua bangsa ini adalah peristiwa puncak yang jauh lebih dahsyat
daripada peristiwa perang Armageddon antara Imam Mahdi melawan Dajjal
dan pengikutnya. Segala rangkaian peristiwa yang terjadi dalam
hadis-hadis mengenai huru hara akhir zaman akan berkerucut pada
peristiwa munculnya kedua bangsa ini. Karena itu dalam tulisan ini, kami
akan mencoba mengupas mengenai Ya'juj dan Majjuj, latar belakangnya dan
huru hara yang akan ditimbulkannya.
Pembahasan ini akan dilakukan dengan berdasarkan Al Qur'an serta Hadits yang akan dibingkai dalam pola pikir kami sebagai penulis dan akan dijabarkan berdasarkan kronologi terjadinya peristiwa. Kami menyadari mungkin saja pembahasan ini akan kontroversi dengan pendapat para ulama. Kalaupun ada yang salah, ini tak lebih merupakan kekurangan kami pribadi sebagai manusia biasa yang penuh ketidak sempurnaan.
Kedatangan Ya'juj dan Majjuj di Masa Silam
Kemunculan Ya'juj dan Majjuj dimasa silam pertama kali dijelaskan dalam Al Qur'an yaitu pada surat Al Kahfi. Diceritakan bahwa dimasa lalu pernah ada seorang penguasa yang bernama Zulkarnain yang sempat berhadapan dengan kedua bangsa ini. Demikan ayat-ayatnya :
93. Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan
94. Mereka berkata: "Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?"
95. Dzulkarnain berkata: "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding (batas) antara kamu dan mereka,
96. berilah aku potongan-potongan besi." Hingga apabila besi itu telah sama rata (tinggi) dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: "Tiuplah (api itu)." Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu."
97. Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya.
98. Dzulkarnain berkata: "Ini adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar."
99. Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya
(QS Al Kahfi 93 - 99)
Pembahasan ini akan dilakukan dengan berdasarkan Al Qur'an serta Hadits yang akan dibingkai dalam pola pikir kami sebagai penulis dan akan dijabarkan berdasarkan kronologi terjadinya peristiwa. Kami menyadari mungkin saja pembahasan ini akan kontroversi dengan pendapat para ulama. Kalaupun ada yang salah, ini tak lebih merupakan kekurangan kami pribadi sebagai manusia biasa yang penuh ketidak sempurnaan.
Kedatangan Ya'juj dan Majjuj di Masa Silam
Kemunculan Ya'juj dan Majjuj dimasa silam pertama kali dijelaskan dalam Al Qur'an yaitu pada surat Al Kahfi. Diceritakan bahwa dimasa lalu pernah ada seorang penguasa yang bernama Zulkarnain yang sempat berhadapan dengan kedua bangsa ini. Demikan ayat-ayatnya :
93. Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan
94. Mereka berkata: "Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?"
95. Dzulkarnain berkata: "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding (batas) antara kamu dan mereka,
96. berilah aku potongan-potongan besi." Hingga apabila besi itu telah sama rata (tinggi) dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: "Tiuplah (api itu)." Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu."
97. Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya.
98. Dzulkarnain berkata: "Ini adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar."
99. Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya
(QS Al Kahfi 93 - 99)
Sya'ban, di Antara Sunnah dan Bid'ah
Kenapa Disebut Sya'ban?
Ibnu Rajab rahimahullah
berkata, "Dinamakan Sya'ban karena kesibukan mereka dalam mencari air
atau di gua-gua setelah keluar dari bulan Haram Rajab dan dikatakan
selain itu." (Fathul Baari: 4/251)
Apa yang dilakukan Nabi Pada bulan Sya'ban?
Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid radliyallahu 'anhu
berkata, "Aku bertanya, Wahai Rasulallah, Aku tidak pernah melihat Anda
berpuasa pada bulan-bulan lain sebagaimana Anda berpuasa pada bulan
Sya'ban?" Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Itu
adalah bulan yang banyak dilalaikan oleh manusia yang berada di antara
Rajab dan Ramadlan. Dia adalah bulan dinaikannya amal-amal perbuatan
kepada Rabb semesta alam (Allah) dan aku senang ketika amalku dinaikkan
aku dalam keadaan berpuasa." (HR. al-Nasai dan Syaikh Al Albani
mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Monday, June 18, 2012
Sejumlah foto bukti kekerasan di Arakan, para korban dan pengungsi Muslim Rohingya
BURMA Kekerasan di desa-desa Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine (Arakan) di Burma (Myanmar), meliputi pembunuhan, penjarahan, pembakaran, penangkapan masih berlangung. Badan-badan internasional, seperti PBB, masih tak berdaya menghadapi sekelompok etnis Buddha yang didukung pasukan gabungan 'keamanan' Rakhine.
Ribuan Muslim Rohingya telah gugur (semoga Allah menerima mereka) akibat dibantai oleh etnis Rakhine secara brutal. Puluhan ribu lainnya menjadi tunawisma dan sedang menderita kelaparan dan pengobatan di Arakan. Ini adalah foto-foto bukti dari kebiadaban yang dilakukan etnis Rakhine terhadap Muslim Rohingya.
Media-media Burma yang pro-Rakhine telah menyebarkan propaganda terkait Muslim Rohingya. Mereka menggambarkan bahwa Muslim Rohingya adalah teroris dan yang membunuh serta membakar rumah-rumah etnis Buddha Arakan. Salah satu bukti bahwa orang-orang etnis Rakhine-lah yang melakukan kekerasan adalah bisa dilihat dari pakaian mereka yang memakai pakaian khas Buddhis atau celana pendek. Perlu diketahui bahwa kebanyakan Muslim Rohingnya, mereka biasa memakai sarung selutut, mungkin sangat jarang yang terlihat memakai celana pendek. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa etnis Buddha menyamar berpakaian seperti Muslim Rohingya, buktinya saja, polisi Burma yang menangkapi para pemuda Rohingya yang kemudian disiksa, mereka diperlengkapi senjata untuk diambil gambar mereka dan disebarkan. Foto-foto ini diambil dari berbagai sumber di media Arakan dan sebagian dari video yang dipublikasikan di Youtube.
Cemas Mursi Menang, Israel Kerahkan Tank
Tank Israel
Langkah itu diambil Tel Aviv hanya beberapa jam setelah seorang pria Israel tewas dalam serangan lintas-perbatasan. Insiden itu terjadi tidak lama setelah Israel melancarkan serangan udara di Jalur Gaza yang menewaskan dua warga Palestina.
Sementara itu, Moshe Yaalon, Deputi Perdana Menteri Rezim Zionis menuntut Tel Aviv untuk meninjau kembali hubungannya dengan Kairo, khususnya hubungan militer dan keamanan jika Mursi memenangkan pemilu.
Perkembangan pilpres di Mesir menjadi perhatian utama media dan politisi Israel. Para analis politik Israel sangat mengkhawatirkan naiknya kandidat presiden dari kubu Islam sebagai pemenang.
Saturday, June 16, 2012
Pangeran Nayef bin Abdul Aziz al-Saud Meninggal di Swiss
Pangeran Nayef menjadi menteri dalam negeri sejak tahun 1975, diangkat sebagai pewaris tahta, dan akan menggantikan Raja Saudi Abdullah, dan baru dinobatkan sebagai putera mahkota pada bulan Oktober, setelah kematian kakaknya, putera mahkota Pangeran Sultan.
Pemakaman putera mahkota Pangeran Nayef bin Abdulaziz al-Saud akan diselenggarakan Ahad, sore menjelang matahari terbenarm, ungkap seorang pejabat Saudi. Televisi Al Arabiya melaporkan bahwa Pangeran Nayef akan disholatkan Masjidil Haram, Mekkah. Pangeran Najef meninggal dunia di usia 78 tahun.
Amerika ingin melibatkan negara-negara lain hanya untuk melarikan diri
Hal yang mengherankan adalah Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mr. Leon Panetta yang juga telah bekerja sebagai kepala CIA, memberikan pernyataan kontradiksi dan tindakan-tindakannya itu tidak jelas. Pada 28 Mei, dia mengatakan kepada Tv IBC dalam sebuah wawancara bahwa "kami akan memiliki keberadaan permanen di Afghanistan dan kami tidak akan pergi kemanapun dari Afghanistan". Tetapi sehari sebelumnya di bulan yang sama, dia mengatakan kepada koran Washington Post bahwa "kami tidak memiliki keberadaan permanen di Afghanistan setelah 2012".
Wednesday, June 13, 2012
Muslim Xinjiang, Bertahan di Tengah Keterbatasan
Bicara Islam di Cina, maka harus menyertakan Xinjiang
di dalamnya. Mengapa? Ya, karena Xinjiang adalah rumah bagi setidaknya
sepertiga Muslim di Cina.
Dari total 25 juta Muslim di Negeri Tirai Bambu, sebanyak 8,5 juta di antaranya hidup di Xinjiang. Sementara, dari 300 ribu masjid di Cina, 23 ribu di antaranya ada di Xinjiang.
Xinjiang adalah sebuah daerah otonomi— bukan provinsi—di Cina. Nama lengkapnya adalah Daerah Otonomi Uighur Xinjiang. Wilayah ini berbatasan dengan Daerah Otonomi Tibet di sebelah selatan dan Provinsi Qinghai serta Gansu di tenggara.
Dari total 25 juta Muslim di Negeri Tirai Bambu, sebanyak 8,5 juta di antaranya hidup di Xinjiang. Sementara, dari 300 ribu masjid di Cina, 23 ribu di antaranya ada di Xinjiang.
Xinjiang adalah sebuah daerah otonomi— bukan provinsi—di Cina. Nama lengkapnya adalah Daerah Otonomi Uighur Xinjiang. Wilayah ini berbatasan dengan Daerah Otonomi Tibet di sebelah selatan dan Provinsi Qinghai serta Gansu di tenggara.
UPDATE/Pembunuhan, pembakaran dan penjarahan masih terus berlanjut di Sittwe dan Maungdaw Myanmar
Hanin Mazaya
Pembunuhan, pembakaran rumah dan penjarahan harta milik
Muslim Rohingya masih terus berlanjut di Sittwe dan Maungdaw oleh
polisi, Hluntin dan kelompok rasis Rakhine, ujar seorang pedagang dari
Sittwe."Hari ini (12/6/2012) sekitar pukul 11.30, desa Moliek, Hoshai Para, Amla Para dan Kun Dan Ward di Sittwe dibakar oleh sekelompok rasis Rakhine dengan kerjasama polisi dan Hluntin (polisi anti-huru-hara). Polisi dan Hluntin melepaskan tembakan ke arah desa-desa sementara Rakhine membakar desa-desa Rohingya."
Beberapa rumah telah menjadi abu dan beberapa orang tewas dan terluka akibat penembakan polisi musyrik dan Hluntin.
Menurut berbagai sumber, Nur Jahan (70), putrinya Kader, Thura Shwe (8), putra U Tin Shwe dan dua saudaranya Ma Ni Ni, Daw Lun Lun (29), adik Nuru Uddin dan saudaranya Sajida (23), Daw Hla Thein (53), putrinya U Maung Pru, Maung Tu Shay, telah tewas, mereka semua berasal dari desa Padi Like.
Tuesday, June 12, 2012
Rohingya, Potret Buram Muslim Myanmar/Rohingya dilupa Palestina dibela
"Kami meninggalkan Myanmar karena kami
diperlakukan dengan kejam oleh militer. Umat Muslim di sana kalau tidak
dibunuh, mereka disiksa," ujar seorang pengungsi, Nur Alam, seperti
dikutip BBC, beberapa waktu lalu.
Nur bersama 129 Muslim Rohingya begitu umat Islam yang tinggal di utara Arakan, Myanmar, biasa disebut terpaksa harus meninggalkan tanah kelahirannya.
Ia bersama kawan-kawannya nekat melarikan diri dari Myanmar dengan menumpang perahu tradisional sepanjang 14 meter. Mereka berjejalan di atas perahu kayu dengan bekal seadanya. Akibat mesin perahu yang mereka tumpangi rusak, Muslim Rohingya pun harus rela terkatung-katung di lautan yang ganas.
Hingga akhirnya, mereka ditemukan nelayan Aceh dalam kondisi yang mengenaskan. Menurut Nur, mereka terombang-ambing ombak di lautan ganas selama 20 hari. Kami ingin pergi ke Indonesia, Malaysia, atau negara lain yang mau menerima kami, tutur Nur. Demi menyelamatkan diri dan akidah, mereka rela kelaparan dan kehausan di tengah lautan.
Begitulah potret buram kuam Muslim Rohingya yang tinggal di bagian utara Arakan atau negara bagian Rakhine. Kawasan yang dihuni umat Islam itu tercatat sebagai yang termiskin dan terisolasi dari negara Myanmar atau Burma. Daerah itu berbatasan dengan Bangladesh.
Sejak 1982, Undang-Undang Kewarganegaraan Burma tak mengakui Muslim Rohingya sebagai warga negara Myanmar. Pemerintah di negara itu hanya menganggap mereka sebagai imigran ilegal dari Bangladesh atau keturunannya. Terjebak dalam kondisi yang sangat tidak menguntungkan seperti itu, kaum Rohingya pun memilih untuk meninggalkan Myanmar.
Tak mudah bagi mereka untuk melepaskan diri dari negara yang dikuasai Junta Militer itu. Tak jarang mereka harus mengalami kekerasan dan penyiksaan oleh pihak keamanan. Setelah mereka keluar dari negara tersebut, mereka tidak diperkenankan untuk kembali.
Selain itu, umat muslim Rohingya seperti terpenjara di tempat kelahirannya sendiri. Mereka tidak bisa bebas bepergian ke mana pun. Meskipun hanya ingin ke kota tetangga saja, pihak militer selalu meminta surat resmi. Saat ini, sekitar 200 ribu Muslim Rohingnya terpaksa tinggal di kamp pengungsi seadanya di Bangladesh.
Sebagian besar dari mereka yang tidak tinggal di tempat pengungsian resmi memilih untuk pergi ke negara lain melalui jalur laut, terutama melalui Laut Andaman. Kemudian, pihak Pemerintah Thailand juga mengabarkan bahwa mereka telah menahan sebanyak 100 orang Rohingya beberapa waktu yang lalu.
Pemerintah negeri Gajah Putih itu menolak menerima mereka sebagai pengungsi. Untuk mengatasi masalah ini, PBB sudah bergerak melalui salah satu organisasinya yang mengurusi pengungsi, UNHCR.
***
Populasi Muslim Rohingya di Myanmar tercatat sekitar 4,0 persen atau hanya sekitar 1,7 juta jiwa dari total jumlah penduduk negara tersebut yang mencapai 42,7 juta jiwa. Jumlah ini menurun drastis dari catatan pada dokumen Images Asia: Report On The Situation For Muslims In Burma pada Mei tahun 1997. Dalam laporan tersebut, jumlah umat Muslim di Burma mendekati angka 7 juta jiwa.
Mereka kebanyakan datang dari India pada masa kolonial Inggris di Myanmar. Sepeninggal Inggris, gerakan antikolonialisasi di Burma berusaha menyingkirkan orang-orang dari etnis India itu, termasuk mereka yang memeluk agama Islam. Bahkan, umat Muslim di Burma sering sekali menjadi korban diskriminasi.
Pada tahun 1978 dan 1991, pihak militer Burma meluncurkan operasi khusus untuk melenyapkan pimpinan umat Islam di Arakan. Operasi tersebut memicu terjadinya eksodus besar-besaran dari kaum Rohingya ke Bangladesh. Dalam operasi khusus itu, militer tak segan-segan menggunakan kekerasan yang cenderung melanggar hak asasi manusia.
Selain itu, State Law and Order Restoration Council (SLORC) yang merupakan rezim baru di Myanmar selalu berusaha untuk memicu adanya konflik rasial dan agama. Tujuannya untuk memecah belah populasi sehingga rezim tersebut tetap bisa menguasai ranah politik dan ekonomi.
Pada 1988, SLORC memprovokasi terjadinya pergolakan anti-Muslim di Taunggyi dan Prome. Lalu, pada Mei 1996, karya tulis bernada anti-Muslim yang diyakini ditulis oleh SLORC tersebar di empat kota di negara bagian Shan. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya kekerasan terhadap kaum Muslim.
Kemudian, pada September 1996, SLORC menghancurkan masjid berusia 600 tahun di negara bagian Arakan dan menggunakan reruntuhannnya untuk mengaspal jalan yang menghubungkan markas militer baru daerah tersebut. Sepanjang Februari hingga Maret 1997, SLORC juga memprovokasi terjadinya gerakan anti-Muslim di negara bagian Karen.
Sejumlah masjid dihancurkan, Alquran dirobek dan dibakar. Umat Islam di negara bagian itu terpaksa harus mengungsi. Burma Digest juga mencatat, pada tahun 2005, telah muncul perintah bahwa anak-anak Muslim yang lahir di Sittwe, negara bagian Rakhine (Arakan) tidak boleh mendapatkan akta kelahiran.
Hasilnya, hingga saat ini banyak anak-anak yang tidak mempunyai akta lahir. Selain itu, National Registration Cards (NRC) atau kartu penduduk di negara Myanmar sudah tidak diberikan lagi kepada mereka yang memeluk agama Islam.
***
Mereka yang sangat membutuhkan NRC harus rela mencantumkan agama Buddha pada kolom agama mereka.
Bahkan, Pemerintah Myanmar sengaja membuat kartu penduduk khusus untuk umat Muslim yang tujuannya untuk membedakan dengan kelas masyarakat yang lain. Umat Muslim dijadikan warga negara kelas tiga. Umat Islam di negera itu juga merasakan diskriminasi di bidang pekerjaan dan pendidikan.
Umat Islam yang tidak mengganti agamanya tak akan bisa mendapatkan akses untuk menjadi tentara ataupun pegawai negeri. Tak hanya itu, istri mereka pun harus berpindah agama jika ingin mendapat pekerjaan.
Pada Juni 2005, pemerintah memaksa seorang guru Muslim menutup sekolah swastanya meskipun sekolah itu hanya mengajarkan kurikulum standar, seperti halnya sekolah negeri, pemerintah tetap menutup sekolah itu.
Sekolah swasta itu dituding mengajak murid-muridnya untuk masuk Islam hanya karena sekolah itu menyediakan pendidikan gratis. Selain itu, pemerintah juga pernah menangkap ulama Muslim di Kota Dagon Selatan hanya karena membuka kursus Alquran bagi anak-anak Muslim di rumahnya. Begitulah nasib Muslim Rohingya.
Nasib buruk yang dialami Muslim Rohingya mulai mendapat perhatian dari Organisasi Konferensi Islam (OKI). Kantor berita Islam, IINA, pada 1 Juni 2011, melaporkan, Sekretariat Jenderal OKI yang bermarkas di Jeddah telah menggelar sebuah pertemuan dengan para pemimpin senior Rohingya. Tujuannya, agar Muslim Rohingya bisa hidup damai, sejahtera, dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Dalam pertemuan itu, para pemimpin senior Rohingya bersepakat untuk bekerja sama dan bersatu di bawah sebuah badan koordinasi. Lewat badan koordiansi itulah, OKI mendukung perjuangan Muslim Rohingya untuk merebut dan mendapatkan hak-haknya.
Pertemuan itu telah melahirkan Arakan Rohingya Union (ARU) atau Persatuan Rohingya Arakan. Lewat organisasi itu, Muslim Rohingya akan menempuh jalur politik untuk mengatasi masalah-masalah yang dialami Muslim Rohingya. Semoga.
Muslim Myanmar dari suku Rohingya sudah hidup beratus-ratus tahun di bawah kekejaman junta militer Myanmar dan pemerintah Thailand. Akhir-akhir ini, pemerintah Bangladesh juga bersikap permissif terhadap para pengungsi yang telah berpuluh-puluh tahun tinggal diperbatasan.
Bandingkan dengan Gaza yang baru dikepung Israel 4 tahun lalu. Gitu aja langsung repot-repot kirim dokter, kapal, bantuan, bla-bla-bla lebay banget. Sekalian kampanye neh ya, siapa tahu dapet dana dari luar…..hwwwuuuaakk
Dalam hal ini, saya sangat salut kepada aparat TNI, khususnya TNI-AL dan masyarakat pesisir ACEH. Dalam menangani pengungsi perahu yang dibantai oleh Militer Thailand.
Militer Thailand memang sangat kejam, bahkan melebihi Israel. Jika mereka menemukan perahu-perahu milik pelarian Muslim Rohingya, mereka akan menyeret ke daratan.
Merampas barang berharga dan makanan, kemudian mempreteli mesin di perahu. Setelah cukup puas menyiksa. Manusia-manusia perahu Rohingya itu akan dinaikan ke perahu, lalu diseret ke lautan lepas.
Dan setelahnya … ya mereka akan terapung-apung di lautan lepas, mati satu persatu. Jika beruntung akan ada kapal asing yang akan menolong mereka, dan yang paling buntung, karena keberadaan mereka sudah dianggap sampah lautan. Kapal mereka akan ditabrak begitu saja oleh kapal yang lebih besar.
Jika biasanya aparat TNI bersikap tegas terhadap manusia perahu asal Afganistan atau Iran, tidak demikian dengan Muslim Rohingya.
TNI biasanya menemukan kapal mereka tanpa bendera, tanpa atap dan terombang-ambing oleh ombak. Para penumpangnya sudah sekarat karena berhari-hari tidak makan dan minum.
TNI kemudian akan menyeret kapal ini ke daratan, lalu menyemprot para penumpang dengan air tawar yang segar.
masyarakat pesisir yang kedatangan pun juga dengan sukarela membantu mereka. Bahkan membiarkan mereka tinggal di sekitar tempatnya dengan menjadi nelayan. Aparat TNI pun sepertinya enggan untuk menyerahkan ke pihak Imigrasi.
Bukalah matamu wahai aktivis muda Islam, mereka lebih dekat untuk ditolong daripada Palestina.

Nur bersama 129 Muslim Rohingya begitu umat Islam yang tinggal di utara Arakan, Myanmar, biasa disebut terpaksa harus meninggalkan tanah kelahirannya.
Ia bersama kawan-kawannya nekat melarikan diri dari Myanmar dengan menumpang perahu tradisional sepanjang 14 meter. Mereka berjejalan di atas perahu kayu dengan bekal seadanya. Akibat mesin perahu yang mereka tumpangi rusak, Muslim Rohingya pun harus rela terkatung-katung di lautan yang ganas.
Hingga akhirnya, mereka ditemukan nelayan Aceh dalam kondisi yang mengenaskan. Menurut Nur, mereka terombang-ambing ombak di lautan ganas selama 20 hari. Kami ingin pergi ke Indonesia, Malaysia, atau negara lain yang mau menerima kami, tutur Nur. Demi menyelamatkan diri dan akidah, mereka rela kelaparan dan kehausan di tengah lautan.
Begitulah potret buram kuam Muslim Rohingya yang tinggal di bagian utara Arakan atau negara bagian Rakhine. Kawasan yang dihuni umat Islam itu tercatat sebagai yang termiskin dan terisolasi dari negara Myanmar atau Burma. Daerah itu berbatasan dengan Bangladesh.
Sejak 1982, Undang-Undang Kewarganegaraan Burma tak mengakui Muslim Rohingya sebagai warga negara Myanmar. Pemerintah di negara itu hanya menganggap mereka sebagai imigran ilegal dari Bangladesh atau keturunannya. Terjebak dalam kondisi yang sangat tidak menguntungkan seperti itu, kaum Rohingya pun memilih untuk meninggalkan Myanmar.
Tak mudah bagi mereka untuk melepaskan diri dari negara yang dikuasai Junta Militer itu. Tak jarang mereka harus mengalami kekerasan dan penyiksaan oleh pihak keamanan. Setelah mereka keluar dari negara tersebut, mereka tidak diperkenankan untuk kembali.
Selain itu, umat muslim Rohingya seperti terpenjara di tempat kelahirannya sendiri. Mereka tidak bisa bebas bepergian ke mana pun. Meskipun hanya ingin ke kota tetangga saja, pihak militer selalu meminta surat resmi. Saat ini, sekitar 200 ribu Muslim Rohingnya terpaksa tinggal di kamp pengungsi seadanya di Bangladesh.
Sebagian besar dari mereka yang tidak tinggal di tempat pengungsian resmi memilih untuk pergi ke negara lain melalui jalur laut, terutama melalui Laut Andaman. Kemudian, pihak Pemerintah Thailand juga mengabarkan bahwa mereka telah menahan sebanyak 100 orang Rohingya beberapa waktu yang lalu.
Pemerintah negeri Gajah Putih itu menolak menerima mereka sebagai pengungsi. Untuk mengatasi masalah ini, PBB sudah bergerak melalui salah satu organisasinya yang mengurusi pengungsi, UNHCR.
***
Populasi Muslim Rohingya di Myanmar tercatat sekitar 4,0 persen atau hanya sekitar 1,7 juta jiwa dari total jumlah penduduk negara tersebut yang mencapai 42,7 juta jiwa. Jumlah ini menurun drastis dari catatan pada dokumen Images Asia: Report On The Situation For Muslims In Burma pada Mei tahun 1997. Dalam laporan tersebut, jumlah umat Muslim di Burma mendekati angka 7 juta jiwa.
Mereka kebanyakan datang dari India pada masa kolonial Inggris di Myanmar. Sepeninggal Inggris, gerakan antikolonialisasi di Burma berusaha menyingkirkan orang-orang dari etnis India itu, termasuk mereka yang memeluk agama Islam. Bahkan, umat Muslim di Burma sering sekali menjadi korban diskriminasi.
Pada tahun 1978 dan 1991, pihak militer Burma meluncurkan operasi khusus untuk melenyapkan pimpinan umat Islam di Arakan. Operasi tersebut memicu terjadinya eksodus besar-besaran dari kaum Rohingya ke Bangladesh. Dalam operasi khusus itu, militer tak segan-segan menggunakan kekerasan yang cenderung melanggar hak asasi manusia.
Selain itu, State Law and Order Restoration Council (SLORC) yang merupakan rezim baru di Myanmar selalu berusaha untuk memicu adanya konflik rasial dan agama. Tujuannya untuk memecah belah populasi sehingga rezim tersebut tetap bisa menguasai ranah politik dan ekonomi.
Pada 1988, SLORC memprovokasi terjadinya pergolakan anti-Muslim di Taunggyi dan Prome. Lalu, pada Mei 1996, karya tulis bernada anti-Muslim yang diyakini ditulis oleh SLORC tersebar di empat kota di negara bagian Shan. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya kekerasan terhadap kaum Muslim.
Kemudian, pada September 1996, SLORC menghancurkan masjid berusia 600 tahun di negara bagian Arakan dan menggunakan reruntuhannnya untuk mengaspal jalan yang menghubungkan markas militer baru daerah tersebut. Sepanjang Februari hingga Maret 1997, SLORC juga memprovokasi terjadinya gerakan anti-Muslim di negara bagian Karen.
Sejumlah masjid dihancurkan, Alquran dirobek dan dibakar. Umat Islam di negara bagian itu terpaksa harus mengungsi. Burma Digest juga mencatat, pada tahun 2005, telah muncul perintah bahwa anak-anak Muslim yang lahir di Sittwe, negara bagian Rakhine (Arakan) tidak boleh mendapatkan akta kelahiran.
Hasilnya, hingga saat ini banyak anak-anak yang tidak mempunyai akta lahir. Selain itu, National Registration Cards (NRC) atau kartu penduduk di negara Myanmar sudah tidak diberikan lagi kepada mereka yang memeluk agama Islam.
***
Mereka yang sangat membutuhkan NRC harus rela mencantumkan agama Buddha pada kolom agama mereka.
Bahkan, Pemerintah Myanmar sengaja membuat kartu penduduk khusus untuk umat Muslim yang tujuannya untuk membedakan dengan kelas masyarakat yang lain. Umat Muslim dijadikan warga negara kelas tiga. Umat Islam di negera itu juga merasakan diskriminasi di bidang pekerjaan dan pendidikan.
Umat Islam yang tidak mengganti agamanya tak akan bisa mendapatkan akses untuk menjadi tentara ataupun pegawai negeri. Tak hanya itu, istri mereka pun harus berpindah agama jika ingin mendapat pekerjaan.
Pada Juni 2005, pemerintah memaksa seorang guru Muslim menutup sekolah swastanya meskipun sekolah itu hanya mengajarkan kurikulum standar, seperti halnya sekolah negeri, pemerintah tetap menutup sekolah itu.
Sekolah swasta itu dituding mengajak murid-muridnya untuk masuk Islam hanya karena sekolah itu menyediakan pendidikan gratis. Selain itu, pemerintah juga pernah menangkap ulama Muslim di Kota Dagon Selatan hanya karena membuka kursus Alquran bagi anak-anak Muslim di rumahnya. Begitulah nasib Muslim Rohingya.
Nasib buruk yang dialami Muslim Rohingya mulai mendapat perhatian dari Organisasi Konferensi Islam (OKI). Kantor berita Islam, IINA, pada 1 Juni 2011, melaporkan, Sekretariat Jenderal OKI yang bermarkas di Jeddah telah menggelar sebuah pertemuan dengan para pemimpin senior Rohingya. Tujuannya, agar Muslim Rohingya bisa hidup damai, sejahtera, dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Dalam pertemuan itu, para pemimpin senior Rohingya bersepakat untuk bekerja sama dan bersatu di bawah sebuah badan koordinasi. Lewat badan koordiansi itulah, OKI mendukung perjuangan Muslim Rohingya untuk merebut dan mendapatkan hak-haknya.
Pertemuan itu telah melahirkan Arakan Rohingya Union (ARU) atau Persatuan Rohingya Arakan. Lewat organisasi itu, Muslim Rohingya akan menempuh jalur politik untuk mengatasi masalah-masalah yang dialami Muslim Rohingya. Semoga.
Rohingya dilupa Palestina dibela
Gajah di pelupuk mata tidak terlihat, tapi semut di seberang lautan nyata terlihat. Itu adalah ungkapan saya untuk teman-teman yang sangat getol membela Palestina.Muslim Myanmar dari suku Rohingya sudah hidup beratus-ratus tahun di bawah kekejaman junta militer Myanmar dan pemerintah Thailand. Akhir-akhir ini, pemerintah Bangladesh juga bersikap permissif terhadap para pengungsi yang telah berpuluh-puluh tahun tinggal diperbatasan.
Bandingkan dengan Gaza yang baru dikepung Israel 4 tahun lalu. Gitu aja langsung repot-repot kirim dokter, kapal, bantuan, bla-bla-bla lebay banget. Sekalian kampanye neh ya, siapa tahu dapet dana dari luar…..hwwwuuuaakk
Dalam hal ini, saya sangat salut kepada aparat TNI, khususnya TNI-AL dan masyarakat pesisir ACEH. Dalam menangani pengungsi perahu yang dibantai oleh Militer Thailand.
Militer Thailand memang sangat kejam, bahkan melebihi Israel. Jika mereka menemukan perahu-perahu milik pelarian Muslim Rohingya, mereka akan menyeret ke daratan.
Merampas barang berharga dan makanan, kemudian mempreteli mesin di perahu. Setelah cukup puas menyiksa. Manusia-manusia perahu Rohingya itu akan dinaikan ke perahu, lalu diseret ke lautan lepas.
Dan setelahnya … ya mereka akan terapung-apung di lautan lepas, mati satu persatu. Jika beruntung akan ada kapal asing yang akan menolong mereka, dan yang paling buntung, karena keberadaan mereka sudah dianggap sampah lautan. Kapal mereka akan ditabrak begitu saja oleh kapal yang lebih besar.
Jika biasanya aparat TNI bersikap tegas terhadap manusia perahu asal Afganistan atau Iran, tidak demikian dengan Muslim Rohingya.
TNI biasanya menemukan kapal mereka tanpa bendera, tanpa atap dan terombang-ambing oleh ombak. Para penumpangnya sudah sekarat karena berhari-hari tidak makan dan minum.
TNI kemudian akan menyeret kapal ini ke daratan, lalu menyemprot para penumpang dengan air tawar yang segar.
masyarakat pesisir yang kedatangan pun juga dengan sukarela membantu mereka. Bahkan membiarkan mereka tinggal di sekitar tempatnya dengan menjadi nelayan. Aparat TNI pun sepertinya enggan untuk menyerahkan ke pihak Imigrasi.
Bukalah matamu wahai aktivis muda Islam, mereka lebih dekat untuk ditolong daripada Palestina.
Analisa peta politik revolusi Suriah dan tangan-tangan tersembunyi yang bermain di belakang Layar
Muhib Al-Majdi
(Arrahmah.com)
– Revolusi muslim sunni melawan rezim Nushairiyah Suriah terus berjalan
walau pembantaian demi pembantaian keji dilakukan oleh militer rezim
Asad yang didukung oleh Syiah Iran, Syiah Lebanon, Syiah Irak dan
komunis Rusia.Negara-negara salibis Barat dan rezim-rezim Arab boneka Barat di kawasan Timur Tengah juga berkepentingan dengan konflik di Suriah. Mereka ingin memastikan tumbangnya rezim Suriah tidak mengganggu eksistensi negara zionis Yahudi dan tidak menyebabkan tegaknya daulah Islamiyah yang menerapkan syariat Islam di Suriah.
Sementara bagi umat Islam Suriah, tumbangnya rezim Nushairiyah dan penegakan pemerintahan muslim sunni yang menerapkan syariat Islam adalah harga mati. Mujahidin dari berbagai kelompok saat ini berjihad di garis depan demi membela rakyat muslim Suriah dan meruntuhkan rezim Nushairiyah.
Salah satu kelompok jihad di Palestina, Tanzhim Fatah Al-Islam, menurunkan analisa politik dan militer seputar masa depan revolusi rakyat muslim sunni di Suriah. Berikut ini terjemahan lengkap analisa tersebut.
***
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha PenyayangDivisi Politik Gerakan Fatah Al-Islam
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Analisa Politik Tentang Revolusi Suriah dan Pertarungan Tangan-tangan Tersembunyi
Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada pemimpin seluruh utusan Allah, keluarganya, dan sahabat-sahabatnya. Wa ba’du…
Angin topan revolusi Suriah hampir memasuki sudah mendekati tahun pertamanya dan skalanya selalu meningkat dan terus berlanjut, sementara rezim Suriah terus melawan terpaan angin topan itu dengan struktur pemerintahannya yang masih baku tanpa mengalami perubahan yang bisa disebutkan.
Serial perang salib modern #3: Perang Salib, Benarkah ?
Saif Al Battar
Begitu terjadi serangan 11 September, para pemimpin AS langsung
menuduh sebagian kaum muslimin "Al-Qaedah" sebagai pelaku serangan
tersebut. Tanpa pembuktian yang obyektif, akurat dan memadai, mereka
langsung mempersiapkan perang besar-besaran melawan kaum muslimin
"Afghanistan", dengan mengatas namakan perang melawan teroris. Satu
bulan kemudian, Oktober 2001 M, AS dan Inggris langsung "tancap gas",
menyerbu Afghanistan. Setelah berhasil meruntuhkan Thaliban dan membuat
pemerintahan boneka loyalis AS, AS langsung membidik Iraq.Hasilnya, dengan dukungan beberapa negara sekutunya, tahun 2003 M yang lalu AS berhasil menggulingkan rezim Saddam, membentuk pemerintahan boneka loyalis AS, dan menjajah Iraq.
Sekalipun tujuan mereka jelas-jelas memerangi Islam dan kaum muslimin, sebagian orang yang polos (atau munafikun ??/) masih saja tertipu, menganggap perang ini adalah perang melawan para "teroris", yaitu kaum fundamentalis Islam yang melakukan kekerasan terhadap warga sipil tak berdosa di sana sini.
Sunday, June 10, 2012
Di Balik Kehadiran 60 Persen Armada AL Amerika di Samudera Pasifik
Manuver
gabungan angkatan laut Jepang, Amerika Serikat dan Australia telah
dimulai.Manuver angkatan laut AS, Jepang dan Australia selama tiga hari
telah dimulai Rabu (6/6) di perairan Kyushu di tenggara negara ini.
Manuver selama tiga hari ini melibatkan kapal perang, pesawat tempur dan
kapal selam ketiga negara. Ini merupakan latihan militer gabungan
kelima ketiga negara sejak 2007. Selain itu, media massa Jepang juga
melaporkan tibanya empat kapal perang India ke perairan negara ini untuk
melakukan latihan perang bersama Jepang. | |
Muslim Bertanya Pastor Bingung, Jelaskan Tuhan Trinitas Pakai Analogi Es Batu
Romo
Professor Christian W Troll SJ gusar menghadapi banyaknya pertanyaan
kritis dari umat Islam seputar teologi kristiani. Guru Besar pada
Pontifical Oriental Institute Vatican dan Guru Besar Filsafat dan
Teologi pada the College of St Georgen Frankfurt ini menganggap
pertanyaan-pertanyaan ilmiah umat Islam itu dianggap sebagai tantangan
iman. Untuk membekali umat Kristen dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan
itu, Troll menyuguhkan buku apologetika “Christian Responses to Muslim Questions” yang diterbitkan dalam edisi Indonesia “Muslim Bertanya Kristen Menjawab” oleh Gramedia.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Popular Posts
-
PEMUDA BANI TAMIM SUDAH MUNCUL ? MARI KENALI BANI TAMIM Ucapan Rasulullah SAW tentang Bani Tamim Hadith Nabi SAW : ...
-
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh saya ingin bertanya, mengapa Malaysia yang katanya negara Islam tapi sering kali melakuka...
-
AKANKAH IMAM MAHDI AKAN MUNCUL DALAM BEBERAPA SAAT LAGI Mari kita lihat fakta-fakta berikut ini Dunia dewasa ini berada pa...
-
Pasca kemenangan Mujahidin ini seluruh kekuatan barat yang sekarang ini ada di sekeliling Suriah seperti AS, NATO, Rusia,Cina dan di tamba...
-
Beberapa tanda-tanda yang menunjukkan awal dari Hari Akhir akan segera Mulai meliputi: 1. Arab Revolutions (Musim Semi Arab) yang dimulai ...
-
Dalam salah satu artikel yang ditulis seorang hamba Allah tentang khilafah di akhir zaman, ada tersebut dari pendapat beliau ...
-
Innalhamdalillah nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruh. Wa na’udzubillahiminsyururi anfusina wa min sayyiaati ‘amalina. Mayyahdihilla...
-
SEBELUM SAUDARA SAUDARI TERPERANJAT SAYA CADANGKAN DIRIKANLAH SOLAT HAJAT DAN BACAKANLAH ISTIGHFAR MEMOHON KEPADANYA AGAR MENDAPAT PERTU...
-
saya khawatir raja salman memang akan meninggal dalam waktu yang tidak lama lagi, mengenai kapan tepatnya hanya Allah SWT yang tahu. tetap...
-
Oleh Mohd Samsuddin bin Harun Pendahuluan Tajuk ini menjadi sensitif kepada penganut Syiah Melayu serta kalangan mereka yangpro-I...























