PASUKAN PANJI HITAM THE BLACK BANNER

Saturday, November 19, 2016

Bangsa Mongol , Sejarah panjang Perang Perlawanan (Bani Qanthura)


mongol

Bangsa Mongol , Sejarah panjang Perang Perlawanan  (Bani Qanthura)

Oleh: Wiji Hartono

( Pemerhati Sejarah, Alumnus Ilmu Sejarah FIB Universitas Indonesia )

Hadits dibawah ini merupakan ramalan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang telah terjadi, yaitu peristiwa jatuhnya Baghdad ke pasukan Bangsa Mongol pada 1258 M.
kj
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ فَارِسٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ عَبْدِ الْوَارِثِ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ جُمْهَانَ حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ أَبِي بَكْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَبِي يُحَدِّثُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَنْزِلُ نَاسٌ مِنْ أُمَّتِي بِغَائِطٍ يُسَمُّونَهُ الْبَصْرَةَ عِنْدَ نَهْرٍ يُقَالُ لَهُ دِجْلَةُ يَكُونُ عَلَيْهِ جِسْرٌ يَكْثُرُ أَهْلُهَا وَتَكُونُ مِنْ أَمْصَارِ الْمُهَاجِرِينَ قَالَ ابْنُ يَحْيَى قَالَ أَبُو مَعْمَرٍ وَتَكُونُ مِنْ أَمْصَارِ الْمُسْلِمِينَ فَإِذَا كَانَ فِي آخِرِ الزَّمَانِ جَاءَ بَنُو قَنْطُورَاءَ عِرَاضُ الْوُجُوهِ صِغَارُ الْأَعْيُنِ حَتَّى يَنْزِلُوا عَلَى شَطِّ النَّهْرِ فَيَتَفَرَّقُ أَهْلُهَا ثَلَاثَ فِرَقٍ فِرْقَةٌ يَأْخُذُونَ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَالْبَرِّيَّةِ وَهَلَكُوا وَفِرْقَةٌ يَأْخُذُونَ لِأَنْفُسِهِمْ وَكَفَرُوا وَفِرْقَةٌ يَجْعَلُونَ ذَرَارِيَّهُمْ خَلْفَ ظُهُورِهِمْ وَيُقَاتِلُونَهُمْ وَهُمْ الشُّهَدَاءُ
“Telah menceritakan kepada kami, Muhammad bin Yahya bin Faris dia berkata: telah menceritakan kepada kami, Abdu Ash Shamad bin Abdul Warits dia berkata: telah menceritakan kepadaku, Bapakku dia berkata: telah menceritakan kepada kami, Sa’id bin Jumhan dia berkata: telah menceritakan kepada kami, Muslim bin Abu Bakrah dia berkata: Aku mendengar Bapakku menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Beberapa orang dari umatku singgah di suatu tempat yang luas, mereka menamakannya Bashrah. Yakni di sisi sungai yang bernama Dijlah, sungai itu mempunyai jembatan. Tempat itu penduduknya sangat banyak, dan mayoritas berasal dari orang-orang yang hijrah. (Ibnu Ishaq berkata: Abu Ma’mar menyebutkan bahwa penduduk tempat itu berasal dari penjuru kaum muslimin). Di akhir zaman nanti akan datang suatu kaum yang bernama Qanthura, wajah mereka lebar dan matanya sipit, hingga kaum itu sampai ke daerah tepian sungai lalu para penduduknya pecah menjadi tiga kelompok; satu kelompok pergi mengikuti ekor sapi dan binatang ternak (pergi mengungsi) hingga mereka hancur, satu kelompok mengambil untuk keamanan mereka (mengajukan jaminan keamanan dari bani Qanthura) hingga akhirnya menjadi kafir, dan satu kelompok melindungi anak dan istri mereka dan berperang melawan musuh (bani Qanthura) hingga mereka mati sebagai syuhada.”
[HR. Abu Daud no. 3752. Syaikh al-Albani menyatakan hadits ini hasan dan sanadnya baik dalam Shahih Sunan Abu Daud, M. Nashiruddin al-Albani, jilid 3, hadits No. 4306, terbitan Pustaka Azzam]
Hadits serupa juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam kitab Musnad penduduk Bashrah (bashriyyiin) dalam Bab Hadits Abu Bakrah Nafi’ bin Al Harits bin Kaladah Radliyallahu ta’ala ‘anhu, dengan tambahan kalimat:
“Allah Tabaraka wa Ta’ala memenangkan dari mereka yang masih tersisa.” [HR. Ahmad no. 19518]
Salah satu perawi hadits ini, yaitu al-‘Awwam bin Hawsyab bin Yazid berkata: “Bani Qanthura adalah orang-orang Turki.”

Bangsa Mongol atau Bani Qanthura

Kata Bashrah dalam hadits tersebut mengacu pada gerbang Bashrah di kota Baghdad yang berada di sisi sungai Dijlah (Tigris). Sedangkan kota yang bernama Bashrah tidak berada di sisi sungai Dijlah, tetapi di sisi sungai Shatt al-Arab (Arvand Rud) di Irak selatan. Kota Bashrah bermula dari perkemahan pasukan Khulafaur Rasyidin yang dipimpin Utbah bin Ghazwan. Perkemahan tersebut didirikan pada 636 sebagai basis untuk menyerang Kekaisaran Sassanid.
Baghdad (Madinat al-Salam) dibangun pada 762 oleh Khalifah al-Mansur, serta dirancang sebagai ibukota Kekhalifahan Abbasiyah, sehingga penduduknya sangat banyak dan merupakan pendatang (orang-orang yang hijrah). Bagian inti Baghdad dikelilingi tembok dan memiliki empat gerbang yang bernama Kufah, Bashrah, Khurasan, dan Syam. Nama-nama itu menunjukkan arah hadap gerbang terhadap empat kota tersebut. Juga terdapat sedikitnya tiga jembatan yang melintasi sungai Tigris.

Peta Baghdad abad ke 8 - 10 M ( https://en.wikipedia.org)
Peta Baghdad abad ke 8 – 10 M – Bangsa Mongol ( en.wikipedia.org) 

Al-‘Awwam bin Hawsyab mengatakan bahwa Bani Qanthura adalah orang-orang Turki dikarenakan kesamaan ciri fisik dan daerah asal mereka. Pada 1844, Matthias Castrén, seorang ahli Filologi dari Finlandia menyatakan bahwa rumpun bahasa Turki, Mongol, dan Tungus memiliki kesamaan sebagai bagian dari keluarga Bahasa Altaic. Namun pendapat ini belum diterima secara luas di kalangan ahli bahasa.
Qanthura merupakan sebutan untuk Khan Tatar. Catatan tertua yang menyebut nama Tatar adalah tugu peringatan Kul Tigin yang dibangun pada 732. Kul Tigin adalah panglima Göktürks yang berhasil memperluas wilayah Kekhanan Turki. Setelah suku Göktürks mendirikan Kekhanan Turki (552 – 744 M), beberapa suku yang dikalahkan kemudian dipimpin oleh Khan Tatar melakukan migrasi ke arah timur, dan menjadi bagian dari orang-orang Shiwei.
Dalam Tang Huiyao (Kelembagaan Sejarah Dinasti Tang) yang disusun Wang Pu pada 961, disebutkan keberadaan Mengwu Shiwei yang merupakan cikal bakal Bangsa Mongol. Di masa Dinasti Liao, Mengwu disebut Menggu. Pengucapan bahasa Korea atas kata Mengwu adalah Mong-ol. Mongolia juga disebut Menggu dalam bahasa Tiongkok. Di antara orang Shiwei juga membentuk serikat suku Tatar. Pada abad ke-12 M, terdapat lima serikat suku Bangsa Mongol utama di Mongolia, yaitu Khamag, Tatar, Khereid, Merkit, dan Naiman.
Ibnu Katsir dalam al-Bidayah wa an-Nihayah menceritakan bahwa jatuhnya Baghdad tidak lepas dari pengkhianatan menteri Ibnu al-Alqami yang menganut Syiah. Ibnu al-Alqami diam-diam mengurangi jumlah pasukan serta mengirim surat kepada Mongol untuk memberitahukan kelemahan Baghdad dan kondisi pasukan Abbasiyah. Ia juga meyakinkan khalifah al-Musta’shim bahwa Bangsa Mongol tidak akan menyerang Baghdad, dan akan puas dengan pemberian hadiah. Sehingga al-Musta’shim tidak mengumpulkan pasukan dari wilayah-wilayah Abbasiyah untuk membantu pasukan di Baghdad.
Sampai datanglah pasukan Mongol dipimpin Hulagu Khan dengan kekuatan sekitar 200.000 orang yang langsung mengepung Baghdad. Al-Musta’shim akhirnya memutuskan untuk menghadapi mereka, namun 20.000 orang pasukannya tidak mampu mengalahkan Mongol. Al-Musta’shim dan ratusan ribu penduduk Baghdad dibunuh. Mongol juga mengejar penduduk yang mengungsi dan membunuh mereka. Ibnu al-Alqami serta pengikutnya mendapat jaminan keamanan dari Bangsa Mongol.
Bangsa Mongol akhirnya berhasil dikalahkan Kesultanan Mamluk dalam pertempuran Ain Jalut (1260) dekat kota Nazareth, Palestina. Melihat pasukan Hulagu ternyata dapat dikalahkan, Berke Khan pun turut menyerang Hulagu pada 1262. Berke adalah cucu Jenghis Khan yang memeluk Islam. Ia memimpin Golden Horde (Ulus Juchi) dan menjalin persekutuan dengan Mamluk untuk menyerang Hulagu sebagai pembalasan atas jatuhnya Baghdad. Hulagu mengalami kekalahan saat menyerang wilayah Berke di utara Kaukasus pada 1263.

Sejarah Bangsa Mongol

Kata Mongol sebagai sebuah bangsa pertama kali disebut dalam catatan sejarah Dinasti Tang, mengacu pada suku Mengwu di antara orang Shiwei. Sebutan orang Shiwei meliputi suku-suku berbahasa Mongol dan Tungus yang menghuni wilayah Asia timur laut, yaitu di Mongolia Timur, sebelah utara Manchuria dan Korea, serta dekat pesisir Laut Okhotsk.
Pada abad ke-10 M, suku Khitan mendirikan Dinasti Liao (907 – 1125) yang menguasai wilayah orang Shiwei, termasuk Mongolia, Manchuria, Korea Utara, dan Tiongkok Utara. Pada abad ke-12 M, suku Tungus Jurchen mendirikan Dinasti Jin (1115 – 1234) dan mengambil alih kekuasaan Dinasti Liao. Sebagian orang Khitan kemudian melakukan migrasi dan mendirikan kerajaan Qara Khitai di Asia Tengah.
Pada 1206, Temujin (1162 – 1227) berhasil menyatukan suku-suku di dataran Mongolia, mendirikan Kekaisaran Bangsa Mongol, dan menggunakan gelar Jenghis Khan. Ia kemudian menghimpun suku-suku Turki dan suku Bangsa Mongol di Asia Tengah, seperti Uyghur, Kyrgyz, Buryats, Yakuts, Oirats, dan lainnya. Jenghis Khan lalu menyerang kerajaan suku Tangut (Xī Xià), Dinasti Jin, dan menaklukkan kerajaan Qara Khitai.

ilustrasi pasukan Mongol (www.china-mike.com)
ilustrasi pasukan Bangsa Mongol (www.china-mike.com)

Pada 1219, pasukan Mongol menyerang Dinasti Khwarazmia. Sultan Muhammad selamat namun wilayah Khwarazmia jatuh ke tangan Bangsa Mongol. Jenghis Khan kemudian kembali ke timur untuk menghadapi pemberontakan kerajaan Xī Xià dan Dinasti Jin. Sebagian pasukan Mongol melanjutkan serangan ke barat, diantaranya adalah terhadap kerajaan Georgia di Kaukasus serta persekutuan bangsa Slavic dengan suku Turki Cuman di sungai Kalka (Ukraina).
Setelah kematian Jenghis Khan, Bangsa Mongol dipimpin Ogedei Khan (1186 – 1241). Pasukan Mongol melanjutkan serangannya, antara lain terhadap Korea, Dinasti Song di Tiongkok Selatan, Polandia, Hungaria, hingga semenanjung Balkan. Serangan ke Eropa Tengah dihentikan akibat datangnya berita kematian Ogedei di Mongolia. Sedangkan penaklukkan di India berhasil digagalkan oleh Kesultanan Delhi.
Di masa kepemimpinan Möngke Khan (1209 – 1259), Baghdad jatuh ke tangan Mongol. Pasca kematian Mongke, terjadi serangkaian perang saudara di dalam Kekaisaran Mongol, seperti perang Toluid dan perang antara Berke dengan Hulagu. Sehingga Mongol terpecah menjadi 4 kerajaan, yaitu Dinasti Yuan, Kekhanan Chagatai, Golden Horde (Ulus Juchi), dan Ilkhanate.

Bangsa Mongol Yang Memeluk Islam

Di bawah kekuasaan bangsa Mongol, umat Islam mengalami penindasan. Jenghis Khan melarang beberapa penerapan hukum Islam, seperti khitan dan kurban. Kebijakan ini dilanjutkan oleh Kekhanan Chagatai dan Dinasti Yuan. Ilkhanate bahkan memiliki hubungan yang dekat dengan Kristen. Ibu serta istri Hulagu adalah penganut Kristen Nestorian (Gereja Timur). Hulagu juga mengirim surat kepada raja Perancis Louis IX dan Paus Urban IV untuk bekerjasama merebut Yerusalem dari Mamluk.
Namun lambat laun, orang-orang bangsa Mongol mulai memeluk Islam. Berke Khan (wafat 1266) adalah pemimpin Mongol yang pertama kali memeluk Islam. Persekutuan Mamluk dengan Golden Horde juga berperan dalam penyebaran Islam di kalangan Bangsa Mongol. Sultan Baybars mengundang perwakilan Golden Horde ke Mesir sehingga banyak di antara mereka yang kemudian memeluk Islam. Di masa kepemimpinan Öz Beg Khan (1282 – 1341), Islam dijadikan agama resmi kerajaan Golden Horde.

Perpecahan Kekaisaran Mongol (defence.pk)
Perpecahan Kekaisaran Bangsa Mongol (defence.pk)

Mubarak Shah (wafat 1276) adalah pemimpin Kekhanan Chagatai yang pertama kali memeluk Islam. Namun penyebaran Islam secara terbuka baru dilakukan di masa kepemimpinan Ṭarmashirin Khan (bertahta 1331 – 1334). Akibatnya ia digulingkan, dan penggantinya kembali melakukan penindasan terhadap umat Islam. Baru di masa kepemimpinan Ali-Sultan pada 1342, Islam kembali disebarkan di Kekhanan Chagatai.
Takudar (bertahta 1282 – 1284) adalah pemimpin Ilkhanate yang pertama kali memeluk Islam. Ia terlahir sebagai seorang Kristen Nestorian dengan nama Nikola Takudar. Setelah memeluk Islam, ia mengganti nama menjadi Ahmad Takudar. Ia juga mengirim surat perdamaian kepada Mamluk. Takudar kemudian digulingkan, dan penindasan kembali dilakukan terhadap umat Islam. Namun di masa kepemimpinan Ghazan (1271 – 1304), Islam kembali disebarkan di Ilkhanate.
Dari empat kerajaan pecahan Kekaisaran Bangsa Mongol, hanya Dinasti Yuan yang tidak memeluk Islam. Namun terdapat beberapa bangsawan Yuan yang menganut Islam. Di antaranya adalah Ananda (wafat 1307), gubernur Gansu yang kemudian dipanggil ke pengadilan agar kembali menganut Budha. Ia pun menolak sehingga dipenjarakan. Ananda kemudian dibebaskan karena timbul kekhawatiran akan terjadinya pemberontakan.
Kerajaan-kerajaan Bangsa Mongol yang memeluk Islam, banyak menggunakan budaya Persia dan Turki. Seperti Golden Horde yang menggunakan bahasa dan budaya Turki. Keturunan mereka saat ini, yaitu suku Tatar di Rusia, dimasukkan dalam rumpun bangsa Turki. Sedangkan Kesultanan Timurid (1370 – 1507) yang menguasai Iran, Kaukasus, Mesopotamia, sebagian Asia Tengah dan Pakistan, serta Kesultanan Mughal (1526 – 1857) yang menguasai sebagian besar anak benua India, keduanya menggunakan bahasa Persia dan dipimpin oleh orang-orang keturunan Turki-Mongol.

Siapa Bani Qanthura & Mengapa Mereka Diperangi?

“Akan ada segolongan kaum dari umatku yang menetap di sebuah daerah yang mereka namakan Bashrah, di sisi sebuah sungai yang disebut Dijlah (Dajlah), dan di atas sungai itu ada sebuah jembatan. Penduduk daerah itu akan bertambah banyak, dan ia akan menjadi salah satu negeri dari negeri-negeri orang-orang yang berhijrah. [Perawi Muhammad ibnu Yahya berkata: Abu Ma’mar meriwayatkan dengan mengatakan: negeri-negeri kaum muslimin].

Saturday, December 19, 2015

Catatan Redaksi: Arab Saudi dan Koalisi Militer Islam Melayani Siapa?

Segala puji hanya milik Allah Rabb penguasa semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan atas Nabi kita Muhammad, keluarga dan seluruh sahabatnya yang mulia.
Amma ba’du.
Sensasi dan Harapan
Pembaca Muqawamah Media yang Allah muliakan, tentu masih jelas teringat dalam benak kita bagaimana reaksi dan antusiasme umat Islam dunia khususnya di tanah air atas sepak terjang raja baru Arab Saudi pasca pelantikannya. Raja Salman mulai melakukan berbagai manuver politik di luar kebiasaan para pendahulunya yang sangat konsevativ. Gebrakan-gebrakan politik yang telah ia lakukan diantaranya adalah:

Tuesday, December 8, 2015

Hadits pemutus perkara "Siapa yang dimaksud Khalifah dalam hadits tentang 3 anak Khalifah yang berperang"?


Dalam salah satu artikel yang ditulis seorang hamba Allah tentang khilafah di akhir zaman, ada tersebut dari pendapat beliau bahwa ada Khalifah sebelum Khalifah Al-Mahdi. Dan ia menunjukkan beberapa bukti. Ini adalah ruang ikhtilaf yang diperbolehkan dalam masalah ini. Dan kami tidak menyalahkan pandangan ini, karena beberapa ulama pun telah berbeda dalam masalah ini: Apakah hanya satu Khalifah sebelum al-Mahdi, atau bisa ada beberapa Khalifah yang akan muncul sebelum Al-Mahdi.
Di bawah ini kami bawakan beberapa dalil dari seorang hamba Allah yang cenderung kepada pendapat bahwa ada khilafah sebelum khilafah Al-Mahdi. Yang nampak pada kami bahwa tujuannya dari pandangannya itu adalah bahwa khilafah al-baghdadi adalah termasuk khilafah yang sah, salah satu khilafah yang ada sebelum khilafah al-Mahdi. Wallahu A’lam.
Adapun kami berpendapat bahwa memang ada lafaz dalam salah satu hadits yang menunjukkan adanya khalifah sebelum Imam mahdi. Namun yang dimaksud istilah khalifah dalam hadits tersebut harus dibawa ke makna lughoh/bahasa, bukan istilahi atau makna khusus, dengan makna hanya pemimpin sebuah negara berdaulat dengan wilayah tertentu saja karena beberapa alasan yang kuat.. Wallahu a’lam. Kami akan kutipkan beberapa pandangan hamba Allah tersebut beserta dalilnya. Dan kami akan mengomentarinya sekaligus sebagai pembanding bagi para pemirsa.

Tuesday, December 1, 2015

Tunggu Komando Erdogan, Mujahidin Chechnya Siap Bergerak Lawan Rusia


chechen_mujahideen
Dilansir Shehab News Agency, para pejuang/mujahidin Chechnya mengumumkan pada Kamis (26/11) kemarin bahwa mereka mendukung Turki dan sedang menunggu perintah dari Pemimpin Ummat Islam, Recep Tayyip Erdogan untuk ‘bertindak’ menyusul ketegangan antara pemerintah Turki dan Rusia pasca ditembak jatuh jet tempur Su-24 Rusia oleh Turki.

Saturday, November 14, 2015

SKENARIO PERANG GOG MAGOG AKHIR ZAMAN

image BISMILLAH



flag islam1
Dalam perang Gog magog atau lebih dikenal dengan perang Armageddon dua pemeran utama Yaitu al-masih Palsu dan al-Masih sejati. al-Masih Palsu dikenal dengan dengan al-Masih Dajjal dan al-Masih sejati dikenal dengan Nabi Isa as. Tiga agama Samawi saling mengklaim bahwa al-Masih sejati di munculkan di akhir zaman dalam kalangannya, Pada dasarnya al-Masih diturunkan untuk kaum Yahudi sebagaimana tercantum dalam nubuat al-kitab,

Tujuh Alasan Paris Menjadi Sasaran Serangan Teror Ekstremis


Tujuh Alasan Paris Menjadi Sasaran Serangan Teror Ekstremis
Seorang pria dievakuasi oleh petugas dari dalam gedung pertunjukan Bataclan, Paris, tempat terjadinya penyanderaan dan penembakan, pada 13 November 2015. Seratus orang tewas dalam peristiwa penembakan di dalam gedung tersebut. AP/Thibault Camus
 
 
 Paris - Seorang pelaku penyerangan di Paris menyebut Prancis adalah salah satu negara yang ikut memerangi mujahid. Apalagi Prancis merupakan negara dengan jumlah warga Islam terbanyak di Eropa.

"Ini (serangan) untuk Suriah," kata salah satu penyerang Paris, seperti dilansir Telegraph.co.uk. Tapi dia juga menyebut itu untuk Mali, Libya, dan Irak.

TEROR PARIS, 130 Tewas: Inilah 3 Skenario di Balik Serangan

Sabtu, 14 November 2015 | 20:14 WIB
TEROR PARIS, 130 Tewas: Inilah 3 Skenario di Balik Serangan
Peta serangan dalam teror di Paris 13 November 2015 yang menewaskan lebih dari 120 orang
TEMPO.CO, Jakarta - Kelompok teroris membunuh sekitar 130 orang di berbagai lokasi di Paris pada Jumat malam, 13 November 2015.  Delapan pelaku berhasil ditembak polisi.

Kelompok mana yang telah melakukan serangan bom bunuh diri dan penembakan di sejumlah restoran, lokasi konser, dan stadion di Paris itu?

Petunjuk utama adalah kelompok-kelompok yang pernah melakukan kekerasan di Prancis. Atau mereka yang melibatkan warga negara Perancis di tempat lain di Eropa. Ini tiga skenario para dalang atau aktor utama serangan keji dan pengecut itu.

Thursday, November 5, 2015

Serial Pembahasan Khawarij Modern bag II: Munculnya Khawarij Modern dan Sifat-Sifat Mereka


KHAWARIJ MODERN Perkembangan, Ciri-ciri, Masalah-Masalah, Keadaan dan Akhir Nasib Mereka, Hukum Memerangi dan Menjaga Diri dari Kejahatan Mereka.
Ditulis oleh:
Abu Maryam al-Azdi
(Ahmad bin Abdullah bin Shalih az-Zahrani)
Bagian Ke II
Munculnya Khawarij Modern dan Sifat-Sifat Mereka.(1).
Khilafah Utsmaniyah runtuh pada tahun 1924 M secara resmi setelah sebelumnya mengalami era kelesuan yang menimpa kekhilafahan ini sejak awal abad 19, dan secara praktis mati total sejak awal abad 20 dan keadaan negara-negara salib telah memecah belah kekhilafahan ini menjadi negara-negara kecil yang dibagi-bagi dalam kekuasaan musuh-musuh Islam ketika keruntuhan kekhilafahan ini diumumkan.
Keadaan tersebut bukannya terjadi tanpa reaksi dari umat Islam. Justru sejak Khilafah Utsmaniyah ini mulai mengalami kelesuan, pada saat itulah awal mula kesadaran ber-Islam mulai lahir sejak pertengahan abad 18, Khilafah Turki Utsmani sebagai pemimpin umat Islam pada saat itu, telah berusaha membangun ulang daulah Utsmaniyah, memperbaikinya dan bekerjasama dengan para pembaharunya serta mengadopsi arahan-arahan yang memotivasi bagi sultan Abdul Hamid dalam melakukan pembaharuan.

Serial Pembahasan Seputar Khawarij Modern bag 1 (Pengantar)

Pembaca yang dimuliakan Allah, berbagai tindak kejahatan yang dipertontonkan oleh Organisasi Khawarij Daulah Baghdadiyah telah begitu nyata dan bisa dilihat dengan jelas oleh kaum Muslimin di timur maupun di barat. Persoalannya, kedok sebagai penegak Daulah Islamiyah benar-benar telah membius kaum Muslimin khususnya kaum awam yang begitu mudah tersesatkan dengan kemasan publikasi Organisasi Khawarij ini di dunia maya, maupun penipuan mereka yang mampu menjebak para pejuang yang lugu karena dibungkus dalam cita-cita penegakan syariat Islam.
Tercatat begitu banyak pemuda yang mengorbankan dirinya meninggalkan keluarga mereka dan pergi melanglang buana demi melayani ide-ide yang dilontarkan oleh kelompok Khawarij ini, tidak sedikit pula dari mereka yang kemudian ikut terwarnai oleh pemikiran mereka.

Perbedaan Antara “Tanzhim Daulah” dengan Daulah Islam Rasulullah SAW


PERBEDAAN ANTARA TANZHIM DAULAH DENGAN NEGARA ISLAM
Oleh: Syaikh Abu Mundzir As-Syinqithi
بسم الله الرحمن الرحيم
Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi yang mulia, beserta keluarga dan seluruh sahabat beliau.
Jihad di Iraq telah kehilangan kemurnian dan daya tariknya akibat tindakan yang keluar dari aturan syariat, tidak mengindahkan ahli ilmu, dan tidak adanya aksi politik yang bijaksana. Al Baghdadi menolak untuk patuh terhadap para komandan dan tokoh jihad serta enggan untuk memanfaatkan pengalaman mereka yang telah ditempa selama beberapa tahun lamanya, ia menjadikan kancah jihad di Iraq dan Syam sebagai sekolah, dan ia menjadikannya sebagai laboratorium kelinci percobaan! Sehingga lihatlah, kini jihad harus membayar kesalahan dari proses belajar dan percobaan yang ia lakukan.

Monday, October 26, 2015

Didukung 12 Pangeran Saudi, Isu Raja Salman Bakal Digulingkan Menguat





RIYADH - Isu untuk menggulingkan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz, semakin menguat, setelah 12 pangeran Saudi putra dari pendiri kerajaan diklaim mendukung rencana kudeta itu. Pangeran Ahmed bin Abdulaziz, 73, saudara dari Raja Salman dan mantan Menteri Dalam Negeri Saudi menjadi tokoh favorit untuk menggantikan Raja Salman.

Kemana Identitas Makkah ?


Betapa berubahnya Mekah. Duduk di salah satu sudut Masjidil Haram ketika matahari meredakan panasnya, kita bisa merasakan bayang-bayang sebuah bangunan yang menjangkau langit dari arah Selatan.
Memang: di seberang gerbang Baginda Abdul Aziz, berdiri sebuah super-gedung, (baru diresmikan Agustus tahun ini), yang disebut Abraj al Bait. Raksasa ini lebih dari 600 meter tingginya: menara waktu yang paling jangkung sedunia. Empat muka jam di puncaknya masing-masing berbentuk mirip Big Ben di London, meskipun mengalahkannya dalam ukuran: diameternya masing-masing 46 m, dengan jarum panjang yang melintang 22 meter. Dan berbeda dari Big Ben, di jidatnya yang diterangi dua juta lampu LED tertulis ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ , “Allahu Akbar.”
Di Abraj al Bait ada 20 lantai pusat perbelanjaan dan sebuah hotel dengan 800 kamar. Juga tempat tinggal. Garasenya bisa menampung 1.000 mobil. Tapi para tamu dan penghuni juga bisa datang dengan helikopter (ada lapangan untuk menampung dua pesawat), karena ini memang tempat bagi mereka yang mampu menyewa, atau memiliki, kendaraan terbang itu. Ongkos semalam di salah satu kamar di Makkah Clock Royal Tower bisa mencapai 7.000.000 rupiah.
Dari ruang yang disejukkan AC itu orang-orang dengan duwit berlimpah bisa memandang ke bawah — ya, jauh ke bawah — mengamati ribuan muslimin yang bertawaf mengelilingi Kaabah bagai semut yang berputar mengitari sekerat coklat.

Arab Saudi bukan “Negara Islam”, Tapi “Negara Tiran Berpaham Wahabi”

Salah satu kehebatan negara Saudi adalah keberhasilannya dalam menipu kaum Muslim, seakan-akan negaranya merupakan cerminan dari negara Islam yang menerapkan al-Quran dan Sunnah. Keluarga Kerajaan juga menampilkan diri mereka sebagai pelayan umat hanya karena di negeri mereka ada Makkah dan Madinah yang banyak dikunjungi oleh kaum Muslim dari penjuru dunia.
Saudi juga terkesan banyak memberikan bantuan kepada kelompok Islam maupun negeri-negeri Islam untuk mencitrakan mereka sebagai pelayan umat dan penjaga dua masjid suci (Khadim al-Haramain). Akan tetapi, citra seperti ini semakin pudar mengingat sepak terjang keluarga Kerajaan selama ini, terutama persahabatannya dengan AS yang mengorbankan (nyawa, harta dan negara) kaum Muslim.
Orang-orang awam selama ini menjadi korban dari berita-berita penipuan yang sengaja disebarkan oleh para pemuja Kerajaan Arab Saudi. Kaum Muslimin lupa, bahwa yang menjadi penguasa Makkah dan Madinah saat ini adalah Keluarga Kerajaan (Alu Saud) yang mengusung paham Khawarij dan Mujassimah, bukan Ahlussunnah. 

Saturday, October 24, 2015

Pertempuran di Hama dan Homs, Mujahidin Timpakan Kerugian Besar pada Rezim Syiah

Foto: Koalisi Mujahidin Pedesaan Homs Berhasil Menyita Tank Pasukan Rezim.
 
Jaisyul Fath pada Kamis (22/10) telah meluncurkan pertempuran baru melawan rezim Nushairiyyah di provinsi tengah Hama, aktivis lapangan mengatakan kepada Zaman Al Wasl.
Aliansi kelompok-kelompok Islam, termasuk Jabhah Nusrah dan Ahrarusy Syam, telah memobilisasi pasukan mencapai 24, 000 Mujahidin di pedesaan timur dan utara Hama untuk mengusir pasukan rezim Assad dan sekutunya milisi Syiah internasional.
Mujahidin berhasil membuat kemajuan di dalam pertempuran Hama, ujar komandan salah satu faksi Mujahidin yang terlibat dalam operasi.
Tembakan artileri Mujahidin Jaisyul Fath mengguncang pangkalan rezim di desa Atshan, Skeik dan Maan. Aktivis juga melaporkan akibat serangan tersebut sejumlah keluarga rezim mengungsi dari desa-desa terdekat.

Mengapa ISIS gencar menyerang Mujahidin dan lebih membiarkan Syiah?





Janes Intelijen, merilis data baru-baru ini yang menyoroti jumlah operasi yang dilakukan oleh kelompok “Daulah Islamiyah” atau Islamic State (IS) yang sebelumnya dikenal sebagai ISIS, dan rezim Bashar Al-Assad.

Ditemukan sekitar 64% dari serangan ISIS telah diverifikasi di Suriah tahun ini (21 November 2013 -21 November 2014) yang menargetkan kelompok pemberontak lainnya (mujahidin). Hanya 13% dari serangan ISIS selama periode yang sama yang ditargetkan kepada pasukan Assad. Hal ini juga ditemukan dalam operasi-operasi kontra-terorisme rezim Assad, lebih dari dua-pertiga serangan udara, sangat condong terhadap berbagai kelompok yang namanya bukan ISIS. Dari 982 operasi kontraterorisme tahun ini, hanya 6% yang secara langsung menargetkan ISIS, lapor The Guardian, sebagaimana dilansir Muqawamah Media pada Senin (8/6/2015).

Friday, October 23, 2015

“Perang” Suriah Dari Masa ke Masa

Di masa depan, Suriah juga akan menjadi saksi kedatangan Dajjal dan Nabi Isa As. Perang akhir zaman ini hanya bisa dibaca dengan cerdas dengan iman
“Perang” Suriah Dari Masa ke Masa
Suriah juga akan jadi saksi kedatangan Dajjal dan Nabi Isa As. Perang akhir zaman ini hanya bisa dibaca dengan cerdas dengan iman.
 Oleh: Nugra – Abu Fatah

SURIAH (Syiria) salah satu negeri tertua dalam sejarah peradaban manusia, dan telah menyaksikan konflik antar imperium dari masa ke masa.
Sebelum lahirnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam, Suriah telah menjadi medan pertempuran besar antara Romawi dan Persia. Satu ronde dimenangkan Romawi dan satu ronde dimenangkan Persia dalam perang besar. Hal tersebut bahkan direkam al-Quran.
Empat tahun setelah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam wafat, Suriah kembali menjadi saksi kemenangan pasukan Muslim di bawah komando Khalid dan Abu Ubaidah. Pasukan dan kekuasaan Bizantium (Romawi Timur) pimpinan Heraklius harus angkat kaki selama-lamanya dari tanah Suriah dan sekitarnya.

Monday, October 19, 2015

Pemakaian Alat Komunikasi Nirkabel Dapat Membahayakan Mujahidin Suriah

Revolusi Suriah telah mengenal penggunaan perangkat sinyal nirkabel (wireless) sejak beberapa bulan pertama dimulainya revolusi Suriah, di mana Mujahidin terpaksa menggunakan alat-alat tersebut yang biasa disebut walkie talkie agar data atau informasi tidak jatuh ke tangan patroli intelijen rezim Assad, dan untuk mengatasi kendala jaringan Internet yang seringkali diputus rezim sebelum melancarkan serangan di setiap daerah, dan kemudian walkie talkie tersebut dalam penggunaannya berkembang menjadi salah satu bagian yang tak terpisahkan dalam pertempuran. 

Pertempuran Sengit di Selatan Aleppo, Mujahidin Pukul Mundur Rezim Syiah Dua Kali

Pedesaan selatan Aleppo menyaksikan pertempuran sengit antara faksi-faksi Mujahidin yang dipimpin oleh koalisi Fathu Halab di satu sisi dan kekuatan rezim Assad yang didukung oleh pesawat militer Rusia di sisi lain; di mana kedua desa Al-Wadihi dan Al-Sabiqiyah menyaksikan pertempuran hebat yang berakhir dengan Mujahidin mampu memperketat kontrol atas daerah mereka. 

Sunday, October 18, 2015

The Kremlin’s Favorite Muslim, Kadyrov, Goes Too Far


Putin’s most ambitious and ruthless supporter in Chechnya appears to be spinning out of control, with deadly consequences.
MOSCOW — Earlier this month, the leader of Chechnya, Ramzan Kadyrov, informed his more than one million followers on social networks that he had become “the happiest man in this land.” Something had come to pass that he never could have dreamed of, he said. He had had a transfusion, he said, from a descendant of the Prophet Mohammed, so now he has the Prophet’s blood flowing through his veins.
In a not-for-attribution conversation last week, a Russian government official told The Daily Beast that the blood transfusion was seen in Moscow, as “something totally insane and wild,” but that it hardly the worst of the bad news about Kadyrov.
The Russian opposition has taken to accusing the Chechen leader, publicly,  of murder.

Popular Posts